STRATEGI, SISTEM, KONSEP, TEKNIK PEMASARAN JAMU CV. ROCHMAN JAYA.

MANAJEMEN STRATEGI PEMASARAN JAMU PRODUKSI CV. ROCHMAN JAYA.


Selamat datang!

Salam Peduli Sehat dan Sejahtera.

Terimakasih kepada calon konsumen, konsumen, mitra usaha dan semua pihak.

Informasi Perusahaan.

Perusahaan Jamu CV. Rochman Jaya telah beroperasi sejak tahun 2012. Badan Usaha pertama adalah UD. DUA SINGA, sejak tahun 2018 badan usaha menjadi CV. Rochman Jaya.

Perusahaan Jamu CV. Rochman Jaya berkedudukan di Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur-Indonesia.

Perusahan Jamu CV. Rochman Jaya bergerak di bidang produksi, pemasaran, pendistribusian produknya.

Distributor pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya, telah tersedia di berbagai kota di Indonesia, dan terus melakukan pengembangan pemasaran ke berbagai wilayah, bertujuan memberikan lapangan pekerjaan, usaha kepada orang yang membutuhkan, dan menjangkau, kemudahan kepada pelanggan.

Informasi Jamu Produksi CV. Rochman Jaya, Banyuwangi, Jawa Timur - Indonesia: 
Produk pertama yang di Produksi Cv. Rochman Jaya adalah Jamu Dua Singa. 
Jamu Dua Singa tidak diproduksi, tidak dipasarkan sejak bulan Mei 2023.

Nama Jamu Produksi CV. Rochman Jaya adalah:
1. JAMU SARI DEWA, POM TR. 226038711.
2. JAMU CAP SINGA, POM TR. 213628991, khusus kemasan 150 ml.
3. Jamu Fatah Yasin, POM TR. 203639071.

 Informasi Produk, pemasaran silakan menghubungi kami, Marketing Produsen Jamu Produksi Cv. Rochman Jaya. 
Telepon:
081290150008, 082299833605.
Bapak Rissan Panjaitan.
Dapat juga menghubungi distributor, penjual terdekat yang dipercaya!
Kami siap membantu anda!
Terima kasih.


JAMU SARI DEWA Produksi CV. Rochman Jaya.
Ijin Edar Jamu Jawa Asli Sari Dewa Produksi Cv Rochman Jaya, diterbitkan pada Tanggal 16 Juni 2022.
Jamu Cap Singa berkhasiat: membantu meredakan pegal - pegal, linu - linu dan encok.

CEK IJIN EDAR, KEMASAN, LABEL, MASA KADALUARSA. 
Kami menyarankan kepada calon konsumen dan konsumen, sebelum membeli, mengkonsumsi Produk Jamu Produksi CV. Rochman Jaya, supaya
• Mengecek nomor register, atau ijin edar produk sesuai nama produk yang ditulis pada label, barcode yang dicetak pada label kemasan melalui Website BPOM RI. 
• Memperhatikan botol kemasan produk dan penutup keadaan baik. 
• Membaca tulisan pada label kemasan produk yaitu tanggal, bulan, kode produksi, masa kadaluarsa, khasiat, aturan, ukuran konsumsi, cara penyimpanan.

Mari kita mengkonsumsi Jamu Produksi Cv. Rochman Jaya, sesuai aturan dan ukuran.
Semoga kita sehat selalu.

Pendahuluan.
Waktu terus berlanjut, sedetikpun tidak bisa dihentikan. Setelah ada pemasaran, strategi pemasaran produk mengalami perubahan dari masa ke masa untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan memberi nilai manfaat pada konsumen.

Bagaimana perilaku kita sebagai konsumen untuk membeli suatu produk di era ini? Sebelum era online, digital marketing, konsumen membeli suatu produk dari toko retail, kios tradisional, apotek, dealer, mall, toko swalayan, personal selling, direct selling, bazar, event, surat penawaran, brosur, telemarketing, iklan media radio, Tv, referensi teman. Di jaman sekarang sebagian konsumen membeli produk dari toko online, marketplace, dan mudah mendapat informasi melalui teknologi smartphone, lebih teliti sebelum membeli. Contoh: Konsumen lebih teliti sebelum membeli produk herbal, jamu dengan mengecek legalitas izin edar produk di Situs Badan POM RI, bertanya kepada penjual, saudara, teman untuk mengetahui informasi produk, kemudian memilih produk yang lebih cocok menurut persepsi konsumen, kemudian keputusan pembelian.

MANAJEMEN STRATEGI PEMASARAN JAMU PRODUKSI CV. ROCHMAN JAYA.

Pengertian dan Manfaat Pemasaran.
Pemasaran adalah menciptakan nilai, komunikasi, penawaran produk yang mempunyai nilai manfaat positif pada konsumen, dan saling menguntungkan. Pemasaran yang baik mendorong perubahan ke arah kemajuan yang mempunyai nilai manfaat. Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya hadir untuk membantu memberi solusi mengatasi masalah. Kita pemasar Jamu CV. Rochman Jaya perlu membangun sikap empati, peduli, layanan, memberi nilai manfaat, kenyamanan, kepuasan untuk mendorong konsumen mempunyai pengalaman positif.

Pemasaran merupakan kesempatan untuk melayani, mendorong perubahan, kemajuan. Pemasaran Jamu membantu meningkatkan kesehatan penggunanya sesuai manfaat Jamu yang diproduksi dan dipasarkan. Pemasaran jamu yang bernilai, berguna dan bermanfaat positif kepada konsumen. Penilaian manfaat produk dan layanan dari konsumen, dan produk Jamu tersebut mendapat legalitas. Mendapat legalitas/ijin edar Jamu dari BPOM RI merupakan syarat utama untuk pemasaran Jamu yang diproduksi, dipasarkan secara umum, dan untuk kenyamanan konsumen, pemasar. Kita yang mengkonsumsi Jamu tersebut nyaman, aman, membantu menyehatkan tubuh. Oleh karena itu, kita pemasar Jamu CV. Rochman Jaya, sangat penting memilih produk Jamu yang mendapatkan legalitas dari Badan POM RI untuk kita konsumsi, pasarkan.

Pemasaran Jamu adalah pelayanan dengan etika baik, empati, peduli, panggilan diri dari lubuk hati, maka dari itu, kita penting mementingkan kenyamanan, dampak secara positif kepada konsumen. Pemasaran Jamu bukan pemaksaan kepada konsumen, tetapi pemasaran yang empati, peduli, ramah. Pemasaran jamu yang efektif fokus membangun pengalaman positif pada konsumen dengan cara memberi nilai manfaat produk yang relevan, layanan yang memuaskan, mengesankan, menyenangkan dan dirindukan oleh konsumen. Penilaiannya terletak pada pengalaman konsumen, bukan apa menurut pemasar dan/atau penjual. Dalam pemasaran Jamu, hendaknya pemasar didorong oleh target pasar sebagai bentuk empati, kepedulian, layanan yang memberi solusi mengatasi masalah konsumen, ini bagian strategi pemasaran yang efektif sebagi pendorong pemasaran yang bertumbuh. Mari kita mendengarkan saran, apa yang dibutuhkan, dinginkan konsumen, kemudian mengevaluasi, melaksanakan solusi sesuai sumber daya pemasaran. Konsumen memberikan saran positif kepada perusahaan melalui pemasar merupakan keterlibatan konsumen. Kita mengucapkan terimakasih pada konsumen atas keterlibatannya dengan tujuan positif dalam kemajuan.

Pemasaran Jamu hendaknya membuat kita bahagia dalam perasaan, pikiran dan tindakan dengan cara memasarkan jamu yang direkomendasikan, mendapat legalitas. 

Pemasaran Jamu perlu kita kembangkan, lestarikan, sebab jamu merupakan budaya tradisi, warisan leluhur kita. Pemasaran jamu bagian dari upaya melestarikan Jamu Indonesia, namun kita penting memasarkan Jamu yang mendapat legalitas dari Badan POM RI. Saya Bapak Rissan Panjaitan Marketing Jamu Cv. Rochman Jaya, membantu memasarkan produk Jamu CV. Rochman Jaya dengan panggilan diri untuk membantu kemajuan pemasaran yang bermanfaat positif, memberi lapangan usaha/pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, nilai manfaat kepada konsumen dan masyarakat. 

Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya, kita  perlu memilih target pasar khusus, sesuai manfaat produk dan sumber daya  pemasaran. Sumber daya pemasaran berhubungan dengan efisiensi biaya, kemampuan pemasar, efektivitas waktu, menggunakan teknologi. Pemasar Jamu CV. Rachman Jaya belum mempunyai kemampuan memasarkan kepada semua orang, dan juga dipengaruhi manfaat produk. Misalnya, Jamu CV. Rochman Jaya sebaiknya jangan dikonsumsi oleh wanita hamil. 

Pengertian Manajemen.
Manajemen adalah penentuan tujuan, target, nilai, strategi, pengorganisasian, sistem, teknik pelaksanaan, pengendalian. Pada tahap pengendalian, kita melakukan pemantauan, pengukuran, penilaian, solusi perbaikan dan penyesuaian.

Strategi Perencanaan Pemasaran.
Perencanaan pemasaran merupakan fundamental penting untuk keberhasilan, perubahan, pertumbuhan, kemajuan suatu bisnis dan nilai manfaat pada konsumen, dampak positif pada sosial, masyarakat, lingkungan. Strategi pemasaran bagian perencanaan untuk pencapaian tujuan. Pemasar menentukan tujuan, merancang manajemen strategi pemasaran yang praktis, tersistem, terstruktur, terperinci, terintegrasi dari berbagai elemen strategi, menyesuaikan dengan sumber daya biaya, kemampuan, keterampilan, tenaga pemasaran, waktu, perkembangan jaman, ekonomi, sosial-budaya, teknologi supaya tepat sasaran, efektif, efisien, produktif. Pada tahap perencanaan pemasaran Jamu, kita perlu mengetahui, mengelola sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. 

Tujuan utama dari strategi perencanaan pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya adalah memberi nilai manfaat pada konsumen, mendorong kemajuan, keberlangsungan usaha, membantu meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, pengaruh baik pada lingkungan, sosial. Pada penerapan strategi pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya mengedepankan efektivitas, efisiensi, tepat sasaran, produktif untuk membangun tujuan usaha jangka pendek, menengah dan panjang. Kemajuan pemasaran Jamu juga didasari oleh pengalaman positif, kenyamanan, nilai manfaat yang diterima konsumen, dan legalitas jamu yang dipasarkan. 

Strategi perencanaan pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya adalah sekumpulan data tertulis, terdiri dari berbagai elemen, struktur, system, konsep, teknik, taktik yang diformulasikan sesuai tujuan dengan jadwal waktu, sumber daya dalam pelaksanaan. Strategi, konsep, sistem, teknik dan taktik mempunyai hubungan yang sangat erat dalam pelaksanaan untuk mencapai tujuan.

Tujuan strategi perencanaan pemasaran adalah panduan mengimplementasikan strategi dalam mencapai tujuan sesuai visi dan misi. Mempunyai panduan sama dengan memiliki arah sebagai petunjuk jalan menuju tujuan, lebih mudah mengerjakan tugas, mengefektifkan waktu, tenaga, efisiensi biaya, kinerja lebih produktif. Tanpa perencanaan tujuan secara jelas, kita tidak mempunyai arah tujuan yang jelas, tidak mampu merancang strategi secara tepat. 

Perencanaan dan aktivitas pemasaran adalah menganalisis target pasar, penentuan target pasar yang tepat sesuai manfaat produk, menganilis SWOT, penerapan strategi 7 Konsep Pemasaran, Bauran Pemasaran. Bauran Pemasaran seperti: Penentuan produk, harga yang relevan, tempat atau daerah pemasaran, promosi, tim pemasar/penjual (people), sistem distribusi, proses pelaksanaan yang efektif dan cepat, dan Physical proof (bukti fisik yang menarik)

Strategi Pemasaran.

Strategi Pemasaran Jamu produksi CV. Rochman Jaya adalah sistem, konsep,  teknik dan taktik yang diformulasikan untuk diimplementasikan dalam mencapai tujuan perusahaan, sesuai visi dan misi.

Strategi pemasaran adalah merencanakan pemasaran produk yang inovatif, kepuasan konsumen, dan keberhasilan pemasaran, perusahaan.

Tujuan Pemasaran.

Tujuan pemasaran adalah meraih tujuan dan sasaran pemasaran yang hendak dicapai dengan spesifik, berjadwal waktu, jumlah target terukur, mengedepankan nilai manfaat, efektivitas, efisiensi, mengelola sumber daya, formulasi strategi yang spesifik dan selaras mencapai tujuan. 

Menentukan strategi pemasaran yang efektif, efisien, tepat sasaran untuk meningkatkan produktivitas, profitabilitas dan saling menguntungkan. Konsumen menerima nilai manfaat, dan timbal balik upaya yang dilakukan oleh pemasar, perusahaan. 

Tujuan Pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya secara spesifik adalah memberi nilai manfaat, memenuhi kebutuhan, keinginan konsumen pada produk, layanan yang memuaskan, dan memberi peluang, kesempatan usaha, lapangan pekerjaan kepada orang yang membutuhkan, membantu meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, membangun pertumbuhan. Membangun konsep bisnis pemasaran yang saling menguntungkan. 

Pemasaran berhubungan dengan konsumen, tim pemasaran. Tim pemasar mengelola hubungan emosional yang kuat pada konsumen. Pemasar perlu mengelola motivasi, pola pikir bertumbuh, sikap mental positif, emosional, relationship, nilai-nilai integritas, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, membangun pengalaman, menyampaikan dan memberi nilai manfaat relevan pada konsumen. Tim pemasaran (pelaku usaha pemasaran) adalah perencana dan menerapkan strategi pemasaran untuk mendatangkan konsumen, menciptakan penjualan, omset yang berdampak pada pendapatan perusahaan. Pendapatan perusahaan yang menguntungkan mendorong keberlangsungan perusahaan. Pendapatan adalah hasil dari strategi pemasaran yang efektif, efisien, tepat sasaran, dan memberi nilai manfaat positif secara konsisten pada konsumen. Tim pemasaran (pelaku usaha pemasaran) dan konsumen mempunyai hubungan erat dalam terjadinya penjualan dan omset. Oleh karena tim pemasaran bagian penting dalam pemasaran untuk menerapkan strategi, mendatangkan konsumen, penjualan, omset, maka pada manajemen strategi pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya fokus membahas strategi membangun tim pemasaran yang berkualitas, selain kepuasan konsumen, strategi pemasaran, konsep pemasaran. 

Fungsi Strategi Pemasaran.

Fungsi Strategi Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya adalah memotivasi pemasar, perusahaan mengembangkan, memperluas jangkauan pemasaran ke berbagai daerah, memberi layanan yang terpercaya, dan kemudahan pada konsumen untuk mendapatkan produk yang dibutuhkan. 

Manajemen Strategi Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya fokus pada pembahasan utama yaitu konsumen dan mengelola tim pemasaran. Tim pemasaran berhubungan dengan sumber daya, motivasi, sikap mental, integritas, pola pikir bertumbuh, passion, pengetahuan, keterampilan, pengalaman, kemampuan, leadership, enterpreneurship, dan pemahaman penerapan strategi, sistem, konsep, teknik, taktik pemasaran. Sebab pemasar sebagai pelaksana pemasaran. Konsumen berhubungan dengan nilai manfaat keseluruhan yang akan diterima, dan merupakan tujuan utama dari pemasaran. Konsumen yang loyal sangat dipengaruhi oleh sikap, integritas, layanan dari pemasar dan penjual, kualitas nilai manfaat produk. Jika pemasar dan penjual yang arogan, tidak menghargai konsumen, konsumen akan kecewa yang berdampak negatif pada brand produk dan perusahaan. Pemasar dan penjual merupakan perantara perusahaan membawa brand pada konsumen. Pemasaran itu mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menciptakan, mengutamakan memberi nilai manfaat positif kepada konsumen, membangun kemajuan tim pemasar, keuntungan pada perusahaan dan mitra bisnis, pertumbuhan ekonomi, pengaruh baik pada sosial, masyarakat, lingkungan. Tanpa pemasaran produk, jasa apa yang akan terjadi di era ini?

Strategi pemasaran adalah perincian langkah-langkah strategi untuk mencapai tujuan-tujuan. Contoh strategi pemasaran, melakukan observasi, analisis pasar, riset pasar, segmentasi pasar, menentukan taget pasar yang tepat sesuai manfaat produk, mempromosikan, komunikasi, fokus pada target pasar yang tepat, dan bertujuan meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas, profitabilitas, memberi nilai manfaat positif, membantu meningkatkan kesehatan konsumen sesuai khasiat produk.

Strategi dan konsep pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya menerapkan bauran pemasaran yaitu penentuan produk, harga, tempat pasar/lokasi pasar, komunikasi/ promosi, distribusi, pemasar/penjual (people), sistem proses pelaksanaan, layanan, (bukti fisik) physical proof.

Sinergi dan Kolaborasi Pemasaran.

Strategi Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya untuk mencapai tujuan dengan cara:  • Mengintegrasikan strategi pemasaran konvensional (pasar tradisional, modern) dengan Digital Marketing, Media Sosial, Media Online untuk menjangkau, memberi kemudahan, memberi nilai manfaat sebagai keunggulan yang unik pada konsumen, kekuatan pemasaran supaya mengikuti tren perubahan kemajuan

• Bersinergi sesama tim pemasar, tim pemasaran dengan manajemen lainnya,  tim pemasaran berkolaborasi dengan pihak external.

Tujuan Strategi Pemasaran Jamu Produksi Cv. Rochman Jaya adalah: 

1. Supaya efektif, efisien, tepat sasaran untuk meningkatkan produktivitas, profitabilitas dan saling menguntungkan.

2. Untuk mencapai tujuan perusahaan dan pemasaran jangka pendek, menengah, panjang.

3. Memberi nilai manfaat positif kepada konsumen. Membantu meningkatkan kesehatan konsumen sesuai khasiat produk yang relevan. Strategi pemasaran yang fokus membangun pengalaman kepuasan konsumen yang positif

4. Menganalisis pasar, menarget segmen pasar, target pasar yang tepat sesuai nilai manfaat produk, dengan menerapkan strategi, sistem, teknik yang baik, tepat sasaran, efektif, efisien.

5. Mendatangkan dan meningkatkan jumlah konsumen, mitra usaha pemasaran, omset, penjualan yang berdampak pada pendapatan dan profitabilitas.

6. Meningkatkan kesejahteraan tim pemasar, tim penjual, manajemen perusahaan, banyak orang yang berhubungan dengan kegiatan usaha, dan berpengaruh baik pada masyarakat, sosial, lingkungan.

7. Membangun SDM pemasar, penjual yang trampil, profesional, berkarakter, berintegritas.  

8. Membangun layanan kemudahan, reputasi yang baik, terpercaya pada konsumen, internal dan external.

9. Membangun keharmonisan, kolaborasi, sinergi sesama pemasar, crew dan manajemen lainnya yang mendorong pertumbuhan usaha berkesinambungan.

Fungsi Strategi Pemasaran Jamu Produksi Cv. Rochman Jaya Adalah:
1. Memotivasi pemasar, perusahaan mengembangkan, memperluas jangkauan pemasaran ke berbagai daerah, memberi layanan yang prima, dan kemudahan pada konsumen untuk mendapatkan produk yang dibutuhkan. 

2. Pengembangan pemasaran ke berbagai daerah untuk kegiatan usaha.

3. Membangun akses kolaborasi dengan pihak external, mensinergikan sesama manajemen, sesama tim pemasaran berkoordinasi dengan baik dalam melakukan strategi mencapai tujuan bersama.

4. Meningkatkan layanan yang terpercaya yang menyenangkan, memuaskan pelanggan, mitra usaha, tim pemasaran.

5. Membangun sumber daya manusia pemasaran dengan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, sikap mental, karakter, integritas, kreatif inovatif, leadership, entrepreneurship, profesional yang menjadi kekuatan dalam operasional bisnis.

6. Panduan pelaksanaan strategi untuk mencapai tujuan.

7. Ukuran, arahan untuk mencapai tujuan yang berkelanjutan.

Sistem Pemasaran.

Sistem Pemasaran adalah bagian dari perencanaan yang terintegrasi untuk mencapai tujuan yang ditentukan.

Sistem Pemasaran Jamu produksi Cv. Rochman Jaya adalah perencanaan elemen-elemen sistem yang terintegrasi, teratur, tertulis, dan selaras dengan fungsional, sumber daya untuk mencapai tujuan, target sesuai visi. Perencanaan tujuan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian.

Sistem Manajemen Pemasaran adalah mengelola sistem kerja pemasaran. Sistem Manajemen Pemasaran adalah rangkaian proses tahap demi tahap dan langkah-langkah dengan elemen- elemen strategi, konsep yang teratur, terintegrasi, terperinci, menyatu dan menjadi sistem kerja pemasaran yang dapat diukur dalam mencapai tujuan. Sistem yang ditentukan untuk dilakukan pemasar secara berulang, jika belum ada perubahan sistem yang dipengaruhi oleh perubahan jaman pemasaran, kebutuhan, permintaan, ekonomi, teknologi, sosial budaya.

Tujuan Sistem Pemasaran adalah meningkatkan kinerja pemasar.

Tujuan Sistem Pemasaran Jamu Produksi Cv. Rochman Jaya adalah merekrut, melatih, mendelegasikan, memotivasi, mendorong, menginspirasi kinerja pemasar untuk melakukan program strategi, system, konsep, teknik dan taktik yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan pemasaran sesuai misi, visi dengan saling menguntungkan.

Fungsi Sistem Pemasaran Jamu produksi CV. Rochman Jaya bertujuan utama sebagai berikut: 

• Fungsi sistem pemasaran adalah menentukan dan memastikan sistem dengan terintegrasi, selaras, teratur, dan menjadi sistem kerja pemasaran dan pengendalian.

• Sistem pemasaran merupakan prosuder mengelola perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian kegiatan pemasar atau kinerja pemasar. 

• Menentukan formula strategi pemasaran secara tersistem, teratur, terintegrasi antar elemen program, konsep, teknik, taktik, tim pemasar terorganisir sesuai sistem kerja dengan wilayah pemasaran.

Sebagai formula, pedoman, aturan, panduan, pengendali sesuai standar yang ditentukan, meningkatkan aktivitas manajemen kinerja pemasaran dalam melakukan operasional pemasaran untuk mencapai hasil, target yang hendak diwujudkan.

Sifat mekanisme sistem terdiri dari perencanaan, pelaksanan, evaluasi,  pengendalian, dan elemen-elemen sistem yang terintegrasi, teratur, dapat dikendalikan, diukur, dinilai, dievaluasi, diperbaiki sesuai kebutuhan dan tujuan.

Konsep Pemasaran.

Konsep Pemasaran Jamu Produksi Cv.Rochman Jaya adalah susunan fungsi elemen yang terintegrasi menjadi pola, pedoman, metode, formula sesuai kegunaan pelaksanaan untuk mencapai tujuan. 

Konsep pemasaran adalah gagasan, ide pemikiran yang menjadi pola, metode pelaksanaan untuk mencapai tujuan. Konsep pemasaran bagian dari strategi pemasaran. Strategi pemasaran bersifat umum. 

Contoh konsep pemasaran yang terintergrasi: Konsep Produksi secara efisien, Konsep kualitas Produk, Konsep Penjualan, Konsep Strategi Pemasaran, Konsep Saluran Distribusi, Konsep Tim Pemasaran, Konsep Hubungan dengan Konsumen. Konsep Kesadaran Kebutuhan, Konsep Pemasaran Sosial, Konsep Pemasaran Sinergi dan Kolaborasi, Konsep Pemasaran Terpadu.

Tujuan Konsep Pemasaran secara khusus adalah melakukan survei, analisis, pengelompokan pasar dengan kebutuhan yang hampir mirip sama, menentukan target pasar yang spesifik sesuai manfaat produk, mempromosikan, memberi kesadaran akan kebutuhan, membangun citra positif pada benak konsumen. 

Konsep Pemasaran yang saling terhubung:

a. Konsep produk adalah perusahaan membangun kualitas produk sesuai kebutuhan, keinginan, permintaan konsumen, dan menyediakan stok produk untuk dipasarkan. 

b. Konsep Pemasaran adalah menentukan target pasar yang tepat, mempromosikan produk kepada target pasar spesifik untuk mendatangkan konsumen baru, membangun loyalitas. Pemasar mengenalkan peluang usaha Jamu Cv. Rochman Jaya dengan konsisten kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah untuk mendatangkan distributor, mitra pemasaran, reseller untuk pertumbuhan bisnis. 

c. Pemasar melakukan pendekatan yang kuat pada konsumen dengan nilai-nilai integritas, peduli, empati, akuntabilitas, kejujuran, terpercaya, horizontal, menyenangkan, memuaskan, mengesankan.

d. Konsep Strategi Pemasar bertujuan meningkatkan jumlah konsumen loyal, distributor, cabang pemasaran, tim pemasar, penjual dengan kinerja produktif, efektivitas, efisiensi untuk membangun produktivitas, profitabilitas dan kepuasan yang saling menguntungkan. Penjelasan konsep lainnya dapat mempelajari pada Menu Konsep Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.

Fungsi Konsep Pemasaran.

Fungsi Konsep Pemasaran secara spesifik adalah mengelompokkan target pasar dan menentukan target pasar yang spesifik sesuai manfaat produk. 

Fungsi Konsep Pemasaran Jamu produksi CV. Rochman Jaya sebagai berikut:

a. Panduan pelaksanaan analisis, riset pemasaran.

b. Panduan mengelompokkan target pasar, menentukan target pasar yang spesifik sesuai manfaat produk. 

c. Panduan penentuan produk, harga, pelaksanaan komunikasi promosi pada tempat/wilayah pemasaran, distribusi, layanan.

d. Membangun akses kemudahan, kenyamanan pada konsumen. 

f. Memberi kemudahan pada manajemen internal melakukan pekerjaan sesuai sistem yang ditentukan.

g. Meningkatkan tata kelola pemasaran, perusahaan, strategi, mengelola kinerja, mengevaluasi, tindakan perbaikan yang kreatif, inovatif supaya mencapai tujuan dari strategi dan visi.

Teknik-Teknik Pemasaran.

Teknik Pemasaran merupakan proses penawaran, promosi, branding, dan penyampaian nilai layanan, manfaat produk. Pelaksanaan dan penerapan secara spesifik untuk penawaran, komunikasi promosi, branding melalui media sosial atau penawaran konvensional. 

Teknik Pemasaran Jamu Produksi CV. Rochman Jaya adalah serangkaian proses cara pelaksanaan, penerapan strategi, sistem, konsep yang telah diprogram dengan jadwal waktu, nama wilayah pemasaran, dan terlebih dahulu mengamati situasi dan kondisi. Teknik strategi bauran pemasaran produk, harga, daerah pemasaran, promosi, komunikasi, penawaran, pembelian, penjualan, pembayaran, distribusi produk kepada pembeli. Pada pelaksanaan promosi, penawaran Jamu, pemasar dan penjual mengkomunikasikan keunggulan nilai manfaat produk yang relevan kepada target pasar yang tepat melalui saluran pemasaran yang dipilih. 

Teknik pemasaran adalah metode khusus dalam pelaksanaan pemasaran.

Beberapa teknik yang perlu dilakukan:

• Teknik penawaran, promosi Jamu CV. Rochman Jaya melalui media spesifik sesuai target pasar berada, seperti melalui Media Sosial, Marketplace, Media Radio, Toko Mitra, Penjualan langsung, dan penyuluhan produk kepada konsumen melalui iven, bazar.

• Teknik strategi pemasaran berdasarkan demografi, geografi, perilaku pembelian, psikologis, budaya di suatu daerah, dan bertujuan supaya tepat sasaran, efektif, efisien.

 • Teknik komunikasi promosi, penawaran produk, penjualan, pembayaran, pengiriman, layanan konsumen.

• Teknik pendekatan hubungan dengan emosional positif, sosial, nilai relevansi, fungsi, solusi, memberi nilai manfaat produk dan layanan yang memuaskan pada konsumen.

• Teknik membangun daya tarik, keunggulan, keunikan dari sistem layanan pemasaran. 

• Teknik branding dengan membangun personal branding yang berintegritas, berkarakter, dan keunggulan perusahaan, produk, sistem pemasaran, layanan terpercaya yang mampu menarik pelanggan, mitra pemasaran, mitra usaha. Brand yang mempunyai reputasi baik akan mendorong konsumen melakukan  pembelian produk sesuai kebutuhan, keinginan, permintaan.

• Teknik membangun tim pemasaran, penjualan, distributor pemasaran menjadi trampil memasarkan produk dan mengembangkan bisnis.

Taktik Pemasaran.

Taktik pemasaran Jamu Produksi CV. Rochman Jaya adalah tentang cara melakukan teknik pemasaran dalam mencapai target dan tujuan tertentu. Dalam melakukan teknik dengan taktik, perlu menganalisis suatu kondisi, situasi, mengetahui kapan waktu pelaksanaan dan di mana. Taktik pemasaran merupakan bagian dari strategi pemasaran. Strategi pemasaran bersifat umum. Taktik pemasaran bersifat khusus, spesifik, nilai perbedaan sebagai keunggulan.

Konsep, sistem, teknik, taktik bagian dari strategi untuk dilakukan berdasarkan tujuan, sasaran, waktu, situasi, kondisi, perkembangan, wilayah pemasaran. Merancang formulasi strategi yang tepat sesuai dengan tujuan, situasi, kondisi, waktu, perkembangan, teknologi, ekonomi, sosial, budaya, regulasi. Taktik pemasaran berhubungan dengan fitur produk, harga, promosi, saluran pemasaran, saluran penjualan, saluran distribusi, layanan, perencanaan, penentuan target pasar yang tepat sesuai manfaat produk, pelaksanaan, pengendalian, penyesuaian.

Satu taktik diimplentasikan dengan jangka waktu yang pendek. Dalam pelaksanaan taktik, kita menentukan siapa yang mampu melakukan taktik yang tepat secara tepat sasaran berdasarkan kemampuan, keterampilan, pengalaman? Kapan waktu akan melakukan dan jadwal akan selesai? Di daerah mana akan melakukan taktik tersebut? Mengapa melakukan taktik tersebut dan apa tujuan? Taktik dilakukan selama proses menuju tujuan, apabila tidak ada perubahan.

Contoh, Taktik di Media Komunikasi Pemasaran, beriklan di Media Sosial, Marketplace, Website, dan pemberian hadiah pada konsumen dalam pembelian produk jumlah tertentu dengan berjadwal waktu. Pemasar melakukan promosi, event, bazar, seminar gaya hidup sehat, penawaran produk pada konsumen di daerah prioritas yang mempunyai ketertarikan, daya beli tinggi terhadap jamu.

Apa nama Jamu yang diproduksi dan didistribusikan oleh Perusahaan Jamu CV. Rochman Jaya Banyuwangi, Jawa Timur-Indonesia? Nama produk yang diproduksi, dipasarkan adalah kategori Jamu Tradisional. Beberapa Nama Jamu Produksi Cv. Rochman Jaya adalah Jamu NAGA MAS, Jamu SARI DEWA, Jamu SARANG TAWON, Jamu FATAH YASIN, Jamu Cap SINGA. 

Dalam Tahap Pengembangan Pemasaran, Perusahaan Jamu CV. Rochman Jaya, bertujuan sebagai berikut membuka, mengembangkan cabang perwakilan, distributor pemasaran diberbagai daerah di Indonesia untuk memasarkan produk ke target pasarnya. Dalam mencapai tujuan pemasaran membutuhkan strategi, sistem, konsep, taktik dan teknik yang diterapkan oleh para pemasar dan penjual.

PELUANG USAHA Jamu Produksi Cv. Rochman Jaya, kepada Bapak dan Ibu yang tertarik, berminat, membutuhkan. Perusahaan Jamu Cv. Rochman Jaya dalam tahap pengembangan Pemasaran, membutuhkan Distributor Pemasaran, Reseller, Crew Marketing Distributor di berbagai daerah di Indonesia.
Hubungi kami segera!

Jika bapak/ibu belum mempunyai manajemen strategi, sistem, konsep, teknik, taktik pemasaran Jamu produksi CV. Rochman Jaya, kami menyarankan mempelajari pada materi ini.

"Setiap orang berhak meraih tujuan sebesar apapun yang dikehendakinya, di wilayah manapun berada, dari manapun asalnya, yang penting mempersiapkan diri dengan terus belajar, meningkatkan pengetahuan, merencanakan tujuan dan strategi mencapai, bertindak langkah demi langkah dengan disiplin untuk bergerak maju, menikmati proses dan komitmen pada tujuan. 

-Rissan Panjaitan. 

Marketing Produsen CV. Rochman Jaya @pemasaranjamucvrochmanjaya


DAFTAR MATERI MANAJEMEN STRATEGI PEMASARAN JAMU PRODUKSI CV ROCHMAN JAYA.

4 Langkah Membangun Ide, Program Tujuan, Target, Stratrgi dan Sistem Pemasaran Jamu Produksi CV. Rochman Jaya. Tentukan nama produk yang dipasarkan.

Langkah Pertama:

Membangun Tujuan, Target.

1a. Perencaan Tujuan.

Menuliskan 10 nama target spesifik, penting dan jelas membutuhkan.

1b. Perencaan waktu mencapai.

Contoh: Tujuan target dan waktu.

Saya mencapai, pada tgl..bulan..tahun ..

Saya membeli, pada tgl..bulan..tahun....

Berguna meningkatkan motivasi, sikap yakin, optimis mencapai.

Mari kita pandang puncak cita-cita, impian jelas dengan jelas.

1c. Mari kita mendengarkan suara hati dengan yakin. Mengambarkan, merasakan target fisik secara jelas. Misalnya: Target mempunyai mobil dengan merek ....,tipe.....,warna...., harga.... waktu mau membeli. Target mempunyai rumah baru, luas tanah bangunan......, model rumah,....suasana lingkungan rumah..., harga.....waktu membeli. 

Tempelkan gambar impian anda di ruang kantor atau di tempat strategis untuk meningkatkan motivasi sukses memiliki. Katakan kepada diri: Saya mencapai impianku untuk ........, Saya tiap hari bekerja keras, bersungguh-sungguh, Saya yakin bisa mencapai impianku.

Afirmasikan, visualisasikan, rasakan organisasi tim pemasaran anda dengan jelas. Misalnya jumlah distributor dengan daerah pemasaran, penjualan dari tiap team, nilai-nilai karakter, integritas. Afirmasikan, visualisasikan pelanggan yang puasa dalam pemasaran anda.

Syarat utama membuat tujuan, target, silakan mempelajari "SMARTER goals" supaya spesifik, terukur, yakin mampu melakukan dan mencapai, berjadwal waktu, rencana terperinci dan tertulis sebagai bentuk komitmen.

2. Perencanaan jumlah uang yang mau diwujudkan, sesuai nilai tujuan target fisik, dan jadwal waktu mencapai.

Langkah Ke Dua

Perencanaan Jumlah Target.

Menentukan dan menuliskan jumlah:

1 Jumlah Target Penjualan.

2. Jumlah Target Omset.

3. Jumlah perencanaan pendapatan sesuai jumlah uang target fisik, ditambah kebutuhan lainnya, dan berjangka waktu sesuai jumlah target yang diwujudkan.

Langkah Ke Tiga: 

Strategi Mencapai Target Penjualan dan Omset.

1. Strategi membangun, meningkatkan jumlah mitra usaha, tim pemasaran, cabang, perwakilan pemasaran di tiap Propinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Desa.

2. Strategi mendatangkan pelanggan baru, meningkatkan jumlah pelanggan aktif dan loyal, strategi menginspirasi konsumen dan reseller mereferensikan produk dan usaha kepada relasi, prospek potensial.

3. Membangun Penjualan. 

4. Membangun Omset.

Langkah Ke Empat:

Yuk kita berpikir ide, strategi kreatif...!

Membangun ide, gagasan, berpikir kreatif inovatif untuk mencapai Tujuan Strategi pada langkah ketiga.

 7 Pilar Utama Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya:

I. Motivasi:

Pengertian dan manfaat motivasi diri.

II. Alat bantu (tools), daya ungkit untuk mencapai tujuan sukses: 7 alat bantu, daya ungkit UTAMA untuk mencapai tujuan pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.

III. Pengetahuan dan Kompetensi.

7 Pilar Strategi Khusus, elemen-elemen  memperbidang dan memperkuat tujuan Pemasaran Jamu Produksi CV Rochman Jaya.

(1). Tujuan Bisnis:

a. Visi dan Misi .

b. Tujuan dan Target.

c. Nilai dan Budaya.

(2). Membangun percepatan pencapaian tujuan dengan Concept "GASSPECAR" Program Goals

G: Goals, A: Antusiasme, S: Strategy, S: Speed, P: Power, E: Endurance, C: Counselling, A: Action, R: Result. 

(3) A. Sistem Bisnis dan Power Team.

A. Sistem Bisnis.

5 Langkah Membangun Sistem Bisnis:

1. Membuat Peta Organisasi.
2. Membuat Peta Power Team Pemasaran. 

3. Membuat Alur Bisnis dan Dasar Proses

3a. 7 level pemasaran dan proses distribusi Jamu Produksi Cv. Rochman Jaya.

3b. Strategi membangun 7 Level pemasaran.

3c. 8 Model Strategi Pemasaran Jamu Produksi CV. Rochman Jaya.

3d. Membangun 7 Konsep Inti Pemasaran Jamu Produksi CV. Rochman Jaya.

4. Membuat SOP, KPI Montoring.

4a. Persyaratan distributor pemasaran di suatu wilayah.

4b. Penerapan Block System wilayah pemasaran. (Catatan tidak berlaku untuk pengecer kecil dan pelanggan)

5. Mengomunikasikan SOP, KPI kepada tim.

B. Membangun Power Team Pemasaran.

1. Membangun tujuan, target, nilai, budaya.

2. 12 Langkah membangun Power Team Qualified.

3. Membangun 3 FT: Full Qualified Team, Full Qualified Training, Full Effective Time.

4. Membangun 10 pola pikir utama, dan tindakan Power Team Pemasaran Jamu Produksi CV Rochman Jaya.

5. Membangun 5 pondasi utama Tim Pemasaran untuk Pengembangan: Leadership, Entreprenurship, Ownership, Profesional, Sikap Mental.

6. Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab.

7. Membangun 9 Pondasi Mental Utama untuk pengembangan dan memperkuat Pemasaran Jamu Produksi Cv Rochman Jaya.

8. Membangun Kepemimpinan untuk Kekuatan Pengembangan Pemasaran.

(4). Marketing Strategy.

Manajemen Proses Strategi Pemasaran Konsep 12 T.

1. Tentukan: 

a. Establishing Needs dan "DAPAT System" Defenition of the needs dan Strategi "Si Di A Bagaimana Ka Dim Kenapa Ber-Ti".

b. "SMARTER Success".

c. Penentuan kelompok pasar dan target pasar Jamu produksi CV. Rochman Jaya, berdasarkan DG2P: "Demografi, Geografi, Psikologi dan Perlikau". Catatan, kami sebut DG2P untuk mempermudah mengingat.

d. 5 faktor utama konsumen membeli Jamu CV Rochman Jaya.

2. Tampil, Tayang, Tunjukkan.

a. Difference value of relevant advantages.

b. Concentration marketing strategy.

c. Communication strategy and means of communication.

d. Call To Action.

e  Positioning

f. Branding.

3. Terima, 4. Tahu, 5. Tarik, 6. Tanya, 7. Teliti, 8. Tindakan, 9. Tanggapan, 10. Testimoni, 11. Tim Pemasaran, 12. Tren.

(5). Sales Strategy.

(6). Bisnis Keuangan Penjualan.

(7). Sistem Controlling dan Monitoring.

IV. ACTION and CONTROLLING.

V. ENDURANCE.

VI. CONSISTENT.

VII. COMMITMENT.


7 PILAR UTAMA PENGEMBANGAN PEMASARAN JAMU PRODUKSI CV. ROCHMAN JAYA.

I. MOTIVATION.

II. POWER TOOLS FOR SUCCESS.

III. KNOWLEDGE and COMPETENCE.

IV. ACTION and CONTROLLING.

V. ENDURANCE.

VI. CONSISTENT.

VII. COMMITMENT.

Penjelasan materi. 

I. MOTIVATION.

Kita pemasar dan penjual Jamu CV. Rochman Jaya, penting membangun motivasi dalam mencapai tujuan pemasaran. Sebab motivasi merupakan pendorong kemauan melakukan tindakan untuk bergerak maju mencapai tujuan sesuai arah yang hendak diwujudkan. Perlu membangun motivasi dengan konsisten dalam melakukan tindakan untuk bergerak maju, dan meraih tujuan, target. Motivasi dipengaruhi external dan internal, atau biasa disebut extrinsik dan intrinsik. Motivasi positif merupakan pendorong ke arah tujuan bernilai positif. 

Kinerja ditentukan tujuantarget hendak diraih. Dalam proses pelaksanaan pencapaian memerlukan motif. Setiap ada motif yang dimiliki seseorang mempunyai tujuan yang hendak diwujudkan. Motif adalah suatu dorongan seseorang melakukan tindakan, perbuatan atau tingkah laku. 

Bagaimana Cara Membangun Motivasi?
Tentukan tujuan secara jelas bernilai penting, menentukan motif yang menggerakkan, membangkitkan hasrat untuk mendorong kemauan melakukan serangkaian tindakan dengan disiplin, fokus, konsentrasi, kegigihan, ketangguhan, ketekunan, konsisten, komitmen.

Motivasi merupakan proses psikologis sebagai pendorong kemauan melakukan serangkaian tindakan yang memengaruhi kinerja, perilaku pada arah tujuan jelas yang ditentukan. Seseorang yang termotivasi dengan konsisten cenderung mampu mengelola kinerja yang baik yang memengaruhi pencapaian tujuan.

Banyak faktor memengaruhi seseorang termotivasi, dan sebaliknya bisa demotivasi. Jika terjadi demotivasi perlu mengetahui penyebabnya, temukan solusinya, bangkitkan hasrat, ketahui makna tujuan, memotivasi diri atau orang lain, tim untuk mewujudkan yang hendak diwujudkan. Motivasi menumbuhkan inspirasi diri dengan cara melakukan tindakan berkelanjutan, memperhatikan orang lain yang berhasil mencapai tujuannya. Motivasi seseorang memengaruhi kinerja, perilakunya. Inspirasi merupakan perasaan keyakinan dalam meraih tujuan. Motivasi merupakan pendorong melakukan tindakan.

Faktor- Faktor Pendorong Pencapaian Tujuan Pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya adalah: Motivasi, pengetahuan, kemampuan, keterampilan, kompetensi, pola pikir, sikap mental, perilaku, kesempatan, mengelola waktu pada aktivitas prioritas, energi, produk yang dipasarkan.

Apabila kita mempunyai motivasi sukses positif secara kuat dan konsisten dapat mengubah sikap, perilaku, kemauan melakukan tindakan dalam mewujudkan tujuan jelas yang dikehendaki untuk kemajuan. Konsistensi positif membentuk kebiasaan positif.

Temukan motivasi diri dengan hasrat, motif kuat, emosi keyakinan secara positif  mendorong kemauan melakukan tindakan dalam meraih tujuan yang dikehendaki. Apa yang dinginkan diri secara jelas, bernilai tinggi, penting dicapai untuk kemajuan? Kejelasan tujuan (yang dibutuhkan, diinginkan) memengaruhi rencana perincian formula strategi mencapai dan  pelaksanaan.

Motivasi secara positif didorong oleh emosi keyakinan pikiran positif. Apa yang diisi dalam pikiran dan mengabungkan dengan emosi keyakinan positif menjadi pendorong motivasi diri mengarahkan kemauan melakukan tindakan. 

Seseorang yang mempunyai motivasi kuat, konsisten melakukan suatu pekerjaan merupakan bentuk komitmen dalam mencapai tujuan jelas untuk meraih target, kepuasan konsumen dengan cara memenuhi kebutuhan, permintaan produk yang berpengaruh pada pertumbuhan organisasi dan pemasaran.

Motivasi Prestasi dalam Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.

Kebutuhan prestasi adalah kebutuhan menjadi berprestasi dengan cara bertanggung jawab menyelesaikan, memecahkan masalah konsumen, pekerjaan, berani mengambil resiko yang terukur dalam pengembangan usaha, melakukan lebih baik dari sebelumnya, layanan kepuasan kepada pelanggan, membangun pengaruh kepemimpinan yang bernilai kemajuan kepada diri, tim, organisasi, masyarakat.

Motivasi Reputasi Diri. 

Membangun reputasi diri dengan cara membangun nilai-nilai integritas, karakter, personal branding, kemampuan, keterampilan kompetensi secara berkelanjutan. Dipercaya oleh perusahaan, konsumen, mitra pemasaran, mitra usaha, dan pihak lain yang berhubungan dengan usaha yang dikembangkan. Reputasi diri terbentuk yang dipengaruhi oleh waktu, proses yang berkelanjutan dan konsisten.

Motivasi Pemasaran.

Membangun motivasi pemasaran dengan sikap empati, kepedulian, layanan yang memberi pengalaman positif kepada konsumen sesuai target pasar produk. Pemasaran yang bertumbuh, berkembang didorong oleh pasar, dan pemasar mengetahui dan memenuhi kebutuhan, keinginan konsumen. Pemasar penting dengan sikap terbuka untuk menerima saran positif dari konsumen untuk perubahan kemajuan. Keluhan-keluhan konsumen yang mampu di atasi oleh pemasar, perusahaan yang akan mendorong kemajuan. Keluhan-keluhan konsumen yang dibiarkan dengan sengaja akan membawa kemunduran pemasaran dan perusahaan. Motivasi pemasaran yang efektif sebaiknya kita fokus pada target pasar khusus, mengawali dari skala kecil dengan berupaya memberi tingkat layanan kepuasan yang dirindukan oleh konsumen. "Konsumen yang puas dalam skala kecil bisa mendongkrak pertumbuhan pemasaran". 

Membangun Sikap dan Motivasi Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya sebagai berikut:

1. Purpose (tujuan),
2. Belief and Believe,
3. Strong will (kemauan yang kuat),
4. Self - Confidence (percaya diri),
5. Talent, Potensi dan Passion,
6. Persepsi,
7. Responsive,
8. Responsibility (tanggung jawab),
9. Spirit, (semangat)
10. Antusiasme (berantusias),
11. Optimistic (optimis),
12. Perseverance (ketekunan),
13. Persistence (kegigihan),
14. Endurance (daya tahan melakukan), 
15. Practice (berlatih),
16. Power (kekuatan),
17. Courage To Determine Goals and Take Action. (Keberanian menentukan tujuan dan bertindak).

Penjelasan.

1. Purpose.
Menentukan Tujuan Secara Jelas untuk Meningkatkan Motivasi Diri.

Membangun tujuan jelas mendorong perubahan, pertumbuhan, kemajuan. Kita penting membangun kemampuan, keterampilan, kompetensi, nilai pencapaian, pola pikir, sikap, karir, pekerjaan, usaha, keluarga, sosial. 

Mau kemana kita pergi, jika tanpa tujuan? "Pencapaian tujuan besar berawal dari langkah kecil". "Prestasi besar berawal dari prestasi kecil". 

Termotivasi karena kita memiliki tujuan sukses yang jelas (goal success). Tujuan jelas yang bernilai merupakan bahan bakar untuk fokus, bersungguh-sungguh melakukan tindakan. Kita merencanakan tujuan secara jelas untuk mengetahui fokus arah tujuan, harapan masa depan yang jelas. Dengan kejelasan tujuan mengarah pada masa depan yang lebih baik. Tanpa kejelasan tujuan membuat kehidupan menjadi jenuh, bimbang, fokus arah tidak jelas. Jika kita telah menentukan tujuan jelas, maka kita mengetahui fokus arah tujuan. Seperti seorang nahkoda kapal laut, mempunyai tujuan jelas, petunjuk arah fokus menuju tujuan, perkiraan waktu akan sampai. Kita bagian pemasaran Jamu CV. Rochman sangat penting membangun tujuan jelas yang bernilai positif, merancang strategi mencapai, melakukan pelaksanaan tindakan dengan strategi, pengendalian, pemantauan.

Mengapa orang bisa nyasar, tersesat di jalan, tidak mengetahui berada di mana posisinya? Mari kita merencanakan tujuan yang jelas. Perencanaan tujuan sebelum bertindak nyata. Melakukan pelaksanaan setelah perencanaan. Merencanakan dan membangun tujuan jelas dan bernilai tinggi, tergambar jelas dalam pikiran dengan perasaan yang selaras, emosi keyakinan positif, dan tertulis berguna untuk mengetahui fokus arah tujuan, petunjuk jalan menuju titik-titik tujuan.

Motivasi dan tujuan merupakan perpaduan untuk mencapai keberhasilan yang dikehendaki, dan perlu diintegrasikan dengan sikap mental positif, kemampuan, keterampilan, pengalaman. Tujuan adalah arah, sesuatu yang hendak dicapai oleh individu, tim, perusahaan. Motivasi merupakan pendorong kemauan melakukan tindakan pelaksanaan dan penerapan strategi untuk bergerak menuju arah kemajuan yang dikehendaki. Perencanaan tujuan untuk mengetahui arah tujuan yang hendak dicapai. Mari kita pandang dan rasakan tujuan, puncak cita-cita, impian secara jelas. 

Manajemen Perencanaan Bisnis  Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya adalah serangkaian proses menentukan tujuan, target, nilai, budaya kinerja, merancang strategi meraih, peta organisasi dan tim pemasaran, sistem kerja, kategori tim yang hendak dibangun, kategori target pasar yang tepat sesuai manfaat produk, layanan kepuasaan pelanggan, teknik pelaksanaan, strategi komunikasi, program training, pengendalian, pengukuran dan penilaian kinerja pemasaran, jenjang karir, sistem kompensasi, reward dan konsekuensi bagi tim pemasaran. Dalam Perencanaan bisnis Jamu Cv. Rochman Jaya juga mengelola bauran pemasaran, penentuan kualitas produk, harga yang relevan, komunikasi dalam promosi dan branding, tempat/wilayah pemasaran, distribusi, proses pelaksanaan, physical proof, layanan. 

Manajemen perencanaan merupakan fundamental untuk menentukan tujuan, menyusun langkah-langkah strategi yang praktis, terkonsep, tersistem, terperinci, menyatu selaras dengan tujuan yang ditentukan, dan teknik, taktik pelaksanaan dan pengendalian.

Perencanaan Manajemen Bisnis Pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya Dibagi Beberapa Kategori, sebagai berikut.

1. Perencanaan Tujuan. 

Menentukan Visi, Misi, Tujuan, Target, Nilai yang hendak dicapai. Berapa jumlah ukuran target, tujuan, nilai yang hendak dicapai? 

Penentuan Tujuan Memerlukan Karakteristik yang Efektif, dengan "SMARTER Goal"

(S) Spesifik Goal and Clear. 

• Tujuan khusus, jelas, dan bernilai penting.

• Tujuan besar dikelompokkan menjadi bagian tujuan-tujuan kecil dalam pelaksanaan.

(M) Measurable

• Dapat diukur secara jelas.

• Tujuan terukur dengan strategi, kinerja yang tepat secara kualitatif dan kuantitatif.

(A) Achievable and attainable

• Tujuan dapat dicapai.

• Tujuan menantang.

(R) Result Realistic, oriented.

• Fokus pada target hasil yang hendak dicapai. 

• Oriented, berdasarkan hasil sebelumnya. Misalnya, menaikkan jumlah target 25 % dari hasil sebelumnya. 

• Target masuk akal. Menyesuaikan target dengan strategi, kapasitas tim, sumber daya, waktu dan kinerja.

(T) Time Management: 

• Jadwal memulai melakukan tugas pekerjaan, waktu selesai, dan pencapaian. 

• Mengelompokkan, mengatur, mengurutkan tugas pekerjaan secara rinci dengan waktu melakukan, berdasarkan tugas pekerjaan prioritas dan mendesak, dan selanjutnya.

• Mempunyai batas waktu mencapai target, tujuan, dan dapat di monitor, diukur.

(E) Express Goal: 

• Mengungkapkan visi, misi, tujuan, target, nilai.

(R) Recorded Plan. 

Perencanaan tertulis, divisualisasikan. 

• Perencanaan tujuan, target, strategi dengan terstruktur, tersistem, terperinci.

•  Struktur, peta tim pemasaran dan organisasi perusahaan.

• Tugas-tugas pekerjaan dengan jadwal waktu akan melakukan, dan tujuan, target dengan strategi yang selaras.

2. Perencanan Strategi Mencapai Tujuan.

a. Menentukan strategi mencapai tujuan, target.

b. Menentukan peta organisasi, tim.

c. Menentukan sistem bisnis, kinerja standarisasi, pengembangan jenjang karir tim pemasaran.

d. Menentukan kategori tim yang akan direkrut sesuai daerah prioritas.

e. Menentukan kategori target pasar yang relevan sesuai manfaat produk Jamu CV. Rochman Jaya.

f. Menentukan strategi layanan yang prima, produk yang memuaskan pelanggan.

3. Perencanaan Kompensasi: seperti upah, gaji, insentif, bonus, tunjangan, reward. (Memilih sesuai rencana yang akan diterapkan) Pada umunya dari Perusahaan Cv.Rochman Jaya, tidak ada gaji tetap untuk posisi distributor pemasaran.

4. Perencanaan Teknik Pelaksanaan. 

a. Merencanakan dan melaksanakan metode sistem pelaksanaan kinerja seperti operasional bisnis, pemasaran, penjualan, keuangan, development. Membangun hubungan yang harmonis dari setiap divisi. Membangun sistem hubungan kerja yang bersinergi di antara internal, kolaborasi dengan pihak-pihak external. Melakukan pendekatan kepada konsumen dengan ramah, empati, peduli, layanan terpercaya.

b. Menentukan teknik pelaksanaan strategi, sistem mencapai tujuan dari strategi.

c. Di mana daerah prioritas pemasaran produk terlebih dahulu untuk memulai dan selanjutnya?

d. Siapa yang direkrut menjadi tim pemasaran, penjualan, konsumen sesuai kategori?

e. Menentukan strategi efektivitas, efisiensi, kinerja produktif untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas yang terukur.

f. Merencanakan jadwal tugas pekerjaan, pengembangan bisnis dengan berjadwal waktu, bertahap. Kapan melakukan dan kapan selesai mencapai target tugas pekerjaan secara bertahap? 

g. Membangun SDM. Menentukan teknik pelaksanaan sistem meeting, training, counselling, coaching, mentoring sesuai kebutuhan dalam mencapai tujuan dan sasaran.

5. Perencanaan Strategi Pengendalian.

• Menentukan sistem pengendalian, evaluasi dengan pengukuran, penilaian kinerja. 

• Menentukan sistem monitoring, perbaikan, penyesuaian, inovasi.

Hubungan Motivasi dan Tujuan adalah sebagai berikut: 

1. Motivasi merupakan pendorong kemauan melakukan tindakan mewujudkan tujuan jelas yang ditentukan. 

2. Motivasi adalah pendorong kemauan melakukan tindakan untuk bergerak maju sesuai arah tujuan. Tujuan adalah arah yang hendak dicapai. Motivasi adalah pendorong. Emosi keyakinan positif dan semangat merupakan bahan bakar motivasi kemauan melakukan tindakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

3. Motivasi mendorong konsistensi, dan kegigihan melakukan serangkaian pelaksanaan untuk mencapai tujuan. Pada saat menghadapi rintangan, tantangan, motivasi membantu seseorang supaya tidak mudah menyerah, tidak mudah pasrah, dan berusaha dengan tekun melaksanakan.

4. Tujuan secara jelas meningkatkan motivasi dan mendorong pertumbuhan. Jika tujuan secara jelas dan bermanfaat, maka motivasi semakin kuat. Kita penting membangun motivasi secara kuat yang konsisten dengan cara menentukan tujuan-tujuan secara bertahap untuk diwujudkan. Jika tercapai tujuan langkah pertama, maka melakukan pelaksanaan berikutnya untuk mencapai tujuan kedua, dan selanjutnya. Jika kita tidak menentukan tujuan berikutnya, maka motivasi bisa menurun. Motivasi bisa berubah sesuai waktu, proses jika tidak konsisten dalam meraih tujuan berkelanjutan.

5. Motivasi dengan tujuan mempunyai hubungan yang kuat, dan harus berjalan bersamaan untuk mencapai suatu keberhasilan, dengan optimis, penuh semangat, ketekunan, kegigihan, komitmen.

Motivasi Mendorong Kemauan Melakukan Tindakan Pelaksanaan.

Motivasi diri mendorong kemauan untuk fokus pada arah tujuan jelas, bergerak maju, belajar berkelanjutan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, perincian rencana strategi, menerapkan strategi yang tepat dalam tindakan mewujudkan tujuan yang berprestasi yang berpengaruh pada kemajuan pemasaran, pertumbuhan organisasi, kesejahteraan, kualitas, lingkungan, sosial.

Pelaksanaan dan penerapan strategi untuk meraih tujuan jelas memerlukan motivasi, kemampuan, strategi, sikap sepenuh hati, yakin, berpikir inisiatif, kreatif, fokus, keseriusan, kedisiplinan, kesungguhan, antusiasme, kesabaran, ketekunan, kegigihan.

Dalam proses pelaksanaan mencapai tujuan jelas, memungkinan menemukan rintangan, hambatan sebagai tantangan pada langkah tertentu. Misalnya, jalan tertutup oleh keadaan tertentu, dalam hal ini kita menyelesaikan rintangan dengan fokus pada solusi, inisiatif, kreatif, adaptif. Misalnya dengan solusi menyelesaikan hambatan tersebut, atau mencari jalan lain, putar arah jalan, supaya sampai pada tujuan. Hambatan yang sedang dialami bukan mengganti tujuan. Dalam mencapai tujuan, memungkinkan menemukan rintangan, hambatan yang dapat diprediksi dan tidak, seperti bencana alam. Dalam hal ini kita perlu merespon, bereaksi dengan berpikir dan bertindak positif.  Kemampuan diri menyelesaikan suatu hambatan atau kesulitan akan membentuk kesabaran, ketekunan, kegigihanketangguhan, kekuatan. 

Kepada bapak dan ibu yang hebat! Apa yang membuat diri lebih termotivasi, bernilai tinggi kepada diri, keluarga dan orang lain? Tujuan jelas dan kebutuhan apa yang mau diwujudkan?

(A). Motivasi Kebutuhan, Keinginan Oleh Faktor Uang Untuk Memenuhi:

a. Kebutuhan fisiologis: sandang dan pangan.Kebutuhan setiap orang yang sama, misalnya makan, minum. Keinginan tiap orang bisa berbeda yang dipengaruhi selera, gaya hidup dan kemampuan (permintaan).
b. Kebutuhan keamanan, seperti tempat memadai, aman dan nyaman.
c. Sosial, membantu orang lain yang membutuhkan, dalam bentuk uang atau barang.
d. Kebutuhan diri, keluarga untuk pendidikan, pengembangan diri.
e. Kebutuhan kepemilikan.
f. Dan lain-lain sesuai kebutuhan, keinginan dengan faktor uang.

(B). Motivasi Kebutuhan, Keinginan Di luar Uang:
a. Cinta, kasih sayang.
b. Prestasi yang berdampak pada masyarakat.
c. Kesempatan diri pada suatu bidang khusus yang bermakna pada kehidupan.
e. Kepuasan, pencapaian, pengakuan, harga diri.
f. Teladan, panutan yang baik bagi diri yang berpengaruh pada masyarakat.
g. Sosial, seperti bersahabat dengan orang lain, banyak teman.
h. Berbagi kebaikan kepada orang lain selain uang. Berbagi pengetahuan, pengalaman.
i. Memberi peluang usaha kepada masyarakat yang membutuhkan.
j. Membangun pertumbuhan, kemajuan.
k. dan lain-lain lain, aktualisasi diri.

Pertanyaan Personal.
• Apa yang saya capai sebelumnya?
• Di mana posisi saya saat ini? Bagaimana cara saya mencapai posisi saat ini? Apa strategi yang saya lakukan dan terbukti berhasil?
• Apa tujuan, target, impian, nilai yang mau saya wujudkan tahap berikutnya? 
• Apa jenis pekerjaan, usaha dan nama produk sebagai jalan, kendaran mencapai tujuan, target, impian berikutnya?
• Apa strategi, kemampuan, keterampilan, sikap, integritas diri untuk dilakukan pada proses mencapai tujuan target, impian berikutnya?
• Bagaimana strategi dan sistem proses kerja mempercepat mencapai tujuan dengan efektivitas, efisiensi membangun produktivitas, profitabilitas.

2. Belief dan Believe (Yakin dan Percaya)

Motivasi seseorang yang tinggi secara konsisten akan membentuk keteguhan dalam pendirian yakin, tidak ragu ragu, tidak mudah melepaskan hal yang diyakini. Yakin merupakan elemen sikap sangat penting dalam mencapai tujuan. Kita mengafirmasikan, memvisualisasikan tujuan secara jelas dan yakin mencapai.

Keyakinan adalah sikap percaya, kekuatan perasaan, pikiran yang didorong oleh tujuan jelas. Keyakinan bisa semakin bertumbuh sesuai waktu dan proses yang disebabkan kejelasan tujuan, pemahaman strategi dalam pelaksanaan penerapan. Dengan yakin secara kuat, kita melakukan proses pelaksanaan secara terus-menerus dalam meraih tujuan jelas yang dikehendaki.

Keinginan, hasrat diri yang diyakini secara kuat, digambarkan, dibayangkan, dirasakan dengan emosi keyakinan pikiran secara positif dengan berulang, tertanam pada pikiran bawah sadar yang mendorong diri tekun, disiplin melakukan tindakan dalam mewujudkan.

Mari kita ijinkan pada perasaan, pikiran diisi oleh emosi keyakinan secara positif untuk meningkatkan emosi keyakinan secara positif. Perasaan, pikiran yang terisi dengan emosi keyakinan secara positif merupakan pendorong motivasi diri kemauan melakukan tindakan. Yakin pada diri, yakin mampu melakukan proses pelaksanaan, yakin bisa mencapai tujuan, dan yakin mendorong percaya diri. Pada pelaksanaan dan penerapan strategi untuk meraih tujuan, sikap yakin secara kuat penting digabung dengan harapan yang optimis, motivasi, hasrat, inspirasi, pengetahuan, pengalaman, kemampuan, ketrampilan, dan elemen-elemen sikap mental positif lainnya.

Kalau seseorang kurang yakin pada diri sendiri, tujuan, pelaksanaan strategi bisa menimbulkan keraguan, kebimbangan, percaya diri rendah. Jangan takut mencoba! Sikap yakin bisa meningkat dengan cara berani, kemauan diri memulai melakukan untuk meraih tujuan yang bermanfaat. Apakah anda yakin dan mau melakukan, jika tidak ada kejelasan tujuan? Mari kita yakin pada proses pelaksanaan, tujuan untuk mendorong kemauan dan keberanian diri melakukan. Kita menjadi mahir disebabkan berani memulai melakukan tindakan, disiplin belajar dan berlatih, belajar dan berlatih, belajar dan berlatih, meningkatkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan.

Mari kita mengelola sikap mental secara positif, membangun karakter, nilai- nilai ntegritas, terpercaya, kecerdasan dalam melakukan tugas pekerjaan, aktivitas dalam mencapai tujuan jelas yang bernilai untuk kemajuan diri, tim, usaha yang dikembangkan, bermanfaat bagi masyarakat, sosial. Mari kita tumbuhkan keyakinan secara kuat pada tujuan jelas yang bernilai dan berpengaruh positif pada kemajuan diri, tim, organisasi, sosial, lingkungan.

Berpikir besar dengan meyakini secara kuat, membagi pekerjaan besar menjadi sub-sub bagian kecil, berani memulai melakukan pelaksanaan tugas pekerjaan dari yang kecil dengan tepat dalam meraih hasil yang besar.

Kita yakin mampu melakukan tindakan dalam mencapai tujuan dengan cara berpikir bertumbuh, terbuka, kreatif, dan terus belajar menambah pengetahuan, wawasan, keterampilan, berani melakukan dan mengelola tingkat resiko dari setiap tindakan yang diambil. Keberanian diri untuk menghadapi, mengelola resiko dengan baik yang membawa pada perubahan dan kemajuan. 

Kekuatan keyakinan diri mendorong menjadi optimis, semangat, antusiasme, percaya diri, konsistensi, ketekunan, komitmen pada tujuan. Komitmen pada tujuan secara jelas dan bernilai untuk diwujudkan. Tujuan berguna mengarahkan diri untuk mencapai. Komitmen pada tujuan untuk mendorong kemauan diri melakukan pelaksanaan dengan tekun, konsistensi, gigih, teguh. Seseorang yang komitmen pada tujuan jelas yang bernilai akan melakukan tindakan dengan konsistensi, tekun, sungguh-sungguh dalam menyelesaikan dan merealisasikan. Konsistensi merupakan keteraturan, kedisiplinan merupakan melakukan tindakan terus-menerus dalam mencapai tujuan jangka panjang, dan ketekunan merupakan kesungguhan seseorang melakukan tindakan terus-menerus dengan waspada, kehati-hatian, walau  mengalami rintangan. 

Yakin mendorong percaya diri dalam melakukan tindakan meraih tujuan jelas yang bernilai. Percaya selalu ada jalan keluar dari semua proses yang terjadi untuk sampai pada tujuan. Mari kita mengelola sikap yakin secara kuat dan percaya diri dalam mencapai tujuan jelas yang bermanfaat dan bernilai.

3. Strong Will. (Kemauan yang kuat)

Motivasi seseorang yang kuat secara konsisten merupakan pendorong kemauan yang kuat melakukan serangkaian pelaksanaan secara terus-menerus, tidak menyerah sebelum mencapai, mempertahankan pendapat yang diyakini untuk membangun kemajuan dan mencapai tujuan. 

Kemauan yang kuat didorong oleh tujuan, sikap yakin, motif, hasrat yang kuat untuk mewujudkan tujuan yang dikehendakinya. Motivasi sukses seseorang yang kuat merupakan pendorong kemauan yang kuat melakukan tindakan dipengaruhi emosi keyakinan pikiran positif yang kuat, motif, tekad, makna, keinginan, hasrat, tujuan yang bernilai dan bermanfaat.

Tujuan Kemauan Secara Kuat Dalam Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya Sebagai Berikut:

1. Meningkatkan peluang keberhasilan.

2. Kemauan secara kuat merupakan pondasi meraih suatu keberhasilan.

3. Kemauan secara kuat dan positif membangun kebiasan positif.

Kemauan merupakan dorongan dari emosi keyakinan pikiran secara positif yang mendorong motivasi diri, dan motivasi diri  mendorong kemauan melakukan tugas pekerjaan, aktivitas dalam meraih materi, fisik, tujuan yang dikehendaki.

Tidak ada pencapaian tujuan, jika tidak  ada kemauan melakukan tindakan. Kemauan secara kuat merupakan elemen sangat penting dalam mencapai tujuan jelas yang bernilai baik. Kemauan melakukan pelaksanaan secara positif didasari oleh sikap yakin secara positif. 

Pergerakan kemajuan terjadi karena sikap yakin secara kuat, kemauan yang kuat, kreatif, inovatif, berpikir terbuka, belajar berkelanjutan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, melakukan pelaksanaan dengan fokus, kerja keras, bersungguh-sunguh, konsisten, komitmen.

4. Self - Confidence (Percaya diri).

Percaya diri merupakan ciri dari seseorang yang mempunyai motivasi secara kuat.

Motivasi sukses secara kuat merupakan pendorong percaya diri dengan cara membangun sikap yakin positif secara kuat, mengelola sikap mental, belajar meningkatkan pengetahuan, wawasan, pengalaman, kemampuan, keterampilan, kompetensi sesuai tujuan.

Percaya diri berhubungan dengan: 

1. Keyakinan diri secara kuat yang memengaruhi kemampuan melakukan, 

2. Besarnya tujuan jelas yang dikehendaki,

3. Kemauan secara kuat. 

4. Tekad dan kegigihan diri,

5. Integritas yang dilakukan, 

6. Pengetahuan, keterampilan dan pengalaman,

7. Cinta, passion, antusiasme diri pada yang dilakukan.

5. Talent, Potensi dan Passion.

a. Talent (Bakat)
Bakat adalah kepandaian, kemampuan sifat dasar alamiah seseorang terhadap suatu bidang, minat tinggi, menikmati, menyukai melakukan dalam mencapai tujuan.

b. Potensi Diri.

Membangun potensi diri dengan cara mengenali, memahami, menguasai suatu pekerjaan yang dilakukan. Mari kita mengembangkan potensi diri. Potensi diri jika digabungkan dengan passion diri akan menjadi suatu keunggulan dalam proses melakukan suatu pekerjaan. Mari kita menggunakan potensi diri, passion, bakat yang berguna menjawab permasalahan yang terjadi dilingkungan, masyarakat untuk pertumbuhan dan kemajuan.

c. Passion. 

Mengintegrasikan Passion Dengan Motivasi.

Ciri passion dalam diri: Melakukan suatu pekerjaan, atau kegiatan dengan keinginan, minat tinggi, ketertarikan, hasrat yang kuat, bersemangat, tekun. Mempunyai hasrat yang tinggi melakukan tindakan yang disebabkan oleh motif, keinginan mencapai, dan makna tujuan dari dalam diri untuk mewujudkan. Motif positif yang baik menghasilkan tujuan baik.

Mari kita mencintai pekerjaan, usaha yang dilakukan. 

Jika kita melakukan suatu pekerjaan, aktivitas yang didasari oleh passion diri yang kuat akan cenderung melakukan dengan sepenuh hati, berusaha sungguh-sungguh, menjiwai.

Dalam mencapai tujuan, passion diri penting digabungkan dengan kegigihan, yang mendorong diri terus ulet melakukan, walau dalam keadaan sulit. "Kegigihan seseorang melakukan pelaksanaan dipengaruhi oleh tujuan akhir yang jelas, hasrat, tekad, komitmen, harapan masa depan yang baik". Faktor lain yang mendorong pencapaian tujuan jelas sesuai passion diri pada suatu bidang usaha pemasaran bisa bermula dari melakukan yang tidak disukai menjadi disukai, sesuai dengan waktu dan proses.

Contoh: Passion diri dibidang pemasaran, untuk mendukung melakukan Strategi Pemasaran di Media Sosial, Digital Marketing dengan maksud mencapai tujuan, bisa jadi seseorang awalnya tidak menyukai dengan cara Media Sosial, Digital Marketing, tetapi setelah melakukan secara berkelanjutan dan terus belajar kemudian mampu melakukan dan mencintai apa yang dikerjakan.

Passion merupakan bahan bakar yang mendorong seseorang bertindak dengan optimal, bergairah melakukan proses dalam mencapai tujuan, target.

Passion diri berperan membangun kemampuan dalam menyelesaikan, kesuksesan pada suatu bidang. Passion diri terbentuk pada suatu bidang khusus pekerjaan, aktivitas, melakukan bergairah, fokus, menekuni, berusaha menyelesaikan berbagai rintangan yang berliku.

Ciri - ciri passion diri, melakukan pekerjaan dengan passionate (penuh gairah), sabar, tekun, menyalurkan bakat, potensi diri dalam mencapai tujuan terbaik. 

Passion dominan setiap orang mempunyai keunikan yang berbeda.

Contoh Passion: 
Passion Pengetahuan, Bisnis, Pelayanan, Hubungan dengan orang lain, Komunitas dan Organisasi. 

Dalam mencapai tujuan bisnis pemasaran, membutuhkan passion yang bersinergi.

Yuk, membangun dan melakukan dengan bakat, potensi diri, passion, pengetahuan, keterampilan, sikap mental yang baik dalam mencapai tujuan jelas yang bernilai positif.

6. Persepsi.

Persepsi adalah proses pesan sensasi stimuli yang diterima oleh panca indra yang merangsang, memengaruhi gambaran di benak untuk memilih, mengatur dan mengartikan.

Persepsi ditentukan, apa yang diterima oleh panca indra, dan memori yang sudah tersimpan sebelumnya. Persepsi memengaruhi perilaku kita sebagai konsumen. Persepsi diri menerima dari informasi lisan,(verbal), suara, gerakan tubuh (non verbal).

Contoh, Anda mendengar suara kendaraan motor, kemudian, mendengar suara ambulans. Bagi orang yang sudah berpengalaman, akan mengetahui dalam membedakan, antara suara motor dan mobil, suara ambulan dan mobil umum.

Dari contoh di atas, persepsi berguna untuk menggolongkan, membedakan pesan informasi yang diterima oleh panca indra, dan direspon oleh otak.

Pada pemasaran, prospek menerima pesan stimuli dari 2 sumber:

1. Sumber dari pemasar. Seperti, promosi produk, iklan di media sosial, bazar, dipajang di toko online, iklan radio, offline penawaran direct selling, door to door dan lainnya.

Pemasar fokus membangun persepsi yang sesuai kepada benak konsumen. Menyesuaikan produk dengan karakteristik orang yang membutuhkan. Produk yang tepat pada target pasar yang tepat, selaras. 

Pada tahap pelaksanaan komunikasi, promosi, penawaran ke target pasar spesifik dan tepat, apa daya tarik kognitif, logika, rasional, emosional? Bertujuan supaya mengundang perhatian yang mendorong emosi keyakinan positif, termotivasi, persepsi untuk mengambil keputusan membeli dan atau menjadi mitra usaha.

Emosi positif adalah perasaan seperti nyaman, percaya diri, senang. Pengalaman menggunakan suatu produk membentuk pengetahuan, mempengaruhi  apakah tetap menggunakan atau mencari produk yang lain. Melalui pengalaman membentuk sikap yang mendorong ucapan, tindakan, perilaku. "Apa yang kita yakini, percayai membentuk sikap diri". Kita melakukan suatu usaha, keputusan membeli produk dipengaruhi oleh emosi yakin, kognitif, motivasi, sikap, persepsi, pengalaman dan pembelajaran.

Strategi komunikasi penawaran, promosi produk atau peluang usaha yang mempunyai nilai manfaat perbedaan keunggulan untuk membangun citra persepsi positif, dan supaya target pasar yang tepat memperhatikan, penasaran, tertarik, berminat, melakukan tindakan pembelian. Tentu produk yang dipasarkan memberi nilai manfaat positif, bermanfaat pada konsumen.

Strategi pemasaran sensorikan yang memengaruhi emosi, perasaan, kemudian memengaruhi persepsi konsumen. Persepsi Perasaan Sensorik: Jamu cv. Rochman Jaya, tersedia dua rasa: Rasa manis dan pahit. Apa selera rasa yang anda butuhkan? Banyak target pasar Jamu beranggapan Jamu itu pahit. Menurut pengalaman kami, di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah lebih banyak permintaan pada jamu dengan rasa pahit, dan sebaliknya di daerah Sumatra, Kalimantan lebih banyak permintaan terhadap kamu rasa manis/mint. Hal ini pun dipengaruhi oleh teknik dan taktik pemasaran yang dilakukan oleh pemasar pada suatu daerah. Apapun teknik dan taktik pemasaran yang dilakukan harus berlandaskan untuk kepuasan konsumen secara positif.

2. Sumber lingkunganseperti referensi dari saudara, tetangga, teman, kelompok, tanggapan dari konsumen yang telah menggunakan produk.

Jika pesan stimuli yang diterima panca indra mengundang sensasi perhatian, kita merespon, menanggapi, menentukan sikap dan tindakan. 

Contoh:

Apa persepsi anda, setelah melihat izin edar produk Jamu Naga Mas atau Jamu Sari Dewa Produksi CV. Rochman Jaya? Apakah anda tertarik, berminat terhadap produk yang mendapatkan legalitas ijin edar BPOM RI?

Apa persepsi anda, jika mendengar cerita dari pengguna Jamu Naga Mas atau Jamu Sari Dewa Produksi CV. Rochman Jaya?

Bagaimana persepsi anda pada penawaran peluang usaha Jamu Produksi CV. Rochman Jaya? Apakah merasa dan berpikir, usaha ini cocok untuk anda? Apakah anda, terdorong menentukan sikap bergabung dengan pemasaran Jamu Produksi CV. Rochman Jaya? 

7. Responsible (Responsif).

Responsible adalah kemampuan berpikir cepat, tepat dan peka terhadap suatu informasi, kejadian, perubahan yang bersumber dari internal, external, dan mengambil solusi dalam tindakan perbaikan, pemasaran yang memuaskan pelanggan, manajemen, perusahaan, pengaruh secara baik pada sosial, lingkungan.

Dalam pemasaran, ada pemberi respon dan ada penerima respon.

Bagaimana pemikiran dan tindakan dari bapak, ibu terhadap informasi produk dan peluang usaha Jamu CV. Rochman Jaya? Apakah mengambil peluang ini dengan segera?

8 A. Responsibility (Tanggungjawab)

Motivasi pribadi yang berkomitmen, bertanggung jawab menyelesaikan tugas pekerjaan penting dan memecahkan  masalah untuk mendapatkan perubahan, kemajuan. Pemasaran jamu hadir untuk membantu memecahkan masalah konsumen sesuai manfaatnya. 

Mengelola tanggungjawab diri terhadap keputusan yang ditentukan dan melakukan dalam tindakan dalam mencapai tujuan. Misalnya, tanggungjawab memenuhi kebutuhan keluarga, fokus kita menjadi terarah pada pekerjaan yang dilakukan dan berdampak pada kemajuan. Tanggung Jawab dalam melayani konsumen dengan ramah, empati dan menyampaikan solusi yang relevan.

8B. Akuntabilitas (Pemenuhan Janji).

Akuntabilitas membangun integritas, reputasi dan profesionalisme. Akuntabilitas adalah keselarasan perasaan, pikiran, sikap, perkataan dan tindakan. Suatu janji yang tidak terpenuhi pada tim pemasaran dapat menurunkan motivasi kinerjanya. Promosi produk yang tidak relevan bisa mengakibatkan kekecewaan konsumen, maka kita penting mempromosikan manfaat dan khasiat produk yang relevan untuk membangun kepuasan. Pemasar perlu menghindari promosi produk yang menyesatkan konsumen, sebab dapat berdampak negatif pada brand produk dan perusahaan. Promosi yang menyesatkan akan menimbulkan konsumen kecewa setelah menggunakan produk yang dibeli. Promosi produk menyesatkan mempunyai arti tidak sesuai dengan manfaat yang direkomendasikan. 

9. Spirit (Semangat)

Motivasi membangkitkan semangat dalam melakukan pelaksanaan untuk mencapai tujuan jelas yang dikehendaki yang bernilai. Tanpa motivasi semangat bisa menurun. Motivasi dan semangat mempunyai hubungan yang erat dalam melakukan suatu tindakan untuk mencapai tujuan. Semangat adalah bahan bakar sebagai energi membangkitkan motivasi. Motivasi mendorong seseorang terus melakukan suatu tindakan yang dipengaruhi oleh motif, hasrat, insipirasi, dan semangat memberi energi, bahan bakar untuk tetap berusaha melakukan suatu tindakan dengan tidak mudah lelah. Motivasi merupakan alasan untuk bertindak yang dipengaruhi motif, semangat memberi energi dan bahan bakar pendorong terus melakukan bergerak maju, dan inspirasi membentuk keyakinan dalam mencapai tujuan. 

Semangat yang kuat adalah bahan bakar motivasi mendorong kemauan melakukan tindakan dalam mencapai tujuan jelas yang bernilai. Semangat adalah sikap mental, dorongan emosional yang membangun energi seseorang melakukan suatu tindakan. 

Mengapa bersemangat melakukan tindakan pelaksanaan untuk mencapai tujuan, target? Apa yang memotivasi, menginspirasi untuk mewujudkannya? 

10. Enthusiasme (Antusiasme).

Bagaimana cara kita meningkatan jaringan tim pemasaran, jumlah konsumen dan penjualan? Mari membangun antusiasme diri yang positif. Antusiasme dapat menular.

Antusiasme diri sangat memengaruhi result penjualan. Antusiasme mendorong peningkatan penjualan yang signifikan. Mari kita mengelola antusiasme diri yang membentuk semangat, optimis, percaya diri terhadap produk, usaha yang dilakukan. Mengelola antusiasme diri dari hati, mencintai diri, mitra bisnis, pekerjaan, produk, usaha dengan cara menggali lebih dalam tentang nilai, makna dan tujuan usaha untuk menarik diri melakukan.

Ciri kita berantusias terlihat dari perbuatan, perkataan, semangat, perasaan gembira, berbicara yang berenergi, tersenyum bahagia pada saat berjumpa dengan anggota tim, mengguncangkan tangan orang yang disalam pada saat bersalaman, mengucapkan selamat dengan antusias yang menyenangkan. Misalnya, saya senang bertemu dengan anda hari ini!, anda luar biasa. Kita perlu mengelola antusiasme positif untuk menularkan antusiasme positif kepada orang lain untuk bersemangat, bergembira.

Pemasar yang berantusias cenderung bisa meyakinkan konsumen untuk melakukan pembelian produk. Pidato pemasar yang benar-benar berantusias bisa dikenang pendengar lebih lama, karena semangat, berita gembira dan bermakna.

11. Optimisme.

Optimisme adalah sikap mental yang mempunyai keyakinan positif pada masa depan yang penuh harapan. Optimis pada tujuan, usaha yang dilakukan. Seseorang yang berpikir optimis bahwa dibalik rintangan, kesulitan, bahkan kegagalan adalah suatu peluang, kesempatan bergerak lebih maju dan menambah pengalaman yang berharga untuk bijak melakukan tindakan pada langkah berikutnya. 

Tujuan Optimis Sebagai Berikut:

1. Optimis meningkatkan motivasi. 

Sikap mental optimis berpikir bahwa dibalik rintangan ada peluang, kesempatan, dan terus bersemangat melakukan tindakan pelaksanaan. Seseorang yang optimis lebih fokus melakukan tindakan pelaksanaan untuk mewujudkan tujuan yang ditentukan, dan memengaruhi produktivitas.

2. Optimis membentuk ketangguhan (Resiliensi).

Berpikir optimis menganggap suatu rintangan, kesulitan adalah tantangan yang perlu diselesaikan yang membentuk kekuatan, ketangguhan diri.

Seseorang yang optimis lebih tangguh menghadapi suatu rintangan, kesulitan dibandingkan dengan sikap pesimis. Sikap selalu pesimis merasa tidak ada harapan berhasil dari suatu hambatan. Berpikir optimis mempunyai harapan masa depan yang lebih baik, berpikir yakin mampu mewujudkan tujuan jelas,  berusaha melakukan tindakan nyata untuk mewujudkan tujuan nyata, fisik. Berpikir optimis merupakan kesehatan mental yang bisa mempengaruhi kesehatan fisik. Misalnya, apa yang terjadi jika selalu berpikir pesimis terhadap masa depan, tidak mempunyai harapan? Oleh karena itu, kita mengelola sikap mental optimis secara baik pada tujuan baik yang bermanfaat.

3. Optimis membangun hubungan sosial.

Seseorang yang optimis cenderung mampu membangun hubungan sosial dengan orang lain, yang dipengaruhi keyakinan, energi positif dan percaya diri. Berpikir positif membangun optimis, energi positif. Berpikir optimis cenderung menarik energi positif dari orang lain. Berpikir optimis dan berpikir positif cenderung lebih mampu mengelola emosional yang memengaruhi pendekatan hubungan dengan orang lain.

12. Perseverance, (Ketekunan).

Ketekunan merupakan ciri seseorang mempunyai motivasi kuat dengan konsistensi melakukan tindakan untuk meraih tujuan yang diinginkan.

Ketekunan adalah kemampuan seseorang melakukan tindakan secara terus-menerus dengan waspada, kehati-hatian. Ketekunan melakukan pelaksanaan disebabkan oleh mencintai pekerjaan yang dilakukan, kejelasan tujuan, motivasi, tekad, hasrat secara kuat, keyakinan secara kuat, target kebutuhan dan keinginan diri yang bernilai penting untuk diwujudkan. Ketekunan diri, juga dipengaruhi oleh mengetahui secara mendalam nilai dan makna dari tujuan yang harus diwujudkan. 

Seseorang yang tekun melakukan tindakan pelaksanaan, berpikir bahwa dibalik tantangan ada peluang dan kesempatan yang lebih baik. Ketekunan menimbulkan daya tahan melakukan pelaksanaan dalam mewujudkan tujuan masa depan dengan penuh harapan, dan bernilai pada diri dan orang lain. 

Konsistensi adalah keteraturan, kedisiplinan seseorang melakukan tindakan terus-menerus. 

13. Persistence, (Kegigihan).

Kegigihan merupakan ciri seseorang mempunyai motivasi secara kuat dan dipengaruhi oleh motif, tujuan jelas.

Seseorang yang gigih mempunyai tekad kuat, tekun, ketahanan melakukan, tidak mudah menyerah oleh karena rintangan, tantangan, kesulitan. Kegigihan yang kuat merupakan salah satu elemen penting dalam mencapai tujuan yang bermanfaat dan bernilai. Sifat dan ciri seseorang yang gigih sebagai berikut mempunyai daya tahan, pantang menyerah, berdaya juang tinggi, tekun melakukan tindakan meskipun menghadapi berbagai kesulitan, rintangan, tantangan.

Pada proses melakukan serangkaian pelaksanaan untuk menuju tujuan jelas yang bernilai penting, membutuhkan kegigihan diri secara kuat dalam menyelesaikan hambatan, rintangan, tantangan untuk mengambil peluang, kesempatan yang baru. Berpikir dan bertindak dengan sifat kegigihan yang kuat dan besar dibandingkan rintangan, hambatan, tantangan.

Rintangan, tantangan bukan mematahkan semangat, motivasi, tetapi adalah untuk memotivasi, mendorong kita untuk berpikir strategi menyelesaikan dengan solusi kreatif inovatif untuk mengambil peluang dan membangun kesempatan baru. Rintangan, tantangan yang mampu dilewati dan diselesaikan untuk membangun kekuatan, kegigihan, kemajuan, pengalaman berharga.

Manfaat Kegigihan Diri Sebagai Berikut:

1. Peluang mencapai tujuan, keberhasilan lebih tinggi. 

Dengan keteguhan pendirian yakin, tekun dan gigih melakukan serangkaian pelaksanaan untuk menyelesaikan berbagai rintangan, tantangan lebih mempunyai peluang berhasil dibandingkan dengan cepat menyerah. Seseorang yang teguh, gigih, konsisten, tekun melakukan suatu tindakan pelaksanaan lebih mempunyai peluang untuk berhasil mencapai suatu tujuan. Kegigihan memaksimalkan daya upaya dalam menyelesaikan suatu rintangan, tantangan menjadi peluang, kesempatan baru. Kita perlu mendorong kegigihan diri untuk meraih tujuan jangka menengah, panjang dalam pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.

2. Kegigihan membangun ketangguhan sikap mental yang kuat menyelesaikan dari berbagai rintangan, tantangan.

3. Kegigihan menguatkan motivasi dan Inspirasi. Seseorang yang teguh dalam pendirian dan gigih bisa menjadi teladan yang baik dalam hal memberikan motivasi, inspirasi kepada diri dan orang lain. 

Mari kita mengelola sikap kegigihan dan keteguhan hati dengan yakin, optimis, semangat, tekun belajar, berlatih, melakukan pelaksanan dengan tekun, berani menghadapi dan mengelola resiko, menyelesaikan rintangan, tantangan dalam mencapai tujuan jelas yang bermanfaat.

Kegigihan dan keteguhan hati merupakan sikap yang saling melengkapi. 

Gagal Bukan Pilihan! Jangan Takut Gagal! Gagal itu Sementara! Beranilah Mencoba Melakukan Tindakan dengan Konsisten untuk Bergerak Maju Mencapai Tujuan-tujuan yang Bermanfaat.

Manfaat dari kegagalan sebagai berikut: Membangun bijaksana pada diri untuk tidak mengulangi tindakan hal yang sama dengan sebelumnya yang belum berhasil, Gagal adalah proses belajar meningkatkan pengetahuan dan pembelajaran, membuktikan komitmen diri pada tujuan.

Gagal adalah proses sementara bukan akhir dari segalanya. Gagal pada pelaksanaan awal adalah pencapaian yang tertunda, bersifat sementara dan akan mencapai tujuan jika terus berusaha dan menentukan solusi yang tepat, melakukan dengan tekun, kehati-hatian dan waspada. Jika terjadi kegagalan pada langkah tertentu, kita terus berusaha menemukan solusi penyelesaian untuk keluar dan naik dari kegagalan tersebut untuk bergerak maju ke langkah berikutnya. Ketika salah atau gagal pada langkah tertentu, mari meyakinkan diri bahwa tujuan bernilai tinggi telah menunggu dan untuk diambil nilai manfaatnya. 

Bangkit dari kegagalan dengan sikap yakin, mengelola motivasi, semangat, antusiasme, membangkitkan hasrat, terus belajar meningkatkan pengetahuan, pengalaman dan melakukan tindakan pelaksanaan secara konsisten, disiplin.

Jika mengalami kegagalan pada langkah tertentu, bangkitlah dari kegagalan tersebut untuk membentuk kegigihan, pengalaman yang berharga dan berguna untuk kemajuan berikutnya. Jangan takut gagal sebab kegagalan merupakan proses menuju keberhasilan. Mari kita berani bertindak dengan mengelola resiko yang terukur dan waspada. 

14. Self-Endurance (Ketahanan diri).

Mengelola kemampuan daya tahan diri secara kuat untuk mampu melakukan serangkaian pelaksanaan dalam meraih tujuan yang ditentukan secara jelas. Membangun kemampuan daya tahan, elemen-elemen soft skill, motivasi, emosi positif, sikap mental, keyakinan, kemauan, kesabaran, ketekunan, kegigihan, ketangguhan, dan pengetahuan untuk membangun pemenang yang prestasi, berbermanfaat dan berniali penting untuk kehidupan.

Elemen-elemen prioritas membangun ketahanan diri (Self-Endurance)

1. Membangun Kesehatan Spritual,

2. Membangun Kesehatan Fisik, 

3. Membangun Growth Mindset,

4. Membangun Motivasi dan Sikap Mental,

5. Membangun Energi Positif, 

6.  Membangun Emosional Positif,

7. Membangun pengetahuan, kemampuan, keterampilan, pengalaman, kompetensi.

15. Practice. (Berlatih)

Belajar dan berlatih, berlatih, berlatih membangun kemampuan, keterampilan, kompetensi dalam melakukan suatu tugas pekerjaan dan pengembangan bisnis.

16. Power (Kekuatan).

Motivasi merupakan holistik yang mendorong diri melakukan serangkaian pelaksanaan, mengelola energi positif menjadi kekuatan yang mendorong diri. Motivasi diri yang konsisten sangat memengaruhi pencapaian tujuan jelas yang bermanfaat positif.

Pada pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya, selain hal-hal di atas, kita mengelola kekuatan dengan melakukan tindakan QUALIFIED TRAINING untuk meningkatkan SKILL, KOMPETENSI TIM yang membentuk QUALIFIED POWER TEAM. 

Kita Qualified Power Team Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya, perlu membangun kekuatan sebagai berikut: 

Mengelola Kecerdasan Emosional, Sosial, Spritual, Intelektual. 

• Mengelola Leadership, Entrepreneurship, Relationship, Profesionalisme, Ownership. 

• Membangun brand personal, nilai-nilai Integritas, karakter positif. 

• Mengelola elemen-elemen prioritas membangun ketahanan diri (Self-Endurance)

• Membangun elemen-elemen Sikap Mental Positif, Motivasi, emosi keyakinan positif, antusiasme, hasrat berprestasi, keteguhan, kegigihan, disiplin, fokus dan konsentrasi. 

•  Goal Setting For Success. Mengelola perencanaan tujuan, target, nilai, strategi, pengorganisasian, sistem kerja, sistem kontrol, pelaksanaan, pengendalian.

• Penggunaan waktu dengan efektif pada tugas pekerjaan, pengembangan usaha  yang prioritas, penting. 

• Mengelola dan melakukan dengan Strategi, Konsep, sistem, teknik dan taktik pemasaran dengan berujuan utama untuk membangun kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Pemasaran yang fokus mengelola kepuasan pelanggan dan menentukan konsep strategi mewujudkannya.

Mengelola dan menerapkan kerjasama, kolaborasi, bersinergi sesama internal dan ke external. Contoh external, distributor pemasaran berkolaborasi dengan pihak distribusi produk.

• Mengelola 9 Pondasi Mental untuk mengembangkan dan memperkuat Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.

• Mengelola Business Foundation: 7 Pilar Strategi Khusus Membangun Tujuan Pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa dan Jamu Lainnya Produksi CV. Rochman Jaya.

• 12 Langkah Membangun Power Team Qualified, Pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya. 

17. COURAGE TO DETERMINE GOAL and TAKE ACTION. (Keberanian menentukan tujuan dan bertindak)

Motivasi merupakan pendorong keberanian diri untuk menentukan keputusan secara tepat, bertindak untuk mencapai tujuan yang jelas. Memilih, menentukan jalan menuju tujuan jelas. Mengapa memilih usaha Jamu Produksi Cv Rochman Jaya? Apa tujuan, target yang akan dicapai? Perusahaan CV Rochman Jaya adalah salah satu jalan menuju tujuan yang jelas. 


7 PILAR UTAMA Pengembangan Pemasaran Jamu Produksi CV. Rochman Jaya.

LANGKAH KE II.

POWER TOOLS FOR SUCCESS.

Alat Bantu, Daya Ungkit membangun Pemasaran Jamu Produksi CV. Rochman Jaya.

Alat bantu (tools) dan daya ungkit bertujuan untuk mempercepat proses penyelesaian suatu tugas perkerjaan, dengan kinerja baik, efisien, efektif untuk mencapai tujuan pemasaran yang produktivitas, profitabilitas. Memilih alat bantu (tools), daya ungkit sesuai tugas pekerjaan untuk mempercepat dalam penyelesaian, seperti penggunaan teknologi, digital Marketing.

 Tujuan penerapan alat bantu dan daya ungkit sebagai berikut:

1. Sebagai jalan, strategi mencapai target, tujuan jelas dengan tepat waktu, mempercepat pencapaian tujuan yang ditentukan secara bertahap.

2. Supaya efektif, efisien, tepat sasaran, kinerja produktif untuk memaksimalkan produktivitas, profitabilitas dan kepuasan konsumen.

3. Merancang, memilih dan menggunakan alat bantu, daya ungkit yang baik, tepat, benar yang menjadi mempercepat mencapai tujuan, target.

Daya Ungkit, Alat Bantu Dalam Mempercepat Mencapai Tujuan Pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya: 

1. Daya Ungkit Perusahaan dan Produk.

A. Perusahaan Jamu CV. Rochman Jaya salah satu solusi sebagai jalan menuju tujuan.

Perusahaan Jamu CV. Rochman Jaya adalah jalan untuk melakukan kegiatan usaha produk, pemasaran untuk mencapai tujuannya. 

B. Daya Ungkit PRODUK.

Dalam strategi Pemasaran Jamu Produksi Cv. Rochman Jaya, produk merupakan suatu kendaraan. Produk berkualitas dan dibutuhkan, dinginkan, diminta oleh banyak konsumen salah satu strategi penting dalam mencapai tujuan pemasaran yang berhasil.

Produk yang berkualitas, bermanfaat, berkhasiat merupakan daya ungkit dalam mencapai tujuan pemasaran, yang membantu pelanggan supaya aman menggunakan, senang, puas, berpengaruh pada loyalitas, mereferensikan, dan untuk kelanggengan, pertumbuhan pemasaran dan perusahaan. 

2. GOAL SETTING FOR SUCCESS.

Program Perencanaan Tujuan, Strategi, Sistem, Konsep, Teknik dan Taktik untuk Mencapai Tujuan.

Perencanaan dan penetapan program tujuan, elemen strategi, sistem, konsep, taktik yang saling terintegrasi dan fungsi untuk diimplementasikan.

Menentukan program perencanaan tujuan secara jelas, strategi sama dengan untuk mengetahui petunjuk arah tujuan yang jelas, membangun jalan untuk bisa sampai mencapai titik-titik tujuan.

Manfaat Perencanaan Tujuan sebagai berikut:

a. Tujuan menjadi jelas dan terarah.

b. Manajemen Strategi: Merancang dan menentuan strategi, menyesuaikan dengan perubahan, waktu, situasi, kondisi. Peduli dan mengamati perubahan dengan berpikir Kreatif, Inovatif, Proaktif, Responsif, Terbuka untuk membangun pertumbuhan.

c. Menyesuaikan manajemen waktu dengan tugas pekerjaan prioritas yang bernilai tinggi untuk mencapai tujuan. Mengefektifkan penggunaan waktu pada pekerjaan yang telah dirancang secara rinci sesuai tugas pekerjaan. Kapan waktu memulai dan menyelesaikan? Kemudian melakukan jadwal tugas berikutnya.

d. Strategi efisiensi. Mengidentifikasi, mengamati, menentukan strategi efisiensi biaya pada pekerjaan yang tepat sasaran. 

e. Strategi Organisasi dan SDM. Mempermudah pengorganisasian tim sesuai strategi, sistem dan kategori. Merekrut orang yang tepat sesuai posisi untuk melakukan suatu tugas pekerjaan, sesuai sistem organisasi yang telah ditentukan. "Siapa" melakukan pekerjaan "A"? "Siapa" melakukan pekerjaan "B'? Bagaimana cara, supaya orang yang melakukan pekerjaan "A" dan "B", mengetahui strategi yang tepat, melakukan dengan tepat, fokus, disiplin, tekun, gigih, berkinerja baik sesuai posisi dan wilayah, dan dapat bersinergi dengan pihak manajemen lainnya.

f. Manajemen panduan untuk mempermudah melakukan serangkaian tugas dalam pekerjaan, sebab telah merancang dan menetapkan tujuan, strategi, system sebagai panduan.

g. Manajemen Resiko. Memperkecil tingkat kesalahan.

 h. Manajemen pengawasan dan pengendalian. 

Proses Perencanaan:

a. Kemana tujuan kita? Visi dan misi. Merencanakan tujuan, target dan nilai.

b. Menentukan strategi mencapai. Melalui jalan yang mana untuk sampai pada tujuan mencapai target? Apa nama kendaraannya? Bagaimana model pengorganisasian team, sistem proses melakukan pelaksanaan strategi dan pengendalian? Apa tugas pekerjaan, kreatifitas yang bernilai tinggi, jika dilakukan dengan efektif, efisien yang memaksimalkan produktivitas? Berapa lama perkiraan waktu sampai pada tujuan jangka pendek, menengah dan panjang?

c. Apa nilai-nilai karakter, integritas, budaya bersama yang membawa kemajuan pemasaran, perusahaan?

d. Bagaimana strategi membangun tim pemasaran dalam mencapai tujuan, target?

e. Bagaimana strategi support system untuk membangun tim pemasaran yang terampil dalam melakukan promosi untuk mendatangkan konsumen, penjualan, omset dan pendapatan?

f. Bagaimana strategi pengendalian, pengukuran, penilaian, perbaikan, penyesuaian.

Penjelasan selengkapnya tentang tujuan dapat mempelajari pada materi Motivasi elemen purpose.

3. Membangun PENGETAHUAN dan KETERAMPILAN.

Membangun Pondasi bisnis, passion knowledge.

Buku - buku panduan, seperti entrepreneurship, ownership, leadership, manajemen strategi usaha dan bisnis, tata kelola organisasi, strategi pemasaran, konsep pemasaran dan lain - lain untuk membantu membangun program perencanaan dan pelaksanaan strategi dalam proses mencapai tujuan.

Menerapkan pengetahuan menjadi keterampilan yang berprestasi.

4. Membangun Tim Bisnis Pemasaran yang Bersinergi, Kolaborasi (Power Team Pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya)

Membangun Tim Pemasaran (Power Team). Melipatgandakan penggunaan jumlah waktu, tenaga efisien dengan membangun jaringan tim pemasaran berbakat, potensi, passion, trampil melakukan dengan pengalaman, bersinergi dan kolaborasi. Leader to leader. Distributor membangun distributor baru. Reseller merekrut reseller baru.

Membangun Jaringan Mitra Bisnis Pemasaran. Melipatgandakan tenaga bekerja pemasaran dan penjualan dengan cara membangun jaringan tim pemasaran yang kuat, berkemampuan dan bersinergi.

Yuk.., Kepada perwakilan dan distributor pemasaran Jamu CV. Rochman, supaya kita membantu sepuluh orang lain menjadi sub - sub perwakilan, distributor di wilayah yang belum ada perwakilan pemasaran Jamu produksi CV Rochman Jaya. Membantu para distributor baru untuk membangun reseller, pengecer yang handal memasarkan dan menjual.

5. Penggunaan Digital Marketing, Teknologi, Media Sosial, Marketplace.

Pemasaran digital marketing: Teknik promosi melalui sarana Marketplace, Media Sosial seperti di Facebook, You tube, Blogspot, membuat Website, Email Marketing, chat online, WhatsApp, dan teknik pemasaran offline (Tradisional Marketing), Media Massa. 

Penggunaan teknologi terbarukan untuk membantu mempercepat penyelesaian pengerjaan suatu tugas pekerjaan dengan tepat, efisien, efektif untuk mencapai hasil dengan tujuan produktivitas, potensi hasil besar, menguntungkan, dan bermanfaat kepada konsumen, berpengaruh baik pada kemajuan perusahaan, lingkungan dan sosial. 

6. Membangun Reputasi Brand.

• Tujuan membangun brand untuk dipercaya oleh calon konsumen, konsumen, mitra usaha, mitra pemasaran. 

• Membangun brand produk yang kuat dan unik. Brand Image, Identitas, loyalitas.

 • Membangun Brand Perusahaan, Personal yang berintegritas, Tim Pemasaran, Tim Penjualan.

• Membangun Brand Layanan yang prima dan terpercaya. 

• Membangun brand yang berintegritas, berkarakter, bernilai unggul, sikap empati, peduli, horizontal kepada calon konsumen, konsumen, mitra bisnis, pemasaran.

7. Membangun Pondasi Mental.

Pondasi mental bagian dari strategi pemasaran Jamu produksi CV. Rochman Jaya.

9 PONDASI MENTAL untuk mengembangkan dan memperkuat Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.

(1). Membangun Bisnis Dengan Pola Pikir Sukses, Bahagia dan Sejahtera.

(2). Full Effective Time and Priority. 

(3). Full Efficiency Energy and Skill. 

(4). Sikap Spritual diri.

(5). Bakat dan potensi diri.

(6). Passionate.

(7). Pola pikir bertumbuh (Growth Mindset)

(8). Sikap (Attitude)

(9). Perilaku (Behaviour).

Penjelasan:

(1). Membangun Bisnis dengan Pola Pikir Sukses, Bahagia dan Sejahtera.

Salam berbahagia! 

Bahagia adalah kondisi emosi, perasaan, pikiran positif, tenang dan selaras, dan bersyukur dalam segala keadaan. Bahagia merupakan pilihan, bersumber dari dalam diri.

Apakah kita bisa bahagia tanpa uang atau pendapatan? Setiap orang memerlukan uang, dalam mencukupi kebutuhan, keinginan, dan memperbidang tujuan hidup, seperti, pengaruh baik dengan berbagi pada orang lain yang membutuhkan.

 Dampak sukses yang baik berpengaruh baik kepada diri dan orang lain. 

Sejahtera dari segi financial, jiwa, perasaan dan pikiran. 

(2). Penerapan Full Effective Time and Priority.

Waktu merupakan aset berharga yang dimiliki tiap orang dalam mencapai tujuan masa depan yang optimis. Waktu berjalan terus, dan tidak bisa diulang kembali.

Penggunaan waktu dengan efektif pada tugas pekerjaan prioritas yang berguna pada pencapaian tujuan jelas yang bernilai, membentuk standar hidup yang bernilaiBerapa banyak waktu terbuang sia-sia pada aktifitas yang tidak berguna menuju tujuan? Saatnya, menyingkirkan aktifitas rutin yang tidak bermanfaat tersebut? Apa saja? Saatnya, menggunakan waktu dengan efektif pada tugas pekerjaan yang bermanfaat, bernilai untuk mencapai tujuan-tujuan yang dikehendaki.

Pemborosan waktu yang sia-sia adalah pemborosan pengeluaran, energi, waktu produktif. Pengendalian waktu dengan efektif pada tugas pekerjaan yang bernilai  merupakan kemampuan pengendalian diri menuju tujuan masa depan yang optimis. Kemampuan mengelola waktu secara efektif pada tugas pekerjaan, aktivitas penting untuk mencapai tujuan harapan masa depan terbaik adalah bentuk menghargai diri. Kita mempunyai kesempatan terbaik di era ini dalam menggunakan waktu dengan efektif pada tujuan yang bernilai.

Bagaimana strategi mengelola waktu dengan efektif pada pekerjaan prioritas, aktivitas penting yang berkontribusi besar dalam mencapai tujuan prioritas yang bernilai? Kemampuan mengelola waktu dengan efektif pada tugas pekerjaan yang terjadwal, dan melakukan dengan disiplin adalah cara bijak membangun bisnis Jamu CV. Rochman Jaya untuk mewujudkan tujuan, target, nilai.

"Waktu terus berlanjut tidak bisa diulang kembali, waktu memberi kesempatan kepada kita untuk berubah ke hal yang lebih baik"

Waktu merupakan salah satu aset berharga yang kita miliki untuk mencapai tujuan. Itulah sebabnya, kita menggunakan waktu dengan efektif pada tugas pekerjaan prioritas, bernilai tinggi dalam mencapai tujuan bernilai tinggi yang baik.

Mengapa bisa seolah waktu tidak cukup sehari untuk melakukan suatu aktifitas? Mari kita pilih aktivitas yang prioritas yang berguna. Menunda tugas pekerjaan prioritas yang terjadwal berarti mengulur waktu penyelesaian.

Uang dan waktu bukan mengatur diri, tetapi diri yang mengatur. Kita penting membagi waktu dengan jelas dan tepat untuk diri, keluarga, sosial, pekerjaan, pengembangan diri untuk menambah pengetahuan, membangun ide, gagasan, kreatifitas.

Strategi penggunaan waktu dengan efektif dalam Pengembangan Bisnis Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya:

(a).  Menggunakan waktu secara efektif, tenaga bekerja secara efisien dengan cara membangun tim pemasaran untuk pengembangan, pendelegasian, berbagi suatu tugas pekerjaan.

(b). Mengatur diri melakukan pekerjaan dengan disiplin, teratur dengan cara mengelompokkan dan menyusun tugas pekerjaan dengan jadwal waktu dan selaras meraih tujuan, target. Mengelompokkan pekerjaan besar menjadi bagian-bagian kecil. Melakukan pekerjaan yang memulai dari pekerjaan sederhana skala kecil menuju pencapaian besar. Misalnya mengelompokkan pekerjaan dengan jadwal waktu melakukan: 1. Penting dan mendesak, 2. Penting dan tidak mendesak, 3. Kurang penting dan mendesak, 4. Tidak penting dan tidak mendesak. Dengan mengelompokkan tugas pekerjaan, sehingga kita mengetahui apa yang terlebih dahulu untuk dilakukan. 

Menyusun target dan daftar kerja untuk satu tahun, kemudian membagi ke dalam 12 bulan, kemudian membagi target dan daftar kerja ke satu bulan, kemudian membagi ke empat minggu, kemudian membagi ke dua puluh lima hari kerja. Pada malam hari, perhatikan apa yang dikerjakan besok hari, sesuai jadwal waktu, tugas pekerjaan penting bernilai tinggi, kemudian melakukan evaluasi dan pengendalian, dan melakukan kembali pada hari berikutnya sesuai jadwal tugas.

(c) Menggunakan teknologi supaya efektif , efisien dalam mempercepat penyelesaian suatu tugas pekerjaan.

(d). "Memilih 20 % pekerjaan sangat penting, prioritas untuk mencapai target 80 % hasil". - Prinsip Pareto.

 (e). Fokus menggunakan "20 %" waktu efektif untuk mencapai "80 %" hasil.

(f) Fokus menggunakan "20 %" energi untuk mencapai "80 %" hasil.

(g) Fokus menggunakan 20 % kekuatan utama untuk mencapai 80 % hasil. (Berdasarkan prinsip Pareto)

(h) 20 % menggunakan tenaga, 80 % menggunakan alat bantu.

(i) 20 % fokus pada proses, 80 % pada tujuan. 

Mari kita meneguhkan disiplin kerja, fokus, konsentrasi penuh pada pekerjaan penting dan prioritas untuk menghasilkan yang maksimal. Mengevaluasi, meniadakan aktivitas rutinitas yang tidak produktif. Penggunaan waktu dengan efektif pada pekerjaan penting dan prioritas tinggi yang memengaruhi produktivitas. Produktivitas sangat penting dalam penilaian kinerja produktif.

(j). Mengatur waktu berjumpa dengan tamu, mengadakan acara, rapat penting dengan menentukan tujuan jelas dan batas waktu selesai.

(k). Berkumpul dengan tim disiplin tinggi, motivasi tinggi, satu visi dan tujuan, dan membangun kebersamaan, keharmonisan, kekompakan melakukan tugas pekerjaan dalam mencapai tujuan yang ditentukan.

(l). Berani membayar harga yang besar dalam mencapai tujuan besar.

(m). Berpikir positif, inisiatif, kreatif, inovatif, proaktif. 

Berusaha keras pada tahap awal dengan menggunakan alat bantu, daya ungkit  yang mendorong kecepatan penuh pada pengerjaan tugas, setelah sistem usaha berjalan, energi tenaga dapat dikurangi, sama seperti pesawat ketika memulai penerbangan pada tahap lepas landas, setelah mengudara pada ketinggian tertentu mungkin mengurangi tenaga.

"Mengelola waktu dengan seimbang adalah cara cerdas dan bijak". 

Mengelola waktu dengan baik, seperti, jadwal untuk bekerja, keluarga, sosial, spritual, dan lain-lain yang bernilai baik. Keluarga membutuhkan waktu, perhatian, kasih sayang selain uang. Kehidupan seimbang itu penting. Apa yang dicari adalah untuk masa depan keluarga yang sejahtera, dan berguna pada orang lain.

Pesan:

• Gunakan waktu dengan efektif pada tugas pekerjaan penting dan prioritas.

• Susun pekerjaan besar menjadi bagian-bagian tugas pekerjaan kecil yang sederhana. 

• Lakukan tugas pekerjaan yang kecil-kecil dengan waktu efektif, disiplin, gigih, konsisten dan komitmen. 

• Bangun tim pemasaran, dan berbagi tugas pekerjaan supaya efektif dalam pengembangan untuk mencapai tujuan yang besar. 

(3). Full Effiecieny Energy and Skill.

Melakukan pekerjaan, pengembangan usaha pemasaran dengan menggunakan tenaga secara efisien dan kemampuan, keterampilan. 

Tenaga (energi) merupakan aset berharga yang kita miliki dalam mencapai Tujuan.

Tenaga, waktu, keterampilan merupakan kesatuan yang berharga dalam mencapai tujuan yang dikehendaki. Penggunaan tenaga secara efisien, menerapkan dengan pengetahuan, keterampilan, menggunakan alat bantu, daya ungkit untuk melakukan tugas pekerjaan, pengembangan usaha pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya. Kemampuan menggunakan alat bantu, daya ungkit merupakan hal penting di era ini. Seperti penggunaan teknologi pemasaran. Dalam memaksimalkan penggunaan alat bantu, daya ungkit kita penting membangun kemampuan teknik, taktik penerapan. Meningkatkan pengetahuan pemasaran, keterampilan melakukan dengan cara belajar berkelanjutan, berlatih melakukan dalam tugas pekerjaan hingga mahir melakukan yang membentuk pengalaman, kegigihan, ketangguhan. 

A. Daya Ungkit EFISIENSI TENAGA FISIK.

Mengelola tenaga yang sehat dan prima untuk mampu melakukan tugas pekerjaan pemasaran, penerapanan strategi, sistem untuk mencapai tujuan dan target.

ENERGI FISIK (tenaga fisik)

Tenaga (energi) fisik merupakan kemampuan melakukan. Tenaga fisik bukan keterampilan. Tenaga fisik mendukung kemampuan melakukan keterampilan. Misalnya tubuh yang prima lebih berkemampuan memaksimalkan kinerjanya dengan keterampilan. 

Energi fisik adalah kemampuan seseorang dengan tenaga fisik untuk melakukan serangkaian tugas pekerjaan, aktivitas.  Kita perlu nengelola kesehatan fisik yang sehat dan prima dalam bekerja keras, cerdas dengan pengetahuan, keterampilan.

Tenaga (energi fisik) merupakan dasar penting dalam melakukan suatu usaha pemasaran, khususnya pada tahap merintis, memulai. Pada pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya, menggunakan tenaga dengan efisien adalah dengan merekrut, membangun tim, menggunakan daya ungkit, tools untuk mempermudah penyelesaian suatu tugas pekerjaan, dan mendelegasikan sebagian pekerjaan yang dapat dilakukan oleh anggota tim. 

Contoh, cara membangun kesehatan tubuh yang prima: Menjaga pola hidup sehat, pola makan sehat yang seimbang, pola istirahat yang baik, berolahraga, mengonsumsi produk kesehatan seperti vitamin, madu, jamu, dan mengendalikan emosi, pikiran, sikap mental, energi diri tetap positif.

Pesan: Jaga kesehatan fisik dengan prima, sebab berguna melakukan aktivitas, tugas pekerjaan pemasaran dengan maksimal.

BMengelola Energi Emosi.

Energi emosi positif adalah daya atau kekuatan seseorang yang berasal dari emosi, perasaan positif yang memengaruhi motivasi, tindakan, kesehatan mental dan fisik. 

Energi emosi positif adalah perasaan bahagia, cinta, antusiasme, semangat, syukur, ketenangan. Energi emosi positif dapat meningkatkan kreativitas, produktivitas, kesehatan mental dan fisik. 

Membangun energi emosi positif diri dengan cara memancarkan, menyebarkan, melakukan, menambahkan hal-hal yang bernilai baik kepada diri dan orang lain.  

Kita mengelola emosi diri dengan memilih emosi positif secara benar, dan melakukan pada kehidupan sehari-hari. 

Contoh Energi Emosi Positif 

Merasakan, mengucapkan, menyebarkan kata-kata kebaikan kepada diri dan orang lain.

(a). Terima kasih, mohon maaf, minta tolong, peduli, empati, menolong, memotivasi, menginsiprasi.

(b) Mencintai, bahagia, damai, gembira. 

(c). Sikap tenang, senang, yakin, optimis, percaya diri, antusiasme.

(d). Senyum, sapa, sopan santun, ramah pada orang lain.

(e) Menghormati, menghargai orang lain.

Energi Emosi Negatif.

Energi emosi negatif yang berkelanjutan adalah kondisi yang kurang baik. Misalnya, seseorang beranggapan bahwa dibalik tantangan, masalah, kesulitan tidak ada solusi. Energi emosi negatif bisa menjadi penghalang pencapaian pada suatu tujuan. Perlu menyadari, mengenal emosi negatif diri, kemudian mengatasi untuk menghilangkannya. Energi emosi negatif berkelanjutan bisa faktor dari antara ini, seperti stres, takut, minder, merasa tidak ada kesempatan berhasil, sedih, cemas. Jika energi emosi negatif berkelanjutan dan tidak dikelola dengan baik bisa mempengaruhi kesehatan mental, fisik dan tindakan, maka penting mengelola energi emosi negatif menjadi positif. 

Contoh energi emosi negatif, berpikir negatif:

(a). Beranggapan bahwa dibalik tantangan, rintangan, masalah, kesulitan selalu tidak ada solusi. 

(b). Selalu mengeluh, putus asa, patah semangat, pesimis, berjanji tanpa berniat menepati.

(c). Angkuh, sombong, tidak menghargai orang lain. Tidak menyadari hal ini. 

(d). Iri hati, benci kesuksesan orang lain, menyukai permusuhan.

(e). Pelit berbagi kebaikan.

(f). Merasa selalu tidak mampu, tidak yakin, minder, rendah diri, tanpa tujuan yang jelas.

Energi emosi negatif, sikap negatif dapat menguras energi diri yang mempengaruhi kesehatan mental, fisik dan tindakan dengan negatif. Kita perlu mengelola energi emosi diri secara positif untuk meningkatkan tenaga (energi) yang prima dalam melakukan tindakan untuk meraih tujuan jelas yang bernilai positif. Salam sehat selalu, mengelola emosi secara positif.

Bagaimana cara menarik kebaikan kepada diri yang bernilai positif? Adalah dengan cara membangun energi emosi secara positif, sikap positif, pikiran positif, menyebarkan hal-hal kebaikan yang bernilai positif. Mari kita mengosongkan pikiran dari hal-hal negatif, kemudian mengisi pikiran dengan hal-hal positif yang baik dan benar.

"Emosi, sikap seseorang dapat terlihat dari ucapan, nada suara (verbal), mimik wajah, gerakan tubuh (nonverbal)".

Emosi negatif bisa dilupakan dengan kesadaran diri, melakukan kebiasaan positif yang bertanggung jawab dari dalam diri. Memaafkan diri dan orang lain adalah kekuatan energi emosi positif.

Mari kita mengelola energi emosi positif, pola pikir positif, sikap mental positif yang berpengaruh pada kesehatan fisik untuk melakukan pekerjaan, aktivitas untuk mewujudkan tujuan yang bermakna pada kemajuan, kesuksesan, kesejahteraan. Semoga kita sehat selalu, sejahtera, yakin mampu mencapai tujuan jelas yang realistis. Mari kita mengelola energi emosi secara positif sebagai kekuatan yang mendorong melakukan pekerjaan, aktivitas yang bermanfaat, bernilai.

(4). Membangun Nilai Karakter Spritual diri.
Spritual diri bertujuan untuk membangun:
(a). Kedamaian, kesejahteraan, ketenangan, kebahagiaan,
(b). Membangun nilai-nilai kebaikan,
(c). Membangun jiwa secara utuh,
(d). Kesadaran diri, pengendalian emosi, perasaan dan pikiran baik dan benar. 

(5). A. Talent (Membangun Bakat)
Bakat adalah kepandaian, kemampuan sifat dasar alamiah seseorang terhadap suatu hal, ciri mempunyai minat yang tinggi, melakukan dengan tekun, senang, menikmati proses.

Kita bagian pemasaran Jamu Produksi CV. Rochman Jaya mempunyai tugas, fungsi dan tanggungjawab bersama, dan dalam mencapai tujuan, penting membangun pola pikir bertumbuh, kreatif, inovatif, proaktif, responsif, sikap mental yang baik, karakter yang integritas, bakat, passion, potensi, pengetahuan, keterampilan, kompetensi dari masing masing peran, dan berkolaborasi, bersinergi. Seperti, satu tim pemain bola kaki, ada kiper penjaga gawang, pemain lini depan, tengah dan penyerang.

b. Potensi Diri. 

(6). Passionate.
Melakukan dengan gairah tinggi. Mari kita mencintai, apa yang dilakukan dalam meraih tujuan, target? Melakukan dengan sepenuh hati supaya mengerjakan dengan tulus dan pengabdian. Mendorong diri melakukan suatu pekerjaan sampai di atas batas kemampuan untuk mencapai prestasi luar biasa. Kerja biasa menuju hasil biasa. Berpikir keras, kerja keras, cerdas dengan keterampilan di atas rata rata menghasilkan prestasi di atas rata rata. Mengerjakan dengan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap mental positif.

(7). POLA PIKIR BERTUMBUH (Growth Mindset).

Mari kita membangun pola pikir bertumbuh dalam melakukan tugas pekerjaan, aktifitas baik yang bernilai tinggi dalam mencapai tujuan-tujuan yang berkelanjutan dan kemajuan.

Membangun Pola Pikir Positif yang Bertumbuh, Terbuka untuk Mencapai Tujuan-Tujuan Jelas yang Bernilai sebagai berikut:

(1). Bentuk berpikir kreatif, inovatif, dan berusaha keras, cerdas dalam mencapai hasil yang terbaik dari keadaan sebelumnya.

(2). Kehidupan berdampak positif dengan cara memperbaharui pikiran positif.

(3). Memupuk pikiran menanjak lebih tinggi dengan belajar. Contoh, membaca buku.

(4). Keyakinan pikiran positif mendorong kemauan melakukan tindakan meraih tujuan jelas yang bernilai pertumbuhan.

(5). Membangun motivasi dengan kuat, yakin, optimis, antusias berhasil.

(6). Menanam kepada pikiran, keadaan menjadi lebih baik apabila merespon dengan persepsi positif dari informasi pesan positif, dan tidak terpengaruh oleh hal negatif. "Pengendalian emosi, pikiran, sikap dan tindakan" untuk tetap positif. 

(7). Pola pikir belajar dari pengalaman diri, orang yang lain yang berhasil dan gagal dalam proses untuk membangun keputusan yang bijak. Belajar seumur hidup membentuk kualitas diri. 

(8). Penasaran hal - hal baru. Pola pikir terbuka. Proaktif, bereaksi, merespons perubahan, mengumpulkan informasi, menemukan ide, belajar menambah pengetahuan, wawasan, keterampilan, pengalaman, melakukan cara berbeda yang unggul dalam mengikuti dan membangun perubahan perkembangan jaman untuk meraih tujuan, target yang dikehendaki yang berdampak baik pada lingkungan sosial.

Pola pikir bertumbuh. Memahami bahwa pemasaran terjadi perubahan dari masa ke masa, sampai saat ini, dan kedepannya, yang dipengaruhi perubahan teknologi, ekonomi, perilaku pembelian (pasar), sosial budaya. Dalam proses mencapai tujuan membutuhkan tindakan SOLUSI inisiatif yang kreatif, inovatif dengan strategi pemasaran yang berfokus pada kepuasan pelanggan, dan mengelola sumber daya, produk, keberlangsungan usaha yang bermanfaat, bermakna. 

Untuk membangun keberlangsungan suatu usaha, kita perlu berpikir bertumbuh dan terbuka: 

"KIPERR Flexibility ": Kreatif, Inovatif, Proaktif, Era perubahan, Reaksi dan Responsif, Flexibility.

"Melakukan perubahan terus-menerus menuju tujuan jelas dan tepat, Proaktif, Responsif pada Reaksi Era perubahan, dengan solusi Inisiatif yang Kreatif, Inovatif, Flexibility untuk membangun pertumbuhan, kemajuan berkelanjutan yang berdampak pada nilai dan makna kehidupan".  -Rissan Panjaitan.

Pola Pikir Bertumbuh yang Kreatif.

Cara membangun pertumbuhan dan kemajuan: Mempelajari dan mengamati internal, bagaimana cara menggunakan kekuatan dan mengatasi kelemahan dengan solusi untuk mendapatkan peluang baru? External, apa tantangan yang menjadi peluang baru? Kemudian menemukan dan menetapkan ide kreatif, inovatif dalam menyelesaikan hambatan, tantangan menjadi peluang baru untuk pertumbuhan, kemajuan, kemudian belajar dan berlatih, melakukan tindakan yang membangun pengetahuan, keterampilan, pengalaman, pembelajaran dalam mencapai tujuan.

Memahami materi strategi dengan benar, yakin pada proses, tujuan, dan melakukan tindakan dengan strategi, disiplin, fokus, konsisten, komitmen dalam mencapai tujuan jelas yang bernilai.

"Tanpa implementasi menjadi bayang-bayang yang tidak pernah terwujud"

Pola pikir bertumbuh terinspirasi oleh tujuan jelas bernilai tinggi, kesuksesan orang lain, dan berpikir maju, menerima tantangan baru, melakukan tugas pekerjaan supaya menjadi mampu dan mahir, siap menghadapi rintangan dengan kegigihan, tidak mudah menyerah ketika ada kesulitan, meyakini ada kesempatan baru dari setiap terjadi perubahan. Selalu belajar dan menyadari diri masih banyak yang belum diketahui, terbuka dan melakukan dalam tindakan. Pola pikir bertumbuh berbeda dengan fixed mindset. Mari kita beralih dari fixed mindset menjadi growth mindset.

Berpikir mampu dengan cara belajar dan berlatih, berlatih, berlatih dalam tindakan. Bagaimana cara saya, bisa dan mampu melakukan yang lebih baik lagi? Bagaimana cara saya, mampu lebih baik hari ini? Bagaimana cara saya supaya mampu meningkatkan penjualan dengan lebih baik di bulan ini? Saya bisa, mampu melakukan tugas pekerjaan hari ini dengan sangat baik. Saya ijinkan pikiran saya berpikir bisa, mampu, sanggup, yakin, antusias, percaya diri. Keyakinan membangun kekuatan pikiran positif, mampu, konstruktif. Kita yakin mampu. Semua menjadi mungkin dengan berpikir ada jalan keluar, solusi.

Berpikir kreatif adalah menemukan cara, solusi terbaru yang berbeda, lebih baik, lebih praktis mengerjakan tugas pekerjaan, aktivitas lainnya. Contoh, berpikir kreatif memberdayakan tim, berpikir kreatif melipatgandakan jumlah penjualan bulan ini, berpikir kreatif mengelola omset, berpikir kreatif mengelola aset, berpikir kreatif membangun pertumbuhan. Berpikir kreatif supaya sesama tim bersinergi.

Berpikir kreatif menciptakan metode baru yang mudah, tepat, efisien.

Pola Pikir Kreatif dan Inovasi.

Pola pikir kreatif dan inovasi adalah dua elemen yang berbeda, saling terintegrasi. Kreativitas berhubungan dengan ide baru yang tepat sebagai solusi menyelesaikan tantangan, masalah. Solusi kreatif inovatif adalah mampu menjawab dan mengatasi masalah, kebutuhan konsumen.

"Inovasi adalah pelaksanaan dari ide kreatif". 

Pola Pikir Disruptif.

Pola pikir disruptif adalah berpikir kreatif dengan inovatif, menemukan jalan yang lebih praktis, mudah, cepat, tepat, lebih efisien, dan melakukan cara yang berbeda dari sebelumnya. Menyadari bahwa meraih tujuan yang besar dan terus maju tidak menggunakan cara lama, tetapi menggunakan strategi terbaru (inovatif dan disruptif). Strategi baru dari inovasi produk, metode strategi penerapan, sistem, waktu kerja yang fleksibel, tidak kaku pada jam kerja. Berpikir disruptif tidak takut pada perubahan dan kemajuan teknologi. 

Mari kita ingat, apa nama produk yang sangat terkenal dan kita gunakan pada era sebelumnya? Apa nama produk yang kita gunakan saat ini? Kita tidak menggunakan yang produk lama, karena tidak sesuai dengan kebutuhan, perubahan dan perkembangan saat ini.

 "Jaman berubah pasar berubah, produk terus berinovasi, strategi pemasaran berubah, permintaan konsumen berubah, perilaku pembelian konsumen berubah".

Perubahan, pertumbuhan terus bergerak cepat. Yang nyaman metode lama bisa ketinggalan. Seperti, kereta api terus bergerak maju menuju tujuannya, yang tidak mau masuk dalam perubahan menjadi tertinggal.

"Mari kita berpikir bertumbuh, kreatif dan distruptif untuk bergerak maju menuju kemajuan dan pertumbuhan"

Proses kemajuan dan pertumbuhan:  Melakukan yang sebelumnya menjadi lebih baik, kemudian membangun dan menerapkan strategi baru (inovasi), kemudian membuat dan menerapkan strategi baru yang berbeda (disruptif) dari sebelumnya dan yang lama tertinggal, tidak terpakai.

Berpikir Maju, Berpandangan Maju (progresif).

Pemasaran progresif dalam Pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya menerapkan strategi digital marketing, tidak terpaku hanya pada strategi konvensional (tradisional). Pemasaran progresif menerapkan strategi yang tidak kaku, tetapi strategi fleksibel, dinamis, kemampuan beradaptasi pada perubahan dengan keunggulan berbeda, tepat dan berkelanjutan. Misalnya, menerapkan pemasaran pendekatan dengan digital marketing, sistem bisnis pemasaran yang mendorong konsumen bersinergi dengan perusahaan dalam inovasi produk, dan pemasaran.

Strategi pemasaran progresif berfokus pada solusi, dan menerapkan berdasarkan pengalaman pemasaran dan konsumen.

Brand, fitur-fitur, khasiat produk, manfaat fungsional, emosional, psikologi yang terpenuhi dari penggunaan produk yang membentuk pengalaman konsumen. Pengalaman konsumen yang memuaskan, menyenangkan yang memengaruhi keterlibatan, loyalitas dan kemajuan pemasaran. Pengalaman konsumen merupakan hal penting sebagai evaluasi, menentukan solusi penyesuaian strategi pemasaran. Misalnya, perilaku pembelian, kebutuhan konsumen yang dinginkan, proaktif pada saran dan masukkan dari konsumen dengan solusi kreatif inovatif.

Kemampuan pemasar yang mendorong target pasar, konsumen untuk terlibat aktif dengan kuat adalah salah satu kunci kemajuan pemasaran.

(8). Sikap Diri. (Self-Attitude)

Membangun sikap diri secara positif merupakan nilai tambah, keunggulan dan kekuatan. Kita perlu membangun sikap diri secara positif dan bertujuan baik.

"Sikap positif merupakan tambang berlian"

Sikap positif merupakan tambang berlian, peta arah tujuan, aset sikap diri yang bernilai untuk membangun nilai tambah keunggulan, kekuatan dalam proses mencapai tujuan jelas yang bernilai.

Sikap adalah perasaan diri yang tercermin dari perkataan, tindakan, perilaku, gerakan tubuh. Sikap diri ada yang langsung tercermin, dan tidak. Contoh yang langsung tercermin, yakin mampu mengerjakan tugas, percaya diri, optimis pada tujuan yang jelas. Membaca sikap seseorang, bagaimana berekspresi (wajah, tubuh, nada suara).

Sikap positif bertujuan membangun perubahan, pertumbuhan, kemajuan diri. Sikap diri perlu dikelola dengan memilih dan membangun sikap secara positif yang bertujuan baik. Sikap positif sebagai pendorong perilaku positif menuju tujuan positif untuk perubahan menuju pertumbuhan dan kemajuan.

Sikap diri dipengaruhi oleh kepribadian, lingkungan, konsep diri, citra diri (label yang di sematkan diri pada diri), hubungan dengan orang lain, kesempatan bertumbuh, pikiran dan pilihan diri.

Setiap orang bebas memilih sikap baik pada waktu, situasi dan kondisi apapun. Mari kita membangun sikap positif, yakin, peduli, bahwa diri penting dan juga orang lain.

Sikap diri merupakan pembeda dari orang lain. Setiap orang mempunyai keunikan yang berbeda, seperti garis tangan. Tiap orang mempunyai kekuatan, kelemahan, keunikan. Dengan hal ini, kita dapat menghargai dan menghormati tiap orang. Jika kita sinergikan keunikan, kekuatan, keunggulan dari masing-masing diri, akan mencapai prestasi yang unggul untuk keberhasilan bersama. Kekuatan sikap positif sebagai pembeda keunggulan diri dalam melakukan tindakan untuk mencapai tujuan yang jelas.

Pola pikir membentuk standar konsep diri.
Apa yang dipikirkan, dilakukan berulang membentuk sikap diri. Apa yang dipikirkan terhadap diri, orang lain, lingkungan, aktivitas dan sebagainya adalah sikap diri.

Sikap-Sikap Sebagai Nilai Tambah yang Perlu Kita kelola sebagai berikut:

• Mengelola Sikap Mental Positif yang betujuan untuk membangun perubahan, pertumbuhan dan kemajuan.

• Mengelola kesadaran diri, hasrat berprestasi. 

• Peduli, empati.

• Pendekatan emosional, sosial yang membangun hubungan relasi.

• Mengelola kemauan secara kuat.

• Meningkatkan sikap yakin, semangat, antusias, optimis, percaya diri, keberanian menentukan dan melakukan hal - hal baik yang bernilai positif. Mengelola sikap yakin secara baik menentukan keputusan secara tepat. Melakukan keputusan tepat dengan tepat, konsisten yang membentuk kebiasaan baik dengan hasil tujuan yang baik. 

• Mengelola sikap sabar untuk membentuk ketekunan diri. "Kesabaran dan Ketekunan adalah kekuatan dalam mencapai tujuan".

• Mengelola sikap melayani (passion service). Membantu diri dan orang lain bergerak maju meraih tujuan. Sikap melayani dengan tulus kepada tim pemasaran, mitra usaha, tim manajemen bisnis, konsumen, orang lain merupakan  hal penting yang berguna untuk kemajuan. Sikap melayani yang tulus, ramah kepada orang lain merupakan kekuatan dalam membangun relasi untuk pengembangan bisnis pemasaran yang bertumbuh.

• Mengelola sikap berpikir secara positif. Sikap positif membangun energi positif.

• Tidak menggunakan kelemahan sebagai alasan, mengapa belum berhasil. Mari kita mengurangi kelemahan diri.

• Mengelola sikap Keberanian. Berani bayar harga dari segi waktu, energi, perasaan, pikiran, sumber daya.

Sikap dan Perilaku Pembelian.

Sesuatu yang diyakini, dipercayai melalui pengalaman dan pembelajaran membentuk sikap, dan memengaruhi tindakan, perilaku. Sikap seseorang tidak mudah diubah, oleh karena sikap tidak mudah diubah, maka kita pemasar menyeleraskan, menyesuaikan produk sesuai dengan sikap pembeli. Sebagai contoh, pengalaman saya, laporan dari banyak konsumen, konsumen yang kebiasaan mengkonsumsi jamu Naga Mas rasa pahit, menolak jamu rasa manis. Konsumen yang kebiasaan menggunakan Jamu Sari Dewa, menolak Jamu Naga Mas, dan sebaliknya. Kecuali sifatnya karena keadaan terpaksa, berpikir dari pada tidak ada untuk digunakan.

Sikap individu dan organiasiasi sangat menentukan suatu keberhasilan dalam pemasaran. Sikap individu pemasar sangat menentukan keberhasilannya untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan. Sikap positif menjadi pembeda yang unggul.

(9). Perilaku (Behaviour).
Perilaku adalah sikap diri yang tercermin dalam tindakan. Pola pikir positif membangun sikap positif, sikap positif membangun perilaku positif. Perilaku baik dilakukan berulang-ulang membentuk kebiasaan baik, ketekunan, nilai karakter, integritas. 

Kemampuan dan keterampilan dipadukan dengan pola pikir bertumbuh, spritualitas, emosional, sikap mental positif, yakin, antusiasme, kedisiplinan, ketekunan, keteguhan, kegigihan, dan terus belajar, berlatih, mencoba melakukan penerapan dalam pelaksanaan adalah kekuatan dalam mencapai tujuan jelas". Kemahiran akibat dari keberanian menerapkan dalam pelaksanaan.

Kita divisi pemasaran Jamu Produksi CV. Rochman Jaya, mari membangun nilai-nilai karakter, integritas, seperti, kejujuran, kepedulian, empati, kedisiplinan, tanggung jawab, konsistensi, loyalitas, komitmen.

Komitmen mendorong seseorang melakukan tindakan kinerja dengan konsisten dalam mencapai tujuan yang ditentukan.

Perilaku Mendorong Kinerja.

Perilaku diri adalah tentang cara bertindak, melakukan tindakan pelaksanaan dan penerapan dalam mencapai target, tujuan yang diinginkan. Kinerja secara tepat, efisien, efektif adalah faktor dari perilaku dalam melakukan pelaksanaan dan penerapan strategi, sistem yang baik dan benar pada waktu yang tepat dengan tugas pekerjaan prioritas untuk mencapai tujuan. Mengelola perubahan perilaku yang mendorong kinerja, menyelaraskan perilaku dengan pekerjaan prioritas dan spesifik dengan waktu efektif dalam mencapai tujuan sukses. Mengelola perubahan perilaku untuk memperbaiki kinerja secara efektif, efisien dalam mencapai yang dinginkan sukses. Sukses merupakan kemampuan, keterampilan seseorang menyelesaikan suatu tugas pekerjaan dengan baik, tepat sasaran, efektif, efisien sesuai dengan rencana strategi dan tujuan. Dalam mengelola perubahan perilaku yang mendorong kinerja membutuhkan perubahan tekad, hasrat positif untuk mencapai tujuan sukses positif. 

Apresiasi memengaruhi perilaku yang mendorong kinerja. Waspada dan perlu mengontrol diri dari pengaruh negatif yang memengaruhi perilaku dalam kinerja, sebab berdampak membuang waktu efektif, energi, dan hasil yang kurang produktif. Contoh pengaruh negatif, kecemasan, ketakutan, frustrasi, rendah diri, ketidakyakinan, ketidakjelasan. 

Antusiasme positif bisa menularkan antusiasme positif kepada orang lain, antusiasme negatif pun bisa menularkan antusiasme negatif. Mari kita mengelola antusiasme dengan baik dan positif. Antusiasme, motivasi positif, perubahan perilaku mendorong kinerja produktif, efektif, efisien, tepat sasaran.

Pengembang pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya perlu mengelola dan menerapkan perilaku kepemimpinan. Kemampuan perencanaan tujuan, strategi, sistem kerja, pelaksanaan tindakan (action), kemampuan kepemimpinan.

Kemampuan kepemimpinan yang berfokus pada orang sebagai berikut: Membangun tim pemasaran, mendelegasikan pekerjaan, pelatihan, counselling, mentoring. Berfokus pada pelaksanaan seperti memotivasi, menginspirasi, antusiasme, menentukan target jelas dan strategi yang tepat, pengendalian untuk mencapai target dengan efektif tepat waktu. Berfokus pada sistem, bersifat berjenjang seperti sistem kerja yang terperinci dan dikomunikasikan, jenjang karir, rencana jangka panjang, terintegrasi tujuan, strategi, sistem, pelaksanaan, pemasukan, pengeluaran, hasil.


7 PILAR UTAMA Pengembangan Pemasaran Jamu Produksi CV. Rochman Jaya.

Penjelasan ke III.

KNOWLEDGE and COMPETENCY.

A. Pengetahuan.

Pengetahuan merupakan dasar untuk memupuk pikiran, membangun kekuatan dalam proses meraih tujuan masa depan yang penuh harapan, yakin, optimis, tujuan hidup berkualitas yang bernilai dan bermanfaat. Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui oleh seseorang dari proses belajar, pengalaman. Pengetahuan berguna sebagai kekuatan dalam pelaksanaan dan penerapan dalam proses mencapai tujuan. Tingkat pengetahuan seseorang bisa berpengaruh pada kinerja dan posisi, walaupun hal ini dipengaruhi juga oleh pengalaman, sikap, kesempatan.

Keterampilan merupakan kemampuan seseorang melakukan dan menyelesaikan suatu tugas pekerjaan. Seperti, kemampuan merekrut tim pemasaran yang efektif dalam pengembangan usaha, mendatangkan pelanggan potensial, membangun pengalaman positif dari pelanggan, kemampuan mentoring tim, development tim.

Tujuan meningkatkan pengetahuan diri supaya berpikir tersistem, teratur, terperinci, kritis, rasional, realistis, supaya mampu mengelola rambu-rambu perencanaan tujuan, membangun strategi yang tepat, melakukan pelaksanaan dan penerapan strategi dengan efektivitas, efisiensi, kinerja produktif, evaluasi, pengendalian, inovasi untuk mencapai tujuan dan kemajuan yang berkelanjutan.

Mengelola kemampuan, keterampilan diri dalam menyelesaikan suatu tugas pekerjaan dengan kinerja tepat sasaran, menggunakan waktu dengan efektif, tenaga dan sumber daya dengan efisien, kinerja produktif, dapat diandalkan, dan mendahulukan tugas pekerjaan prioritas yang berpengaruh besar pada pencapaian tujuan target yang produktif.

Mari kita mendorong kecerdasan diri, berpikir ide, gagasan, inisiatif, kreatif, bertindak inovatif. Berpikir berguna mengasa otak untuk berproduksi ide, gagasan kreatif inovatif yang diterapkan dalam tindakan untuk meraih tujuan jelas.

Kita pemasar Jamu Produksi CV. Rochman Jaya, perlu belajar konsisten dari berbagai sumber yang baik dan positif sesuai tujuan seperti:

1. Membangun pola pikir bertumbuh, inisiatif, kreatif, inovatif, ide dan gagasan sendiri yang dipengaruhi oleh pengalaman dan pembelajaran.

Mari kita membangun tujuan, target besar yang tergambar jelas dalam pikiran, tertulis dan realistis untuk mendorong kita berpikir inisiatif, kreatif, inovatif, menemukan ide, gagasan, perencanaan, strategi, konsep, sistem, teknik melakukan dalam tindakan.

2. Pendidikan Formal.

3. Membaca buku.

4. Membaca informasi di pencarian Google, Facebook, bertanya pada AI Google, AI meta, ChatGPT dan sejenisnya yang bersifat digital. Hal ini termasuk penggunaan teknologi untuk mengetahui, belajar meningkatkan pengetahuan, pemahaman yang berguna mempermudah kita dalam proses pelaksanaan strategi dalam meraih tujuan yang dikehendaki.

5. Melihat, mendengar, menonton, seperti di YouTube dan lain - lain. Pilih yang relevan.

6. Mengikuti pelatihan, seminar sesuai tujuan.

7. Belajar dari mentor, konsultan.

8. Melakukan konseling kepada atasan.

9. Belajar dari pengalaman teman bekerja. Contoh, Anda sedang membaca di sini, berawal dari pencarian atau datang ke hadapan anda. 

10. Belajar dari kejadian alam, lingkungan sosial.

"Pupuklah pikiran yang agung dengan belajar secara berkelanjutan dan menerapkan dalam tindakan untuk meraih tujuan pertumbuhan, kemajuan yang berkesinambungan"

"Pikiran itu agung untuk merancang, menemukan ide kreatif, inovatif dan proaktif yang inisiatif dalam proses melakukan tindakan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki"

-Rissan Panjaitan.

Mengelola Hard Skill dan Soft Skill

Hard skill merupakan kemampuan, keterampilan, persiapan seseorang yang berguna untuk meraih dan memanfaatkan kesempatan.

Soft skill merupakan karakteristik, sikap mental, motivasi, keyakinan, antusiasme, mindset, emosional interpersonal, emosional intrapersonal. 

Pengetahaun Teknis dan Non Teknis.

Pengetahuan teknis adalah yang dipahami seseorang yang langsung berhubungan dengan suatu pekerjaan. 

Pengetahuan non teknis adalah yang dipahami seseorang yang tidak langsung berhungan dengan suatu pekerjaan.

Dalam hal ini, kita penting meningkatkan pengetahuan. Berapa jumlah buku yang kita baca, dalam satu tahun? Apa saja makna dari membaca, seperti anda membaca di sini?

Mengelola Passion yang Bersinergi untuk Mencapai Tujuan dari Pemasaran Jamu Produksi Cv. Rochman Jaya, sebagai berikut: 

a. Passion Knowledge.

b. Passion Business: 

Passion Business berhubungan dengan: Entrepreneurship, Leadership, Ownership, Professional, Integritas brand personal dan brand business.

c. Passion Emotional Intrapersonal dan Interpersonal. 

Mengelola hubungan kesadaran diri, mengelola hubungan dengan orang lain, komunitas, organisasi dan lingkungan sosial.

d. Passion Service. 

Pada pemasaran, kita perlu mengelola layanan keunggulan diri (sslf-excellence), tim pemasaran, bisinis yang peduli, empati, berintegritas, horizontal kepada jaringan mitra bisnis, calon konsumen, konsumen, komunitas, lingkungan dan sosial. Layanan secara prima, terpercaya merupakan pendorong bisnis pemasaran yang berdampak pada perkembangan pemasaran dan perusahaan. Layanan yang berintegritas adalah kekuatan dalam pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.  Mempromosikan manfaat produk dengan jujur dan relevan kepada konsumen merupakan bagian dari integritas.

B. Kompetensi.

Mengelola kompetensi diri supaya berkinerja unggul dalam pengembangan pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.

Suatu keberhasilan dalam pemasaran Jamu CV. Rachman Jaya, apabila kita mampu menyelesaikan suatu tugas pekerjaan yang bermanfaat dan mencapai tujuan. Dalam proses melakukan tindakan serangkaian pelaksanaan untuk mencapai tujuan pengembangan usaha pemasaran yang berhasil membutuhkan fundamental kompetensi relationship, leadership, enterpreneurship, Ownership, sikap mental berbisnis, emosional, knowledge, skill, layanan, integritas yang bernilai pada reputasi jangka panjang.

Kompetensi adalah kemampuan dan keahlian seseorang pada suatu bidang ilmu tertentu, menerapkan dengan pengetahuan, keterampilan untuk menyelesaikan suatu tugas pekerjaan, pengembangan usaha yang dilakukan. 

Kompetensi seseorang merupakan karakteristik pada pengetahuan tertentu, sikap, leadership, keterampilan, pengalaman, pembelajaran khusus yang dipahami dan teruji. Membangun kompetensi diri membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding keterampilan.

Kompetensi diri merupakan keunggulan, keahlian khusus di atas rata-rata. Kompetensi berhubungan dengan perilaku seseorang melakukan tindakan dengan pengetahuan, keterampilannya dengan tindakan yang unggul, tepat sasaran dan mencapai hasil yang unggul. Seperti, berpikir kritis, berpikir analisis, berpikir kreatif, perencanaan tujuan dengan strategi yang tepat, pengorganisasian, mengelola resiko, relationship, leadership, manajerial, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, komunikasi, flexibility, pelaksanaan penerapan strategi dan pencapaian hasil tujuan.

Faktor-faktor yang memengaruhi kompetensi seseorang sebagai berikut:  Motivasi, keyakinan, pengetahuan intelektual, keterampilan, pengalaman, kepribadian, emosional, nilai, budaya, sistem kerja, development pada perusahaan.

PERFORMANCE MANAGEMENT.

Manajemen kinerja Pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya adalah proses serangkai perencanaan tujuan, sasaran dan nilai, penentuan strategi, pengorganisasian, sistem kerja dan hubungan, komunikasi, kepemimpinan, pelaksanaan, koordinasi dan pengawasan, dan mengelola sumber daya organisasi untuk mencapai keberhasilan. Tujuan manajemen adalah supaya kinerja yang efisien, efektif, produktif untuk mendapatkan produktivitas, profitabilitas yang maksimal, dan memuaskan konsumen, tim manajemen, mitra bisnis, bermanfaat baik kepada masyarakat, lingkungan.

Manajemen Kinerja Holistik. Perencanaan dan penentuan tujuan, strategi, sistem, konsep yang saling terintegrasi, pengendalian,  pengukuran, penilaian, evaluasi, perbaikan, membangun nilai dan budaya kerja, motivasi, pengembangan, pelayanan, komunikasi, integritas dan brand yang kuat, kolaborasi dan bersinergi, sikap positif dan perilaku, empati, kepedulian, tanggung jawab, bermanfaat kepada organisasi dan masyarakat. 

Manajemen sistem kinerja bersifat berkelanjutan, dapat diperbaiki, diperbarui sesuai perkembangan. 

Kinerja adalah proses kerja, implementasi rencana strategi yang telah ditentukan, dan hasil prestasi kerja. Dalam kinerja, tiap orang mengetahui apa yang dilakukan dan cara melakukan dengan efektif, efisiens untuk mencapai tujuan hasil berprestasi.

Implementasi kinerja yang tepat dilakukan oleh sumber daya manusia yang memiliki sikap, integritas yang baik, motivasi, kemampuan, keterampilan, kompetensi, pengalaman sesuai dengan bidangnya. Penempatan orang sesuai tugas pekerjaan dengan bidangnya sangat dibutuhkan.

Manajemen kinerja dimulai perencanaan tujuan yang hendak dicapai, penentuan strategi yang selaras dengan tujuan. 

Manajemen pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya adalah menganilis, mengelola segmentasi pasar, target pasar, positioning, bauran pemasaran, penjualan, manajemen konsumen dan tim pemasaran, manajemen produk, layanan konsumen, membangun integritas merek, diferensiasi yang unggul, unik.

Kinerja pemasaran yang baik adalah mengintegrasikan, menyelaraskan elemen-elemen strategi, sistem, konsep pemasaran yang tepat dengan fungsional, tujuan, target, dan penerapan strategi yang tepat dengan tepat (efektivitas), efisiensi yang memengaruhi produktivitas, profitabilitas. Dalam proses pelaksanaan kinerja pemasaran, kita melakukan secara disiplin melakukan evaluasi, monitoring, pengukuran, penilaian, peninjauan ulang terhadap sistem, strategi dan pelaksana secara periodik untuk mengetahui tingkat pencapaian kemajuan pelaksanan dan apa tantangan-tantangan penting untuk diselesaikan.

Pengukuran kinerja dilakukan untuk mengetahui tingkat pelaksanaan dan penerapan strategi, orang yang melakukan, hasil pencapaian sementara. Kita perlu memotivasi, mendorong menginspirasi, meningkatkan kemampuan, keterampilan diri supaya mencapai target, tujuan yang ditentukan. 

Tujuan evaluasi kinerja adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian penerapan strategi, target hasil kerja, pencapaian perorangan, melakukan perbaikan kinerja untuk meningkatkan kinerja pemasaran. Proses kinerja yang tepat dan berprestasi membutuhkan kemampuan pengelolaan kinerja dengan keselarasan manajemen kinerja, sumber daya dan tujuan.

Kita tim pemasar Jamu Cv. Rochman Jaya, mari terus membangun pengetahuan, kemampuan, keterampilan, sikap mental positif, melakukan pelaksanaan tugas sesuai pekerjaan dengan kinerja terbaik untuk mencapai tujuan. Cara mencapai kinerja terbaik, setidaknya kita memahami tanggung jawab, tugas, fungsi sesuai posisi. Mengetahui dan memahami prosedur kerja standart (SOP), berkinerja baik dalam mencapai standar kerja yang baik dan benar, dan terukur sesuai KPI, penilaian kinerja, kompetensi, cara melakukan menyelesaikan tugas pekerjaan, hasil tujuan dan target.

Kita penting mengapresiasi seseorang, tim pemasaran yang berkinerja unggul berdasarkan penilaian yang akurat. Tim yang berkinerja unggul, berkualitas, mencapai hasil yang memuaskan, berpengaruh pada kinerja dan kemajuan perusahaan. Selain mengapresiasi tim pemasaran, kita juga mengapresiasi orang lain yang bekerja pada bidang lainnya.

Faktor - faktor dalam Tim manajemen kinerja Pemasaran yang unggul dan efektif sebagai berikut:

1. Perencanaan tujuan, sasaran jelas dan nilai.

2. Penentuan strategi, pengorganisasian, sistem kerja.

3. Proses kinerja dan faktor yang memengaruhi kinerja.

4. Manajemen kinerja berorientasi pada pengelolaan proses pelaksanaan kerja. Keberhasilan dan kesuksesan kinerja pemasaran ditentukan oleh kualitas SDM, Produk, layanan. 

5. Motivasi kinerja dan budaya kinerja yang beradaptasi.

6. Daya tahan energi fisik yang prima, mengelola emosi, pikiran bertumbuh, sikap dan perilaku kinerja. Daya tahan saing pemasaran membangun keunggulan, unik.

7. Pengendalian, pemantauan, pengukuran, Penilaian kinerja, peninjauan ulang, evaluasi, perbaikan dan komitmen meningkatkan kinerja pemasaran dan organisasi. Perbaikan kinerja yang konsisten untuk peningkatan kualitas kinerja untuk kemajuan.


"INTISARI MANAJEMEN STRATEGI PEMASARAN JAMU CV. ROCHMAN JAYA"

BUSINESS FOUNDATION PEMASARAN JAMU CV. ROCHMAN JAYA.

MOTIVASI SUKSES DAN STRATEGI MEMPERBIDANG, MEMPERKUAT TUJUAN SUKSES.

7 ELEMEN INTI UNTUK MEMPERBIDANG, MEMPERKUAT SUKSES Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.
 
• Elemen Pertama:
1. Pola pikir kesadaran akan Kebutuhan.

Kesadaran diri tentang kebutuhan yang akan diwujudkan.

a. Kebutuhan sandang, pangan.

b. Kebutuhan pendidikan meningkatkan pengetahuan, keterampilan.

c. Kebutuhan kepemilikan.

d. Kebutuhan sosial.

e. Kebutuhan pengakuan, prestasi yang bernilai pada masyarakat dan lingkungan.

f. Kebutuhan pengembangan usaha yang berguna pada masyarakat.

g. Aktualisasi diri.

Elemen ke Dua.

Kesadaran kebutuhan pendapatan, uang.

Setiap orang memerlukan pendapatan, uang untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan investasi pengembangan bisnis sukses berkelanjutan.

• Elemen Ke Tiga:
Full Efficient POWER ENERGY with SKILL TEAM.

• Elemen ke Empat:
Full Effective POWER TIME and PRIORITY

• Elemen ke Lima:
Fundamental To Result.
Strategi: Jumlah Pelanggan dan Tim Pemasaran, Penjualan dan Omset,  Input - output = Result Pendapatan, Profit.

• Elemen ke Enam:
"D.U.I.T" (Doa, Usaha, Ingat diri, Teratur/Kontinyu melakukan).

Doa: Apa pun yang kita kerjakan tanpa Tuhan Yang Maha Esa yang merestui, kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Maka mintalah melalui doa (sesuai keyakinan) dan berbuatlah yang baik.

Usaha: Jika telah berdoa, kerjakan pekerjaan/lakukan usaha dengan bersungguh-sungguh, kerja keras, kerja cerdas.  Doa dan bekerja, usaha merupakan satu kesatuan dan harus dipadukan.

Ingat diri: Kita tetap rendah hati, baik dalam proses pencapaian, dan setelah mencapai, mendapatkan yang dibutuhkan, diinginkan. Kita mengelola diri tetap rendah hati, membantu keluarga, orang tua, saudara, sosial, dan orang lain yang kurang mampu sesuai kemampuan, dan memberi dengan tulus, ikhlas.

Teratur: Pencapaian suatu keberhasilan dalam usaha pemasaran, bidang lainnya membutuhkan keteraturan, kedisiplinan,  kesabaran, ketekunan, ketangguhan, kegigihan konsisten dan komitmen. Keteraturan berhubungan dengan sistem pelaksanaan dalam mencapai tujuan.

Elemen ke Tujuh: 
Implementasi dan pengendalian.


BUSINESS FOUNDATION: 
7 PILAR STRATEGI KHUSUS untuk Membangun Tujuan Pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewan dan Jamu Lainnya Produksi CV. Rochman Jaya.

1The Power Of Planning Goal Business and Targets for success.

2. Concept Speed: "GAS-SPEC-AR" Program Goal dan Controlling.

3. Business System dan Power Team

4. Marketing Strategy.

5. Sales Stratrgy.

6. Financial Strategy.

7. Implementation, Controlling, Monitoring (Tindakan Pelaksanaan, Penerapan, dan Sistem Pengendalian).

Penjelasan PERTAMA.

THE POWER OF PLANNING GOAL BUSINNES and TARGET. (Goal Setting For Success).

(A). TUJUAN BISNIS:
1. VISI dan MISI Perusahaan dan Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.
2. Membangun Tujuan dan Target.
3. Membangun Nilai integritas dan Budaya Kerja.

1. VISI dan MISI Perusahaan Jamu Produksi CV. Rochman Jaya.

Profil, Visi dan Misi Perusahaan CV. Rochman Jaya.

Profil: 
Perusahaan Jamu CV. Rochman Jaya bergerak dibidang Produksi, Pemasaran, pendistribusian produknya. Perusahaan telah berdiri sejak tahun 2012. Badan Usaha Pertama adalah UD. Dua Singa, kemudian, sejak tahun 2018 berganti Badan Usaha menjadi CV. Rochman Jaya, dan berlaku sampai saat ini.

Perusahaan Jamu CV. Rochman Jaya berkedudukan di:
Dsn Kebalen.
Kelurahan: Lemahbangdewo,
Kecamatan: Rogojampi,
Kabupaten: Banyuwangi
Propinsi: Jawa Timur - Indonesia.
Telepon khusus Pemasaran:
081290150008, 082299833605.

VISI Perusahaan dan Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya
a. Memproduksi Jamu Tradisional terdepan dan inovatif. 
b. Membantu meningkatkan kesehatan masyarakat pengguna produk.
c. Mengelola strategi pemasaran untuk keunggulan, kekuatan dalam mencapai tujuan keberhasilan pemasaran dan perusahaan.

MISI Perusahaan dan Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya: 
a. Memproduksi jamu berkualitas, dan bermanfaat.
b. Mengelola strategi pemasaran yang kreatif, adaptif, menggunakan daya ungkit, dan membangun layanan terpercaya. 
c. Mengelola strategi pemasaran yang berfokus pada kepuasan konsumen. 
d. Mengelola sumber daya, potensi, sikap mental, pengetahuan, kemampuan, keterampilan pemasar dan manajemen dengan melakukan pelatihan yang konsistensi. 
e. Membangun nilai-nilai Integritas, karakter positif perusahaan dan pemasaran.
f. Memotivasi pemasar mengembangkan pemasaran ke berbagai wilayah di Indonesia.
g. Mengelola strategi pemasaran yang bermanfaat positif pada konsumen, mitra usaha, dan sosial, lingkungan. 

(2). Mengelola Tujuan Bisnis, Target Pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya.

1. Perencanaan Tujuan Bisnis Jamu Cv. Rochman Jaya sebagai berikut: Membuka, mengembangkan perwakilan pemasaran/ cabang/distributor di 38 Provinsi, sub-sub cabang pemasaran di 500 kota Kabupaten di Indonesia.

2. Membangun Power Team Pemasaran yang Qualified dengan meningkatkan sumber daya manusia, pengetahuan, mengelola sikap mental positif, kepemimpinan, enterpreneurship, ownership, nilai-nilai integritas, karakter, membangun hubungan yang sinergi, harmonis antara (internal) perusahaan, pemasar, penjual, dan bekerja sama dengan pihak external.

3. Pemasaran mengedapankan layanan terpercaya, dan membangun strategi pemasaran untuk kepuasan konsumen.

4. Membangun layanan fisik pada setiap perwakilan pemasaran. Membangun layanan pemasaran di Media Sosial, membuat website untuk memberi akses kemudahan informasi, kenyamanan pada konsumen, tim pemasaran.

5. Membangun pelatihan berjenjang kepada tim pemasaran dan manajemen lainnya untuk membangun Power Team Qualified.

6. Membangun brand positif dengan konsisten untuk membangun trust dari konsumen.

7. Membangun usaha pemasaran untuk membantu meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungan.

(3). Membangun Nilai-Nilai Integritas, dan Budaya kerja.

Membangun Nilai- nilai Integritas sebagai berikut:
1. Nilai-nilai Integritas Pemasar: Kepedulian, Kejujuran, Tanggung Jawab, Kedisiplinan, Kemandirian, Loyalitas, Rendah hati, Semangat, Antusias, Optimis. 

2. Membangun layanan yang terpercaya, menyenangkan, memuaskan pada konsumen, mitra usaha, perusahaan.

4. Budaya kerja Tim Pemasaran.
"Melakukan dengan sepenuh hati". Bisnis adalah ibadah.

Menerapkan Perilaku Tim Pemasaran kepada konsumen, sesama tim dan  masyarakat: Senyum, Sapa, Salam, Santun, Ramah, Senang, Antusiasme (Menggerakkan energi positif).

Filosofi: Peduli Sehat dan Sejahtera.

(B). Perencanaan Jumlah Target Penjualan, Omset, Pendapatan sesuai target impian.

STRATEGI KHUSUS.

FUNDAMENTAL TO BUILD SUCCESS RESULT.

I. IDEA and PLAN.

(a). BUSINESS PLAN.

Bagaimana ide kreatif mengembangkan pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa Produksi CV. Rochman Jaya?

Bagaimana membangun strategi, system, jaringan organisasi tim bisnis, manajemen konsumen supaya loyal, mereferensikan produk, dalam mencapai tujuan, target pemasaran dan penjualan? 

Mari kita berpikir besar, yakin pada diri, yakin bisa, yakin pada tujuan bisa mencapai. Dengan yakin yang kuat dan melakukan dengan kemampuan, keterampilan memengaruhi tindakan dan besarnya pencapaian.

(b). MARKETING PLAN.

1. Apa rencana tujuan dari target fisik dan lainnya yang  dibutuhkan dari hasil usaha Jamu Produksi CV. Rochman Jaya? Tuliskan nama "10 target fisik" dan mengurutkan dari yang paling mendesak dan prioritas. Apa nilai dan pengaruh bisnis kepada masyarakat?

2  Bagaimana strategi, sistem, konsep, teknik, taktik untuk mencapai tujuan, target?

3. Bagaimana susunan sistem organisasi tim bisnis pemasaran anda, dan rencana sistem pendapatan untuk setiap bagian? Bagaimana sistem kerja, sistem pengendalian dan pengawasan?

 Contoh: Jika kita menerapkan model strategi pemasaran direct selling, door to door, berapa rencana besaran gaji, komisi, pendapatan untuk salesman, marketer, Supervisor, Manager, kepala cabang? 

4. Bagaimana rencana bagan nama daerah pemasaran yang dibangun? Bagaimana potensi target pasar di wilayah yang direncanakan? Bagaiman cara untuk menjangkau konsumen di daerah pemasaran yang tentukan?

5. Bagaimana strategi pengelompokkan dan penetapan target konsumen potensial, strategi penempatan pesan melalui sarana komunikasi pemasaran ke sasaran pasar yang ditentukan?

6. Bagaimana strategi merekrut orang sesuai kategori untuk menjadi distributor pemasaran, marketer, salesman dan lain lain di suatu wilayah, sesuai wilayah, dan model strategi, sistem pemasaran yang akan diimplementasikan?

7. Apa model strategi, sistem pemasaran yang dipahami saat ini? Apa model strategi, sistem pemasaran yang akan diimplementasikan di wilayah pemasarannya?

8. Bagaimana cara melakukan teknik promosi, branding, penawaran, selling untuk dapat mencapai sasaran tepat 

9. Apakah mengimplementasikan model strategi Digital Marketing, Media Sosial selain offline?.

(C). Perencanaan Targer Penjualan, Omset, Pendapatan, profitabilitas.

1. Berapa jumlah target penjualan, omset, pendapatan, profit yang diinginkan jangka pendek dan menengah?

2. Bagaimana sistem pemasaran, pengembangan sumber daya, operasional dan manajemen keuangan?

-----------------------------------------------------------

7 PILAR STRATEGI KHUSUS Pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa 

Penjelasan kedua:

"GAS-SPEC-AR" CONCEPT PROGRAM GOALS.

Konsep Metode "GASSPECAR" Program Goal adalah proses perencanaan tujuan, target, menentukan strategi percepatan mencapai tujuan, membangun tim pemasaran, mengelola positif mental attitude, antusiame, pelaksanaan, pengendalian, monitoring, perbaikan, penyelesaian.

Strategi percepatan pencapaian target dengan mengelola kemampuan, keterampilan, sikap mental positif, sumber daya, daya ungkit, alat bantu dengan tujuan efektivitas, efisiensi, produktivitas.

Perencanaan Strategi untuk Mencapai Tujuan, Target.

Mengelola dan melakukan tugas pekerjaan dengan berjadwal waktu, tindakan yang cepat dengan tepat, disiplin waktu, fokus yang prioritas, energi dan sumber daya dengan efektif, efisien, menggunakan daya ungkit, pengetahuan, keahlian, pengalaman.

Konsep Memprogram Target dan Straegi Percepatan untuk mencapai di atas Target dengan METODE: "GAS-SPEC-AR" Concept dan "SMARTER" Goals.

Sasaran dari "GAS-SPEC-AR" Program Goals sebagai berikut:

1. Merancang dan menentukan target penjualan, strategi mencapai, jadwal waktu pelaksanaan dan selesai, dan waktu pencapaian result. Kita perlu mengetahui jumlah tim, kapasitas kemampuan kinerja, dan memperhatikan pencapaian sebelumnya. Strategi percepatan bukan berarti pelaksanaan yang terburu-buru, tetapi perencanaan yang terukur, teratur, realistis, terarah dan kemudian melakukan pelaksanaan. 

Syarat utama membuat tujuan, target: metode "SMARTER goals" supaya spesifik, yakin bisa mencapai, bisa melakukan, realistis, berjadwal waktu, tertulis dan selaras untuk mencapai tujuan dan target.

2. Menentukan strategi percepatan dalam mencapai target yang telah ditentukan.

3. Memacu diri belajar berkelanjutan untuk membangun pengetahuan, keterampilan, kompetensi dan kemampuan melakukan tugas pekerjaan dalam mencapai target yang ditentukan dan berprestasi.

4. Membantu diri memahami rambu - rambu arah perjalanan, teknik menggunakan taktik alat bantu, daya ungkit untuk mencapai tujuan dengan tepat waktu (efektivitas).

5. Membantu diri, tim pemasaran dan penjualan untuk menjadi mencapai target perhari, perminggu, perbulan, pertahun sesuai jangka waktu yang ditentukan.

6 Mengarahkan diri menjadi disiplin, fokus, konsentrasi melakukan tugas pekerjaan sesuai jadwal yang dipengaruhi oleh kejelasan strategi, sistem dan tujuan.

7. Memotivasi, menginspirasi diri dan tim penjualan untuk menjadi pemenang  penjualan yang berprestasi.

8. Mempermudah pengukuran kinerja, evaluasi, solusi, inovasi dan penyesuaian.

Catatan: 
a. Tujuan target, kinerja, antusiasme, efektivitas, efisiensi penjual sangat menentukan pencapaian target penjualan, pendapatan.

b. Strategi, keterampilan, pengalaman, kinerja dan tindakan pemasar menjadi penentu result akhir.

c. Menghindari keraguan, sikap pesimis. 

d. Membangun persepsi positif, yakin pada diri, yakin mampu melakukan, yakin pada tujuan, semangat, antusiasme, optimis mencapai target dan tujuan besar yang bernilai tinggi.

e. Buatlah target pertahun, perbulan, perminggu, dan perhari. Apa tujuan dari penghasilan anda dari setiap periode pencapaian target? Tuliskanlah!

e. Membuat Perincian Tindakan Jelas  untuk mencapai jumlah target penjualan. Target Periode satu tahun, dibagi ke dua belas bulan, dibagi ke perminggu, dibagi ke perhari. 

• Menentukan jadwal waktu pelaksanaan dengan pencapaian tujuan dan target penjualan.
• Menyusun daftar kerja setiap hari, menyesuaikan waktu pelaksanaan dengan jadwal tugas untuk mencapai target perhari. 
• Menentukan pekerjaan prioritas dan penting terlebih dahulu. 
• Membuat jadwal tugas pekerjaan dimulai dari yang penting, perioritas, dan selanjutnya. 
• Mengevaluasi pekerjaan setiap hari untuk menemukan solusi kreatif yang inovatif. 
• Menentukan waktu memulai dan menyelesaikan tugas pekerjaan.
• Komitmen pada tujuan, target, dan konsisten melakukan proses mencapai. • Membangun kreativitas dengan efektivitas, efisiensi yang menghasilkan produktivitas dan profitabilitas.

Dalam mencapai tujuan dan target yang besar yang realistis, membutuhkan keberanian diri membayar harga sumber daya yang ada, yaitu, Waktu, Pikiran, Perasaan, Tenaga, dan mengelola Sumber Daya.

f. KONSEP "GAS-SPEC-AR" program ini berhubungan dengan strategi percepatan mencapai tujuan, target penjualan, omset meningkatkan jumlah pelanggan untuk mewujudkan target fisik yang dibutuhkan.  Mengontrol tindakan pelaksanaan dan penerapan untuk menjadi mencapai target penjualan. Ketahuliah dari mana sumber penjualan dan bagaimana prosesnya?

g. Untuk mencapai di atas target besar yang realistis, dan lebih cepat dari yang kita harapkan. Kita penting membangun strategi sistematis setiap hari. Konsep "GAS-SPEC-AR" Program Goal untuk mencapai di atas target dengan batas waktu selesai. Melakukan strategi kreatif, inovatif yang unggul, berbeda, cepat, efektif, efisien dan tepat. Tentu bukan hasil instan yang kita harapkan. Bukan dengan yang terburu-buru dan lalai dalam tindakan.

h. Membangun sikap berpikir luar biasa mencapai potensi hasil luar biasa yang bermanfaat baik.

i. Mengapa harus sukses besar? Berguna untuk kemajuan diri, keluarga, tim bisnis, organisasi, orang lain, dan berdampak baik pada lingkungan, sosial.

Kita yang bergerak di bidang pemasaran tidak lepas dari perencanaan tujuan, target, sistem, strategi, organizing, teknik melakukan strategi dengan pengetahuan, pengalaman, alat bantu, daya ungkit, dan memonitor, mengevaluasi hasil sementara, melakukan perbaikan dan penyesuaian dengan harapan supaya mencapai jumlah konsumen, penjualan, omset di atas target. Tujuan penjual dan pemasar supaya mencapai pemenang penjualan  yang berprestasi, bernilai, mengedepankan kepuasan konsumen yang positif.

17 Faktor Penting untuk Mencapai Tujuan, Target, impian dengan Konsep "GAS-SPEC-AR" dalam Pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya sebagai berikut: 
1. Mengelola motivasi, hasrat diri untuk berprestasi dan bermanfaat baik pada diri, tim pemasaran, perusahaan, masyarakat.
2. Menentukan tujuan dan target secara jelas, tertulis.
3. Menggambarkan tujuan secara jelas dan dapat dibayangkan.
4. Penegasan tujuan dan keberhasilan.
5. Perencanaan dan penentuan strategi dengan sistematis secara disiplin, ketat dalam pelaksanakan dengan tanpa keterpaksaan, tetapi dengan mencintai tugas pekerjaan yang dilakukan.
6. Keberanian diri untuk melakukan tindakan, menerima, mengelola resiko yang terukur. Berani menghadapi resiko.
7. Kemauan melakukan serangkaian pelaksanaan, berani mengorbankan waktu, energi, pikiran, perasaan untuk meraih keberhasilan yang berprestasi. Kemauan belajar yang kuat dan konsisten untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi, pengalaman, Pola pikir positif, kreatif, inisiatif.
8. Mengelola kemauan diri dengan mandiri untuk membangun bisnis yang mandiri. 
9. Mengelola Sikap Mental Positif, Integritas di setiap waktu dan melakukan pada kehidupan sehari-hari.
12. Membangun Relationship. Membangun pendekatan emosional, sosial, hubungan yang baik dengan masyarakat, konsumen, sesama rekan kerja, mitra usaha, manajemen perusahaan.
11. Apresiasi, Penghargaan yang tulus kepada tim pemasaran, mitra usaha, manajemen dan pihak lain yang berhubungan dengan usaha yang dilakukan.
12. Bekerja sama. Bersinergi sesama internal, berkolaborasi dengan pihak-pihak external.
13. Peneguhan tekad, ketetapan hati yang tidak terpatahkan.
14. Membangun Daya Tahan melakukan serangkaian pelaksanaan strategi dalam mencapai tujuan dan target.
15. Mempraktikkan pada kehidupan sehari-hari, melayani orang lain,  konsumen, tim mitra pemasaran, manajemen perusahaan.
16. Konsistensi, ketekunan dan komitmen.
17. Penuh syukur dan betindak bahagia. 

Tujuan Utama "GAS-SPEC-AR" CONCEPT GOAL sebagai berikut: 
1. Untuk Mencapai Target: 
• Per hari.
• Per minggu.
• Per bulan.
• Per tahun.

2. Memudahkan membuat perencanaan tujuan, target, strategi, sistem, teknik pelaksanaan dan persiapan.

3. Memudahkan melakukan pengendalian, evaluasi, perbaikan, penyesuaian.

4. Melakukan dan meneguhkan disiplin kinerja. 

Penjelasan.

"GAS-SPEC-AR" CONCEPT PROGRAM GOALS.

(G): GOAL and TARGET. 

Panduan Cara Membuat Dan mencapai Target.

1. Menentukan target impian, dream (cita-cita) dan waktu rencana mewujudkan. 

Menentukan Target Fisik.

Misalnya, kebutuhan primer diri dan keluarga, hendak mempunyai rumah, kendaraan, modal pengembangan usaha. Sesuaikan dengan yang prioritas yang diperlukan.

2. Menentukan nilai Rupiah yang akan diwujudkan setiap bulan.

3. Menentukan target jumah penjualan dan omset perbulan. 

Bertujuan untuk mencapai Impian.

a. Tentukan total jumlah penjualan.

b. Tentukan total omset penjualan.

c. Menyelaraskan jumlah penjualan dan omset dengan nilai hasil tujuan yang dikehendaki. 

4. Tentukan target perhari dan perminggu, berdasarkan target perbulan.

Perencanaan dan penentuan strategi untuk mencapai target:

a. Per hari.

b. Per minggu.

c. Per bulan.

5. Membuat perencanaan kerja dan persiapan.

6. Lakukan setiap hari, bekerja sesuai perencanaan.

7. Lakukan evaluasi setiap hari setelah selesai bekerja.

8. Melakukan pelaksanaan tugas pekerjaan sampai target tercapai.

9. Jadilah penjual terbaik yang berprestasi, pencapai cita-cita, impian. Rayakan hasil kerja keras dan kemenangan anda.

Membuat perencanaan tujuan, target adalah untuk memprogram pikiran menemukan ide kreatif merancang strategi mencapai.

Mari kita menentukan tujuan, jumlah target penjualan yang akan dicapai.

Penentuan Tujuan Memerlukan Karakteristik yang Efektif, dengan "SMARTER Goal"

(S) Spesifik Goal and Clear. 

• Tujuan khusus, jelas, dan bernilai penting.

• Tujuan besar dikelompokkan menjadi bagian tujuan-tujuan kecil dalam pelaksanaan.

(M) Measurable

• Dapat diukur secara jelas.

• Tujuan terukur dengan strategi, kinerja yang tepat secara kualitatif dan kuantitatif.

(A) Achievable and attainable

• Tujuan dapat dicapai.

• Tujuan menantang.

(R) Result Realistic, oriented.

• Fokus pada target hasil yang hendak dicapai. 

• Oriented, berdasarkan hasil sebelumnya. Misalnya, menaikkan jumlah target 25 % dari hasil sebelumnya. 

• Target masuk akal. Menyesuaikan target dengan strategi, kapasitas tim, sumber daya, waktu dan kinerja.

(T) Time Management: 

• Jadwal memulai melakukan tugas pekerjaan, waktu selesai, dan pencapaian. 

• Mengelompokkan, mengatur, mengurutkan tugas pekerjaan secara rinci dengan waktu melakukan, berdasarkan tugas pekerjaan prioritas dan mendesak, dan selanjutnya.

• Mempunyai batas waktu mencapai target, tujuan, dan dapat di monitor, diukur.

(E) Express Goal: 

• Mengungkapkan visi, misi, tujuan, target, nilai.

(R) Recorded Plan. 

Perencanaan tertulis, divisualisasikan. 

• Perencanaan tujuan, target, strategi dengan terstruktur, tersistem, terperinci.

•  Struktur, peta tim pemasaran dan organisasi perusahaan.

• Tugas-tugas pekerjaan dengan jadwal waktu akan melakukan, dan tujuan, target dengan strategi yang selaras.

Tuliskan 10 nama target cita-cita, impian anda yang prioritas terlebih dahulu.

Impian tergambar dalam pikiran secara jelas, dan benar-benar, benar-benar, benar-benar membutuhkan. Menuliskan nama target impian, bertujuan utama memacu diri dalam mewujudkan, kejelasan tujuan dari penghasilan anda, setelah mencapai hasil, jelas arah peruntukkan sesuai yang perlu benar-benar dibutuhkan. Apa yang terjadi, tercapai target penjualan, pendapatan, hasil, tetapi penggunaannya tidak terarah? Kita jangan menyia-nyiakan penghasilan, hasil dari jerih payah, bekerja keras. Mari kita pergunakan penghasilan dalam memenuhi yang perlu dan benar-benar dibutuhkan. Kelola pendapatan pada tujuan yang perlu, tepat dan bernilai benar.

Pada Pelaksanaan dan Penerapan "GAS-SPEC-AR" Program Goal, Kita Perlu Membuat dan Mengetahui sebagai berikut;
1. Target jumlah kunjungan harian dan closing ratio pencapaian.
2. Mengetahui rata - rata waktu kunjungan dari setiap prospek.
3. Mengetahui jumlah penjualan dari setiap konsumen yang melakukan pembelian.
4. Mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk mendatangkan satu konsumen, pemasar.
5. Mengetahui closing ratio, persentase (%). Contoh berapa orang yang membeli dari daftar nama 100 orang?
6. Rata - rata penambahan konsumen baru dari periode setiap hari, minggu dan bulan.
7. Jumlah konsumen lama yang aktif dan baru pada setiap periode.
8. Mengevaluasi kinerja pencapaian dari setiap periode, perhari, perminggu, perbulan menuju pertahun. 
9. Result akhir. 

Dalam memprogram target penjualan dengan salah satu konsep yaitu concept "GAS-SPEC-AR Program Goal".

Program Kerja dan Peningkatan Produktivitas Cabang, Distributor Pemasaran.

1. Goal

• Distributor area Propinsi: 1.000 karton perbulan.

• Distributor area Kabupaten: 100 karton perbulan.

• Sub Distributor area Kecamatan: 30 karton perbulan.

Planning

• Membangun Cabang, Distributor yang qualified. 

• Pentetapan strategi dan sistem kerja yang tepat, benar.

• Peningkatan kemampuan, keterampilan manajerial dan pemasaran.

• Peningkatan Jumlah Omset dan Jumlah Penjualan.

Action Plan

1. Membangun Organisasi Pemasaran.

• Rekruitmen Distributor Pemasaran, Crew Pemasar dan Penjual sesuai daerah prioritas. Melakukan Pelatihan.

• Total tim Pemasar dan Penjual dalam setiap cabang yang memadai.

• Pelatihan berjenjang kepada semua tim pemasar dan penjual.

• Mengembangkan fungsi Distributor Pemasaran dan tim penjualan.

2. Pelaksanaan Sistem yang Tepat.

• Sistem Kerja: Total Jam Kerja, Total Contact, kunjungan perhari dari setiap tim pemasaran dan penjualan.

• Sistem Control: Performance, disiplin, laporan harian, Periode Monitoring dan daily, weekly monitoring.

3. Peningkatan Jumlah Penjualan.

• Total Cabang Pemasaran, Jumlah Tim Pemasar, Penjual yang memadai.

• Peningkatan kemampuan, keterampilan teknik penawaran, promosi produk ke konsumen. Peningkatan closing, handling objection, conversation rate. 

• Strategi wilayah pemasaran tentang teritorial.

• Control, monitoring secara ketat.

• Training berkelanjutan.

4. Peningkatan Produktivitas.

a. Disiplin. 

• Disiplin Kerja.

• Disiplin Waktu.

• Komitmen

• Disiplin membuat Laporan.

• Disiplin menggunakan Atribut.

b. Suasana: Bertindak Bahagia, Senang, Sopan, Ramah, Empati.

c. Produktivitas: 

• Target jumlah penjualan per bulan. 

• Total kunjungan kepada prospek, konsumen dengan waktu per hari, per bulan.

• Tingkat kemampuan Closing Penjualan Crew Marketing, Salesmen.

• Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia.

• Efisiensi jam kerja.

d. Kerja.

• Bekerja dalam tim dan individu.

• Bekerja dengan sistem dan goal.

• Waktu, sistem jam kerja. 

e. Meeting: Diskusi, Rol Play, Sharing, mengatasi masalah kerja. Untuk Distributor, Supervisor meningkatkan kemampuan memimpin. POAC: Planning, Organizing, Actuating, Control.


(A): ANTUSIASME dan Positive Mental Attitude.

Antusiasme memengaruhi peningkatan penjualan yang siginifikan, dan salah satu kunci sukses dalam meraih target, tujuan.

Antusiasme dapat menular. Pemasar, penjual yang berantusias positif dan mayakinkan konsumen akan cenderung menarik konsumen melakukan pembelian produk secara berulang, mereferensikan kepada orang lain.

Pemasar, penjual yang berantusiasme lebih termotivasi, gigih untuk menghadapi tantangan untuk meraih target dan tujuan. 

Antusiasme adalah bergairah, semangat yang bergelora, bergembira dalam proses melakukan tindakan untuk mewujudkan tujuan yang jelas.

Manfaat antusiasme adalah membangun motivasi yang kuat, yakin, optimis, semangat, percaya diri, berani, sabar, tekun, gigih, melakukan dengan sepenuh hati untuk mengejar tujuan dan target.

(S): STRATEGI.

Merancang strategi untuk mencapai jumlah target penjualan dan omset yang telah ditentukan. Strategi mencapai dari langkah pertama, kedua, ketiga dan selanjutnya. Langkah demi langkah bergerak maju. Strategi mencapai target penjualan setiap hari kerja, yang berpengaruh pada hasil target dalam satu minggu, satu bulan. 

Pada Langkah Strategi.

Pertama: Kita merancang dan menentukan Strategi Mencapai Jumlah Target Penjualan dan Omset.

Untuk Posisi Distributor, Pengembang Pemasaran perlu membuat sebagai berikut: 

a. Merekrut dan meningkatkan jumlah tim pemasar dan penjual pada area pemasaran yang sedang dikembangkan.

b. Meningkatkan kemampuan, keterampilan, komptensi, sikap mental dari setiap tim pemasaran dan penjualan.

c. Pengembangan dan penambahan cabang/perwakilan pemasaran.

d. Strategi pengendalian. Pengukuran, penilaian kinerja, target results, evaluasi, monitoring, perbaikan, penyesuaian.

KeduaMenentukan Cara Melakukan Strategi untuk Mencapai Tujuan Strategi.

Contohnya: Cara meningkatkan Jumlah Tim Pemasaran dan Perwakilan Pemasaran di berbagai daerah

a. Memilih media periklanan untuk merekrut tim pemasaran dan penjualan.

b. Meningkatkan kuantitas dan kualitas periklanan untuk merekrut tim bagian yang diperlukan. 

c. Meningkatkan biaya promosi yang relevan. 

d. Meningkatkan efisiensi periklanan.

e. Penambahan tim pemasaran dengan merekrut dari relasi pribadi dan dari tim yang sudah ada.

f. Penawaran Langsung. Contohnya, merekrut tim reseller di tiap Desa, Toko Herbal, Apotik, Toko Tradisional.

g. Merekerut tim sales marketing untuk merekrut distributor, perwakilan pemasaran.

B. Meningkatkan Kemampuan, Keterampilan, Kompetensi dan Sikap dari Setiap Anggota Tim Pemasaran dan Penjualan.

Dengan cara: 

a. Mengamati kinerja dari setiap distributor, tim pemasaran yang diterapkan. 

b. Memberikan pelatihan kepada pada tim pemasar dan penjual, sesuai yang dibutuhkan, sesuai posisi.

c. Mengkomunikasikan strategi, sistem, konsep, teknik, taktik pemasaran. 

d. Strategi membangun kepuasan, loyalitas konsumen.

C. Pengembangan dan Penambahan Cabang atau Perwakilan Pemasaran.

a. Memotivasi, menginspirasi tim pemasaran yang memenuhi kategori untuk membuka cabang baru.

b. Mendorong distributor, cabang perwakilan pemasaran untuk membuka cabang baru. 

c. Menggali relasi, melakukan periklanan PELUANG USAHA JAMU CV. ROCHMAN JAYA pada media yang efektif.

D. Perencanaan Strategi Pengendalian.

Controlling (Pengawasan).
Memonitor pekerjaan yang sedang dilaksanakan, apakah terlaksana sesuai dengan perencanaan dan persiapan yang telah ditentukan? Apakah target dan sasaran sudah tercapai atau belum?
Catatan: Sangat penting dari tiap orang dan tim membuat laporan setiap hari, perminggu, perbulan untuk data evaluasi. Laporan bentuk table dan penjelasan. 

a. Pengukuran dan Penilaian.

• Pengukuran pelaksanaan dan penilaian strategi dengan individu, team yang melakukan. (Key Performace Indicator Monitoring) Misalnya ketepatan waktu, dihitung berdasarkan harian, mingguan dalam satu bulan, ukuran tanggung jawab dari atas ke tim bawah, mendorong pencapaian kinerja yang lebih baik pada individu atau team yang diberikan pengarahan.

Penilaian kinerja individu, Contoh, Kualitas Pekerjaan, Kecepatan Waktu Penyelesaian, Kerja sama dengan Team. Menentukan Nilai Kualitas Pekerjaan Individu, terbaik: 4, Baik: 3, Sedang: 2, Rendah: 1. Dengan menggunakan strategi ini, kita dapat merengking dari tiap individu, kualitas satu team dan memberikan training khusus kepada orang yang belum mampu untuk memenuhi target. 

Ketepatan waktu berdasarkan target perhari, perminggu dan perbulan. Misalnya dari tanggal satu sampai akhir bulan. Dalam satu tahun dari mulai bulan Januari sampai Desember.

KPI System Monitoring pada Pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya bukan berdasarkan pencapaian nilai uang. 

• Key Result Indikator Monitoring (KRIM) Pengukuran dan penilaian pencapaian target hasil, misalnya Penjualan 100 karton dalam sebulan. Omset Rp. 30.000.000, pencapaian dapat diukur dengan %, misalnya pencapaian target  sementara sampai tanggal 20 bulan ini: 70 %.

Membuat Tabel Grafik Jumlah Penjualan dengan Waktu Pengerjaan. Contoh tanggal satu sampai tanggal 30 dan menuliskan pencapaian pada setiap tanggal dan mengevaluasi pencapaian sementara dengan target.

E. Pengukuran dan Penilaian Kepuasan Pelanggan, dan mengevaluasi, perbaikan layanan. Berorientasi pada kepuasan pelanggan, menerima saran perbaikan dari pelanggan, penanganan komplain yang cepat, tepat.

Strategi, konsep, sistem dan teknik saling berhubungan supaya efisien, efektif maka perlu juga mempelajari strategi cara menjual yang efektif, seperti 8 Step By Step Smart Selling Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya", "Sales Strategy", "Marketing Strategy", "Marketing mix 4 P dan 3 P", "DAPAT system", "Konsep "Si Di A Bagaimana Ka Dim Kenapa Ber -Ti" dan lain-lain sesuai tujuan.

Evaluasi. Mengevaluasi rencana tujuan, target, strategi, sistem, teknik pelaksanaan, proses kinerja, pengukuran kinerja, penilaian hasil, perbaikan.

(S): SPEED (Kecepatan).

Speed diartikan strategi dari seseorang atau tim menggunakan kemampuan, daya ungkit, alat bantu (tools) dengan ketepatan waktu, mempercepat penyelesaian suatu tugas pekerjaan sesuai jadwal yang produktif untuk mencapai tujuan target yang dikehendaki. Speed berhubungan dengan efektivitas, ketepatan waktu, percepatan penyelesaian secara efektif.

Ilustrasi dan contoh, untuk mempercepat waktu mencapai dengan menggunakan alat bantu, daya ungkit. Jika seorang pengemudi mobil mengalami kempes ban. Bagamana cara supaya cepat mencapai target, dan efektif, efisien? Tentu menggunakan alat bantu, daya ungkit. Apa yang terjadi jika tidak menyiapkan, tidak menggunakan alat bantu dongkrak?

Contoh, waktu normal mencapai target penjualan empat minggu, dengan cara cepat tiga minggu telah mencapai target. 

Bijak Menggunakan Waktu!

Jika kita sedang bekerja, gunakanlah maksimal waktu menyelesaikan tugas pekerjaan. Berapa persen waktu terbuang dalam jadwal tugas bekerja dalam sehari? Hal ini mempengaruhi kesungguhan diri,  kinerja dan target. 

Mari, kita bekerja, bekerja, bekerja dengan sungguh-sungguh sepanjang waktu kerja, gesit, mengerjakan yang bernilai tinggi. Berkinerja unggul, mengetahui melakukan tugas pekerjaan yang bernilai tinggi, tidak fokus ditugas pekerjaan bernilai rendah yang tidak berdampak pada tujuan. Apa tugas pekerjaan bernilai tinggi yang harus kita lakukan mulai hari ini? 

Mari kita membangun pola pikir produktif melakukan secara efektif dengan sumber daya.

Daya Ungkit FULL EFFECTIVE TIME and Priority.
"Kecepatan berhubungan dengan waktu".

Bagaimana cara mengelola waktu, supaya efektif pada tugas pekerjaan bernilai tinggi dalam proses mencapai tujuan yang jelas dan target prioritas? Menggunakan tools manajemen waktu dalam jadwal bekerja. Membuat target tugas pekerjaan utama dan merinci dengan jelas menjadi tugas pekerjaan kecil. Membuat daftar periksa dalam pelaksanaan dan pencapaian kinerja tugas.  

Membuat perencanaan target penjualan, wilayah pemasaran, membangun tim, jadwal tugas dalam pekerjaan dan jadwal waktu.

Manejemen Wilayah Pemasaran dan Strategi.

1. Perencanaan target wilayah pemasaran.

2. Pengelompokkan target wilayah sesuai kategori dan prioritas.

3. Perencanaan strategi untuk mencapai tujuan prioritas.

4. Penentuan daftar waktu tugas, pekerjaan sesuai strategi target wilayah prioritas.

5. Action, consistent with goal target.

6. Melakukan dengan metode strategi: 

a. 20 % tenaga dan 80 % menggunakan alat bantu, daya ungkit.

b. 20 % fokus ada proses dan 80 % pada tujuan.

 c. Fokus mengerjakan 20 % tugas pekerjaan utama bernilai tinggi untuk mencapai target  80 % hasil.

d. Mendelegasikan pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh tim

Kita fokus, membagi waktu lebih banyak dalam mengerjakan tugas yang penting dan bernilai tinggi. Hilangkan tugas pekerjaan yang tidak mempunyai nilai dalam mencapai tujuan, target. Mari kita mengerjakan tugas-tugas yang bernilai tinggi dengan sebaik mungkin. Apa tugas pekerjan bernilai tinggi, jika dilakukan dengan kinerja sangat baik berpengaruh paling baik pada peningkatan jumlah konsumen, mitra pemasaran, penjualan, omset, pendapatan, dan pertumbuhan bisnis?

e. Fokus, konsentrasi, disipline, tekun, gigih melakukan tugas pekerjaan.

Pengelompokan Jadwal Tugas Pekerjaan dengan Kategori.

Tujuan: Mengetahui, mendahulukan tugas pekerjaan penting bernilai tinggi dan sangat mendesak untuk mencapai tujuan prioritas utama dan selanjutnya. Mengetahui dari mana memulai dan langkah selanjutnya. 

Tidak mendahulukan pekerjaan bernilai rendah yang tidak berarti pada tujuan. Bagaimana cara supaya menyukai tugas pekerjaan tersebut, walau mungkin sulit, khusunya pada tahap pertama memulai. Misalnya, untuk mencapai langkah ke tujuh, dimulai dari langkah pertama, kemudian, langkah ke dua dan selanjutnya. Seperti, membangun satu rumah, dimulai dari pengerjaan pondasi, bukan atapnya lebih dulu. 

Pengelompokan jadwal tugas dan pekerjaan:
1. Penting dan mendesak.
2. Penting dan tidak mendesak. 
3. Kurang penting dan mendesak.
4. Kurang penting dan tidak mendesak.

Selain cara di atas, dapat menggunakan cara: Terlebih dahulu menuliskan semua jenis pekerjaan, kemudian, memberi penilaian 1 atau 2 atau 3 atau 4 atau 5 pada setiap pekerjaan, berdasarkan pekerjaan, yang mana terlebih dahulu dikerjakan berdasarkan urutan pekerjaan dan penting, kemudian, mengurutkan tugas pekerjaan berdasarkan nilai tertinggi pada paling atas dan selanjutnya, dan menyesuaikan jadwal tugas dengan waktu pelaksanaan dan akhir selesai. 

• Program tugas pekerjaan, target dan jadwal waktu pelaksanaan, penyelesaian.

• Mengelompokan target besar dan pekerjaan besar dalam satu tahun menjadi bagian kecil dengan cara membagi menjadi jumlah target perbulan, perminggu dan perhari. Menyesuaikan dengan strategi, teknis pelaksanaan, kapasitas, sumber daya, energi, waktu pelaksaan dan berakhir selesai. 

• Disiplin, fokus, konsentrasi pada tugas pengerjaan target harian.

• Pekerjaan sangat penting dan mendesak  walaupun sulit tetap berusaha untuk menyelesaikan.

• Bekerja sesuai jadwal yang ditentukan. Kapan memulai dan waktu selesai.

• Gunakan banyak waktu pada pekerjaan penting yang berpengaruh besar pada pencapaian target dan pendapatan. 

• Menunda tugas, pekerjaan prioritas akan menambah pekerjaan di hari berikutnya.

Contoh, 10 target tugas pekerjaan. Pilihlah 20% yang sangat penting, prioritas untuk mencapai target hasil 80 % yang berpengaruh besar pada tujuan dan target.

• Waspada, terhadap yang mengurangi produktivitas, seperti, penundaan, kurang memperhatikan tugas pekerjaan prioritas, jangan mengerjakan tugas pekerjaan yang kurang prioritas yang tidak berpengaruh pada hasil. Jangan melakukan tugas yang hanya disukai tanpa berdampak pada target hasil. Jika pekerjaan itu sulit dan berdampak besar pada tujuan dan target wajib diselesaikan dengan baik (Proaktif yang berinisiatif, Responsif dari reaksi, Responsibility)

FOKUS: Mengurangi, meniadakan, mengantisipasi gangguan penggunaan waktu dari internal dan external supaya fokus pada pekerjaan prioritas.

STRATEGI melipatgandakan penggunaan waktu dengan efektif, tenaga bekerja dengan efisien, dengan cara membangun tim, kemampuan keterampilan, dan melakukan pelatihan rutin untuk menginformasikan strategi, sistem kerja dan bertindak nyata.

Catatan:

• Disiplin membuat laporan harian yang baik untuk evaluasi dan kontrol.

• Kemampuan duplikasi sistem pekerjaan sangat penting untuk jenjang supervisor, manager, kepala pemasaran.

(P): POWER (Kekuatan) 

Power yang dimaksud adalah kekuatan  kemampuan diri menggunakan waktu dengan efektif pada tugas pekerjaan prioritas (Power Time With Action Priority), tenaga dengan keterampilan, pengetahuan (Power energy with action skill)

Tujuan: Melakukan Qualified Training Team untuk membangun Qualified Team. Membangun pengetahuan, kemampuan, keterampilan, nilai-nilai budaya, karakter, integritas, kreatifitas, efektivitas, efisiensi, produktivitas. Membangun kemampuan entrepreneurship, leadership, profesional, sikap mental, dan manajemen waktu, tugas prioritas untuk mencapai tujuan  produktivitas.

EFFICIENCY POWER ENERGY WITH SKILL.
Tujuan: mempercepat pertumbuhan jaringan pemasaran untuk meningkatkan jumlah pelanggan, mitra pemasaran, penjualan, omset, pendapatan, dan keberhasilan.

Membangun Efficiency Energy and Skill Team:
1. Perencanaan target penjualan.
2. Perencanaan program strategi untuk percepatan mencapai target penjualan.
3. Perencanaan jadwal waktu dan pembagian, pengelompokan target penjualan sesuai periode waktu yang akan dicapai.
4. Merekrut tim pemasar sesuai kategori.
5. Menerapkan Full Qualified Training untuk menjadi full qualified Team. Pelatihan menjadi dasar utama untuk membangun tim yang qualified dan trampil.
6. Duplication system strategy. Leader to leader. Distributor pemasaran membangun distributor baru untuk melayani konsumen, tim pengecer, mitra usaha baru.
7. Bertindak melakukan pada tugas pekerjaan yang sangat penting yang berpengaruh besar pada tujuan, dan sangat mendesak terlebih dahulu dan sesuai jadwal untuk mencapai tujuan target prioritas.
8. Memaksimalkan kekuatan dalam mencapai tujuan dan target pemasaran.

(E): ENDURANCE. 

Membangun daya tahan melakukan tindakan kinerja untuk mencapai tujuan dan target:

1. Membangun Kesehatan Spiritual,

2. Membangun Kesehatan Fisik, 

3. Membangun Growth Mindset,

4. Membangun Sikap Mental,

5. Membangun Energi Positif, 

6.  Membangun Emosional, Sosial,

7. Membangun Pengetahuan dan Pengalaman.

(C): COUNSELLING (Konseling).

Konseling merupakan inisiatif bawahan ke atasan. Misalnya bawahan mempunyai masalah pekerjaan, kemudian meminta bantuan solusi kepada atasan, dan atasan memberikan solusi. 

Coaching merupakan inisiatif dari atasan memberi nasehat, saran, pengarahan kepada bawahan.

Mentoring memberikan pengalamannya kepada orang yang berkonsultasi.

Training bertujuan memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan.

Tujuan Konseling sebagai berikut:

1. Meningkatkan kreativitas, kinerja produktif dengan efektivitas dan efisiensi yang memengaruhi produktivitas dan profitabilitas. Efektivitas berhubungan dengan ketepatan waktu penyelesaian, efisiensi tentang mengelola sumber daya.

2. Meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, kompetensi membangun kuantitas dan kualitas, dengan cara belajar, berlatih, berlatih, berlatih,  menerapkan pada tugas pekerjaan dalam mengejar target. Belajar dari pengalaman diri, teman satu pekerjaan, atasan, konselor.

3. Mengevaluasi strategi yang dilakukan, hasil kinerja sementara, melakukan perbaikan, penyesuaian, melakukan tindakan dengan antusiasme, sungguh - sungguh, disiplin, fokus, tekun, gigih supaya mencapai kinerja terbaik.

4. Menyelaraskan penggunaan strategi dengan perilaku individu atau team dalam pencapaian target, berdasarkan monitoring, pengukuran, penilaian, evaluasi. 

5. Memberikan kesadaran kepada individu, team pelaksana untuk menyadari ada masalah yang perlu diperbaiki, mendorong individu atau tim untuk menyelesaikan masalah, menentukan tindakan perbaikan dan melakukan dalam pelaksanaan. 

Bapak, Ibu pemasar, penjualan Jamu Produksi CV. Rochman Jaya, jika hendak konseling tentang rintangan, tantangan, kesulitan memasarkan, silakan kepada menghubungi distributor anda atau kepada orang yang merekrut, atau kepada kami Marketing Produsen Perusahaan Jamu Cv. Rochman Jaya, Telepon; 082299833605, 08139015008. Bapak Rissan Panjaitan.

Proses Konseling dan Mentoring.

Individu atau tim yang berkonsultasi terlebih dahulu mempersiapkan data pasti, cocok dan jelas, kemudian, mengkonsultasikan kepada distributor anda (konselor). Data berdasarkan observasi yang tepat, sesuai permasalahan yang terjadi, hal ini mempermudah konselor untuk mengetahui, memberi pengarahan dan jalan keluar (solusi) dari permasalahan yang terjadi. 

Apa masalah yang sedang terjadi? Sebagai contoh: 

• Apakah masalah jumlah penjualan yang rendah? 

• Apakah bagian penjualan kurang mempunyai keahlian dalam menarik konsumen? 

• Apakah bagian pemasaran kurang mampu menarik distributor baru pada suatu wilayah yang diprioritaskan?

• Apakah kendala dalam target penjualan?

• Apakah terkendala hal kepuasan pelanggan dan loyalitas? 

• Apakah terkendala dari pelanggan dalam hal pembelian ulang? 

• Apakah karyawan tidak bersemangat dalam bekerja? 

• Apakah terkendala pengembangan, penambahan jumlah reseller, mitra bisnis, distributor? 

Fokus Pada Solusi, Bukan Pada Masalah. Kita adalah pemecah masalah, bukan terkurung dalam masalah. Menyingkirkan atau putar arah dari rintangan untuk dapat mencapai tujuan. Ibarat kita berhadapan dengan tembok pembatas. Apa yang kita lakukan, supaya kita melewati tembok tersebut? Tembok ibarat kendala yang dilewati dalam mencapai tujuan dan target. Kendala yang menghalangi, membatasi diri dalam proses meraih tujuan, wajib diselesaikan jika bertekad benar-benar mencapai tujuan. 

Apa rem pada diri, produk yang perlu diperbaiki supaya membangun kemajuan,  menarik, memuaskan konsumen.

Proses Alur Mentoring sebagai berikut:

1. Mentor memberikan pengarahan berdasarkan data observasi yang diterima, dan kemudian, mentor melakukan observasi ulang untuk memastikan dengan situasi yang benar terjadi. 

2. Mentor menyelekasi semua data  permasalahan, kemudian, menentukan masalah yang penting dan bernilai untuk diselesaikan. Berpikir bahwa setiap masalah ada solusinya. Berpikir besar dibandingkan masalah yang ada. Penting diketahui, bahwa setiap solusi pada suatu tugas pekerjaan berhubungan dengan tugas pekerjaan lainnya. 

3. Mentor menelusuri, mengetahui akar permasalahan.

Setelah menelusuri, mengetahui akar permasalahan, kemudian, merinci dari setiap bagian masalah untuk  mempermudah mencari dan menemukan solusi strategi terbaik untuk mengatasi. 

4. Mentor memberikan solusi berdasarkan keahlian dan pengalamannya

Mentor memberikan strategi, konsep - konsep, tools langkah demi langkah untuk dilakukan. Keputusan ada di tangan montee (orang yang berkonsultasi). Setiap penggunaan strategi, taktik, teknik, tools dipengaruhi oleh perubahan, situasi, kondisi, keadaan, waktu, wilayah. Setiap formulasi dari strategi, sistem, konsep menggunakan, bisa berubah pada setiap waktu.

Bertanyalah, apalagi solusi - solusi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, tuliskan berbagai opsi solusi, kemudian, pilih opsi yang lebih tepat sesuai era perubahan, sumber daya. Jika kita, distributor benar-benar sulit mengambil keputusan, sebaiknya berkonsultasi kepada orang yang lebih ahli. 

5. Setelah, menentukan solusi keputusan, kita penting mengukur keberhasilan dari solusi keputusan tersebut, berguna untuk mengerjakan sampai selesai. Jika solusi keputusan tersebut tidak dapat diukur akan berdampak sulit melakukan tindakan, dan sulit mencapai target hasil.

6. Kemudian, solusi keputusan dilakukan oleh orang yang mempunyai tanggung jawab, kemampuan dan keterampilan pada bidang tugas pekerjaannya.

7. Kemudian, jadwal waktu pelaksanaan dengan tenggang waktu penyelesaian tugas, berdasarkan solusi dari keputusan, kerjakanlah sampai selesai, dengan sebaik mungkin. 

8. Sediakan rencana solusi darurat.

Jika solusi yang pertama mengalami kendala, yang disebabkan suatu keadaan atau hal lain. Formulasikan strategi dengan baik dan tepat, terukur dalam pelaksanaan dan hasil. 

9. Mentor membangun antusiasme, optimis kepada orang yang berkonsultasi. Setiap tantangan, hambatan ada solusinya, dan setiap menuju tujuan yang jelas ada solusinya, dengan tekad menginginkan menyelesaikan rintangan supaya mencapai tujuan. Melakukan dengan niat baik, antusiasme, hasrat tinggi, fokus, disiplin, tekun, gigih dan bersungguh sungguh.  

Menyesuaikan program strategi, sumber daya, orang yang melakukan dan waktu memulai melakukan dan waktu selesai. Menggabungkan pengetahuan, skill, pengalaman dan melakukan dengan tekun dan gigih (sikap mental).

(A): ACTION DAN APPRECIATION.

ACTION.

Tindakan adalah proses pelaksanaan, penerapan strategi pemasaran, penjualan dalam mewujudkan tujuan, target.

Perencanaan menjadi fakta data setelah melakukan. 

Mari kita ingat kembali: Apa motif dan mengapa kita harus melakukan usaha Jamu Produksi CV. Rochman Jaya? Apa keinginan penting dan bernilai tinggi untuk diwujudkan? Mngapa harus melakukan terus menerus? Apa arti (makna) dari melakukan tindakan dan tujuan.

Faktor - Faktor yang Mendorong Kesuksesan dalam Pemasaran: 

a. Kemampuan merencanakan tujuan, target dan nilai secara jelas dan benar membutuhkan.

b. Pengorganisasian, Peta Tim dan Perusahaan. 

c. Merancang strategi yang tepat dan selaras dengan tujuan, menentukan Sistem Kerja.

d. Pelaksanaan dan penerapan sistem dan strategi yang tepat dengan tepat.

e. Controling, Monitoring, Pengukuran, Penilaian, Perbaikan, Penyesuaian. 

f. Penerapan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, kompetensi, keteguhan berdisiplin, fokus, konsentrasi, ketegaran sikap mental, pola pikir bertumbuh, motivasi, emosional positif, spiritual, kreatif inovatif, relationship, entrepreneurship, leadership.

g. Berfokus untuk kepuasan pelanggan dan tim pemasaran, penjualan.

Saatnya, kita melakukan strategi, konsep, sistem, taktik, teknik yang telah ditentukan untuk mewujudkan tujuan, target untuk membangun pertumbuhan, kesejahteraan, kesehatan. Kita yakin bisa melakukan dan mencapai. Jadilah kita pemenang pemasaran dan penjualan berprestasi yang memberi nilai manfaat yang berguna kepada diri, tim, konsumen, masyarakat dan lingkungan. Membangun sikap  pantang menyerah sebelum sampai pada target, tujuan yang jelas dan bermakna penting.

APRESIASI (Appreciation)

Mengapa kita penting mengapreasi diri sendiri dan orang lain?

Apresiasi adalah bentuk kepedulian, penghargaan, pengakuan, ucapan terima kasih, perhatian yang tulus kepada diri dan orang lain berdasarkan penilaian fakta yang baik dari sesuatu yang dilakukan dan result. Apresiasi membangun kekuatan kebersamaan tim.

Misalnya, setelah anda benar melakukan pekerjaan dengan kinerja yang berprestasi, mencapai target penjualan dan mencapai berkali-kali, kemudian, atasan anda memberi penghargaan kepada anda, dengan memanggil dan menyediakan waktunya untuk berbicara empat mata, kemudian, pada suatu acara yang diadakan dikantor dan dihadiri banyak teman sekerja anda, dan anda di panggil kedepan untuk diapresiasi menjadi teladan penjual berprestasi dan mendapat surat sertifikat. Apa yang anda rasakan? Apakah anda berniat keluar dari perusahaan tersebut, atau anda berjuang keras bersama atasan anda? Apakah anda termotivasi? 

Mari kita menghargai orang lain. Kita penting, orang lain juga penting. 

Kepada kita semua distributor, kepala divisi pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya, kita penting mengapresiasi setiap anggota tim berprestasi, khususnya yang mengagumkan dari segi integritas, tanggungjawab, komitmen, loyalitas, kejujuran, kepedulian, disiplin waktu, kerja keras, kesabaran, ketekunan, kegigihan, kerendahan hatinya, inisiatif, kreatifitas kinerja dan hasil kinerja.

Mari kita menghindari mengapresiasi yang tidak tepat, apresiasi mempunyai ukuran. Apresiasi bisa berdampak menurunkan motivasi dan semangat bekerja, jika tidak tepat. Menyesuaikan ukuran atau takaran apreasiasi kepada seseorang. Mengendalikan diri, tidak menjadikan seseorang menjad seperti anak emas. Waspada, apresiasi bisa berdampak tidak baik ke anggota lainnya. Memberikan apresiasi yang sepadan. Menghindari apresiasi yang memanjakan. Terlalu sering mengapresiasi, bisa memanjakan dalam bekerja, artinya tanpa apresiasi kinerjanya menjadi kurang baik.

Mari kita memberikan apresiasi pada saat yang tepat, dengan ukuran yang tepat, seperti, kita mengkonsumsi Jamu Cv. Rochman Jaya, mempunyai ukuran dan aturan konsumsi.

• Mengapresiasi kepada seseorang, tim yang telah bekerja keras, berjuang dengan kegigihan dalam proses mencapai target pemasaran, penjualan.

•. Mengapresiasi berdasarkan hasil data kinerja, target tercapai, mengagumkan.

• Mengapresiasi berdasarkan alasan yang tepat, fakta data.

• Mengapresiasi berdasarkan karakter yang berintegritas, loyalitas, kejujuran, tangung jawab, komitmen.

• Mengapresiasi pada saat motivasi, semangat kerja menurun.

• Mengapresiasi ide kreatif orang lain.

• Mengapreasi penampilan orang lain.

Teknik MENGAPRESIASI.

•. Kata-kata. Membuat catatan khusus apresiasi dan memberikan kepada orang yang dimaksud.

Contoh: Kreen..Kreen! system kerjanya. Selamat Pak A...., sekarang baru jam 1 siang, target penjualannya telah mencapai 96 %. Bapak hebat! 

Menghindari mengatakan seperi ini: bekerjalah jadi orang baik ya? Tetaplah jadi anggota tim yang baik ya? Sebaiknya kita temukan kalimat yang menginspirasi, memotivasi. Apreasiasi berfungsi dalam memotivasi seseorang supaya melakukan suatu tindakan yang maksimal.

• Menyediakan waktu berbicara empat mata dengan anggota tim yang dimaksud. (Penghargaan segi waktu dari pimpinan ke anggota tim). Berbicara dengan kualitas, jangan terlalu banyak menceritakan diri. Fokuslah kepada anggota tim yang diapresiasi, dengarkan dengan baik dan tulus. 

• Perhatian, kepedulian, empati, memberi bantuan.

Sebelum memberikan bantuan, pastikan orang yang bersangkutan, mau dibantu. Pastikan bantuan dengan tepat sasaran yang berdampak, dan melakukan dengan tulus, ikhlas. 

Kita juga penting mengapreasi diri sendiri sebagai bentuk cinta, berterima kasih pada diri. "Orang yang mencintai dirinya menghormati dirinya, rendah hati"

(R): RESULT.

Hasil akhir pencapaian Total Jumlah Target Penjualan.

Dalam proses perencanaan "GAS-SPEC-AR", penting memperhatikan "SMARTER Goal", dan dalam proses pelaksanaan penting melakukan Observasi kinerja strategi Evaluation, Controlling and Edjust, Innovation, Monitoring, Inovasi, Disruptive.

Observasi

Teknik mengamati pekerjaan untuk MENGUKUR kinerja strategi, apakah telah akurat, sesuai, tepat dan benar.

EVALUASI KINERJA.

Mengevaluasi pelaksanaan dan kinerja dari strategi, ketepatan waktu, sumber daya manusia, sumber daya biaya, formulasi strategi, elemen, system, konsep, teknik, dan result pencapaian, apakah terlaksana sesuai yang ditetapkan untuk mencapai tujuan, target, visi. Jika terdapat yang tidak selaras supaya melakukan perbaikan supaya selaras dengan program untuk mencapai target, tujuan sesuai visi.

Evaluasi adalah proses observasi, survey, analisa data dari hasil pelaksanaan untuk menentukan tingkat keberhasilan yang dicapai. Perbedaan pencapaian pada strategi, orang yang melakukan (sumber daya manusia), sumber daya biaya dan nilai standar visi, misi, tujuan dan target.

Tujuan melakukan EVALUASI adalah menemukan SOLUSI perbaikan, apabila ditemukan di bawah standar perencanaan.

CONTROLLING.

Melakukan pengendalian berdasarkan hasil dari evaluasi. 

Mengendalikan strategi pada suatu tugas pekerjaan yang telah ditetapkan untuk mencapai target. Pengendalian ketepatan waktu (efektivitas) dalam pelaksanaan, dan ketepatan sumber daya (efesiensi) dengan elemen, system, konsep, teknik, formula strategi dalam mencapai target (produktivitas, profitabilitas)

Edjust: 

1. Menyesuaikan orang yang melakukan strategi, sesuai kemampuan, keterampilan pada suatu pekerjaan, tugas (fungsional).

2. Menyesuaikan elemen-elemen strategi program yang saling berhubungan, selaras dalam mencapai tujuan dan target yang telah ditentukan.

3. Menyesuaikan strategi berdasarkan era perkembangan.

INOVASI STRATEGI.

Penjelasan Inovasi:
Pembaharuan dari hasil observasi, pengamatan, identifikasi, evaluasi, ide kreatif, gagasan terbaru untuk memilih yang tepat sasaran terhadap produk, strategi, sistem, konsep dan teknik, layanan konsumen supaya sesuai era perubahan dan perkembangan teknologi.

Tujuan Inovasi adalah memperbaharui produk, strategi, sistem, konsep, teknik, layanan, supaya sesuai era perubahan dan perkembangan, teknologi, minat, perilaku pembelian konsumen dan untuk kepuasan konsumen, penjualan, supaya mencapai target, tujuan, dan potensi keuntungan dan keberhasil pemasaran, perusahaan.

Inovasi bertujuan untuk keberlangsungan suatu usaha, memenuhi permintaan pasar (konsumen). Melakukan inovasi untuk membangun pertumbuhan usaha, perkembangan dan kemajuan. Inovasi total signifikan atau menerapkan yang tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Inovasi total signifikan membutuhkan biaya lebih besar dan faktor resiko tinggi apabila belum teruji. 

Memperhatikan apa yang perlu diinovasi: 

a. Inovasi Produk.

• Menambah nilai tambah pada produk, kemasan produk yang bermanfaat dan menarik pada konsumen.

• Melakukan perubahan, perbaikan, supaya lebih baik berdasarkan minat, kebutuhan konsumen. 

• Memperbaiki tingkat kualitas produksi untuk menghasilkan produk yang lebih baik, berkualitas untuk kenyamanan, kepuasan konsumen.

• Memilih dan menentukan kualitas bahan baku produksi yang baik.

• Menginovasi kemasan produk yang baik supaya praktis, mudah menggunakan, meningkatkan kebersihan, menarik pada konsumen.

b. Inovasi Strategi.

• Mengamati, apakah strategi yang dilakukan masih tepat sasaran, relevan dengan era perubahan dan perkembangan untuk mencapai tujuan. Jika strategi tidak relevan, maka kita melakukan perubahan dan perbaikan.

• Mengamati, apakah strategi tersebut masih relevan untuk mencapai target penjualan, omset dan pendapatan. Jika tidak relevan, maka memperbaiki strategi tersebut dan menguji, menetapkan dan melakukan dalan tindakan.

MONITORING (Memantau, mengawasi) Apakah sudah terlaksana sesuai dengan program perencanaan, strategi, fungsional dan kriteria lainnya supaya mencapai tujuan, target.

Mengapa tujuan dan target tertulis?

1. Sebagai tanda bukti komitmen diri melakukan tugas pekerjaan dalam  mencapai tujuan, target.

2. Menyelaraskan, mengintegrasikan pikiran, otak berpikir kreatif inovatif, dan tangan pada saat menuliskan, mengetik.

3. Untuk data evaluasi dan kontrol.

4. Dokumentasi.

5. Meningakat produktivitas dan pencapaian target. 

KETERANGAN TABLE CONCEPT "GAS-SPEC-AR" PROGRAM GOAL;

a. Membuat target pertahun, kemudian, membagi target ke perbulan, perminggu dan perhari.

CONTOH:

TARGET 1 BULAN 100%, BAGILAH TARGET 100% dengan 3 minggu. Jangan 4 minggu.

b. Membuat tabel harian, perminggu, perbulan. Table harian untuk mengevaluasi kinerja dan target harian.

Dalam hal ini, kita penting mengevaluasi dan mengetahui, mengapa HARI INI tercapai atau mengapa belum mencapai?

Temukan jawabannya, bermanfaat membangun pengalaman berharga, pembelajaran.

C. Melakukan penyesuaian program strategi dengan target, situasi dan waktu, agar mencapai yang terbaik.

D. Melakukan controlling, monitoring. Apakah sudah TERLAKSANA sesuai rencana PROGRAM, sistem KERJA dan target?

E. Melakukan konsultasi bisnis kepada orang yang merekrut, distributor, mentor, marketing produsen Jamu CV. Rochman Jaya.

F. Fokus pada target harian. Melakukan tugas pekerjaan yang bernilai dengan konsep langkah demi langkah. Melakukan dan mengevaluasi yang terlaksana hari ini. Bagaimana cara mencapai target penjualan hari besok? Mengejar target penjualan ketertinggalan, apabila belum mencapai, mengejar di atas jumlah target penjualan.

"Disiplin, fokus, konsentrasi, konsisten, antusiasme, tekun, gigih, selalu berusaha, belajar, berlatih, menerapkan strategi dan teknik yang tepat dengan tepat adalah beberapa kunci untuk keberhasilan". 

G. Menerapkan concept "GAS-SPEC-AR" Program Goal.

Mari kita ingat pemain tinju, target menang, tidak harus sampai selesai jumlah ronde, ada jumlah ronde yang ditentukan. Tim juara sepak bola membangun strategi, bagaimana cara mencetak gol terbanyak dengan keahlian strategi sinergi kerja sama tim.

PERENCANAAN PROGRAM TARGET PENJUALAN.

a. Perencanaan program strategi dalam mencapai target penjualan dengan manajemen Full Effective Time, Full Efficiency energy and skill, dengan cara membangun tim, melakukan tugas pada pekerjaan penting dan perioritas utama terlebih dahulu.

b. Gunakan alat bantu, daya ungkit.

c. Gunakan SMARTER Goal supaya spesifik, terukur, dapat dicapai, berjadwal waktu.

d. Hitunglah kemampuan dan jumlah tim.

e. Ketahuilah Ratio Tingkat Closing dari setiap anggota tim, dan bangun pelatihan, roleplay meningkatkan skill, tingkat ratio kesanggupan menjual.

f. Hitung jumlah waktu kerja efektif dari semua tim meraih target yang terbaik, produktivitas yang baik.

g. Konsisten melakukan proses tindakan mencapai target, dan membuat laporan kerja harian secara tertulis. 

Jumlah kunjungan, jumlah tim, jumlah toko atau konsumen, jumlah terjual dan lain lain sesuai model pemasaran yang diterapkan. 

Contoh: Jumlah unit penjualan, dibagi, jumlah toko kunjungan perhari, sama dengan, rata - rata penjualan.

www.dwipaherbalindo.com

PLAN dan ACTION untuk MENCAPAI TARGET.

Menentukan target perhari, perminggu, perbulan, pertahun sesuai waktu yang direncanakan.

Setelah menentukan model strategi pemasaran yang akan diterapkan, kemudian merancang strategi mencapai target.

SASARAN, TARGET.

Dalam mencapai tujuan dan target, kita perlu memahami dan melakukan FUNGSI, TUGAS dan TANGGUNG JAWAB.

Contoh: Bertanggung jawab menentukan strategi, melakukan supaya mencapai target yang direncanakan, dan menuliskan program perencanaan dan strategi adalah bentuk komitmen kepada diri yang bersungguh sungguh. 

Catatan:

Penjelasan "GAS-SPEC-AR" Program Goal untuk meningkatkan jumlah penjualan, closing rate, penjelasan lebih detail, silakan mempelajari di SALES STRATEGY.

Untuk mencapai jumlah target penjualan membutuhkan strategi, sistem, konsep, taktik, tehnik yang saling berhubungan (formulasi). Jika anda telah membuat tujuan, target pada CONCEPT GASSPECAR PROGRAM GOAL, perlu juga mempelajari strategi langkah berikutnya YAITU MARKETING STRATEGY.

Bagaimana cara mendatangkan dan meningkatkan:

1. Jumlah Mitra Usaha.

2. Jumlah Pelanggan.

3. Jumlah Penjualan.

4. Jumlah Omset Penjualan.

Dalam mencapai empat hal di atas, perlu menerapkan program Strategi: 7 Elemen Strategi khusus dan elemen-elemen meraih tujuan pemasaran Jamu Sari Dewa, Jamu Naga Mas Produksi Cv. Rochman Jaya. Topik MARKETING STRATEGY, SALES STRATEGY, GASSPECAR Program Goal.

----------------------------------------------------------------

7 ELEMEN STRATEGI KHUSUS Membangun Pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa Produksi CV. Rochman Jaya.

Penjelasan ke tiga.

A. BUSINESS SYSTEM dan B. POWER TEAM PEMASARAN.

A. BUSINESS SYSTEM.

Proses Utama yang perlu kita lakukan: "PIKET" a. Perencanaan tujuan, strategi dan sistem bisnis, b. Implementasi strategi, pengorganisasian dan sistem, c. Kontrol, d. Evaluasi. e. Tindakan perbaikan dan monitoring. 

Merancang sistem bisnis bertujuan sebagai peta dan petunjuk arah tujuan bisnis, sistem kerja dan pengendalian, terstruktur, terperinci, terorganisir, dan dasar membuat strategi.

Langkah-Langkah Membangun Sistem Bisnis untuk Pengembangan Pemasaran Jamu Produksi CV Rochman Jaya:

1. Merancang dan menentukan tujuan bisnis. Syarat membuat tujuan dengan SMARTER: Specific (khusus), Measurable (dapat diukur), Achievable (dapat dicapai), Time (mempunyai jangka waktu), Expressed goal (mengungkapkan tujuan), Recorded plan (Rencana tertulis sebagai dokumen dan bentuk komitmen)

2. Merancang Strategi Bisnis untuk Mencapai Tujuan Dengan Menentukan sebagai berikut:

A. Menentukan Business Funnel: Alur Bisnis dan Dasar Proses yang jelas. Contohnya: Divisi Pemasaran, Divisi Penjualan, Divisi Operasional, Divisi Keuangan, Divisi Pengembangan SDM. Menentukan strategi yang akan dilakukan oleh masing-masing divisi, dan hubungan kerja dari masing-masing divisi.

B. Membuat Struktur Organisasi: 1. Peta Organisasi. 2. Peta Power Team Pemasaran, 3. Petah wilayah pemasaran yang akan dikembangkan. Setelah menentukan Peta Organisasi, kemudian mengisi jabatan/posisi dan nama staf, distributor, supervisor, bagian penjualan yang telah ada sesuai cabang wilayah pemasaran, atau merekrut orang sesuai kategori dan posisi jabatan, staf, distributor pemasaran yang dibutuhkan, dan nama area pemasaran.

3. Menentukan Mekanisme Kerja Sama antar Divisi dalam Struktur Organisasi.

Menentukan Standart Operating Procedure (SOP). Menentukan sistem bisnis dengan mekanisme membangun kerja sama divisi dan antar divisi dengan bersinergi, harmonis dalam mencapai tujuan bisnis. Sistem bisnis yang baik adalah praktis, terstruktur, teratur, nyata, fokus ke hal penting, dapat  dilakukan sesuai era perkembangan dan dapat dilakukan oleh tim fungsional. Setiap bisnis mempunyai sistem dengan ciri khas tersendiri, artinya sistem bisnis atau model bisnis orang lain belum tentu cocok dengan bisnis yang kita lakukan. Jika kita mempelajari sistem bisnis orang lain, dan ingin melakukan, kita perlu menyesuaikan dengan bisnis, organisasi tim yang kita bangun, dan juga dipengaruhi sumber daya dan waktu. Sistem bisnis dapat diperbaharui, diperbaiki, ditingkatkan sesuai proses, perjalanan bisnis, perkembangan. Jangan menunggu sistem bisnis sempurna baru memulai, sistem bisnis bisa di upgrade sesuai dengan waktu dan proses pelaksanaan. 

Menentukan Alur Proses dan Melakukan Sistem Bisnis: 

A. Fokus. Fokuslah terlebih dahulu pada divisi yang urgent untuk membangun pertumbuhan bisnis. 

B. Menentukan sistem langkah demi langkah. 

C. Mengevaluasi sistem bisnis secara berkala.

D. Perbaikan sistem bisnis dari waktu ke waktu sesuai kebutuhan, perkembangan, dan faktor lain yang mempengaruhi.

4. Menentukan Key Performance Indikator  dan Sistem Monitoring (KPI Sistem Monitoring). 

KPI Sistem Monitoring merupakan tolak ukur, dan bertujuan untuk mengukur kinerja bisnis dan dari setiap divisi, tim, staff (setiap tim yang ada di dalam organisasi), dan memonitor secara berkala berguna untuk mengevaluasi, pengendalian, perbaikan, penyesuaian. 

Dengan menentukan KPI sistem Monitoring, kita mengetahui tingkat pengerjaan pencapaian, produktivitas kinerja, raport dari setiap anggota tim. KPI sistem Monitoring khusus tidak termasuk pencapaian nilai sistem persentase (%). Untuk mengukur hasil % menggunakan Key Result Indikator Monitoring (KRIM). Misalnya untuk KPI Sistem Monitoring pemberian ukuran, misalnya 1, 2, 3. KRIM pemberian nilai pencapaian berdasarkan persentase (%). 

Proses dan Langkah-Langkah Menentukan KPI Sistem Monitoring sebagai berikut:

a. Menentukan KPI Sistem Monitoring mulai dari posisi teratas, divisi paling atas hingga ke posisi bawah. Misalnya, memulai dari  Marketing Manajer, kemudian ke Staff Marketing. Distributor Pemasaran area Propinsi, kemudian area Kabupaten, kemudian area Kecamatan. 

b. Menentukan tiga (3) kategori yang penting dan dapat diukur kinerja dari setiap divisi, tim, orang yang ada di dalam organisasi.

c. Menentukan jumlah target dengan jadwal waktu yang akan dicapai dari setiap orang, tim, divisi yang ada di dalam organisasi bisnis dan pemasaran. Misalnya tim pemasaran: Cabang, distributor, Marketing, Sales Representatif. 

d. Menentukan reward kepada tim yang dianggap layak menerima, dan melakukan pelatihan, konsekuensi kepada anggota tim yang belum bisa mencapai target. 

e. Menentukan nilai atau bobot kinerja.

f. Mengomunikasikan SOP, KPI kepada tim untuk diimplementasikan.

g. Tindakan penerapan dan pelaksanaan tugas pekerjaan yang telah ditentukan.

h. Setelah setiap orang melakukan tugas pekerjaan, dapat dimonitor secara periodik, misalnya perhari, perminggu, perbulan dan pertahun. 

i. Membuat laporan hasil kinerja terakhir, menentukan tingkat pencapaian dari masing-masing orang yang melakukan, berdasarkan kinerja yang dilakukan dalam satu periodik. 

j. Result akhir.

k. Pemberian reward kepada yang berhak menerima, dan penyesuaian posisi bila dianggap perlu untuk pertumbuhan dan kemajuan.

Contoh: Peta Power Team Pemasaran.

MARKETING PLAN DAN PETA POWER TEAM PEMASARAN JAMU CV. ROCHMAN JAYA. (Jamu Naga Mas, Jamu Jawa Asli Sari Dewa) sebagai berikut:
Pabrik (produsen), Team Marketing Produsen, Team Marketing Wilayah Pulau, Distributor Pemasaran Wilayah Provinsi, Sub Distributor atau Cabang Pemasaran area Kabupaten, Perwakilan Pemasaran area Kecamatan, Perwakilan Pemasaran area Kelurahan dan Desa, Grosir atau Toko, Pengecer, Salesman, Reseller.

7 Tindakan Penting Membangun Usaha Pemasaran Jamu Produksi Cv Rochman Jaya sebagai berikut:

1. Mengenali dan memahami usaha Jamu CV Rochman Jaya secara mendalam, dan apa tujuannya? Mengetahui, apa peluang, keunggulan dan kekuatan, kelemahan dan Rintangan (Analisis SWOT).
2. Mengetahui, apa formulasi dari strategi, sistem, konsep yang dapat diterapkan untuk mencapai tujuan.
3. Menentukan kategori dan SDM yang akan direkrut, sesuai tugas pekerjaan, posisi dan wilayah cabang pemasaran.
4. Melakukan perekrutan Distributor Pemasaran, Reseller atau Crew Pemasaran dan Penjualan sesuai target wilayah, pekerjaan, dan melakukan pelatihan membangun keterampilan melakukan tugas pekerjaan.
5. Membangun Tujuan, Nilai dan Budaya Kerja.
6. Mengevaluasi kinerja, tugas, target dan lainnya, dan mengendalikan, melakukan perbaikan, penyesuaan.
7. Reward dan Konsekuensi, Funishman.

Proses Kinerja Pemasaran: Strategi pemasaran, sistem pemasaran, organisasi pemasaran, teknik pemasaran, produktifitas dan efektivitas pemasaran dan fungsi pemasaran.

3. Membuat Alur Bisnis dan Dasar Proses.

DASAR PROSES.

(A). LEVEL PEMASARAN dan Proses Distribusi Jamu Produksi CV Rochman Jaya:

1. Pabrik, Produsen, Perusahaan Jamu CV Rochman Jaya.

2. Distributor pemasaran di wilayah provinsi.

3. Sub distributor atau cabang pemasaran di wilayah Kabupaten.

4. Perwakilan pemasaran sub cabang di wilayah kecamatan.

5. Toko besar atau grosir, supervisor, perwakilan pemasaran area Kelurahan

6. Pengecer melalui kios atau warung tradisional, reseller, salesman, mitra bisnis area desa.

7. Konsumen.

(B). Membangun 7 LEVEL STRATEGI PEMASARAN Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa Produksi CV Rochman Jaya.

Strategi membangun, mengembangkan Perwakilan Wilayah Pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa, dengan metode:

1. Merekrut dan membangun perwakilan pemasaran.

2. Membangun Power Team Pemasaran dan Team Manajemen lainnya.

3. Membangun kerja sama tim dalam mengembangkan cabang atau perwakilan pemasaraan ke berbagai wilayah sampai ke tingkat desa, untuk memasarkan, menjangkau dan kemudahan pada konsumen.

4. Membangun layanan kemudahan kepada calon pelanggan, calon mitra usaha, pelanggan dan mitra pemasaran.

5. Distributor pemasaran di wilayah provinsi, mengembangkan pemasaran ke wilayah kabupaten, distributor di wilayah kabupaten mengembangkan ke wilayah kecamatan, perwakilan di wilayah kecamatan mengembangkan ke wilayah kelurahan dan desa.

6. Distributor pemasaran mempunyai kesempatan mengembangkan, membuka cabang baru di wilayah lain, di luar wilayahnya yang belum ada perwakilan pemasaran.

7. Calon konsumen, konsumen, pengecer, mempunyai kesempatan untuk menjadi perwakilan pemasaran atau distributor di wilayah yang belum ada perwakilan pemasaran.

Proses strategi komunikasi, branding, penawaran produk Jamu Produksi Cv. Rochman Jaya untuk menjangkau target pasar, calon mitra usaha dan calon customer dengan menerapkan 8 Model Strategi Pemasaran.

(C). 8 MODEL STRATEGI Pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa Produksi Cv. Rochman Jaya.

Apa model strategi pemasaran yang akan anda terapkan?

8 MODEL STRATEGI PEMASARAN JAMU PRODUKSI CV. ROCHMAN JAYA:

1. Membuka, mengembangkan perwakilan pemasaran ke berbagai wilayah di Indonesia untuk menjangkau, memberi kemudahan kepada konsumen, memperluas jaringan pemasaran produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa.

2. Pemasaran Online, Digital Marketing, Media Sosial Facebook, You Tube, Google, Blogspot, WhatsApp, membuat toko online di marketplace, membangun website dan lain - lain.

3. Penjualan retail konvensional (tradisional) melalui toko mitra, kios tradisional. Penjualan melalui toko ke pelanggan. Penjualan melalui kios Jamu Tradisional dengan cara minum jamu ditempat, "kios Jamu Seduh".

4. Personal selling. Penjualan dari teman ke teman.

5. Direct Selling, Penjualan Langsung. Memberdayakan salesman representative, crew pemasar dan penjual. Menawarkan langsung ke pelanggan, door to door.

6. Branding, Sales Promotion, Bazar, Event, seminar kesehatan produk herbal, beriklan melalui Radio dan lain-lain. 

7. Pemasaran pengaruh. Membangun pemasaran komunitas offline dan online. Bersinergi dan kolaborasi.

8. Following Through dan Follow Up.

Catatan:

Jika kita menjadi konsumen dan atau pelaku bisnis apa yang diharapkan?

1. Kategori A.

Untuk mendapatkan produk atau jasa, tentu, kita menargetkan mengeluarkan sejumlah uang lebih kecil dibanding manfaat keseluruhan yang akan diterima. 

Kategori B:

Jumlah uang dikeluarkan minimal sama dengan manfaat keseluruhan yang akan diterima. Maka dengan konsep ini, kita sebagai konsumen berpotensi puas dalam hal manfaat produk.

2. Kebutuhan keamanan.

Kita sebagai konsumen, menargetkan keamanan menggunakan produk atau jasa yang kita beli.

Dalam hal ini, kita menargetkan kebutuhan dari khasiat produk, emosional terpenuhi. Konsumen mengharapkan kebutuhan keamanan menggunakan produk, selain manfaat fungsional produk.

3. Sosial. Sikap dari orang lain kepada konsumen, setelah menggunakan produk: Ingin dikagumi, dihargai, disegani, diterima. 

Jika sebagai misal, kita menggunakan produk yang dilarang instansi tertentu, apakah kita dihargai orang lain? Mari kita menjawab!

Bagaimana sikap diri menggunakan produk, dan atau melakukan usaha, setelah menggunakan produk supaya lebih berharga bagi diri, keluarga, orang lain, lingkungan sosial, dan bagaimana orang lain menghargai, menghormati diri?

4. Mengharapkan kesehatan lebih baik, lebih prima, lebih bertenaga dari sebelumnya setelah menggunakan Jamu. Pernahkah anda merasakan kesehatan lebih prima setelah mengkonsumsi vitamin, madu atau jamu?

Misalnya contoh, aktivitas sebagian konsumen menjadi prima setelah menggunakan produk Jamu Sari Dewa.

5. Menumbuhkan emosi positif diri. 

Apakah penting pemasar, penjual membangun sikap baik sebagai kekuatan?

1. Membangun brand personal. Membangun keunggulan integritas diri yang bernilai positif, melakukan tindakan terpercaya untuk membangun kekuatan, pengaruh dan popularitas kepada orang lain, dan brand bisnis yang dilakukan. 

Membangun Marketing Kreatif supaya orang lain datang membeli atau menjadi tim mitra usaha.

Sebagian prospek, telah bosan dengan model strategi penawaran iklan produk melulu! Pernahkan anda langsung menghindar ketika ada salesman, iklan penawaran produk, mengapa bisa terjadi? Apakah anda kecewa dengan sebelumnya? Apakah anda sedang tidak membutuhkan? Atau mungkin anda, bukan target pasar tepat dari iklan tersebut.

2. Berdasarkan pengalaman saya (Rissan Panjaitan) banyak penjual, distributor pemasaran bertahan bukan hanya ingin mendapatkan penghasilan. Penjual, pemasar, distributor tetap melakukan usahanya, karena mereka merasakan mendapatkan perhatian, motivasi, apresiasi, layanan yang simpati, empati, pertumbuhan dan mempunyai harapan optimis pada tujuan dari usaha Jamu Produksi CV. Rochman Jaya 

Penjual, reseller, crew, sales representatif dan bagian lainnya, bertahan bukan hanya karena faktor penghasilan, mereka mau dihargai, diapresiasi, aman dan nyaman dalam bekerja, pertumbuhan pengetahuan, keterampilan, sikap mental berbisnis, dan sebagainya yang berguna untuk tujuan pertumbuhan yang berkelanjutan.

3. Saya menyarankan kepada pemasar, penjual Jamu Sari Dewa, Jamu Naga Mas, supaya, kita mengetahui terlebih dahulu, apa motivasi, motif dari prospek dalam pembelian poduk. 

Mari kita, bersikap peduli, mengamati kebutuhan konsumen, dan mengambil tindakan solusi memenuhi kebutuhan konsumen.

Menjelaskan yang relevan, meyakinkan kepada prospek, tentang cara mengatasi keluhan dan masalahnya. Mengetahui cara yang lebih baik dari hasil sebelumnya.

Tidak banyak berguna, jika hanya fokus di fitur produk. Konsumen membeli produk akibat gabungan dari khasiat fungsi, manfaat emosional, sosial, faktor psikologi, layanan, sikap penjual, kemudahan, kenyamanan, dan produk tersebut tepat sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dari konsumen. Produk dan layanan yang bermanfaat. Produk selaras dengan target pasarnya. Persepsi konsumen selaras dengan produk yang dibutuhkan, produk tersedia yang memengaruhi terjadi suatu pembelian.

Kita pemasar penting membangun dan  menyelaraskan pengetahuan, kemampuan, keterampilan diri dengan penerapan strategi dan tujuan. Kemampuan, strategi, tujuan selaras.

Kualitas produk adalah logika, bukan seberapa hebat kualitas produk menurut penjual, tetapi ketertarikan konsumen menggunakannya. Konsumen bertanya, apakah produk Jamu produksi CV. Rochman Jaya berguna untuk mengatasi keluhan, masalah saya? Jika konsumen yakin secara logika, emosional dan persepsi, maka cenderung melakukan tindakan keputusan pembelian, dan hal ini juga dipengaruhi oleh waktu, pengalaman dan kemampuan. 

Jika konsumen merasakan nilai manfaat seperti yang ditampilkan, ditunjukkan, ditayangkan, diinformasikan oleh pemasar, maka konsumen cenderung puas. Mari menginformasikan manfaat keunggulan produk yang relevan kepada konsumen, target pasar yang spesifik.

Apakah konsumen memberi saran dan masukkan perbaikan produk dan layanan supaya lebih baik? Apakah banyak pelanggan anda yang mereferensikan produk yang dipasarkan kepada orang lain?.

4. Mengapa konsumen memilih Produk Jamu Produksi CV. Rochman Jaya? Bagaimana strategi membangun nilai manfaat dan keunggulan relevan pada konsumen? Memberi bukti nyata yang relevan dari produk Jamu Produksi CV. Rochman Jaya, untuk meyakinkan konsumen, tanpa berjanji yang terlalu muluk. Misalnya contoh: Menunjukkan bukti legalitas, izin edar Jamu Produksi CV. Rochman Jaya melalui website BPOM RI, testimoni dari pengguna, dan contoh lainnya yang relevan, untuk menjawab pertanyaan konsumen ketika terjadi keberatan atau hal lain.

"Mendapatkan suatu produk berkualitas, "ada harga, ada kualitas", berhubungan dengan kenyamanan menggunakan". 

5. Menjelaskan nilai keunggulan, keunikan produk yang akan diterima oleh prospek.

6. Menghubungi daftar nama potensial anda, 20 orang setiap hari, dari nama orang yang berbeda, dan bangun strategi pemasaran digital marketing, media sosial dan tradisional marketing.

7. Menghubungi 10 prospek setiap hari, dari nama prospek yang berbeda yang telah dipresentasikan sebelumnya. 

8. Mari, kita membangun hubungan komunikasi yang empati, ramah, produktif pada konsumen.

Dilayanan ini, kami menjelaskan bersifat umum. Penjelasan Spesifik, "8 Moldel Strategi pemasaran Jamu Naga Mas", "Jamu Sari Dewa" Produksi CV. Rochman Jaya, silahkan menghubungi kami di 081290150008, 082299833605 atau langsung menghubungi distributor anda di daerahnya.


7 KONSEP PEMASARAN Jamu Produksi CV Rochman Jaya:

1. Konsep Produksi.

2. Konsep Kualitas Produk.

3. Konsep Tim Pemasaran.

4. Konsep Program Penjualan.

5. Konsep Program Strategi.

6. Konsep Hubungan Pendekatan Emosional.

7. Konsep Pemasaran Kolaborasi dan Bersinergi.

1. Konsep PRODUKSI.

Produksi:  Perusahaan fokus pada efisiensi produksi dan distribusi produk.

Perusahaan memproduksi produk dengan standar kualitas untuk  persediaan dipasarkan, memenuhi permintaan sesuai kebutuhan, keinginan, permintaan konsumen dengan harga yang kompetitif, terjangkau oleh target pasar potensial.

Produksi fokus dalam penentuan harga secara kompetitif, tepat. Produksi bersifat efisiensi dengan penentuan harga yang tepat, dengan cara memproduksi produk dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan, permintaan dari konsumen. 

Tugas utama perusahaan, produsen untuk menciptakan nilai keunggulan bermanfaat:

a. Merancang, memproduksi produk jamu yang berkualitas, bermutu, aman untuk dikonsumsi, dan mempunyai keunggulan, keunikan sebagai pembeda dengan merek produk lain.

b. Memproduksi Jamu CV. Rochman Jaya sesuai kebutuhan, keinginan dan kemampuan/daya beli konsumen potensial.

c. Penentuan harga dengan tepat.

d. Evaluasi dan inovasi produk, supaya sesuai dengan kualitas yang diharapkan konsumen yang berdampak pada pembelian ulang, loyalitas, kemajuan pemasaran dan perusahaan.

2. Konsep Kualitas Produk.

Perusahaan memproduksi produk berkualitas, bermanfaat, aman digunakan oleh konsumen. Pada konsep kualitas Produk mengutamakan kualitas produk, kemasan, label dan fitur lainnya. Fitur yang terdapat pada kemasan produk jamu sebagai nilai tambah, seperti label yang berkualitas, kemasan yang higienis, aturan pakai. 

Penentuan kualitas bahan baku, menggabungkan bahan-bahan jamu sesuai ukuran, kualitas, proses produksi yang higienis. Merancang bentuk kemasan yang menarik, bahan, penutup, fitur, seperti labelBentuk dan bahan kemasan jamu yang berkualitas yang memberi daya tarik pada konsumen. Sebagai misal, penutup kemasan sinkron dengan badan kemasan jamu, yang memengaruhi kualitas dan daya tahan produk pada kemasan. 

Jamu sebelum diproduksi, dipasarkan secara umum sebaiknya mendapatkan ijin edar dari BPOM RI untuk jaminan kualitas artinya ada aturan, seperti aturan, ukuran konsumsi yang disarankan. 

Konsep produk Jamu berkualitas merupakan strategi fundamental untuk membangun kepuasan pelanggan. Puas berarti senang! 

Kepuasan pelanggan juga dipengaruhi oleh ketersediaan produk di penjual, konsumen dapat menjangkau, mudah mendapatkan, cepat dilayani, konsumen merasakan manfaat produk sesuai yang diharapkan, dan pemasar atau penjual yang empati, ramah, membangun hubungan emosional yang baik untuk memenangkan hati pelanggan.

Izin Edar/Nomor Registrasi BPOM RI Produk Jamu NAGA MAS, POM TR213655481. Jamu SARI DEWA, POM TR226038711, Produksi CV. Rochman Jaya Banyuwangi Jawa Timur - Indonesia. Untuk mengecek nomor register produk secara langsung, silakan cek di Website BPOM RI, cek nomor register Produk sesuai nama Produk, nama pendaftar.

3. Konsep Tim Pemasaran.

Konsep Tim Pemasaran bertujuan:

• Membangun pemasar untuk melaksanakan kinerja yang efektif.

• Mengelola tim pemasar untuk memasarkan, mempromosikan, menawar kan produk pada konsumen. 

• Pemasar mempunyai tugas untuk melakukan observasi, analisis, riset, pengelompokan pasar, menentukan pasar sasaran yang spesifik dan potensial, melakukan komunikasi promosi, branding, membangun diferensiasi yang unggul bermanfaat. 

• Pemasar menyampaikan nilai manfaat produk pada konsumen untuk membangun pengalaman positif dari konsumen. Strategi pemasaran bertujuan memenuhi kebutuhan, keinginan, dan permintaan konsumen yang potensial. Strategi pemasaran penting dilakukan dengan tepat sasaran untuk efisiensi biaya pemasaran.

• Pemasar membangun pemasaran agresif, inisiatif, kreatif melakukan pendekatan kepada target pasar, konsumen yang tepat sasaran, potensial supaya efektif, efisien, kinera produktif dan mempengaruhi produktivitas, profitabilitas, dan berfokus pada kepuasan pelanggan dan tim pemasaran dalam manajemen pemasaran.

• Pemasar melakukan branding produk sesuai target pasar untuk menjangkau, mengenalkan merek, mendatangkan, meningkatkan jumlah konsumen dan tim penjual. 

• Pemasar membangun sikap, layanan yang ramah, nilai-nilai integritas untuk trus dari konsumen. 

• Pemasar melakukan komunikasi promosi yang relevan, mengkomunikasikan khasiat dan manfaat produk yang elevan untuk membangun pengalaman positif dari konsumen. Konsumen yang senang, puas melalui pengalamannya, berpotensi menjadi mitra pemasaran, mereferensikan produk dan/atau usaha kepada orang lain

• Pemasaran yang efektif membangun kesadaran akan kebutuhan, keinginan sesuai permintaan konsumen pada produk. Divisi penjualan fokus pada peningkatan penjualan produk.

Strategi membangun POWER TEAM Pemasaran Jamu Cv Rochman Jaya, silakan mempelajari pada topik "Power Team Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya, "12 Langkah Membangun Power Team yang Qualified". 

4. Konsep Program PENJUALAN.

Perencanaan program penjualan secara tepat. 

Konsep penjualan bertujuan menarik pelanggan baru, meningkatkan jumlah penjualan produk, pembelian ulang dan mempertahankan pelanggan lama.

Divisi penjualan fokus menentukan dan melakukan promosi yang efektif, efisien, tepat sasaran untuk mendatang penjualan produk dari konsumen. 

Meningkatkan Penjualan Jamu Cv. Rochman Jaya Dengan Cara: 

Perusahaan, distributor pemasaran merekrut pemasar, penjual produk. 

• Distributor melakukan pelatihan produk kepada pemasar, penjual.

• Pemasar melakukan branding, iklan kesadaran akan kebutuhan, pembelian, pengingat dan penguatan merek.

• Penjual melakukan promosi produk pada konsumen yang spesifik sesuai manfaat produk yang relevan.

• Pemasar membangun hubungan baik dengan pelanggan.

• Menjaga loyalitas, memberikan layanan yang nyaman. 

•  Menginspirasi mitra pemasaran serta berkomitmen dan konsisten pada tujuan.

• Selain hal-hal di atas, dapat juga mempelajari dan menerapkan dengan:(A). SALES STRATEGY (Strategi Menjual): 8 Step by Step Smart Selling untuk proses membangun penjualan, Convertion Rate, Sales Promotion, Strategi meningkatkan Penjualan dan Omset.

(B). GASSPECAR PROGRAM GOAL bertujuan membuat program target penjualan dan proses strategi mencapai target penjualan.

5. Konsep Strategi Pemasaran. 

Konsep program strategi pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya adalah merancang strategi pemasaran secara tepat, terintegrasi, adaptif, kreatif inovatif.

Konsep strategi pemasaran mencakup bauran pemasaran yaitu penentuan produk, harga, promosi, tempat/wilayah pemasaran, distribusi, pemasar/penjual (people), layanan. 

Penjelasan lebih lanjut tentang strategi Pemasaran, silakan mempelajari di Menu Marketing Strategy, Konsep Pemasaran 12 T (12 tahapan pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya)

Pertanyaan Personal, Evaluasi dan Solusi.

• Bagaimana cara kreatif inovatif yang baik supaya konsumen membeli produk yang saya pasarkan?

• Mengapa konsumen membeli produk dari saya?

• Mengapa konsumen membeli dari layanan saya?

• Apa sikap yang saya bangun supaya membeli dari saya?

• Bagaimana caranya supaya konsumen membeli dari tim pemasaran saya?

• Apa strategi yang saya bangun, yang memberi layanan kemudahan akses, dapat dijangkau, menyenangkan, memuaskan dan membangun loyalitas konsumen? 

• Bagaimana tekniknya supaya distributor pemasar, penjual dapat mempelajari strategi dan system perusahaan secara umum, spesifik?

Pemasaran Sosial.

Pemasaran sosial merupakan bagian dari Strategi Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya. 

Tujuan Menerapkan Strategi Pemasaran Sosial sebagai berikut: 

• Bermanfaat pada manajemen, karyawaan, mitra usaha. 

• Mengutamakan kenyamanan konsumen.

• Membangun ekonomi kesejahteraan.

• Membangun nilai yang bermanfaat baik pada masyarakat, lingkungan, sosial

• Membangun etika dan moral.

6. Konsep Pemasaran Pendekatan Emosional.

Pemasaran Pendekatan emosional bertujuan mambangun hubuangan yang baik dengan konsumen, dan kebersamaan.

Melakukan strategi pemasaran kebersamaan dapat membangun kedekatan hubungan dengan konsumen, sebagai contoh melakukan acara bazar dan melibatkan konsumen, acara free day yang di sponsori oleh perusahaan. Tentukan yang relevan jika hendak menerapkan strategi kebersamaan.

Pendekatan Emosional.

A. External.
Pendekatan Emosional adalah proses tindakan pendekatan dari pemasar kepada konsumen, dengan teknik membangun emosional positif untuk memotivasi, membangun citra, memenangkan hati yang berpengaruh menjalin hubungan kedekatan dan ikatan emosi.

Pendekatan kreatif, inovatif dan menjaga hubungan yang baik.
Membangun komunikasi produktif, informasi dua arah antara pemasar dengan pelanggan, supaya terjalin keterlibatan hubungan emosional yang kuat yang berdampak pada minat, hasrat, ketertarikan, tindakan membeli produk, mencoba menggunakan, membentuk pengalaman. Pengalaman konsumen yang positif berpengaruh mereferensikan produk, usaha kepada orang lain menjadi pelanggan, tim mitra bisnis dan pemasaran.

Pertanyaan:
Bagaimana strategi mempertahankan konsumen, agar tidak berpindah ke produk merek lain?

Strategi Membangun Pendekatan Emosional kepada Konsumen, sebagai berikut:
1. Pemasar membangun hubungan kedekatan secara emosional antara merek, penjual dengan konsumen.
2. Pemasar membangun hubungan berkelanjutan pada konsumen, yang berdampak pada pembelian ulang, loyalitas, dengan cara, menawarkan produk yang dibutuhkan, dinginkan dan sesuai permintaan, dan stok produk tersedia, dekat ke pelanggan dengan membangun hubungan emosional, mudah ditemukan, mudah diakses, melayani dengan empati, melakukan following through dan follow up.
3. Pemasar membangun pendekatan yang positif pada konsumen untuk memenangkan emosi perasaan, membangun citra positif. 

"Emosi keyakinan positif merupakan daya dorong motivasi mengambil keputusan dan tindakan"
"Emosi memengaruhi pikiran, sikap dan tindakan".

Cara Membangun Hubungan Ikatan Emosional kepada konsumen, dengan cara: 
A. Pemasar membangun personal brand, nilai karakter, integritas, dipercaya, peduli, empati, jujur, layanan yang memuaskan, tanggung jawab yang berguna dan bernilai baik pada konsumen.

B. Pemasar bersikap sopan, santun, ramah kepada konsumen.

C. Berbicara relevan.
Contoh, khasiat dan izin edar produk.

D. Contact The First 3 Gold
1. 2 Hari Emas Pertama: Bertanya khabar,  apa yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi produk?
2. 2 Minggu Emas Pertama: Bertanya dampak manfaat, membantu mengatasi, jika ada pertanyaan, tentang manfaat, penggunaan produk, dan menggali referensi, dan lain-lain.
3. 2 Bulan Emas Pertama: Contoh, bertanya khabar, membangun hubungan yang baik, mengapa tidak membeli kembali? Dan lainnya sesuai kondisi dan situasi dari konsumen.

E. Membangun inspirasi, aspirasi, hot button, memahami MOTIVASI konsumen dan motif akan membeli produk, bertujuan untuk membangun jaringan hubungan pemasaran yang berintegritas, dipercaya.

Berusaha mengatasi keluhan pelanggan dengan simpati, empati, ramah, melayani pelanggan sepenuh hati, dan membangun layanan kemudahan, kenyamanan pelanggan. PAS: Peduli, Amati, Solusi 

Konsumen mengharapkan Nilai: Manfaat Produk + Sikap Pemasar Berintegritas + Layanan Prima + kemudahan + kenyamanan yang memengaruhi nilai  kepuasan. 

Kriteria Kepuasan Konsumen Berdasarkan Nilai:

• Jika nilai yang terima konsumen lebih rendah dari yang harapkan, maka konsumen kurang puas, mungkin kecewa.

• Jika nilai yang terima konsumen sesuai yang diharapkan, maka konsumen puas.

• Jika nilai yang terima konsumen di atas yang diharapkan, maka konsumen cenderung lebih puas.

Dalam hal ini, kita pemasar Jamu CV. Rochman Jaya penting mempromosikan, menyampaikan manfaat, izin edar produk yang relevan, membangun pengalaman positif kepada konsumen. 

Konsumen untuk mendapatkan produk yang dibutuhkan, mengeluarkan uang, tenaga, meluangkan waktu, pikiran, dan fisik.

(B). Internal.
Internal bersinergi dan kolaborasi.
Sesama tim pemasar dan bagian lainnya membangun hubungan Internal dengan emosional yang baik, harmonis, kerja sama dengan tim. 

Tim pemasaran membangun sikap baik, harmonis, menghargai, peduli, empati, integritas bernilai baik kepada internal, tim bisnis, karyawan, keuangan, operasional, produksi, distribusi, manajemen perusahaan. 

Tim pemasaran membangun strategi yang kreatif inovatif, bersinergi, kolaborasi yang menghasilkan pemasaran terpercaya, yang berdampak pada peningkatan penjualan, omset dan pendapatan, pertumbuhan, kesejahteraan, dan pengaruh baik pada masyarakat dan lingkungan.

7. Konsep Pemasaran Kekuatan Bersinergi dan Kolaborasi.
Konsep sinergi pemasaran bertujuan mengoptimalkan kerjasama pemasar, penjual untuk mencapai tujuan dan target penjualan, dan meningkatkan jumlah konsumen dan mitra pemasaran. 

Untuk mencapai tujuan program bersinergi dan terintegrasi membutuhkan elemen - elemen dibawah ini:

A. Pemasaran Terpadu.

1. Kesesuaian strategi dengan visi dan tujuan.

2. Kesesuaian manfaat produk, value, layanan dengan harga produk.

3. Kesesuaian strategi, system, sumber daya tim pelaksana untuk mencapai kinerja terbaik.

4. Kesesuaian formulasi dari setiap strategi sesuai waktu, kondisi, situasi dan sumber daya untuk dilakukan mencapai tujuan.

5. Kesesuaian produk dengan target pasar.

6. Kesesuaian kelompok pasar, target pasar, diferensiasi, komunikasi, penempatan, penawaran pertukaran dengan tepat sasaran.

7. Kesesuaian stok produk, pembelian, pembayaran dan pengiriman.

8. Kesesuaian program strategi pemasaran dengan ekonomi, teknologi globalisasi untuk keberlangsungan dan pertumbuhan usaha.

B. Pemasaran Pengaruh.

1. Pengaruh sosial.

2. Pengaruh lingkungan 

3. Pengaruh ekonomi.

4. Pengaruh kenyamanan dan kepuasan pelanggan.

5. Pengaruh terhadap tim pemasaran, manajemen, perusahaan.

6. Pengaruh strategi pemasaran yang mendatangkan konsumen, tim pemasaran , menghasilkan penjualan, omset dan pendapatan.

5 Langkah MEMBANGUN SISTIM BISNIS Pemasaran Jamu Produksi CV Rochman Jaya.
Penjelasan ke empat:
MEMBUAT SOP (Sistem kerja, kontrol).

(A). Proses, Syarat dan Cara Menjadi Distrubutor Pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa, pada wilayah yang tersedia: 

Syarat Utama menjadi Distributor, Perwakilan Wilayah Pemasaran Jamu Produksi Cv Rochman Jaya sebagai berikut:

1. Wilayah Satu Provinsi:
• Melakukan pembelian produk pada tahap awal sejumlah 600 karton.
• Promo Target Perbulan, penjualan rata - rata 1.000 karton perbulan.
• Berlaku apabila tidak ada distributor lain aktif di wilayah yang direncanakan, untuk satu nama produk.

2. Wilayah satu Kabupaten:
• Melakukan pembelian produk pada tahap awal sejumlah 100 karton.
• Target penjualan rata-rata 100 karton perbulan.
• Berlaku apabila di wilayah rencanakan tidak ada distributor lain. (Satu nama produk)

3. Wilayah Satu Kecamatan:
• Melakukan pembelian produk pada tahap awal sejumlah 30 karton.
• Target penjualan rata rata perbulan: 30 karton.
• Berlaku apabila belum ada perwakilan pemasaran di wilayah direncanakan. (Satu nama produk)

Catatan:
Untuk mencapai target penjualan di atas, diberikan kesempatan waktu, 3 sampai dengan 6 bulan.

Penjualan rata - rata perbulan, menentukan level wilayah perwakilan pemasaran.

Distributor pemasaran di satu wilayah mempunyai kesempatan membuka dan mengembangkan pemasaran di wilayah yang belum ada distributor, perwakilan pemasaran Jamu Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa.

Kesempatan kepada Bapak/Ibu Menjadi Distributor Pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa Produksi CV. Rochman Jaya di berbagai daerah! Calon konsumen, konsumen, pengecer, reseller mempunyai kesempatan menjadi distributor perwakilan pemasaran, di wilayah yang belum ada perwakilan pemasaran Jamu Produksi CV Rochman Jaya.

(B). Blok Sistem Wilayah Pemasaran Jamu Sari Dewa, Jamu Naga Mas.

Catatan: Berlaku khusus untuk perwakilan pemasaran, distributor, agen, cabang wilayah.

Blok Sistem Pemasaran Jamu SARI DEWA, Jamu NAGA MAS bertujuan: 

1. Memberi kemudahan kepada pemasar untuk berjumpa dengan target prospek potensial.

Perwakilan wilayah pemasaran dan Tim Pemasar lebih memahami budaya di wilayahnya, pekerjaan dan lain lain (DG2P; Demografi, Geografi, Psikologi dan Perilaku)

2. Memberi kemudahan kepada pemasar melakukan survei, menganalisis, penentuan kelompok, target prospek potensial sesuai syarat DG2P: Demografi, Geograi, Psikologi, Perilaku dan membangun strategi nilai keunggulan dari Marketix mix 4P dan 3P.

3. Memaksimalkan implementasi strategi pemasaran promosi, penawaran, selling, branding dan distribusi.

4. Layanan kemudahan 3C (Accessable, Actionable, Accesible), customer lebih dekat ke alamat penjual, perwakilan pemasaran. Marketing Mix 7P, nomor 7 Physical Proof.

5. Pengendalian sistem harga.

6. Kepada tim pemasar, penjual supaya kita saling menghargai, harmonis, mendukung (Power Team Jamu Produksi CV Rochman Jaya).

7. Pemasar, penjual supaya fokus pada pemerataan pemasaran Jamu Naga Mas atau Jamu Sari Dewa di wilayahnya.

Catatan. Pelanggan Jamu CV. Rochman Jaya mempunyai kebebasan membeli dari penjual yang dipercaya.

Blok Sistem Pemasaran adalah bentuk penghargaan dari perusahaan Jamu Jawa Asli CV Rochman Jaya kepada perwakilan pemasaran, distributor, sub distributor, cabang yang memenuhi syarat dan berprestasi. Berlaku khusus untuk JAMU SARI DEWA dan JAMU NAGA MAS.

Apabila ada calon pelanggan, pelanggan, pemasar yang menghubungi kami, dari wilayah pemasarannya, kami tim pemasar dari pihak Produsen Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa, akan mereferensikan konsumen ke Perwakilan pemasarannya sesuai wilayahnya.

Apabila Bapak dan Ibu tertarik, berminat memasarkan Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa di wilayah pemasaran yang telah ada, kami menganjurkan bekerja sama dan berkordinasi dengan distributor yang telah ada di wilayahnya.

Catatan, Blok Sistem Wilayah Pemasaran berlaku untuk Jamu Sari Dewa, Jamu Naga Mas, Jamu Fatah Yasin Produksi CV. Rochman Jaya. 

Kesepakatan produsen dengan tim inti marketing produsen dan para Distributor di berbagai wilayah di Indonesia.

5. Mengomunikasikan SOP, KPI kepada tim untuk diimplementasikan.

Selain penjelasan pada layanan ini, silahkan menghubungi kami, Tim Marketing Produsen atau Distributor di wilayahnya untuk mendapatkan penjelasan lebih detail. Berlaku khusus pada Pemasaran Jamu Sari Dewa, Jamu Naga Mas, Jamu Fatah Yasin Produksi CV. Rochman Jaya.

----------------------------------------------------------

7 ELEMEN STRATEGI KHUSUS Membangun Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.

Penjelasan ketiga: 

B. MEMBANGUN POWER TEAM PEMASARAN JAMU PRODUKSI CV. ROCHMAN JAYA.

Tujuan: 

1. Perusahaan Jamu CV. Rochman Jaya, bertujuan mengembangkan perwakilan pemasaran, distributor ke berbagai daerah di Indonesia, distributor mengembangkan ke daerah tingkat kabupaten, kecamatan dan desa. 

2. Memasarkan Jamu Cv. Rochman Jaya pada konsumen yang membutuhkan di berbagai wilayah di Indonesia.

3. Membangun kekuatan bisnis pemasaran dengan cara membangun TIM PEMASAR yang qualified, berkarakter, berintegritas, harmonis dan melayani konsumen dengan terpercaya.

Membangun Tujuan, Nilai, Budaya dan Sikap. 

1. Satu visi, misi dan tujuan.

2. Membangun budaya, karakter, nilai berintegritas.

3. Membangun motivasi, tujuan, target dan impian.

4. Membangun, menerapkan strategi, konsep, sistem pemasaran yang tepat dan benar sesuai era perkembangan dan teknologi.

5. Membangun Leadership, Enterpreneurship, Ownership, Pondasi Mental, Sikap, Mindset dan Pola Pikir Positif bertumbuh, Passion, Potensi diri.

6. Membangun jaringan POWER TEAM Pemasaran dengan 7M: Merekrut, Melatih, Memotivasi, Menginspirasi, Memberdayakan, Mensinergikan, Mengapresiasi, 

7. Membangun NILAI:

(a). Membangun nilai integritas.
(b) Membangun nilai karakter.

(c). Membangun nilai kenyamanan, kepuasan, menyenangkan konsumen, mitra usaha, karyawan, tim pemasaran.

(c). BUDAYA KERJA Pemasaran.
Melakukan dengan sepenuh hati. Bisnis itu adalah ibadah. 

(d) Filosofi visi: 
Peduli sehat dan sejahtera.

8. Full Qualified Traning. Membangun SDM dengan cara melakukan training, belajar dari berbagai sumber yang baik. 

PROSES MEMBANGUN POWER TEAM YANG QUALIFIED.

12 Langkah Proses Membangun POWER TEAM QUALIFIED.

(A). PLAN:

1. Menentukan:

a. Tujuan, 

b. Target. 

c. Nilai.

2a. Merancang strategi meraih.

2b. Menentukan rencana peta organisasi tim sesuai rencana daerah pemasaran.

3a. Menentukan;

a. Sistem kerja dan SDM.

b. Sistem kontrol, 

c. Monitoring.

4. Menentukan Kategori Tim yang akan dibangun.

(B). ACTION:

5.  Merekrut Pemasar, Distributor sesuai target wilayah dan sesuai kategori.

6. Komunikasikan: 

a. Tujuan dan target. 

b, SOP dan Strategi, 

c. Disiplin kerja, kode etik, 

d. Produktivitas, 

c. Standarisasi.

7. Membangun: 

a. Budaya, 

b. nilai, 

c. Integritas, 

d. Karakter, 

e. Mental, 

f. Personal brand.

8. Melakukan strategi, sistem, konsep, teknik, taktik pemasaran dengan tepat dan benar.

(C). KONSULTASI dan SOLUSI.

9. Mendorong perwakilan pemasaran, distributor membuka cabang, perwakilan pemasaran di wilayah baru.

10a. Konsultasi,

b. Evaluasi, 

c. Solusi, 

d. Penyesuaian 

f. Pengendalian, 

g. Pengawasan.

11.  Klasifikasi tim sesuai kategori.

12. Reward dan Funishment.

"Lautan luas yang terbentang dan berombak, bagaikan tantangan dalam melakukan suatu usaha, persiapkan diri dan bangun pengetahuan, keterampilan, sikap mental, motivasi tinggi yang konsisten, semangat membara dalam proses memaksimalkan kesempatan meraih tujuan yang jelas dan tepat"
"Mari kita bertindak, berlari lebih cepat dengan kreatif, inovatif meraih tujuan"
"Perkembangan terus berubah dan keras, bagaimana mengelola pikiran supaya mengikuti dan membangun perkembangan itu sendiri" 
Setiap perkembangan yang terjadi adalah hasil karya inovasi yang terbaru.
"Masa lalu adalah pengalaman yang membentuk pembelajaran, hari ini menikmati kehidupan dan masa depan indah bagi kita"

3 PRINSIP UTAMA JALAN MENUJU POWER TEAM YANG UNGGUL: 3FT.

(1). FULL QUALIFIED TRAINING.

1. Merekrut tim pemasaran, perwakilan, kepala cabang: 

PASEM dan AIDASIC: Passion, Attitude, Skill, Experience, Motivation + Awareness, Interest, Desire, Action, Satisfaction, Integritas, Creatif.

2. Melakukan pelatihan prioritas, reguler meeting, training.

Membagi waktu belajar dengan konsisten untuk membangun kekuatan, keunggulan diri, tim pemasaran dan perusahaan.
Belajar adalah jendela keberhasilan, dan pengetahuan adalah kekuatan meraih tujuan yang optimis.

Materi pelatihan dikomunikasikan atau menerima informasi pengetahuan melalui:
(a). Indor: Home meeting, pelatihan berjadwal di dalam ruangan kantor dan lain - lain. 
(b). Digital Marketing, online, Media Sosial: membuat materi postingan untuk dipelajari anggota tim seperti di website, Blog, Facebook, Google, You tube, WhatsApp grup komunitas. Training berjadwal melalui Zoom online, Google meeting dan lain sebaginya yang tersedia.

(c). Melalui buku cetakan, panduan, katalog dan lain - lain.

Contoh Topik Materi Pelatihan Manajemen Pemasaran sebagai berikut.

Strategi Perencanaan Tujuan, Target, Nilai dan strategi mencapai. 

• Analisis kekuatan dan kelemahan, peluang dan hambatan, dan solusi.

• Mempelajari lebih dalam produk Jamu Cv. Rochman Jaya dan Visi Perusahaan.

• Syarat penentuan tujuan secara efektif dengan Metode "SMART Goal" atau "SMARTER Goal".

• 7 Konsep Pemasaran.

• Strategi Bauran Pemasaran yang efektif.

• Strategi Branding, Diferensiasi.

• 12 Tahapan Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.

• Kriteria target pasar berdasarkan Demografi, Geografi, Psikologi.

• Strategi Membangun Power Team Qualified. 12 langkah membangun tim qualified, Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.

• Manajemen kinerja.

Mengelola sikap (attitude), perilaku kinerja (behavior). 

Membangun motivasi, yakin, semangat, optimis, percaya diri, antusias, keberanian bertindak.

Membangun nilai-nilai ntegritas, kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, loyalitas. 

Selain mendapat materi dari pelatihan, pemasasar juga perlu meningkatkan pengetahuan dengan cara belajar mandiri, seperti membaca buku, mengikuti pelatihan external, pendidikan, seminar, belajar dari mentor, menonton di YouTube, informasi di Google, Facebook, dan lain lain yang sesuai untuk mendukung tujuan yang ditentukan.

Mempelajari strategi, sistem, konsep pemasaran, penjualan, dan cara merekrut dan pengembangan usaha pemasaran produk. Saya menyarankan mempelajari konsep 8 STEP BY STEP SMART SELLING Pemasaran Jamu CV. Rochman jaya, dan belajar dari sumber lain tentang strategi dan sistem memasarkan Jamu.

Membangun Leadership, Ownership, Entreprenursihip, sikap mental, pola pikir berbisnis dan lainnya.

Membangun layanan yang terpercaya pada prospek, konsumen, mitra usaha.

Strategi Membangun pemasar, pengecer, distributor perwakilan pemasaran yang efektif.

• Teknik melakukan tugas pekerjaan yang prioritas dan penting supaya efisien dan efektif. 

• Melakukan tindakan dengan penuh gairah, fokus, disiplin, bersungguh - sungguh, daya juang tinggi, ketekunan, kegigihan, konsisten, komitmen

3. "Strategy GASSPECAR" dan "SMARTER Goal", 9 Pilar Utama, 7 Inti Strategi dan lain lain sesuai tujuan.

4. Merencanakan tujuan bersama tim, nilai dan budaya, sistem kerja tim, membangun target penjualan.

5. Membangun:

a. Leadership, b. Entrepreneurship, c. Ownership, d. Profesional e. Pondasi Mental.

6. Membangun integritas tim, branding  personal dan team, hubungan kepedulian, harmonis dan bersinergi.

7. Melakukan strategi, sistem yang terbukti berhasil, dan belajar berkelanjutan dan melakukan pelaksanaan untuk membuktikan kinerja dan hasil. Melakukan terdahulu yang prioritas dan selanjutnya. Memulai langkah demi langkah sesuai jadwal tugas pekerjaan.

8a. Anggota tim pemasaran: Membangun motivasi, tujuan, passion, responsif, yakin, semangat, antusias, optimis, berani melakukan, dan disiplin, fokus, gigih, konsisten, komitmen.

8b. Suasana antusias, optimis, senang, bergairah.

8c. Membangun 10 kekuatan diri.

8d. Mewaspadai virus negatif yang berpotensi merusak kinerja, masa depan tim dan diri.

9a. Rules of the game. (Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab.

9b. Regeneration. Leader to Leader. Distributor menghasilkan distributor. Pemimpin membentuk pemimpin baru.

9c. Membangun POWER TEAM Pemasaran dengan: 7M: Merekrut, Melatih, Mensinergikan, Memberdayakan, Mengapresiasi, Memotivasi, Menginspirasi para anggota tim melakukan usaha yang berintegritas dalam meraih tujuan, target impiannya dalam mencapai tujuan dan visi perusahaan Jamu CV. Rochman Jaya.

10a. Planning target, organizing, system', goal 1 tahun. 

10b. Action plan strategy to achievement GASPECAR Concept Program Goal.

10c. Disiplin kerja, laporan, sistem kerja, sistem controlling, Monitoring, meeting.

11. Action full effective time priority and important.

12. Action full energy and skill team.

FULL QUALIFIED TRAINING Membangun POWER TEAM Pemasaran yang Qualified. 

Merancang, mengadakan training kepada tim untuk pertumbuhan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. 

1. Supaya mempunyai tujuan yang realistis dan jelas. Syarat yang efektif perencanaan tujuan dengan "SMARTER Goal" untuk Pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya.

2. Menganalisis kekuatan dan kelemahan. Menggunakan kekuatan untuk memaksimalkan kesempatan. Mengatasi, mengurangi kelemahan.

3. Menganalisis peluang dan tantangan. Menciptakan peluang atau mengambil peluang baru. Menemukan strategi untuk mengatasi tentangan untuk kemajuan dan pertumbuhan tim dan pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya.

4. Memahami strategi, pengorganisasian, sistem kerja, sistem kontrol, pelaksanaan dan pengendalian. 

5. Memahami Strategi Pemasaran, Konsep Pemasaran, Sistem Pemasaran, Teknik Pemasaran, Taktik Pemasaran.

6. Memahami Strategi membangun tim.

7. Penentuan Materi Training. 

• Menentukan program materi training sesuai kebutuhan. Training bertujuan  mendorong tim pemasar memahami, melakukan strategi dengan nilai-nilai, integritas, budaya. Dasar utama membangun Power Team Qualified dengan "12 langkah membangun Power Team Qualified" Pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya.

• Menentukan kebutuhan materi pelatihan dan tingkatan training sesuai posisi, jabatan.

• Menentukan jadwal waktu mengadakan training, jumlah peserta, kategori peserta, tempat, tools dan tim khusus pendukung terlaksananya acara. 

• Menyusun materi meeting dan agenda memulai sampai selesai.

• Mendesain model pelatihan, pelatihan didalam ruang kelas, ruang khusus, ruang meeting yang ada di dalam kantor, di luar kantor. 

• Memulai meeting dan sesuai topik.

• Memamahi sesuai kebutuhan training, meeting. Pelatihan bertahap step by step, dan pelatihan penting, mendesak khusus, contoh perubahan strategi.

• Disiplin meeting personal, humanis, harmonis, menghargai perbedaan, pendengar yang baik dan solusi dari pembicaraan.

• Membicarakan yang efektif, tidak bertele-tele 

• Evaluasi dan keputusan dari pelatihan.

8. Mengamati dan mengevaluasi tindakan peserta saat meeting dan pelaksanaan dengan 5P.

A. Pendapat. 

Bagaimana pendapat peserta pada saat acara berlangsung, penyampaian materi dan reaksi tim? Apakah membangun sikap integritas, motivasi, semangat, antusias, optimis atau sebaliknya.

B. Pemahaman dan Pembelajaran.

Apakah peserta memahami materi pelatihan? Apakah pembelajaran tersebut membangun pengetahuan, keterampilan, pertumbuhan? Apakah materi pelatihan tersebut efektif, efisien, kreatif, inovatif dalam pelaksanaan pencapaian tujuan? Apakah membangun kebersamaan, keharmonisan?

C. Penerapan dan Pelaksanaan dalam Perilaku.

Apakah materi pelatihan tersebut dapat dilakukan oleh peserta pada pekerjaan dengan kinerja produktif yang lebih baik?

Berapa persen jumlah peserta yang dapat melakukan yang berdampak pada kinerja yang baik dan hasil.

D. Pertumbuhan Tim.

Apakah peserta merasakan pertumbuhan dalam pengetahuan, keterampilan, pola pikir, sikap mental, yakin, kebersamaan? Yang membangun loyalitas dan komitmen.

Setiap orang yang bekerja pada suatu perusahaan membutuhkan pertumbuhan dan pengembangan diri, lingkungan kerja yang harmonis, penghargaan, apresiasi, tujuan masa depan.

E. Pengaruh. 

Apakah materi yang disampaikan kepada peserta, berpengaruh kepada kinerja yang produktif?

Fungsi Pelatihan kepada Tim Pemasar, sebagai berikut:

1. Membangun keterampilan anggota tim menjadi dapat melakukan tugas dan pekerjaannya dengan kinerja yang baik, unngul, dan mampu menggunakan tools dengan teknologi, digital. Memahami dan melakukan strategi yang tepat dan benar sesuai kondisi, situasi, perkembangan, yang tepat sasaran, kinerja efektif dan produktif.

2. Memberi pengembangan kemajuan yang kreatif, inovatif melakukan tugas pekerjaan dengan efektif, efisien yang berkontribusi pada produktivitas.

3. Supaya terlaksana strategi yang ditentukan oleh perusahaan, dengan membangun nilai nilai, budaya kerja, integritas dalam perilaku kinerja (behavior).

4. Membantu anggota tim supaya memahami dan mampu melakukan pekerjaan dengan efektif, efisiensi, tugas penting dan prioritas dalam mencapai tujuan yang dikehendaki.

5. Menetapkan faktor inti yang mendorong memengaruhi efektivitas dan keberhasilan tim dan perusahaan.

Menghubungi Pelanggan dengan Metode "3 Periode EMAS PERTAMA".

(A). 2 HARI EMAS PERTAMA

Setelah merekrut mitra usaha:
2 HARI EMAS PERTAMA yang dilakukan adalah:
1. Memberikan pelatihan sesuai dengan yang dianjurkan marketing Perusahaan dan atau distributor wilayah.

 2. Pemasar, distributor menjelaskan produk, strategi, sistem, dan materi lainnya kepada pemasar baru, distributor baru. Untuk pelanggan menjelaskan cara mengkonsumsi produk, ukuran konsumsi,  tanggapan setelah menggunakan, menggali relasi dan lainnya.

3. Melakukan pendekatan emosional, empati, peduli ke mitra usaha baru. melalui pertanyaan dan menjelaskan. Konsep manajemen konsumen dan lainnya.

4. Apa motivasi dan tujuan (purpose) pemasar bermitra usaha dengan Perusahaan Jamu CV. Rochman Jaya?
5. Menjelaskan model strategi pemasaran yang akan diterapkan dan memilih yang lebih dipahami.

6. Menjelaskan aturan sistem pemasaran, wilayah (blok sistem pemasaran) dan bauran pemasaran.

7. Menjelaskan cara merekrut Mitra Usaha dan cara menjual produk, dapat mempelajari "8 STEP BY STEP SMART SELLING Pemasaran Jamu CV Rochman Jaya, (8 langkah proses menjual Jamu Jawa Asli Sari Dewa) dan "DAPAT SYSTEM" => (Menentukan kebutuhan calon pelanggan) dan lainnya.

8. Proses distribusi produk dari Pabrik atau dari Distributor perwakilan pemasaran ke Agen, ke Reseller, grosir, kios tradisional.

9. Menentukan harga eceran produk pada konsumen, untuk Sub Agen, Reseller.
10. Menggali relasi mitra usaha yang potensial untuk diajak mengkonsumsi produk, dan menjual.

(B). 2 MINGGU EMAS PERTAMA.

Tujuan training, 2 Hari Emas Pertama.
Pelatihan sistem kerja.

2 Minggu Emas Pertama: Orang yang merekrut mendampingi mitra usaha baru dengan cara langsung atau tidak langsung (untuk penjualan langsung).

• Menanyakan khasiat produk setelah dikonsumsi, dan tanggapan dari konsumen.
• Menanyakan perkembangan yang telah dikerjakan, menjual produk, merekrut calon mitra usaha untuk membangun tim.
• Menanyakan ke mitra usaha baru sesuai dengan sistem pemasaran yang diterapkan di daerahnya. Jika mengalami kendala, berikanlah solusi pelatihan supaya mampu melakukan.
• Menjelaskann secara lebih rinci: 8 Step By Step Smart Selling dan strategi penting lainnya.
• Menjelaskan area pemasarannya, jumlah mitra usaha yang dibutuhkan di area pemasaran, potensi omset, kode etik sub distributor, agen, target perbulan, strategi mencapai.
• Membicarakan dan menjelaskan alat bantu promosi.
• Branding, Value dan Serivice.
• Dan lain - lain.

(C). 2 BULAN EMAS PERTAMA.
1. Mengevaluasi hasil sementara penjualan, jumlah penjual, tim marketing, reseller, sub agen yang terbentuk, jumlah toko yang telah bergabung (sesuai sistem yang diterapkan)
2. Membicarakan evaluasi, solusi yang diterapkan supaya mencapai tujuan dan target.
3. Menjelaskan membuat tujuan, target dan strategi cara mencapai.
Menggunakan GASSPECAR CONCEPT GOAL dan dipadukan dengan SMARTER Goal.
atau metode lainnya, 6 bulan dan 1 tahun.

4. Membicarakan promosi, strategi supaya efisien, efektif, tepat sasaran dan lainnya berhubungan dengan cara mencapai tujuan dan target.

5. Dan lain - lain sesuai model strategi yang diimplementasikan.

(2). FULL QUALIFIED TEAM.

Strategi membangun POWER TEAM QUALIFIED, silakan mempelajari di topik: 12 langkah membangun POWER TEAM Pemasaran.

(3). FULL EFFECTIVE TIME

Kemampuan menggunakan waktu dengan efektif pada pekerjaan prioritas, penting bernilai tinggi terlebih dahulu.

Mengatur jadwal waktu melakukan tugas, pekerjaan dengan cara memetakan, mengelompokkan pekerjaan.

10 Pola Pikir Membangun POWER TEAM QUALIFIED Pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa:

1. Power loving to your self, family every time and respect for others.
2. Power build goals and target.
3. Powerfull qualified trainning.
4. Powerfull qualified team.
5. Powerfull effective time.
6. Powerfull efficiency energy and skill team.
7. Powerfull tolls for success.
8. Powerfull action to the best.
9. Powerfull build self trust, believe team.
10  Powerfull build exellence self and team.

5 PASSION BUSINESS Basic Skill Kekuatan Pengembangan Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.

A. LEADERSHIP.

DUPLICATION: Leader to Leader, generation leader, mindset, integrity, caracter, value, skill dan lain - lain yang bernilai positif.

Proses Duplikasi Membangun Tim Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.

Langkah pertama.

Si A memahami dengan tepat sesuai tujuan, dan berdasarkan pengetahuan, pengalaman, kemampuan, keterampilan, dan belajar berkelanjutan.

Langkah kedua.

Si A merancang tujuan, target, nilai yang akan diwujudkan, dan menentukan strategi, kategori orang yang akan direkrut.

Langkah ketiga

Si "A" merektrut "B" sesuai kategori.

Langkah keempat

Si "A" melatih "B" dan melakukan bersama. 

Proses melatih tim menjadi terampil membutuhkan waktu sesuai pekerjaan dan tugas. 

Contoh, pelatihan salesman, pengecer perlu observasi, pelatihan role play dan praktek lapangan setidaknya membutuhkan waktu 1 sampai 3 bulan pada masa training. Mungkin tidak berlaku tugas dan pekerjaan atau posisi yang berbeda. Hal ini pun dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya dan mentalitas seorang penjual.

Si A membangun integritas bisa dipercaya, peduli, empati tulus kepada si B untuk mencapai tujuan motivasi B. 

Langkah kelima.

Si B melakukan di depan dan si A mengontrol, melatih supaya lebih terampil.

Langkah keenam.

Si B melakukan dengan mandiri dan konsultasi ke peda si A jika ada rintangan.

Si A: Mengajarkan, mengarahkan, mengamati, mendengarkan dengan baik untuk memberi solusi dengan komunikasi aktif dan mengapresiasi, menghargai tim, menjaga etika, sikap dan profesionalisme untuk mencapai tujuan.

Langkah ketujuh.

Si B merekrut C, dan melakukan proses yang sama. 

Proses duplikai terjadi si A mempunyai motivasi membangun tim mandiri. Si  A memahami motivasi B, memberdayakan, memotivasi, menginspirasi, melatih supaya kreatif, mandiri dalam berbisnis. 

Pemimpin adalah pengaruh dan melayani. Duplikasi terjadi jika sama - sama mencintai pekerjaan yang dilakukan bersama, satu visi, satu tujuan, penuh gairah, bersungguh-sungguh.

Kelanjutan materi kepemimpinan, silakan melihat di "Membangun Kekuatan Kepemimpinan Jamu CV. Rochman Jaya" 

B. Entrepreneurship. (Wirausaha)

Berpikir entrepreneur dalam pemasaran. Fokus memikirkan peluang, tujuan, target, strategi, kebutuhan konsumen terpenuhi, layanan prima yang berintegritas, berkomitmen kesuksesan perusahaan. Memikirkan usaha yang dilakukan, supaya terus bertumbuh, berfokus pada solusi dan memenuhi permintaan dan kepuasan yang membangun pengalaman konsumen. Melakukan pekerjaan, bukan hanya pada jam kerja. Pola pikir ini memengaruhi pertumbuhan diri pada suatu pekerjaan yang dilakukan. Berbeda dengan pola pikir bekerja berdasarkan hanya jam kerja.

Berpikir entrepreneurship membangun tim pemasaran yang bersinergi, berintegritas untuk mendatangkan dan melayani konsumen dengan empati. Pemasaran bertumbuh mampu mengambil peluang dengan solusi kreatif dan inovatif yang berbeda sebagai keunggulan, mampu menentukan target pasar yang selaras dengan produk yang relevan, mampu membangun merek yang berintegritas pada target pasar dan konsumen spesifik dan relevan. Dalam proses pelaksanaan strategi terbaru yang berbeda mempunyai resiko gagal jika belum mempunyai pengalaman. Mencoba melakukan membentuk pengalaman. Bisnis bukan tanpa resiko, namun kita berpikir mampu mengelola resiko untuk mengambil peluang baru dalam meraih tujuan. Kegagalan adalah proses belajar, mencoba dan mencoba hingga mampu benar dan tepat melakukan. Enterpreneur perlu membangun sikap yakin, optimis, antusiasme, kegigihan, konsistensi, komitmen dan semangat.

 Ciri tim penjual dan pemasar yang unggul berpikir entrepreneur, ini usaha kita bersama, mari memajukkan perusahaan ini, melakukan dengan tanggung jawab yang lebih besar, berharga pada perusahaan, pengabdian, kemauan belajar yang tinggi, dan berpikir bertumbuh,  terbuka, kreatif, membangun keahlian pemasaran dan penjualan.

Mengetahui sumber penjualan yang membangun omset, pendapatan dan perusahaan. Berpikir, bagaimana strategi menjual lebih banyak, dan konsumen aman, nyaman, puas yang dipengaruhi kualitas produk, sikap, layanan yang baik.

Pola pikir terhadap produk. Apa manfaat, nilai yang ditawarkan kepada konsumen? Apakah masalah konsumen dapat diatasi oleh produk ini? Apa yang dapat diatasi produk ini pada konsumen? Seberapa penting produk ini kepada konsumen spesifiknya (target pasar spesifik)? Berguna untuk kemajuan bisnis yang dilakukan. Produk yang tidak memenuhi permintaan konsumen mengakibatkan produk tersebut gagal dipasarkan.

C. Profesional.

Pemasar profesional membangun integritas, seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, menghargai, menghormati, kebersamaan dengan kolaborasi. Pemasar profesional mengelola polapikir bertumbuh, sikap mental positif, menghargai sesama tim pemasaran dan manajemen lainnya (internal), peduli melayani konsumen dengan prima dan menjaga hubungan yang berkelanjutan. Pemasar profesional membangun keterampilan khusus dan mampu mensinergikan dengan digital marketing, teknologi yang membantu pelaksanaan tugas pekerjaan dengan tepat dan cepat. Keterampilan khusus seperti kemampuan manajemen strategi dan sistem bisnis, pelanggan, tim pemasaran, tata kelola sumber daya, digital marketing, produk, layanan, komunikasi efektif.

Pemimpin bisnis profesional mampu membangun, memotivasi, mensinergikan sesama internal dengan keterampilan dan kemampuan masing-masing sesuai tugas pekerjaan. Pemimpin bisnis profesional berpandangan maju (progrsif).

D. Mental Attitude.

Silakan mempelajari di menu self-attitude manajemen pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya 

E. Ownership.


TANGGUNG JAWAB, TUGAS dan FUNGSI, WEWENANG Distributor, Perwakilan Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya.

A. Tanggung Jawab.

Tujuan kita sebagai pemasar Jamu CV. Rochman Jaya:

1. Merancang tujuan dan mengembangkan pemasaran di wilayah pemasaran yang telah ditentukan oleh perusahaan CV. Rochman Jaya.

2. Pengadaan dan distribusi produk. Mempersiapkan stok produk memadai untuk dipasarkan dan melayani permintaan pelanggan. 

3. Mencapai target penjualan yang memadai. Pada masa promo, target penjualan di satu kecamatan 30 karton perbulan, wilayah kabupaten 100 karton perbulan, wilayah satu provinsi 1.000 karton perbulan. Untuk reseller, sales marketing, supervisor pemasasan sesuai aturan dari distributor di suatu daerah.

4. Menjaga dan membangun reputasi brand perusahaan CV. Rochman Jaya.

5. Membangun hubungan pendekatan dengan masyarakat umum, etika dan sikap baik.

6. Layanan yang terpercaya pada pelanggan.

7. Membangun Tim Pemasaran yang berintegritas.

B. Tugas Utama:

Apa yang harus kita kerjakan dengan tepat untuk mencapai tanggung jawab? 

1. Merancang, menentukan, mengevaluasi, menyesuaikan, mensosialisasikan strategi, system pemasaran, SOP, KPI kepada anggota tim.

2. Menyusun sistem program pelaksanan tugas, pengorganisasian, penempatan orang yang tepat sesuai tugas pekerjaan, alokasi biaya, sumber pendapatan, system penggajian dan bonus kepada anggota tim seperti sales representatif dan bagian lainnya. 

3. Memasarkan produk ke sasaran pasar yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan perusahaan dan pemasar.

4. Membangun penjualan sesuai wilayah pemasaran untuk keberlangsungan usaha. 

5. Merektrut orang yang tepat sesuai kategori dan melatih tim pemasaran, penjualan untuk mampu melakukan.

6. Melakukan promosi, penawaran. Mengomunikasikan nilai, keunggulan yang berbeda yang relevan ke pasar sasaran potensial sesuai demografi, psikologi, geografi, prilaku.

7. Melaksanakan program pelatihan dan pengembangan.

8. Berkordinasi kepada perusahaan tentang perkembangan, laporan penjualan dan stok produk, pembayaran dan lainnya.

Catatan: Sesuaikan dengan program yang anda lakukan, untuk mencapai dan sesuai tanggung jawab yang anda tentukan.  

Dalam melakukan tugas pekerjaan, kita penting membangun keterampilan melakukan.

C. Fungsi Utama: 

Apa saja yang dapat kita lakukan untuk mendukung mencapai tanggung jawab?

1. Melakukan survei dengan pola bertanya 5 W + 1 H, menganalisis kebutuhan calon pelanggan sesuai manfaat produk yang tersedia. Perusahaan menyesuaikan produk sesuai kebutuhan konsumen, permintaan pasar untuk pertumbuhan perusahaan.

2. Memilih dan menentukan wilayah pemasaran prioritas untuk dikembangkan terlebih dahulu. 

3. Melakukan strategi, sistem, konsep, teknik untuk memasarkan Produk kepada target pasar spesifik.

4. Mengadakan training berjadwal kepada anggota tim untuk membangun kemampuan, keterampilan melakukan. 

5. Membangun layanan kepada pelanggan supaya SBP: Senang, Puas, Berkesan, kenyamanan.

6. Menangani keberatan pelanggan dengan empati, menjaga hubungan yang berkelanjutan kepada konsumen.

Apa saja sikap mental, nilai karakter, integritas yang dilakukan dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab? 


MEMBANGUN KEKUATAN KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) Pemasaran Jamu Produksi CV. Rochman Jaya.
Definisi Kepemimpinan adalah seni memengaruhi, melayani, memotivasi, menginspirasi, memperdayakan orang lain melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaan, kegiatan dengan efektif, efisien, kinerja produktif dalam mencapai tujuan bersama sesuai visi dan misi.

Tujuan Pemimpin adalah keberanian seseorang merancang, menentukan, memutuskan tujuan jelas, membangun tim, memberi petunjuk jalan menuju tujuan, memberi daya tarik, melayani, memotivasi, menginspirasi, memberdayakan, menemukan solusi tepat guna, efektif, efisien. Membangun tim qualified yang bernilai karakter, berintegritas. Membangun pola pikir bertumbuh, kreatif, inovatif, proaktif, keberanian pada perubahan, responsif, responsibility, inisiatif mandiri.

Pemimpin Kreatif.
Berani membangun tujuan jelas, optimis harapan masa depan, proaktif terhadap perubahan dan cepat mengambil tindakan dengan merancang strategi yang berbeda, unik, tepat sasaran, kerjasama tim.
Pemimpin kreatif melakukan tindakan di luar kebiasaan, berpikir terbuka, penasaran tinggi ingin mengetahui sesuatu dengan lebih jelas terperinci yang bermanfaat mengatasi tantangan menjadi peluang baru. 

Kemampuan pemimpin yang baik adalah memahami dan melakukan Fungsi, Tugas, Tanggung Jawab, dan dapat diterima, dipercaya, diteladani oleh mitra usaha, anggota tim.

MENGEMBANGKAN KEPEMIMPINAN DIRI:
1. Menjadi pemimpin yang disiplin untuk diri sendiri dan berpengaruh kepada anggota tim dan masyarakat. Pemimpin yang kuat, mampu menarik orang lain menjadi satu visi dan bekerjasama dalam meraih tujuan yang jelas.
2. Berani menentukan tujuan secara jelas dan realistis, sasaran target dan strategi, sistem, konsep dan teknik melakukan.
Fungsi - fungsi pokok kepemimpinan (tugas, fungsi, tangung jawab) mampu menerapkan dengan cara belajar dan berlatih.
3. Berani menentukan keputusan jelas. Keputusan yang jelas adalah ketegasan yang memengaruhi kepercayaan dan loyalitas tim organisasi membangun kebersamaan dalam mencapai tujuan.
Jadilah kita pemimpin yang komitmen, akuntabilitas yang tidak bimbang, tidak cepat berubah-ubah pikiran. Pemimpin berloyalitas tinggi akan memengaruhi anggota tim menjadi loyal. Pemimpin yang tidak loyal dengan sikap yang buruk sesuai waktu dan proses akan ditinggal oleh anggota timnya. Misalnya, 3 bulan dibisnis a, kemudian setelah 3 bulan pindah ke bisnis b, kemudian setelah 3 bulan pindah ke bisnis c. Tidak mempunyai pendirian, kegigihan, sikap negatif, pesimis, mudah putus asa.
4. Berpartisipasi penuh pada tanggung jawab tugas yang diemban sebagai distributor, supervisor, manajer, marketing dan jabatan lainnya bertujuan untuk keberhasilan diri, tim dan perusahaan.
5. Membangun kebiasaan dan menjadi karakter, melakukan pekerjaan atau kegiatan lebih daripada yang diberikan usahanya atau dibayar oleh perusahaan.
6. Pemimpin efektif membangun integritas. Membangun kejujuran, tanggung jawab penuh, loyalitas, konsisten, komitmen. Pemimpin berintegritas mampu mengendalikan dirinya dari hal negatif. Pemimpin yang tidak mampu menguasai dirinya dari hal negatif secara berkelanjutan bisa merusak reputasinya yang bisa berdampak buruk pada usaha yang dilakukan dan hilangnya kepercayaan dari timnya.
7. Pemimpin efektif membangun sikap meyakinkan, menyenangkan, peduli, empati pada internal, external dan pengertian pada anggota tim, konsumen.
8. SEBELUM SESEORANG MEMIMPIN MITRA KERJA sesuai dengan bidangnya, sebaiknya telebih dahulu mampu memimpin diri sendiri dengan disiplin.
Memimpin diri sendiri yang berhasil adalah mencintai diri, orang lain, pekerjaan dan melakukan dengan DISIPLIN.
9. Pemimpin efektif menggunakan waktu dengan efektif pada pekerjaan bernilai tinggi untuk mencapai tujuan yang jelas. Fokus, konsentrasi, sabar, tekun, gigih. Menggunakan kekuatan mendapatkan dan memaksimalkan kesempatan meraih tujuan yang besar. 
10. Pemimpin efektif tidak mengeluh, tidak menyalahkan orang lain membenarkan kegagalan diri, tidak sibuk mencari kelemahan orang lain, tidak usil pada orang lain. Tidak mengumbar kelemahan anggotan tim kepada anggota tim lainnya, tidak bergosif, tetapi membicarakan ide pertumbuhan dan pendengar yang baik dari tim dan konsumen. 
11. Pemimpin efektif menggunakan waktu dengan efektif untuk bekerja membangun usaha atau pada pekerjaannya, membagi waktu untuk diri, keluarga, sosial, belajar pengembangan diri.
12. Membangun strategi Perincian. Perencanaan (planning) tujuan, target, strategi, organisasi, actualiasi, controlling, monitoring, menemukan solusi dan bertujuan utama keberlangsungan dan pertumbuhan usaha. Berusaha sungguh - sungguh, tekun, gigih, melakukan dengan strategi yang efisien, efektif dan tepat sasaran. Melakukan sesuai jadwal tugas, tidak membiasakan menunda-nunda.
13. Pemimpin efektif percaya diri yang tinggi, pemberani dan pendirian teguh, kuat, tidak tergoyahkan.
14. Pemimpin mampu meregenerasi pemimpin baru. Leader to leader. Mampu mendelegasikan tugas pekerjaan kepada tim yang dibangun, dan tim yang dibangun mampu melakukan sesuai target pekerjaan. Memilih rekan bisnis yang satu visi, menjaga kebersamaan.
15. Pemimpin efektif membangun POWER TEAM, mampu bekerja sama, membangun sinergi, kolaborasi mencapai tujuannya dan tujuan bersama.
16. Pemimpin efektif mengapresiasi, menghargai tm dan orang lain, tidak mementingkan kepentingan pribadi, mendorong anggota tim dengan tulus, ikhlas. Memiliki toleransi, tenggang rasa, rendah hati.
17. Pemimpin menjaga kesehatan,  kesederhanaan, berpikir hemat, efisiensi.
18. Pemimpin berpikir bertumbuh, terbuka, kreatif, Disruptive. Membicarakan ide dan pertumbuhan. 

MEMBANGUN INTEGRITAS PEMIMPINAN YANG BERDAYA JUANG.

1. Akuntability. Pemenuhan janji, selaras antara ucapan dan perbuatan.

2. Membangun Kejujuran:
Jujur pada diri sendiri dan tim, jujur dalam proses melakukan tindakan mencapai tujuan.

3. Kedewasaan. Menginsipirasi, memotivasi, melayani untuk mencapai tujuan.

4. Teliti, waspada dan realita.

5. Berusaha sungguh - sungguh.

6. Bersaing dengan positif dengan tujuan pemenang.

7. Membangun Sikap Mengabdi.
Fokus, konsentrasi mencurahkan pikiran, tenaga, potensi, talent dan passionate bertujuan untuk kemajuan tim, perusahaan dan dampak positif kepada diri, tim, perusahaan dan manfaat pengaruh lingkungan sosial, ekonomi kesejahteraan.

Mendahulukan kepentingan pelanggan untuk kemajuan pemasaran.

8. Mengambil solusi dengan kebersamaan, win win solution.

(7). FLEXIBILITY dan KEBIJAKAN,

A. STRATEGI FLEXIBILITY.

Strategi Flexibility bertujuan menjawab perubahan yang terus menerus, perubahan permintaan dari konsumen, perubahan perilaku pembelian, perubahan teknologi, perubahan pemasaran.

Usaha pemasaran yang bertumbuh merupakan kemampuan yang adaptif terhadap perubahan yang memenuhi permintaan kebutuhan, keinginan dari konsumen. Suatu usaha yang tidak mampu beradaptasi bisa ketinggalan zaman, yang disebabkan oleh perubahan yang cepat. Penyebab tidak flexibility adalah strategi yang kaku artinya tetap bertahan pada zona nyaman, tidak setuju (menolak) perubahan, ketakutan pada perubahan, berpikir dengan pola bertahan tanpa mengikuti perubahaan jaman dan perkembangan pemasaran. Perlu mengevaluasi usaha yang kita lakukan secara bertahap, temukan ide baru yang kreatif, inovatif, mengatur dan menyusun ulang strategi supaya membangun perubahan untuk kemajuan.

Untuk membangun perubahan itu sendiri, kita penting melakukan evaluasi, perbaikan yang berkelanjutan tanpa henti, dan membangun cara yang berbeda lebih mudah, lebih cepat, tepat, efisen dari sebelumnya.. 

Flexibilitas adalah kemampuan beradaptasi dengan bereaksi dan merespon dengan cepat, tepat, terhadap perubahan yang sedang terjadi pada suatu bidang, dengan solusi kreatif, inovatif. 

Strategi Flexibility Pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya adalah kemampuan individu, tim, manajemen perusahaan untuk proaktif, berekasi dan merespons perubahan yang terjadi dengan cepat, dan bertindak menyesuaikan strategi yang  kreatif, inovatif dalam pelaksanaan, menyesuaikan, membangun perubahan dan pertumbuhan. 

Strategi Flexibility Manajemen Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya adalah menyesuaikan keputusan dan kebijakan sesuai dengan perubahan pertumbuhan, waktu, situasi, kondisi dan menyesuaikan program strategi, pelaksanaan, sumber daya.

Perbedaan geografi, budaya dipengaruhi perubahan pada suatu daerah pemasaran, maka memerlukan penyesuaian strategi sesuai wilayah, penyesuaian kemampuan, keterampilan dari tiap pemasar dalam memasarkan produk.

"Pemasar sebelum melaksanakan strategi promosi, penawaran produk pada suatu daerah, supaya mempelajari budaya masyarakat di daerah tersebut"

(7B). Kebijakan.

Kebijakan memprioritaskan kemajuan, pertumbuhan, keberlangsungan usaha, dan berdampak pada kesehatan, kesejahteraan, lingkungan dan sosial. 

(8). Loyalitas.

(9). Konsisten dan tanggung jawab.

KEPEMIMPINAN.

PRINSIP POLA PIKIR SUKSES DALAM KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN KINERJA.

1. Mengetahui diri kemana akan pergi sesuai tujuan yang ditetapkan, dan menuliskan sasaran.

2. Mempunyai rencana kerja.

3. Siap bekerja sama dengan orang lain yang satu visi, tujuan.

4. Memotivasi, mendorong, menginspirasi orang lain.

5. Mempunyai pertemuan yang dijadwalkan.

6. Mempelajari, memahami aspek bisnis yang ditekuninya.

7. Tidak perlu terlalu menguasai semua teknis. 

8. Keberhasilan. Bagaimana seseorang berpikir, bertindak, bertanggung jawab pada diri sendiri pada hasil yang diinginkan. Seseorang adalah arsitek pada dirinya, keberhasilan tergantung pada diri seseorang yang bertanggung jawab. Kepemimpinan dimulai dari diri sendiri.

9. Pola pikir tidak takut akan kegagalan. Orang yang takut mencoba melakukan tidak pernah sampai pada keberhasilan. Orang yang berani mencoba mempunyai harapan mendapatkan keberhasilan. Kegagalan bersifat sementara, tidak berlangsung selamanya. Dalam proses mencapai keberhasilan dalam usaha memungkinkan ada unsur kegagalan sementara, siap menerima kegagalan dan jangan takut menghadapinya. Bangkit terus dari kegagalan menuju keberhasilan.

10. Pola pikir sukses usaha pemasaran. Pola pikir mendapatkan keuntungan dari konsumen yang menerima manfaat kepuasan. Menciptakan penjualan produk dan omset untuk memperoleh pendapatan dan keuntungan. Tanpa penjualan tidak ada pendapatan, keuntungan.

11. Pola pikir tidak menunda-nunda.

12. Selalu melakukan Follow Up dan membangun hubungan dengan konsumen, sesama rekan kerja, manajemen internal dan external.

13. Berprasangka baik, positif terhadap prospek, konsumen, rekan kerja, sesama tim pemasaran.

14. Tidak mementingkan diri sendiri.

15. Membangun hubungan kerjasama yang baik dengan manajemen perusahaan, organisasi.

16. Menerima kritik dan saran yang tepar.

17. Tidak terpaku pada masalahnya. Pola pikir sukses menentukan solusi untuk memecahkan masalah, keluar dari masalah. Tidak berlarut-larut dalam masalah.

18. Bahagia dan senang melihat orang lain berhasil.

19. Mempunyai kesabaran dan ketekunan yang tinggi.

20. Percaya pada diri sendiri. Jika seseorang tidak percaya, tidak yakin pada dirinya, bagaimana mungkin orang lain percaya padanya?. Bagaimana mungkin bisa mengengaruhi. Kita perlu mengelola kepercayaan diri, percaya pada diri, percaya bisa melakukan, yakin akan tujuan yang jelas.

21. Selalu menjaga tetap semangat, motivasi, antusiasme.

22. Menyempitkan diri untuk membaca buku, mendengarkan, mempelajari, memahami.

23. Menghargai waktu, menjaga energi, kesehatan.

Pemimpin Mempunyai Tanggung Jawab Tertentu yang Harus Dilaksanakan dengan Sikap Antusias, Tulus.

Seorang pemimpin harus belajar menjadi:

1. Motivator, Inspirator.

2. Pendorong, Pemberi Semangat sebagai energi Pendorong.

3. Pemberi Contoh (Teladan)

1. Motivasi.

• Memotivasi orang lain.

Kemampuan memotivasi orang lain, di mulai dari kemampuan memotivasi diri sendiri dengan sikap 24 jam sehari. Pemimpin yang disiplin, bukan semaunya.

• Membuat orang lain bergairah terhadap sesuatu. Seseorang tidak bisa memaksa orang lain bergairah dengan kepura-puraan.

• Menetapkan dan memberikan tujuan jelas (tujuan bisnis) yang membuat orang lain bergairah untuk meraihnya dengan periode waktu jangka pendek, menengah, panjang.

• Memotivasi orang lain dengan tanggung jawab, tulus dan jujur.

Pemimpin memberi contoh kepada anggota tim.

• Kemampuan memimpin tim untuk happy fun, produktif dan menghasilkan.

• Pemimpin meregenerasikan pemimpin baru. Leder to leader. 

B. Pendorong.

Hal-hal yang harus didorong, digalakkan.

• Peluang untuk menjadi kepala cabang/ Distributor pemasaran. 

• Peluang pengembangan bisnis Pemasaran ke berbagai daerah.

• Peluang bisnis untuk memperoleh kemandirian pendapatan.

• Peluang bisnis mempunyai usaha sendiri.

• Peluang bisnis yang mempunyai sistem dan strategi untuk harapan masa depan.

• Peluang untuk mensosialisasikan produk Jamu CV. Rochman Jaya.

• Perusahaan CV. Rochman Jaya telah beroperasi sejak tahun 2012.

• Produk diproduksi dan di Pasarkan oleh Perusahaan Jamu CV. Rochman Jaya mendapat legalitas izin edar dari BPOM RI, Seperti Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa, Jamu Sarang Tawon, Jamu Fatah Yasin.

• Produk Jamu CV. Rochman Jaya dapat diterima oleh sebagian besar konsumennya.

C. Cara-Cara Memberi Contoh Yang Baik.

• Menetapkan sasaran, strategi dan bekerja keras, bersungguh-sungguh meraihnya.

• Mengelola Sikap Mental Positif dan antusiasme. Menularkan antusiasme, mental positif kepada tim.

• Kebiasaan kerja yang baik.

• Kendalikan diri anda dan bisnis anda.

• Perlakuan orang lain sebagai mana ingin diperlakukan.

• Menunjukkan perhatian secara pribadi kepada anggota tim.

• Bertanggung jawab, tulus dan jujur.

• Menunjuk rasa hormat kepada orang lain

• Mendengarkan dengan baik. 

• Berpakaian, berbicara, membawa diri dalam gaya bisnis.

• Jangan membuat dalih.

PEMIMPIN TANGGUH ADALAH SEORANG PEMBELAJAR.

Pemimpin meluangkan, membagi waktu untuk belajar dengan konsisten dan selaras sesuai tujuan yang direncanakan.

Pendekatan Emosional.

Melakukan pendekatan emosional, bertujuan untuk mengelola komunikasi pendekatan emosi perasaan dengan simpati, empati kepada konsumen, mitra bisnis dan lingkungan sosial.

Kecerdasan emosional berperan mendorong kecerdasan intelektual untuk mencapai tujuan.

Pendekatan Hubungan Emosional Mencakup:

1. Kesadaran dan pengendalian diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Mengelola diri dari setiap tantangan, rintangan, masalah, terhindar dari stres dan kepanikan.

2. Mengelola emosi positif diri terhadap orang lain.

3. Membangun KOMUNIKASI.
Memahami tata krama berbicara, kesopanan, menghargai orang lain, etika moral. Komunikasi vertikal, horizontal, produktif, efektif, asertif. 

Kecerdasan berkomunikasi sangat penting melihat, memperhatikan dan memahami waktu, tempat, kondisi dan situasi.

4. Membangun hubungan yang baik dengan orang lain, jaringan sosial.

Emosional berhubungan dengan:
Suasana hati, emosi, perasaan, kesadaran diri, motivasi, pengendalian diri, keahlian sosial, memahami orang lain.

Secara umum kecerdasan emosional adalah mengelola emosi, perasaan, mendengar kata hati yang positif.

Pemimpin yang bertumbuh adalah mau dipimpin, dibimbing, mau memimpin, dan belajar secara berkesinambungan sesuai dengan tujuan target usaha, tugas dan pekerjaan.

MEMBANGUN MENTALITAS PEMIMPIN DENGAN POLA PIKIR EFEKTIF.

• Profesional, mengetahui keunggulan diri, kelemahan, tantangan, peluang dan kesempatan. 

• Tidak menggunakan kelemahan sebagai alasan tidak melakukan tindakan dalam mencapai tujuan yang jelas. Tidak berfokus pada kekurangan, kelemahan.

• Fokus pada kekuatan, tantangan untuk mendapatkan peluang dan kemajuan.

• Mengetahui motivasi dari setiap anggota tim yang bernilai positif untuk didukung.

• Menghargai kelemahan dan kelebihan dari anggota tim, dan mendorong bakat, potensi, passion dengan kegigihan supaya berprestasi dan bergerak maju.

• Mengapresiasi anggota tim yang berprestasi, dan menghargai yang belum berprestasi.

• Menghindari memband-bandingkan secara personal di depan tim dan di tempat lain. 

• Waspada menggunakan kata selalu gagal, contoh, anda selalu gagal" (akan menurunkan motivasi), sebaiknya mengucapkan: kegagalan anda hari ini, sebagai modal kita semakin belajar untuk menjadi yang terbaik.

• Menegor anggota tim secara empat mata.
• Tidak melakukan anak emas pada anggota tim.

• Menghindari perdebatan yang mungkin berdampak pada ketegangan anggota tim.

• Tegas mengambil keputusan yang tepat dan bijak untuk kepentingan keberhasilan bersama anggota tim.

• Membagi, mendelegasikan pekerjaan kepada anggota tim supaya efektif, efisien.
• Membantu, menolong tim supaya berkreativitas, menginspirasi orang lain.

• Memastikan anggota tim berada di belakang untuk mendukung program perencanaan supaya mencapai tujuan.

• Memprioritaskan, mementingkan pertumbuhan, keberhasilan tim supaya usaha kuat, unggul dan supaya mencapai tujuan.

• Membangun integritas kejujuran, loyalitas, komitmen, tanggung jawab.
Menjaga hubungan, komunikasi efektif, asertif, sopan, ramah dan menginspirasi anggota tim.

• Membangun sikap kesabaran, berusaha mengelola, mengambil solusi kreatif yang tepat mengatasi tantangan, masalah, kesulitan yang mungkin terjadi. Dalam proses meraih tujuan akan menemukan tantangan, kegagalan sementara, sebagai ujian mengambil peluang baru untuk pertumbuhan dan kemajuan. Kegagalan sementara adalah proses belajar dalam perjalanan, bangkit dari kegagalan.

• Pemimpin pemasaran yang efektif menjaga tubuh yang sehat dan prima, mengelola energi dan emosi stabil dan positif, sikap mental, dan menghindari marah berlebihan, ketegangan, frustasi, tekanan mental.

• Pemimpin efektif peduli, senang, empati, bahagia, penuh syukur, berterima kasih, rendah hati.

Memiliki tekad, kemauan, kegigihan, prinsip kuat, ketegaran sikap mental dan tangguh untuk menyelesaikan tantangan, masalah, kesulitan dengan solusi kreatif-inovatif menemukan peluang berikutnya.

• Pemimpin efektif pendengar yang baik, menerima saran, kritik.

• Pemimpian efeketif, tidak menyebarkan keburukan tim a pada tim b. 

Pemimpin efektif menyebarkan nilai kebaikan. 

• Pemimpin efektif rendah hati. Mengerjakan tugas bukan mencari pujian dari tim, atasan. 

• Pemimpin efektif, yakin bisa menemukan solusi, jalan keluar dari tantangan.

• Pemimpin efektif menetapkan tujuan, membangun tim, memengaruhi, memberdayakan, memotivasi sesuai budaya, menginspirasi, menggerakkan energi dengan kerjasama kolaborasi supaya mencapai tujuan bersama membangun kekuatan dan keberhasilan pemasaran, perusahaan. Pemimpin pemasaran memastikan setiap anggota tim termotivasi dalam mencapai tujuan yang jelas

• Pemimpin efektif berpikir sama - sama menguntungkan, win - win solution.

• Pemimpin efektif berpikir hemat, efisensi keuangan.

• Pemimpin efektif adalah pembelajar, membangun sikap, pola pikir, bakat, potensi, pengetahuan, wawasan, keterampilan dan kompetensi.

• Pemimpin efektif berpikir "pengetahuan terbaik adalah pengalaman dan disertai teori". Pengalaman berarti telah pernah dilakukan dengan nyata dan mampu beradaptasi.

• Pemimpin progresif membangun pola pikir bertumbuh, terbuka, kreatif, inovatif, proaktif, inisiatif mandiri, responsif, membangun integritas, tanggungjawab.

• Kepemimpinan pemasaran kreatif yang kuat mendorong kemajuan pemasaran dan perusahaan. 

B. MEMBANGUN MENTALITAS PEMIMPIN TANGGUH.
Pemimpin tangguh dibentuk ketekunan, kegigihan, kesabaran, komitmen. Pemimpin tangguh mampu menyelesaikan dari berbagai ujian, rintangan, tantangan, kesulitan. Menyingkirkan rintangan, keluar dari kesulitan, masalah. Pemimpin tangguh dibentuk dari berbagai tantangan, masalah, kegagalan, kesulitan yang pernah dialami, dan bangkit kembali dari kegagalan, tetap semangat, optimis, antusiasme. 

Sukses itu mentalitas!

Bagaimana membangun pondasi pemimpin yang kuat dan kokoh? Membangun Pondasi Passion Knowlodge, Business, Emotional Connection, Service, Mindset, Attitude. 

Bagaimana konsep kepemimpinan anda? Kemauan membangun tujuan jelas yang positif, kompetensi, keterampilan, bertindak nyata dengan disiplin, kreatif inovatif, proaktif, konsisten, komitmen. Kemauan, kedisiplinan, konsistensi, komitmen adalah kekuatan penting dalam meraih tujuan.

Belajar Dari Mentalitas Singa sebagai Juara Raja Hutan.

Singa dari segi ukuran tubuh bukan yang terbesar dibandingkan yang lainnya, singa berukuran tubuh sedang, digelari raja hutan, sebab mempunyai mentalitas yang kuat, berani, dan mampu bekerja sendiri dan berkelompok menyerang musuh, mengejar mangsanya. Singa yang lapar mengejar mangsanya dengan mental berani. 

Membangun "Power Team Pemasaran", bekerja secara tim, berani, bersinergi, kolaborasi, kebersamaan, kekompakan, keharmonisan untuk memperkuat dan memperbidang potensi mencapai tujuan.

Belajar Dari Mentalitas Burung Rajawali.

Induk burung rajawali berani melatih anaknya supaya mampu terbang tinggi.  Burung rajawalai pada umur tertentu melakukan perubahan pada paruh tuanya, sayapnya, supaya mampu bertahan hidup lebih lama, terbang tinggi. Burung rajawali terbang dengan kecepatan tinggi, di atas rata - rata dibandingkan burung lainnya.

Kita Pemasar Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa sangat penting keluar dari zona nyaman, membangun kebiasaan baru sesuai perkembangan, dan terus belajar, berlatih, melakukan tugas pekerjan dengan kreatif, inovasif, supaya maju semakin bertumbuh tinggi dan berkembang luas.

"Keluar dari ZONA NYAMAN, seperti burung rajawali melakukan perubahan pada paruh lamanya, walau menyakitkan pada masa proses, bertujuan supaya hidup lebih lama, dan mengikuti perkembangan jaman "

Belajar Dari Mentalitas Induk Ayam. 

Induk ayam MENGAYOMI anaknya, ketika burung atau sejenisnya yang menyerang. Saya pernah melihat induk ayam, beberapa kali memperjuangkan keselamatan anaknya.

Pemimpin tangguh mengayomi anggota tim dengan cara menangkal virus pengganggu yang berpotensi merusak masa depan tim, yang bersumber dari intenal dan external.

Pemimpin tangguh membangun mental batu karang. Membangun Kekuatan dan ketangguhan menghadapi rintangan, tantangan, masalah, kesulitan yang mungkin terjadi. Pemimpin tangguh tahan uji dari berbagai kesulitan yang pernah dialami.

Pemimpin tangguh membangun mentalitas, mempersatukan anggota tim sesuai visi, misi, tujuan, nilai dan budaya kerja.

Pemimpin tangguh membangun mental pejuang, pemenang, dan MENGHIRAUKAN informasi negatif yang menganggu proses mencapai tujuan.

Pemimpin tangguh melayani, melatih, menolong, memotivasi, mendorong, menginspirasi, memperdayakan (empowering).
Pemimpin tangguh perancang, pemberi solusi, pejuang kesuksesan anggota tim, organisasi.

Pemimpin tangguh membangun pemimpin baru. Regenerasi LEADER TO LEADER. Pemimpin tangguh fokus membangun pemimpin baru, bukan fokus membangun pengikut.

Pemimpin tangguh membangun strategi flexibility dan kebijakan.

Pemimpin tangguh melakukan pekerjaan dengan KEGIGIHAN diri sampai garis finish, batas waktu.

Kegigihan adalah kekuatan, tidak mudah menyerah oleh keadaan.

Pemimpin tangguh membangun mental besar, berusaha mengelola masalah, resiko, kesulitan menjadi peluang yang berprestasi.

Pemimpin tangguh memprediksi masa depan, dan mengantisipasi hambatan yang mungkin terjadi.

Pemimpin tangguh mengembangkan bakat, passion, potensi diri, keterampilan, kemampuan diri dan tim. Membangun HASRAT untuk mencapai tujuan.

Pemimpin tangguh menghargai waktu produktif, efisensi energi. 

Pemimpin tangguh menyebarkan mentalitas, energi positif  kepada anggota tim, masyarakat, lingkungan sosial.

Pemimpin tangguh BERPIKIR BESAR dan BERJIWA BESAR.

Pemimpin tangguh berpikir lebih besar dari rintangan dan masalah.

• Pemimpin tangguh membangun mental ENDURANCE (daya tahan fisik yang prima, daya tahan sikap mental).

• Pemimpin tangguh membangun dan melakukan dengan integritas, dapat dipercaya, kejujuran, loyalitas, komitmen 

• Pemimpin tangguh mampu mengelola sumber daya.

• Pemimpin tangguh MENCINTAI DIRI, KELUARGA, pekerjaan dan usaha yang dilakukan, menghargai anggota tim dan orang lain.

• Pemimpin tangguh berkomimen, bertanggungjawab, tidak menyalahkan orang lain, keadaan, situasi apabila belum berhasil. 

Pemimpin bisnis berkomitmen menjadi berhasil yang berguna kepada diri, keluarga, masyarakat, lingkungan, dan berani membayar harga untuk meraih tujuan.

• Pemimpin tangguh bermental pengusaha sukses dengan cara membangun dan mengelola aset.

• Pemimpin tangguh membangun kekuatan, keunggulan.

Pemimpin tangguh menyebarkan nilai-nilai kebaikan kepada diri, tim, lingkungan sosial yang berdampak positif. 

• Pribadi yang Bertanggung Jawab.

Pribadi bertanggungjawab adalah pribadi yang berpikir postif, ini adalah tanggungjawab saya, ketika terjadi masalah, kesulitan, tidak melemparkan alasan kepada orang lain. 

Pribadi bertanggungjawab berpikir dan bersikap yakin, "saya mampu, saya bisa, saya dapat melakukan dan terus belajar supaya benar-benar mampu melakukan tugas dalam penyelesaian, dan fokus, disiplin, tekun, gigih. Menganggap, jika terjadi gagal pada langkah tertentu, itu adalah proses belajar bagi saya, dan terus maju bergerak menuju tujuan langkah berikutnya. 

Salam menjadi pemimpin tangguh, efektif yang menumbuhkan nilai-nilai kebaikan yang bermanfaat, memberdayakan tim, membangun motivasi, pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap mental untuk mencapai tujuan target. 

7 ELEMEN STRATEGI KHUSUS Membangun Pemasaran Jamu Produksi CV. Rochman Jaya.

Penjelasan keempat.

MARKETING STRATEGY.

MARKETING PLAN JAMU JAWA ASLI SARI DEWA, JAMU NAGA MAS.

Proses.

1. Defenition of the need Concept 5 w + 1 H. (Silakan mempelajari di manajemen pemasaran konsep 12 T dan di 8 step by step Smart Selling Jamu Naga Mas.

2. Segementasi, Targeting, Positioning (Silakan mempelajari di manajemen pemasaran konsep 12 T)

3. SWOT dan MARKETING MIX 7P.

Merencanakan Strategi Pemasaran Setelah Menganalisis Berdasarkan Metode "SWOT".

TUJUAN dari SWOT adalah menganalisa, mengetahui Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Threats internal dan external.

SWOT berguna untuk mengambil solusi penyesuaian, perbaikan, pengembangan bisnis yang kreatif inovatif, dan menggunakan kekuatan dalam memaksimalkan peluang, bangkit dari kelemahan dengan strategi yang dibangun, dan strategi cara mengurangi, menghindari, menetralkan ancaman supaya mencapai tujuan strategi hasil akhir yang diinginkan. Berfokus pada kekuatan dan peluang. Menghindari supaya tidak terjebak dalam kelemahan dan ancaman.

Panduan Analisis Strategi SWOT:

(S) Strength (Kekuatan) internal.
(W) Weaknesess (Kelemahan internal)
(O) Oportunitas (Peluang External)
(T) Threats External.

Panduan:
(S dan O) Strategi menggunakan kekuatan untuk mendapatkan dari peluang.
(W dan O) strategi mengatasi kelemahan untuk memanfaatkan peluang. Strategi kelemahan untuk membangun peluang.
(S dan T) Menggunakan kekuatan untuk mengatasi, mencegah ancaman
(W dan T) Membangun strategi mengatasi, meminimalkan kelemahan dan mengambil solusi untuk mengatasi, menghindari dari bentuk ancaman.

POTENSI USAHA JAMU INDONESIA.

"Usaha Jamu Indonesia salah satu jenis usaha yang baik dikembangkan untuk masa depan yang sejahtera".

Permintaan produk Jamu dari pengguna dari waktu ke waktu meningkat, untuk memenuhi permintaan pengguna berdirilah perusahaan, pabrik Jamu diberbagai daerah di Indonesia khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pada era saat ini JAMU TRADISIONAL telah digunakan menjadi pengembangan usaha produksi, pemasaran untuk mendatangkan pendapatan kesejahteraan, membantu kesehatan banyak orang sesuai dengan khasiat produk yang diproduksi dan dipasarkan.

Jamu merupakan usaha yang baik untuk dikembangkan, telah terbukti dari segi usaha yang mampu memberikan dampak wirausaha yang bertumbuh, kesehatan, kesejahteraan, ekonomi, sosial.

Apakah Bapak/Ibu Berminat, Tertarik Mengembangkan Bisnis Pemasaran Jamu?

Bagaimana cara kita mendukung melestarikan Jamu, obat tradisional Indonesia? Jamu Tradisional Indonesia adalah budaya Indonesia yang terus kita lestarikan.

Mari kita cerdas memilih usaha yang baik dalam meraih tujuan yang terbaik.

Jika bapak, ibu tertarik melakukan usaha, mengonsumsi, menjual produk Jamu Produksi CV. Rochman Jaya, supaya  TELITI, terlebih dahulu memastikan produk benar terdaftar di Badan POM RI, dengan cara menghubungi HALLO BPOM atau mengunjugi situs resmi Badan POM RI.

Mengapa terlebih dahulu mengecek izin edar, alamat perusahaan, pemasar, distributor, nomor telepon dan lain - lain. Kita menyadari, bahwa melakukan usaha pemasaran, distributor pemasaran Jamu, akan membayar harga dari segi waktu, perasaan, pikiran, modal usaha, biaya promosi.

Salam bijak untuk memilih usaha!

Terimakasih kepada yang terhormat, Bapak dan Ibu distributor, pengecer, pelanggan, telah memilih usaha dan produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa, Jamu Sarang Tawon Produksi Cv. Rochman Jaya, Banyuwangi Jawa Timur - Indonesia. Semoga sehat selalu dan sejahtera.

Dengan yakin dan optimis, semoga usaha ini semakin berkembang, pelanggan merasakan khasiat produk, dan usaha bermanfaat kepada perusahaan, pemasar, penjual dan manajemen lainnya, dan masyarakat, lingkungan sosial.

7 Strategi Elemen Bauran Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya sebagai berikut:

1. Produk berkualitas.

2. Harga yang kompetitif.

3. Tempat pasar/wilayah pemasaran. Di mana memasarkan produk dengan efektif pada target pasar yang spesifik.

4. Komunikasi dan promosi.

5. Proses pelaksanaan. 

6. Power Team Pemasaran (people)

7. Physical Proof and Service. 

Penjelasan.

1. Bauran Pemasaran Produk.
(a) Merek, Nama Produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa Produksi Cv. Rochman Jaya.

(c). Mendapatkan Legalitas ijin edar dari Badan POM RI. Produk Jamu CV. Rochman Jaya dapat mengecek di situs BPOM RI. 

(d). Produk berbahan halal. Bahan- bahan Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa Produksi CV. Rochman Jaya di olah dari tumbuh - tumbuhan:

Sambiloto.
• Kumis Kucing.
• Bidara laut.
• Sintok.
• Dan lain - lain.

(e). Ukuran konsumsi Jamu Sari Dewa, Jamu Naga Mas hemat: @30 ml x 2 sehari. Aturan pakai 2 kali sehari

(F). Jamu produksi CV Rochman Jaya  bentuk sedian cair dan siap dikonsumsi.

(G). Jamu produksi CV Rochman Jaya tersedia beberapa kemasan:
Kemasan 600 ml, kemasan150 ml.
Dikemas pakai botol kaca, tersedia juga kemasan dari botol plastik sesuai ijin edar dan nama produk. Jamu Fatah Yasin dikemas pakai botol plastik.

(j). Manfaat dan Khasiat Produk Jamu Cv. Rochman Jaya yang dicetak pada label kemasan: Membantu meredakan nyeri akibat ENCOK, PEGAL - PEGAL dan LINU - LINU.

(j). Tanggapan pelanggan mayoritas cocok mengkonsumsi.

Produk Berkualitas dan Tersedia.

Menurut kami Produk Jamu berkualitas  dengan syarat utama mendapatkan legalitas, ijin edar dari BPOM RI, hal ini juga terkait dengan ukuran, aturan konsumsi, selain bahan-bahan ramuan yang terukur. Produk Jamu berkualitas juga memberi manfaat kenyamanan pada konsumen. 

Ketersediaan stok produk di toko, reseller, distributor pemasaran juga mempengaruhi loyalitas konsumen pada merek produk. 

Berdasarkan pengalaman saya, konsumen menjadi loyal disebabkan: 

1. Kualitas produk. Konsumen yang cocok menggunakan produk, nyaman, merasakan hasil baik dari manfaat dan khasiat yang berpengaruh membangun respons positif dari konsumen (konsumen yang puas mendorong menjadi loyal).

2. Sikap dari pemasar, penjual yang baik, ramah, sopan, menghargai, empati, tepat janji, tidak muluk muluk dalam menyampaikan khasiat produk kepada konsumen.

3. Stok produk tersedia. Jika stok produk terlalu lama kosong di toko, pengecer, agen, distributor, dapat mengakibatkan konsumen membeli produk sejenis dari toko, pengecer yang menjual. Sebagian konsumen sabar menunggu jika produk tidak terlalu mendesak untuk digunakan. Sebagian konsumen berhenti diakibatkan produk tidak tersedia lagi di pengecer, sebagian berpindah ke produk lain.

Ketersediaan produk di pengecer, toko  mempengaruhi loyalitas dan kebiasaan konsumen menggunakan.

4. Layanan, Following Through dan Follow Up. Pemasar membangun pendekatan emosional kepada konsumen dengan menghubungi, menjumpai konsumen secara berkala, dan melakukan iklan pengingat, penguat, pembelian ulang.

Iklan berkesinambungan mempengaruhi konsumen untuk mengenal, mengetahui, mengingat, keputusan dan kebiasaan menggunakan. 

2. HARGA.

Strategi harga jamu yang kompetitif.

Harga adalah biaya yang dibayar oleh konsumen untuk membeli suatu produk. Biaya bentuk uang, investasi waktu, tenaga, pikiran, perasaan.

Konsumen mengharapkan harga yang relevan sesuai nilai manfaat dari segi fungsional, emosional, sosial, psikologi relevansi, layanan kemudahan.

Tips MEMBANGUN 5 NILAI MANFAAT UNTUK PELANGGAN.

(1). Nilai Manfaat Fungsional Produk.

Manfaat fungsi produk adalah kegunaan, khasiat produk yang relevan yang ditawarkan kepada target pasar potensial.
Manfaat Fungsi produk Jamu produksi CV. Rochman Jaya  adalah membantu meredakan nyeri akibat pegal - pegal, linu - linu dan encok.

(2). Nilai Manfaat Emosional.
Membangun komunikasi dan informasi dua arah antara pemasar, penjual kepada pelanggan supaya terjalin keterlibatan emosi yang berdampak kepada minat, hasrat, ketertarikan, keputusan membeli produk, loyalitas, mereferensikan kepada orang lain.

Tujuan Melakukan Pendekatan Emosional Kepada Konsumen:
1. Membangun hubungan kedekatan secara emosi antara merek, penjual dengan konsumen.
2. Membangun hubungan berkelanjutan kepada konsumen yang berdampak pembelian ulang dan loyalitas. (Stok produk tersedia)
3. Memenangkan hati konsumen.
4. Membangun emosi perasaan positif yang memotivasi, menginspirasi konsumen untuk membeli produk secara berkelanjutan sesuai kebutuhan, keinginan dan permintaan.

"Emosi merupakan bahan bakar motivasi yang mendorong kemauan mengambil keputusan dan tindakan"
Emosi yakin memengaruhi pikiran, motivasi, kemauan dan tindakan.

Bagaimana cara melakukan ikatan emosional kepada konsumen?
Adalah dengan cara:
a. Membangun personal brand, nilai-nilai  integritas pemasar, dipercaya oleh konsumen.
b. Peduli, simpati, empati, sopan dan santun, ramah pada konsumen.
c. Membangun layanan dipercaya, tepat janji.
d. Berbicara relevan.
e. Melakukan follow up, menjaga hubungan yang baik.
g. Membangun inspirasi, aspirasi dan memahami motivasi pelanggan.
h. Layanan, sikap pemasar yang berkesan kepada konsumen. 

(3)Nilai Sosial:
Contoh:

Konsumen ingin merasa spesial, dihargai sosialnya setelah menggunakan produk.

(4)Nilai Psikologi:
Contoh:

a. Konsumen menginginkan setelah menggunakan produk, kesehatannya lebih baik dari sebelumnya, misalnya setelah mengkonsumsi Jamu, kesehatan menjadi bugar, yang tadinya encok menjadi tidak encok. Sifat manfaat Jamu adalah membantu. 

b. Konsumen mau sehat dari sebelumnya.

(5)Nilai Relevansi:
Contoh:

a. Konsumen mengevaluasi kesesuaian harga dan manfaat produk.

b. Konsumen mengevaluasi, dan teliti apa yang dipromosikan pemasar, penjual. 

Faktor situasi dan harga produk yang memengaruhi konsumen dalam pembelian produk Jamu

(1). Kurang mempertimbangkan harga yang dipengaruhi emosi, kebutuhan mendesak, mendadak, tempat.

(2). Mencari produk dengan harga termurah. 

(3). Mengevaluasi kesesuaian harga dan manfaat produk, sesuai kebutuhan, keinginan, kemampuan konsumen.

(4). Kurang mempertimbangkan harga yang dipengaruhi tempat, situasi, kualitas layanan, dan sikap pemasar pada konsumen seperti hubungan kedekatan.

Contoh, produk dijual di toko umum Rp. 30.000,  di tempat khusus dijual Rp. 50.000. Pernahkah anda membeli produk minuman di toko tertentu yang mewah? Apakah harganya sama dengan di toko tradisional biasa?

HARGA ECERAN JAMU NAGA MAS, Sarang Tawon Produksi Cv. Rochman Jaya di berbagai wilayah di Indonesia.

(1). Di wilayah Sumatera, Kalimantan, NTB.
• Kemasan 600 ml Rp. 40.000 sampai dengan Rp. 60.000 perbotol.
• Kemasan 150 ml: Rp. 10.000/botol.

(2). Di wilayah Sulawesi NTT, Papua:
• Kemasan 600 ml: Rp. 50.000 sampai dengan Rp. 75.000 perbotol, sesuai sistem pemasaran yang diterapkan, dan nama produk yang dipasarkan oleh distributor. Contoh, Jamu Sari Dewa di area Sulawesi, NTT Rp. 75.000 perbotol. 

• Kemasan 150 ml: Rp. 10.000 sampai dengan Rp. 12.000/botol.  

(3). Di wilayah Jawa Barat, Banten Jakarta dan Bali.
• Kemasan 600 ml: Rp. 40.000 sampai dengan Rp. 60.000/botol. 
• Kemasan 150 ml: Rp. 8.000 sampai dengan Rp. 10.000/botol.

(4). Di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah:
• Kemasan 600 ml: Rp. 30.000 sampai dengan Rp. 40.000/botol untuk Jamu Naga Mas dan Sarang Tawon.

Jamu Kemasan 600 ml: 1 Karton isi 12 botol. Kemasan 150 ml: 1 karton isi 50 botol. Pembelian perkarton dapatkan diskon khusus dari distributor anda. 

Keterangan dan perhatian:
Harga perbotol Jamu Cv. Rochman Jaya, bisa sama dengan tulisan di atas, dan bisa lebih tinggi, dipengaruhi oleh sistem promosi, distribusi, biaya distribusi, jarak lokasi konsumen dari penjual.

3. Tempat/Wilayah Pemasaran. 

Tempat adalalah lokasi kegiatan yang dilakukan pemasar, penjual dalam melakukan promosi, penawaran, penjualan produk kepada konsumen (tempat transaksi jual bel, pertukaran yang saling menguntungkan). Tempat diartikan berdasarkan pemasaran tradisional dapat diartikan tempat berjumpa antara penjual dan konsumen. Di era digitalisasi, pasar atau tempat membeli produk bisa melalui marketplace, konsumen dengan penjual tidak jumpa secara fisik. Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya menerapkan pemasaran tradisional (off line) dan pemasaran online marketing). Pada pemasaran metode tradisional wilayah pemasaran merupakan bagian dari tempat, bukan hanya toko tradisional, pasar tradisional tetapi juga berhubungan dengan nama wilayah pasar. 

Tempat pemasaran, penjualan produk di era sekarang menjadi dua tempat yaitu "Digital Marketing (Online Marketing) dan Marketing Konvensional".

Pemasar memilih tempat strategis untuk mengomunikasikan, memosisikan nilai keunggulan produk yang bermanfaat pada konsumen. Pemasar melakukan branding, promosi, penawaran manfaat produk, harga ke prospek potensial. 

Tempat merupakan tukar jual beli antara penjual dan pembeli.

Strategi marketing mix "tempat". Pemasar menerapkan teknik dengan memilih pada tempat pemasaran konvensional (offline), dan atau Digital Marketing, Marketplace (online). Misalnya contoh, beriklan di Media Sosial Facebook, Google, YouTube dan lain - lain. Retail tradisional: apotek, kios, toko lokasi strategi mudah di jangkau pelanggan, dan lain -lain.

Pemasar penting mengetahui perilaku prospek dalam pembelian. Apakah melakukan pembelian produk lebih sering melalui media digital marketing seperti market place, media sosial? Apakah lebih menyukai membeli melalui toko konvensional, personal selling, direct selling?

Memilih tempat pemasaran yang strategis sangat penting untuk membangun bisnis pemasaran yang bertumbuh. Tempat pemasaran dan penjualan bukan hanya melalui toko tradisional, tetapi juga online (digital marketing). Wilayah pemasaran jamu CV. Rochman Jaya paling strategis adalah daerah yang banyak pendukung dan menyukai mengkonsumsi jamu, peduli sehat. Selain hal di atas pada daerah tertentu seperti di sumatera, Sulawesi, pemasar lebih extra kerja keras dalam mempromosikan pada konsumen untuk mengenalkan, memposisikan jamu. Dalam hal ini ada kelebihan dan kekurangan pemasaran. Pada tulisan ini tidak dituliskan secara spesifik. Informasi lebih detail, silakan menghubungi kami, Marketing Produsen Jamu CV. Rochman Jaya. 

Pada metode pemasaran konvensional dan onlin marketing, marketplace sebaiknya pemasar membuat iklan promosi produk, supaya dapat menjangkau target pasar yang lebih luas dan tidak dipengaruhi oleh waktu. Promosi, branding produk bertujuan supaya diketahui, diingat oleh konsumen yang berpengaruh pada tindakan keputusan pembelian. Pembelian produk yang berulang dari seorang konsumen mempengaruhi kebiasaan menggunakan, membangun loyalitas. 

Perubahan kenakan harga produk secara signifikan bisa mempengaruhi loyalitas konsumen, kecuali telah terbentuk komitmen pada persepsi konsumen. Kebiasaan, loyalitas tidak menjamin konsumen akan selalu membeli suatu produk yang digunakan, kecuali terbangun komitmen, hal juga dipengaruhi kemampuan.

4. Promosi dan Komunikasi.

Tujuan promosi adalah menginformasikan pesan nilai manfaat, keunggulan produk ke target prospek potensial melalui media pemasaran.

Sebelum melakukan promosi penting untuk mengetahui:

(1). Tentukan tujuan promosi dan iklan?

(2). Siapa target prospek spesifik sesuai manfaat produk yang relevan. Tentukan kelompok pasar yang mempunyai kebutuhan mirip sama berdasarkan demografi, geografi, psikologi, budaya, dan lainnya jika lebih spesifik.

(3). Bagaimana metode, model pesan iklan yang diinformasikan ke target prospek potensial? Iklan kebutuhan akan kesadaran, pembelian, pengingat, penguat, loyalitas.

(4). Di mana tempat strategi melakukan promosi, sesuai budget dengan efektif?

(5). Kapan waktu melakukan promosi yang tepat untuk menjangkau target prospek potensial?

(6). Bagaimana strategi menjangkau target prospek potensial?

(7). Bagaimana teknik dan taktik promosi yang efektif?

a. Digital Marketing. Beriklan di Media Sosial, seperti di Google, YouTube, Facebook dan lain - lain, bertujuan untuk promosi, penawaran produk dan peluang usaha dan memperluas jangkauan pemasaran sesuai sasaran pasar yang tepat.
b. Membuat toko di Marketplace, Media Sosial, postingan beriklan, Website, Grup Komunitas.

c. Melakukan branding untuk membangun nilai usaha, produk, persepsi kepada calon pelanggan dan pelanggan.

d. Membuat brosur, spanduk, poster, roll Banner, katalog.

e. Penawaran langsung. Melakukan promosi, penawaran dengan cara mulut ke mulut, teman ke teman, direct selling, bazar, sales promosi, penjualan pribadi, memasarkan melalui komunitas, bermitra dengan pemilik toko, kios, warung tradisional, grosir, dan menggali referensi.

Tips:
Manfaat, khasiat, mutu, kualitas, nilai produk, tempat, wilayah pemasaran, layanan, sistem pemasaran, dan strategi promosi sangat berhubungan dalam menentukan harga suatu produk yang akan diberikan pada pelanggan. Ada harga ada kualitas! Kualitas layanan, produk, kualitas profesionalisme pemasar.

 Alat bantu (tools) promosi Jamu Produksi CV Rochman Jaya, Distributor pemasaran, reseller dapat mencetak spanduk, brosur, poster, role banner, katalog dan alat bantu lainnya. Gambar produk, kalimat promosi, manfaat penjelasan sesuai dengan yang disetujui oleh perusahaan, setidaknya memperhatikan terlebih dahulu tulisan pada label kemasan Jamu CV. Rochman Jaya. Contoh khasiat dan manfaat: Membantu meredakan encok, pegal-pegal dan linu-linu.

Mari kita membuat layanan pemasaran di Media Sosial, Marketplace, selain strategi konvensional (offline), bertujuan dan berguna membagun layanan kemudahan kepada pelanggan untuk mendapatkan informasi produk sesuai daerah perwakilan pemasaran.

5. POWER TEAM PEMASARAN (People)
Strategi pemasaran dengan cara membangun POWER TEAM pemasaran untuk menyampaikan benefit produk, harga, usaha, nilai keunggulan. Pemasar melakukan promosi sesuai tempat, daerah pemasaran, di mana pelanggan dapat mengakses, menjangkau, dan promosi dapat menjangkau konsumen. Di era saat ini, promosi, branding produk dapat menjangkau konsumen melalui media sosial, teknik ini lebih bisa menjangkau luas sesuai manfaat produk dan target pasar potensial. 

Tenaga pemasar dan penjual merupakan penghubung pada konsumen, oleh karena itu, kita pemasar dan penjual penting memahami strategi pemasaran, konsep pemasaran, sistem pemasaran, teknik pemasaran, taktik pemasaran, melayani konsumen dengan peduli, ramah, terpercaya.  Pada keseluruhan tulisan ini, banyak mengupas tentak sikap pemasar.

Pemasar dan penjual adalah kategori utama untuk membangun kekuatan bisnis yang bertumbuh. Membangun tim pemasaran bertujuan pengembangan usaha, pemerataan pemasaran, membangun wirusaha, mendatangkan pendapatan, dan tujuan prioritas pertama memberi nilai manfaat positif pada konsumen potensial.

6. PROCESS:

Strategi Proses.
Mengimplementasikan perencanaan program strategi, sistem kerja untuk mencapai Tujuan Strategi Power Team Pemasaran dan Perusahaan.

7. PHYSICAL PROOF (Bukti), LAYANAN.
Strategi menggunakan sarana, fasilitas pendukung, alat bantu untuk mencapai tujuan pemasaran. Pada pemasaran konvensional, pemilik toko jamu, atau distributor pemasaran membangun layanan fisik yang dapat dikunjungi oleh  konsumen. Misalnya, toko jamu yang rapi, kantor Distributor Pemasaran yang memadai, kenyamanan konsumen ketika berkunjung, bukti legalitas/ijin edar produk, dan lainnya.

MEMBANGUN DIFERENSIASI, BAURAN PEMASARAN dan SISTEM, STRATEGI.

Penjelasan:

 Membangun NILAI KEUNGGULAN produk, strategi Pemasaran Jamu produksi CV. Rochman Jaya.

(1). Diferensiasi PRODUK.
Perbedaan nilai keunggulan.

A. Kemasan Produk.

a. Dikemas pakai botol plastik dan botol kaca untuk nama produk tertentu .

(b). Tersedia dua kemasan sesuai kegunaan. praktis. Kemasan 150 ml dan 600 ml.

B. Desain Kemasan:

C. Label kemasan.

1. Pada label kemasan dicetak nama produk, seperti, Jamu Naga Mas, Jamu Sarang Tawon, Jamu Sari Dewa.

2. Pada label kemasan, dicetak nama produk, nomor legalitas izin edar, barcode, manfaat, khasiat, bahan, komposisi, aturan dan ukuran konsumsi, cara penyimpanan, masa expired, kode dan tanggal produksi, di produksi oleh Produksi CV. Rochman Jaya Banyuwangi Jawa Timur - Indonesia.

D. Rasa Produk:

Tersedia dua rasa untuk menyesuaikan selera pelanggan. Rasa mint/manis dan pahit.

E. Bahan produk: 

Bahan produk dari tumbuhan sambiloto, kumis kucing, bidara laut dan lainnya.

F. Manfaat dan khasiat ditulis dilabel kemasan untuk membantu meredakan pegal - pegal, linu - linu dan encok. 

(2). Harga. Relevansi harga dengan manfaat, layanan dan sikap pemasar.

(3). Diferensiasi Pemasaran.

(a). Membangun layanan pemasaran di Media Sosial untuk membantu konsumen mendapatkan informasi pemasaran dan produk Jamu CV. Rochman Jaya.

(b). Membangun Layanan Fisik. Membangun perwakilan pemasaran diberbagai daerah, tersedia di toko, kios, pengecer terdekat untuk menjangkau dan memberi kemudahan pada konsumen untuk mendapatkan produk Jamu.

(c). Marketing Produsen Jamu CV. Rochman Jaya membantu membuat website www.dwipaherbalindo.com dan juga blogspot seperti blog ini, layanan pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya di Media Sosial, seperti Facebook, dan kami mencantumkan nomor telepon marketing yang dapat dihubungi oleh calon pelanggan, calon distributor, konsumen, tim pemasar, penjual di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini bertujuan memberi akses kemudahan informasi pada orang yang membutuhkan. 

4. Diferensiasi TEKNIK Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya . Membangun "8 Model Strategi Pemasaran Jamu produksi CV Rochman Jaya".

5. Diferensiasi SISTEM PROSES.
Mengutamakan kepuasan pelanggan, mitra usaha, dan memberi kemudahan,  informasi penawaran produk, pemesanan, pembayaran, pengiriman, pemberitahuan kepada distributor, reseller, konsumen.

6. Diferensiasi KEUNGGULAN PEMASAR. 
Membangun nilai-nilai Integritas, dipercaya, layanan yang ramah, sikap peduli, empati, mengesankan, menyenangkan.

7. DIFERENSIASI PHYSICAL PROOF.

Membangun layan tempat fisik yang memadai, nyaman dikunjungi pelanggan.

-----------------------------------------------------------

MARKETING PLAN dan FUNDAMENTAL MANAJEMEN PROSES STRATEGI PEMASARAN JAMU CV. ROCHMAN JAYA.

KONSEP PEMASARAN 12 T.
Manajemen Proses Strategi, Sistem, Teknik Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya dengan metode "KONSEP 12 T" 

Konsep 12 T Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya diartikan 12 tahapan dalam manajemen proses pemasaran Jamu, yang disebut sebagai "Metode Konsep 12 T." Berikut poin-poin pentingnya:

• Tahap 1-4:
Fokus pada identifikasi target pasar, menampilkan produk, memberikan penjelasan, dan memberi informasi pada prospek memahami manfaat produk jamu CV. Rochman Jaya.

• Tahap 5-8:
Menarik minat prospek, menjawab pertanyaan, melakukan riset tambahan, dan mendorong tindakan pembelian Jamu CV. Rochman Jaya.

• Tahap 9-12:
Mendapatkan tanggapan konsumen, testimoni, mendorong konsumen menjadi tim bisnis pemasaran, dan membangun tren layanan yang positif.

Pesan dari Konsep 12 T Pemasaran Jamu, menekankan pentingnya memahami kebutuhan pelanggan, membangun hubungan, dan memberikan nilai tambah untuk mencapai kepuasan dan loyalitas.

MANEJEMEN STRATEGI PEMASARAN KONSEP 12 T.

Metode Konsep Pemasaran "12 T".

Pengertian Strategi Pemasaran Metode Konsep 12 T adalah pemasar melakukan identifikasi, mengelompokkan segmen pasar, menentukan target pasar yang potensial, menampilkan produk, memberikan penjelasan, informasi yang menarik minat prospek, menjawab pertanyaan, melakukan riset tambahan, mendorong tindakan pembelian, mendapatkan tanggapan dan testimoni dari konsumen, dan mendorong konsumen mereferensikan, menjadi tim bisnis pemasaran, dan membangun tren layanan yang positif, hubungan yang baik pada konsumen untuk loyalitas.

Penjelasan tambahan dari Konsep 12 T Pemasaran adalah mengelola strategi pemasaran dengan mengidentifikasi, mengelompokkan prospek sasaran yang mempunyai kebutuhan mirip sama, menentukan prospek yang potensial sesuai manfaat produk yang relevan, menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan, melakukan komunikasi bauran pemasaran yang menarik perhatian konsumen. 
Konsep ini bertujuan utama memberikan nilai manfaat positif pada konsumen untuk membangun pengalaman positif. Konsep Pemasaran "12 T" menyarankan pada konsumen untuk terlebih dahulu teliti sebelum membeli produk Jamu CV. Rochman Jaya. Dengan teliti dapat mengurangi, meniadakan risiko-risiko kerugian yang mungkin terjadi.

Alur Proses Utama sebelum Melakukan Penawaran. 

1. Mempelajari dan mengetahui produk yang dipasarkan. 

2. Mengelompokkan pasar ke beberapa bagian dari profil yang berbeda, dan mempunyai minat, kebutuhan yang mirip sama. Mengelompokkan pasar (prospek) berdasarkan kateristik demografi, geografis, psikologis, perilaku. 

3. Memilih dan menentukan target pasar spesifik, potensial. 

4. Menganilis kekuatan, kelemahan, dan peluang dan hambatan. 

5. Komunikasi bauran pemasaran. Merancang strategi penawaran: Penentuan materi promosi, iklan, tempat strategis, mengombinasikan Konsep 12T, DAPAT System, manfaat fungsional dan emosional. Iklan Establishing Need, Edukasi, Menyarankan, Pengingat, Penguat untuk loyalitas.

Pertanyaan analisis:

• Siapa target prospect spesifik dan konsumen produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa?

• Di mana geografis spesifik pengguna produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa?

• Apa yang disukai dan menarik pada konsumen dari produk yang dipasarkan?

• Apa 5 keunggulan khasiat, manfaat dan keunikan produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa?

• Selain dari 5 keunggulan produk, pemasar dan penjual penting membangun sikap positif, nilai-nilai integritas,  terpercaya, memberikan layanan kemudahan, tempat/sarana pemasaran strategis kepada konsumen.

• Apakah prospek potensial akan membeli produk jika dikatakan sama saja dengan yang lain?

• Mengapa prospek potensial belum membeli?

• Kapan prospek spesifik dan potensial membeli produk dan menjadi konsumen?

• Bagaimana penerapan strategi pemasaran supaya produk menjadi populer dan tren positif di masyarakat?

• Bagaimana strategi membangun loyalitas konsumen? 

MANAJEMEN PROSES METODE KONSEP 12 T.

(1)TENTUKAN.

Menentukan dan Mengelompokkan Target  Pasar.

Melakukan Survei Dengan Metode: 

DEFENITION OF THE NEEDS.

Melakukan survei dan mengidentifikasi kebutuhan dan motivasi prospek dengan metode pola bertanya:

Tujuan dengan pola bertanya:

(1) Sebagai data untuk menganalisis, menentukan, membangun kesadaran kebutuhan (establishing needs), keinginan, kemampuan prospek potensial sesuai khasiat produk fungsional yang relevan dan manfaat emosional yang membangun hubungan.

(2). Lakukan evaluasi, penyesuaian, inovasi produk berdasarkan pengalaman dan permintaan konsumen. Memenuhi permintaan prospek spesifik, potensial untuk menjadi konsumen loyal.

Identifikasi berhubungan dengan DG2P: Demografi, Geografi, Psikologi dan Perilaku.

Manejemen Konsumen dan Strategi Konversi. Pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa:

1. (Leads - Non-Potential Leads

2. Potential Prospects - Non-Potential prospects Spesifik

3. Potencial Prospect Spesifik - Prospect without buying

4. New Customers - Passive Custumers =

5.  Loyal Customers  - Customers Without Testimonials

6. Testimonial Customers, Refferals -  Custumers without business motivation =

7. a Reseller, b. Marketers, Marketing Business Team).Power Team Business Qualified.

STRATEGI PEMASARAN JAMU CV. ROCHMAN JAYA.

Alur Proses Strategi Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya, sebagai berikut: 

1. Pelajari dan Ketahui produk yang diproduksi, dipasarkan. (Konsep Produksi, Konsep Kualitas Produk, termasuk harga).

2. Identifikasi Pasar: Mengidentifikasi segmentasi pasar sesuai manfaat produk yang relevan. 

3. Kelompokkan Pasar: Mengelompokkan pasar (prospek) ke beberapa kelompok yang mempunyai kebutuhan mirip sama dari segmen profil yang berbeda. Mengelompokkan pasar berdasarkan kategori demografi, geografi, psikologis, perilaku.

4. Tentukan Target Pasar Potensial: Memilih, menandai, menentukan satu atau beberapa kelompok pasar spesifik (target pasar spesifik). (Fokus dan konsentrasi pada prospek spesifik).

5. Analisis dan Solusi dari: Kekuatan, Kelemahan, dan Peluang, Hambatan.

6. Rancang strategi dengan Bauran Pemasaran: Value Diferensiasi dari Marketing Mix 4p dan 3 P. 

7. Implementasi Strategi Program Pemasaran: Komunikasi Value Marketing Mix 7P, Penawaran, Selling, branding, Service dengan 7 Model Strategi Pemasaran, dan Selling 8 step by step smart selling Jamu Sari Dewa, Jamu Naga Mas Produksi CV. Rochman Jaya.

8. Diferensiasi dan Branding.

9. Layanan, Following and Follow Up. 

Pemasar membangun hubungan pendekatan pada konsumen untuk keberlanjutan dan loyalitas. 

10. Evaluasi, Pengendalian, dan solusi. 

Pengendalian: Mengevaluasi strategi, target hasil pencapaian, perbaikan, penyesuaian, inovasi jika perlu, dan berfokus untuk kepuasan pelanggan.

INDENTIFIKASI PROSPEK SPESIFIK untuk MENENTUKAN STRATEGI dan KEPUASAN PELANGGAN.

8 Pertanyaan Prioritas untuk Membangun Strategi Pemasaran yang Efektif. 

Tujuan: Supaya fokus, konsentrasi, waktu efektif, biaya efisien dan kinerja produktif . Perencanaan sangat penting supaya melakukan secara tepat dengan tepat 

Kalimat pengingat konsep:

"Si Di A Bagaimana Ka Dim Kenapa Ber-Ti"

1. Siapa calon Pelanggan spesifik produk Jamu Naga Mas, atau Jamu Sari Dewa?

2. Di mana calon pelanggan spesifik produk Jamu Naga Mas?

3. Apa yang dibutuhkan dan inginkan pelanggan, calon pelanggan? Apa Nilai manfaat yang ditawarkan ke target pasar?

4. Bagaimana strategi, sistem, teknik pemasaran, selling concept, mengomunikasikan nilai manfaat keunggulan, layanan ke target pasar potensial?

5. Kapan waktu yang efektif melakukan promosi, selling, penawaran, branding ke target prospek potensial?

6. Di mana tempat strategis melakukan promosi, penawaran, branding NILAI manfaat keunggulan dan penawaran kepada target calon pelanggan spesifik? Supaya efektif, efisien dan tepat sasaran.

7. Kenapa konsumen membeli Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa Kenapa pelanggan melakukan pembembelian ulang? Kenapa pelanggan mereferensikan? Kenapa sebagian pelanggan menjadi tim pemasaran, mitra usaha. 

8. Berapa Tingkat Persentasi (%) pelanggan dan mitra pemasaran aktif?

Menentukan Prospek Spesifik dan Potensial supaya Fokus, Efisien, Efektif, Tepat Sasaran.

Mari kita ingat penembak burung. Apakah penembak melakukan tembakan sekaligus ke beberapa burung? Tentu memilih yang tepat, supaya tepat sasaran, selanjutnya burung yang lain. Bagaimana kalau asal menembak burung dengan keterbatasan peluru? Dalam hal ini sangat berhubungan dengan pemasaran tentang efisiensi biaya pemasaran, untuk menghindari biaya pemasaran habis sebelum mendatangkan keuntungan. 

Penjelasan:

Teknik praktis:

"Establishing Needs DAPAT System" 

Dan 

"Si Di A Bagaimana Ka Dim Kenapa Ber -Ti"

Pengertian "Establishing Needs" dan DAPAT System" 

Establishing Needs" dengan sistem "DAPAT" untuk penjualan jamu. Berikut poin-poin informasi penjelasannya:

Definition of the Needs (D). Definisi Kebutuhan.

Mendefinisikan kebutuhan Pelanggan. Pemasar mengidentifikasi target prospek spesifik melalui pemahaman manfaat produk, analisis pasar, pengelompokan prospek berdasarkan kebutuhan, keinginan dan permintaan pasar atau prospek spesifik.

Acknowledgement of the Needs (A). Pengakuan Kebutuhan: 

Konnsumen mengakui membutuhkan produk yang tawarkan, promosikan. Dengan promosi membangun kesadaran akan kebutuhan (establishing need).

Pemasar melakukan komunikasi yang efektif pada konsumen. Pemasar melakukan promosi untuk menjangkau target pasar. Menentukan waktu dan tempat promosi yang strategis melalui media sosial selain pemasaran konvensional (offline)

Proof (P). Penerimaan Bukti.

Pemasar memberikan bukti relevan seperti izin edar produk untuk meyakinkan prospek.

Pemasar memastikan target prospek menerima dan mengakui bukti yang relevan, misalnya mempraktikkan legalitas atau ijin edar produk melalui situs BPOM RI secara langsung. Nomor ijin edar produk jamu dan nama jamu sesuai yang terdapat pada label, dan bisa dibuktikan langsung melalui website situs BPOM RI. Cek BPOM JAMU di situs BPOM RI. Pemasar atau penjual juga dapat memberikan testimoni atau tanggapan dari konsumen yang menggunakan Jamu pada prospek potensial untuk mempertimbangan sebelum melakukan keputusan pembelian. Testimoni dibagikan atas persetujuan dari pemilik testimoni produk. Berikan bukti yang relevan pada prospek potensial, dengan tujuan setelah menggunakan produk, kita berharap konsumen mempunyai pengalaman positif. Jamu sifatnya membantu.......

Mendapatkan penerimaan bukti Acceptance of the Proof (A)

Konsumen menerima dan mengikuti bukti. Misalnya, Pemasar mempraktikkan cek legalitas ijin edar produk di website BPOM RI, dan konsumen mengakui sesuai yang nyata, relevan. Bukti layanan pemasaran, dan lainnya yang relevan. Pemasar penting berbicara jujur pada konsumen sebagai bentuk layanan yang terpercaya, empati dan kepedulian yang ramah.

Trial Close (T) Uji Coba Menutup Penjualan pada prospek potensial.

Pemasar menawarkan pembelian produk dan/atau peluang bisnis pada prospek potensial, dan menangani keberatan, menerima keputusan prospek dengan senang hati. Pemasar menerima dengan senang hati, apapun keputusan prospek saat penawaran. Hindarkan penawaran penjualan dengan pemaksaan, sebab pemaksaan kurang baik. Kita berharap konsumen membeli produk atas dasar kesadaran dalam menentukan keputusan pembelian. Sikap pemasar yang baik bisa dingat konsumen, dan memungkinkan konsumen akan menghubungi kembali pemasar. Semoga terjadi penjualan produk saat melakukan sistem ini. 

Tetap semangat, optimis, terus belajar meningkatkan pemahaman strategi pemasaran dan mempraktikkan sehari-hari. Anda sang pejuang kesuksesan dan keberhasilan pemasaran. Anda luar biasa. Menangkan hati konsumen secara positif. 

Pesan

• Sistem ini membantu perusahaan dan pemasar untuk memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan, sehingga pelanggan percaya dan memutuskan untuk membeli atau bermitra.

• Strategi ini membantu dalam memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara efektif dalam penjualan jamu. Jamu sendiri merupakan obat tradisional Indonesia, dan perlu kita lestarikan. 

Penjelasan Konsumen Potensial.

1. (D): DEFENITION OF THE NEEDS. 

(Si)

Siapa target prospek spesifik Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa? Siapa target pengguna produk dan mitra Usaha?

Target Pengguna Produk:

Langkah Pertama:

Mempelajari dan mengetahui secara jelas, apa manfaat produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa. Manfaat Fungsional, Emosional, Sosial, Psikologi (nilai manfaat keseluruhan yang diterima konsumen dengan relevansi biaya dan faktor lain yang dikeluarkan konsumen.

Langkah Kedua.

Analisis Target Pasar. Bertanya langsung ke prospect untuk menguji permintaan dan memberi sampling produk.  

Langkah Ketiga.

Mengelompokkam prospect yang mempunyai kebutuhan mirip sama, dan membutuhkan produk Jamu Naga Mas atau Jamu Sari Dewa.

Siapa target pasar spesifik potensial membeli Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa? 

Misalnya contoh: 

a. Orang berusia 26 tahun keatas.

b. Pekerja berat, banyak beraktivitas: di daerah perkebunan, pertanian, bongkar muat, pelabuhan, terminal atau tempat berkumpul sopir angkutan bus, truk.

c. Tempat berkumpul pekerja berat seperti di kedai, kios 

d. Peduli sehat dengan produk Jamu.

Langkah keempat:

Evaluasi dan tentukan, siapa yang akan di target?

Misalnya Contoh:

a. Pekerja di perkebunan berusia 26 tahun ke atas.

b. Pekerja petani berusia 26 tahun ke atas.

c. Pekerja sopir angkutan umum berusia 26 tahun ke atas.

d. Pekerja kantor suka lembur sampai malam hari atau pulang jarak jauh.

e. Dan lain - lain. Sesuaikan strategi pemasaran di wilayah pemasaran anda, di kota atau desa. Pilih yang peduli dengan menggunakan produk "minuman kesehatan Jamu Tradisional".

Langkah kelima

Evaluasi dan tentukan target prospek spesifik dengan strategi pemasaran konsentrasi khusus.

Misalnya Contoh:

a. Pekerja petani yang berusia 26 tahun ke atas.

b. Sesuaikan dengan rencana anda? Target pasar yang mempunyai potensi besar untuk membeli jamu, jumlah target pasar besar supaya efektif, efisien promosi yang akan dilakukan. Perhatikan juga di mana prospek potensial sering melakukan pembelian produk sejenis.

(Di)

Di mana berada target prospek spesifik produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa?

(a). Apakah lebih sering berbelanja melalui Media Sosial, Markteplace online atau dari toko konvensional?

(b). Apakah lebih sering berbelanja melalui retail konvensional, seperti dari toko, kedai, kios?

(c). Apa nama Media Sosial yang sering mereka gunakan?

(d). Di mana kedai tempat mereka suka berkumpul?

(e). Di mana tempat dan nama komunitas mereka? 

(f). Kapan waktu mereka senggang dan berkumpul.

Misalnya Contoh:

(a). Pekerja petani berusia 26 tahun ke atas, suka berkumpul di kedai, kios pada jam 5 sore hari.

(b). Peduli sehat, menyukai jamu tradisional.

Jika prospek spesifik potensial suka berkumpul di tempat tertentu, seperti di kedai, kios, sebaiknya kita mengajak pemilik toko, kios tersebut menjadi mitra usaha untuk menjual produk di tempatnya, dan membantu untuk membuat poster atau spanduk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa di tempat tersebut. Pada masa promo, memberikan jamu 30 ml sekali konsumsi kepada calon konsumen untuk merasakan rasa produk. Strategi ini telah sering digunakan oleh pemasar, penjual Jamu Sari Dewa di wilayah tertentu. Semakin banyak orang merasakan khasiat produk akan berpotensi semakin banyak orang yang menggunakan.

 (A)

Apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen, prospek potensial?

Apakah prospek potensial akan membeli Jamu, hanya karena manfaat produk tanpa penjual membangun sikap emosional, empati?

Apakah penjual penting memahami apa motivasi, motif prospek untuk membeli Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa?

Kita pemasar, penjual Jamu Naga Mas sangat penting mengetahui gaya hidup, budaya prospek di suatu daerah untuk membangun strategi pemasaran yang tepat. 

Kita mengutamakan melakukan strategi pendekatan emosional.

Pendekatan emosional ke target prospek spesifik potensial, terbentuk dari sikap pemasar yang memengaruhi persepsi untuk membangun citra nilai unggul, dan mengambil keputusan.

Kita perlu mengetahui MANFAAT FUNGSIONAL PRODUK Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa untuk membantu mengatasi pegal - pegal, linu - linu dan encok. Bila ada konsumen yang bercerita di luar keluahan di atas, kita berterima kasih kepada konsumen.

Apa dampaknya, jika konsumen lebih baik dari sebelumnya? 

Apa dampaknya jika keluhan konsumen teratasi dengan mengonsumsi Jamu Naga Mas atau Jamu Sari Dewa? 

Kita, perlu mengetahui bahwa konsumen akan mempertimbangkan, mengevaluasi uang, tenaga dan waktu yang dikeluarkan, digunakan untuk mendapatkan produk yang ditawarkan.

Ketika terjadi transaksi penjualan maka uang konsumen akan bertukar dengan produk yang dibeli.

Konsumen Membutuhkan, Menginginkan Kepuasan Dalam Hal: 

a. Secara fisik. Konsumen menginginkan lebih baik dari hasil sebelumnya.

b. Emosional, menyenangkan dan lainnya manfaat emosional.

c. Kenyamanan menggunakan.

d. Kemudahan dalam layanan.

e. Harga dan kualitas produk, layanan dan sikap pemasar.

Penjelasan Manfaat Fungsional dan Emosional Produk dan Usaha Jamu Naga Mas, silakan mempelajari pada menu khusus Manfaat Fungsional dan Emosional. 

Ketahuilah hot button, motivasi emosional, menangkan hati konsumen dengan strategi pendekatan emosional positif.

JAMU NAGA MAS, JAMU SARI DEWA. Jamu Keluarga Sehat! Peduli Sehat Beraktivitas!

Kepada yang terhormat konsumen dan mitra pemasaran, kenapa Bapak dan Ibu membeli dan menggunakan Jamu Naga Mas atau Jamu Sari dewa?

Apa nama media yang akan kita gunakan untuk mengomunikasi nilai keunggulan manfaat produk ke target prospek spesifik dan sesuai waktu dan keberadaan prospek spesifik?

Apa model strategi pemasaran yang akan anda gunanakan? Secara umum 8 Model Strategi Pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa.

2. (A): ACKNOWLEDGEMENT OF THE NEEDS. (Pengakuan Kesadaran kebutuhan)

(Bagaimana)

Bagaimana strategi, sistem, teknik pemasaran, selling concept, komunikasi ke target pasar?

Bagaimana strategi membangun dan pengakuan kesadaran kebutuhan?

Dengan Strategy:

a. Value difference excellence.

b. Selling strategy dan presentasi dari penjual.

c. Membangun promosi, branding kepada potential prospects.

d. Membangun layanan (service) untuk kemudahan informasi dan lainnya ke potencial Prospect. Layanan Physical Proof dan Media Sosial.

Strategi pendekatan emosional ke target prosek spesifik?

(Ka)

Kapan waktu yang efektif melakukan promosi, selling, penawaran, branding ke target prospek spesifik?

(Dim)

Di mana tempat strategis melakukan promosi, penawaran, branding NILAI manfaat keunggulan dan penawaran kepada target calon pelanggan spesifik?. Supaya efektif, efisien dan tepat sasaran. Melakukan promosi, penawaran, membangun merek melalui Media Sosial, Digital Marketing, Marketplace, Whastapp Business, Website selain strategi Pemasaran Tradisional.

3. PROOF. 

Menyampaikan bukti yang relevan ke konsumen potensial.

1. Mengomunikasikan, menunjukkan bukti relevan legalitas izin edar produk, tanggapan dari konsumen menggunakan, layanan kemudahan yang dapat dihubungi, dikunjungi.

2. Mengomunikasikan, menunjukkan  Manfaat Produk Fungsional dan Emosional.

3. Mengkomunikasikan, menampilkan alamat pabrik, Perusahaan CV. Rochman Jaya dan perwakilan wilayah pemasaran.

4. Mengomunikasikan, menayangkan tanggapan, cerita dari mitra pemasaran yang relevan. 

5. Dan sebagainya yang relevan untuk memberikan bukti kepada prospek. Bukti relevan adalah pengalaman yang realistis. Jika kita ingin membeli suatu produk, apakah menanyakan terlebih dahulu kepada orang yang telah menggunakan? Seperti melihat, membaca, mendengar tanggapan orang yang pernah membeli di Media Penjualan, sumber penjualan. Pengalaman kita menggunakan suatu produk akan mempengaruhi, apakah akan membeli kembali atau tidak. Pelanggan yang puasa, senang, nyaman menggunakan berpotensi besar akan membeli kembali. Jika kita benar-benar kecewa akan berhenti membeli kembali.

Khusus Jamu Produksi CV. Rochman Jaya. Jika konsumen lain teratasi suatu keluhannya, bukan berarti tiap orang yang akan mengkonsumsi dengan keluhan yang sama akan teratasi.

Jika Bapak, Ibu penasaran, tertarik dengan Jamu Sari Dewa, Jamu Naga Mas, silakan mencoba, semoga bermanfaat sesuai yang diinginkan. Kami tim pemasaran tidak menjanjikan kepastian teratasi keluhan sakit yang di alami. Kami berdoa pada bapak, ibu konsumen Jamu Cv. Rochman Jaya yang mengalami keluhan sakit. 

(Kenapa)

Kenapa prospek tertarik berminat membeli Jamu Naga Mas, Jamu Jawa Asli Sari Dewa ?

Kenapa pelanggan mereferensikan relasinya?

Kenapa percaya menggunakan Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa?

Kita Pemasar Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa, Jamu Sarang Tawon, sangat penting membangun nilai keunggulan perbedaan bermanfaat positif dan mengomunikasikan yang RELEVAN ke prospek. Untuk membantu kepuasan konsumen setelah menggunakan.

Janji yang muluk - muluk, yang tidak dapat ditepati dapat membuat konsumen bisa kecewa.

Apapun tanggapan konsumen, baik positif atau negatif, kita tidak dapat menghalau, maka kita pemasar sangat penting membangun tingkat kepuasan dengan komunikasi promosi, penawaran yang relevan untuk membangun citra dan memenangkan hati konsumen.

IV. (A). Acceptance of the proof and need. Penerimaan bukti dan membutuhkan.

Target Prospect Spesific menerima bukti mengakui produk atau peluang usaha dan membutuhkan.

V. (T) Trial Close. 

1. Product purchase offer or businsess opportunity.

2. Handle prospect objections empathy

3. Prospects decision.

4. Repurchase/pembelian ulang and referrals. 

5. Accept happily whatever the prospect decides and will be contacted again.

Catatan:

a. Kita bagian penjualan, pemasaran perlu membangun kemampuan, keterampilan menjual, tindakan nyata.

b. Jika anda benar-benar berminat dalam bidang penjualan, jangan takut kegagalan dan penolakan. Penolakan bersifat sementara dan pribadi. Takut akan gagal hanyalah pola pikir melemahkan mental diri dalam kehidupan. Gagal adalah proses belajar dalam meraih tujuan yang jelas.

c. Mengapa Prospek Menolak atau Bbelum Membeli Saat Ini? Hal ini berhubungan dengan kemampuan, keterampilan penjual untuk memahami, apa motivasi prospek spesifik, dan apa penyebab utama mengapa prospek menolak atau belum membeli produk?

Sebagian konsumen, berdasarkan pengalamannya dari berbagai produk yang digunakan sebelumnya, bisa karena faktor kecewa, tidak puas, informasi tidak relevan dari penjual, dan hal - hal lain yang membuat konsumen menolak penjual, produk yang ditawarkan. Hal ini wajar atas kehati - hatian, ketelitian konsumen agar tidak terjadi hal serupa dari pengalamannya.

Mari, kita penjual Jamu CV. Rochman Jaya harus menyampaikan informasi manfaat unggul relevan, bukti nyata, membangun sikap integritas yang unggul, empati, peduli, hormat, sopan. Memahami apa yang dibutuhkan konsumen.

d. Penolakan Prospek. Apakah semua prospek menolak? Apakah semua prospek menjadi konsumen, membeli dari setiap presentasi anda? Silakan mengetahui closing ratio anda?  Perlu kita ingat: tidak setiap prospek membeli produk Jamu Produksi CV Rochman Jaya saat ini, dan sebagian prospek membeli saat ini. Mengapa sebagian belum membeli, hal ini adalah tantangan kita untuk belajar meningkatkan skill, strategi pemasaran dan penjualan. Mari kita lebih mengenal target prospek potensial yang benar-benar membutuhkan dan sesuai kemampuan. Misalnya, prospek potensial ingin membeli saat ini, namun dari segi kemampuan belum memadai, namun membeli setelah mendapatkan uang untuk membeli. Kita pemasar, penting menjaga hubungan baik kepada prospek yang membeli saat ini atau pun belum membeli. 

e. Melakukan Pendekatan Emosional. Pendekatan emosi positif. Melakukan penawaran sebanyak 5 kali untuk membantu prospek potensial mengambil keputusan membeli produk atau menjadi mitra usaha. Apakah telah menentukan target prospek potensial sesuai manfaat produk atau usaha? Apakah anda menganggap telah gagal menjual? pada hal baru satu kali menawarkan ke orang yang sama. Cobah menawarkan produk atau usaha sampai 5 kali dalam 1-2 bulan ke orang yang sama sesuai target pasar potensial, targetkan kepada minimal 300 orang potensial dalam sebulan, 10 orang dalam sehari, konsisten minimal 6 bulan, lihatlah resultnya. Mari kita rayakan kemenangan, kehebatan, pengalaman yang anda dapatkan!

f. Bangunlah jalan dan jembatan dengan cara membangun persahabatan, memperbanyak relasi dengan membangun hubungan pendekatan emosional. Bersahabat tulus, empati, peduli kepada prospek anda dan orang lain.

(8). Berapa tingkat persentasi (%) pelanggan dan mitra pemasaran aktif? 

Berapa result closing ratio presentasi dan prestasi penjualan anda?

Penentuan PROSPEK SPESIFIK. Bertujuan supaya FOKUS dan EFISIEN, EFEKTIF, tepat sasaran, dan identifikasi dengan DG2P: Demografi, Geografi, Psikologi dan Perilaku.

Perlu memperhatikan:

SMARTER SUCCESS Key Segmentasi Market

Mengetahui Kunci dan Syarat PENENTUAN TARGET PASAR dengan KONSEP SMARTER SUCCESS.

@RissanPanjaitanMarketingProdusenjamucvrochman jaya.

Syarat Kunci "SMARTER SEGMENTASI MARKET" membangun STRATEGI Pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa Produksi CV. Rochman Jaya: 
S: Significant Market: Pasar Besar.

M: Measurable Results: Terukur luas area pemasaran, minat, potensi, kemampuan, sumber daya dan potensi hasil. Analisis Demografis, Geografis, Psikologis, Perilaku, Sosial Budaya, perubahan.

A: Accessable, Actionable, Accessible: (Dapat diakes, dapat dilakukan, pelanggan dapat menerima).

R: Right Market: Sasaran pasar spesifik, potensial, tepat.

T: Target Market ABCD, Product Difference; mengelompokkan, membagi pasar sasaran menjadi kelompok A,B,C,D, dan menyesuaikan ukuran kemasan, jenis kemasan sesuai kebutuhan konsumen kategori kelompok. DIFERENSIASI strategi, SISTEM pemasaran sesuai wilayah, keterampilan bagian pemasaran. DIFERENSIASI produk, strategi, sistem layanan yang membangun kemudahan, nilai, keunikan, keunggulan menjadi kekuatan pemasaran dan perusahaan.

E: Express Goal Target Visi dan Misi: Mengungkapkan Visi, Misi dan tujuan perusahaan dan pemasaran

R: Relevant Result, untuk pelanggan SPB: Senang, Puas, Berkesan. Perusahaan, Tim Pemasaran, mitra usaha dan manajemen lainnya: Berpotensi menghasilkan pendapatan dan pertumbuh usaha.

STRATEGI UMUM MENENTUKAN TARGET PASAR SPESIFIK "DG2P": Demografi, Geografi, Psikologi dan Perilaku.

Mengelompokkan Pasar Yang Mempunyai Kebutuhan Yang Hampir Sama .

(a). Pemasar membagi kelompok pasar yang mempunyai kebutuhan mirip sama berdasarkan DG2P: Demografi, Geografi, Psikologi dan Perilaku.

(b). Mengevaluasi, menandai, menamai, kelompok pasar yang telah dikelompokkan sesuai kategori. DG2P: Demografi, Geografi, Psikologi dan Perilaku.

TARGET PASAR POTENSIAL Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa, Jamu Sarang Tawon, Jamu Fatah Yasin produksi Cv. Rochman Jaya.

Memilih dan menentukan target pasar spesifik, tepat, potensial: Siapa, di mana, apa pekerjaannya, berapa umurnya, bagaimana daya beli prospek potensial yang akan membeli Jamu Produksi Cv Rochman Jaya, dan kategori lainnya.

Langkah-langkah dan SYARAT umum menentuan target prospek spesifik dan potensial adalah:

A. DG2P: (Demografi, Geografi, Psikologi, Perilaku) dan (Establishing needs DAPAT System: Defenition Of The Needs 5W + H) yang relevan sesuai manfaat usaha, produk fungsional, emosional, psikologi, sosial.

 (1). Segmen Demografi.

Segmen Demografi: Usia, jenis kelamin, jumlah keluarga, pekerjaan, pendapatan,  pendidikan, ras, pola hidup, warganegara.

Contoh:

1. Berapa umur prospek potensial yang membutuhkan Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa?

2. Apakah pria dan wanita, usia muda dan lanjut membutuhkan usaha dan produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa?

3. Apa pekerjaan prospek potensial yang tepat membutuhkan produk dan usaha Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa?

4. Apa nama komunitas yang potensial membutuhkan Produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa?

(2). Segmen Demografis.

Strategi pemasaran regional, daerah, wilayah, kepadatan penduduk, ukuran wilayah. 

Segmen Geografis: Wilayah Propinsi, Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan, kota, desa, dan wilayah sekitar, lingkungan, perumahan, kampung.

Contoh: 

1. Di mana nama daerah prospek potensial produk Jamu Naga Mas atau Jamu Sari dewa  dengan syarat 3C: Accessable (dapat diakses), Actionable (dapat dijangkau), Accessible (pelanggan dapat menerima)

2. Di mana nama daerah berdasarkan daya beli Prospek untuk membeli Jamu Naga Mas atau Jamu Sari Dewa?

Di semua daerah dalam kota dan desa yang dapat di jangkau, diakses, konsumen dapat menerima.

(3). Segmen Psikologis.

Segmen Psikologis: Gaya hidup, kelas sosial dan kepribadian seperti ambisi, motivasi, pemberani.

Contoh

1. Bagaimana gaya hidup Prospek potensial Jamu Sari Dewa? Siapa mereka?

2. Siapa prospek potensil Jamu Sari Dewa berdasarkan ketertarikan kebiasaan menggunakan media untuk membeli, dan peduli terhadap produk jamu, obat tradisional, herbal?

3. Apa hoby Prospek potensial Jamu Sari Dewa?

Contoh, menyukai olah raga, hobi tanaman herbal, hobi koleksi produk jamu, hobi berjualan jamu, hobi mereferensikan produk jamu tradisional, obat tradisional, herbal dan lain - lain.

4. Siapa Prospek potensial Jamu Sari Dewa berdasarkan opini, sikap, budaya, sudut pandang, respon potensial terhadap jamu?

5. Siapa Prospek potensial Jamu Sari Deea berdasarkan minat, ketertarikan, peduli sehat menggunakan produk Jamu, herbal.

(4). Segmen Perilaku.

Segmen perilaku pembelian produk dari konsumen dipengaruhi oleh sikap, budaya, cabang budaya, sosial dan pribadi. 

Contoh:

1. Bagaimana proses prospek potensial membeli produk herbal atau jamu, apakah karena pengaruh branding, melihat iklan produk, pengaruh teman, produk tersedia di toko tradisional, market place, pengaruh pembayaran produk? dan lain - lain.

2. Apa nama media yang sering digunakan prospek potensial untuk membeli produk kesehatan herbal atau jamu?

Contoh, membeli di Toko Retail, Market Place, Media Sosial dan lain - lain.

3. Bagaimana selera prospek potensial Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa berdasarkan rasa? 

Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa tersedia rasa mint/manis dan pahit. Kepada konsumen dapat memilih sesuai selera.

Contoh, di pulau Jawa lebih menyukai rasa pahit, di wilayah Sumatera, Kalimantan lebih menyukai rasa manis. Mari kita berikan produk sesuai selera konsumen, bukan menurut pemasar atau penjual.

Kita Pemasar Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa penting untuk mengetahui motivasi pembelian dari konsumen.

Pendekatan Motivasi Pembelian.

Setiap orang dapat mempunyai motivasi,  tujuan, dorongan yang berbeda melakukan tindakan pembelian produk.

Apa motif dan sebab konsumen akan membeli Produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa?

Beberapa hal di bawah ini, perlu kita identifikasi, analisis:

Contoh:

1. Apakah motif, membeli produk untuk solusi mengatasi keluhan yang dialami?

2. Apakah motif demografi, membeli produk diberikan pada keluarga?

3. Apakah motif psikologis membantu pemasaran Jamu SARI DEWA.

4. Apakah motif perilaku kebiasaan, teliti membeli produk Jamu dengan melakukan cek izin edar Produk terlebih dahulu? Kenyamanan menggunakan!

5. Apakah motif perilaku senang menawar, puas jika mampu menawar harga produk terbaiknya?

6. Apakah motif perilaku, membeli produk pada saat ada sales promotion. Contoh, diskon khusus, bonus khusus dan sebagainya. Jika belum ada akan menunggu.

7. Apakah motif gaya hidup senang, kepuasan berbelanja produk baru untuk koleksi atau diberikan kepada orang lain, ditunjukkan ke orang lain. 

8. Apakah motif perilaku, kemudahan proses berbelanja, pembayaran. Contoh Cod.

9. Apakah motif perilaku, suka belanja online atau melalui toko offline, bazar.

10. Apakah motif akan membeli produk unik? 

11. Apakah motif membeli produk, jika mempunyai layanan yang dapat dihubungi, dikunjungi secara fisik. (Physical proof) harus ada bukti.

12. Apakah motif membeli produk, jika mempunyai kemasan yang menarik, dan memperhatikan tingkat kebersihan tinggi? Teliti kebersihan kemasan dan produk.

13. Apakah motif gaya hidup: Membeli dengan faktor ingin terlihat mewah, berprestasi, dihargai, disegani dan sebagainya?

14. Dan motif lain yang perlu kita perhatikan, analisis untuk perencanaan strategi pemasaran yang tepat untuk menarget pasar yang tepat.

15. Motif berdasarkan budaya. Bagaimana budaya suatu masyarakat di suatu wilayah yang akan dipasarkan? Berguna untuk menyesuaikan strategi pemasaran dan promosi produk.

Faktor Internal konsumen mempengaruhi keputusan pembelian suatu produk:

Kesadaran kebutuhan (kognitif) 

• Keadaan.

• Waktu sebelumnya dan saat ini.

• Pengalaman dan pembelajaran dari sebelumnya.

• Emosi atau perasaan konsumen yang dipengaruhi oleh promosi dari pemasar. 

• Motivasi dan motif pembelian.

• Sensasi dan Persepsi. Sensasi seperti melihat, mendengar, mencium, merasa,  dari faktor external yang merangsang panca indra. Persepsi adalah proses stimulus seperti kita mendengar suara, melihat produk, aroma bau produk, mencicip produk untuk mengetahui rasa seperti rasa manis atau pahit, bentuk kemasan produk, dan kemudian mempengaruhi telinga, hidung, mulut, lidah dan jari tangan yang menarik perhatian, penasaran.  

• Sikap percaya pada nama produk, sikap mengevaluasi setelah pembelian, sikap pengambilan keputusan.

• Perilaku seperti kebiasaan membeli.

• Pengaruh budaya seperti nilai-nilai keyakinan, dan aturan kelompok yang mempengaruhi sikap dan perilaku.

• Konsep diri seperti keinginan mencapai dengan konsistensi dan harga diri.

• Gaya hidup, kepribadian seperti motivasional. 

Perjalanan Konsumen Membeli Produk dengan Kesadaran Kebutuhan. Konsumen menyadari ada suatu kebutuhan dan mencari suatu produk, bukan berawal dari promosi pemasaran.

1. Awareness. 

Konsumen menyadari akan kebutuhan, masalah yang dialami baik dari internal atau external, dan perlu mengatasinya.

2. Mencari informasi Produk.

Konsumen mencari informasi produk sesuai yang dianggap bisa mengatasi masalahnya melalui saluran pemasaran yang tersedia seperti di Media Sosial, Marketplae, Website atau dari sumber pemasaran tradisional seperti kios, toko tradisional, apotek untuk menemukan produk yang dibutuhkan. Pada tahap ini sangat penting bagian penjualan membuat toko online seperti di Marketplace, selain tersedia di kios, toko tradisional. Pemasar melakukan promosi, membuat website pengenalan merek dan produk. Tekniknya bertujuan ketika konsumen mencari produk kita ditemukan konsumen.

3. Mempertimbangkan (Konsideration). Menyeleksi merek produk yang dianggap lebih cocok digunakan, dan kemudahan pembelian, pembayaran, pengiriman, layanan. 

4. Menghubungi Penjual.

Konsumen bertanya lebih detail tentang manfaat, kualitas, harga, cara menggunakan, metode pembayaran dan waktu pengiriman produk. Setelah konsumen yakin secara logika, emosional akan melakukan tindakan selanjutnya.

5. Pembelian (Purchase). 

Konsumen melakukan tindakan keputusan pembelian, pembayaran, memberikan alamat kalau ingin dikirim dari toko atau distributor, kecuali membeli langsung dari penjual atau toko fisik, kemudian, menerima pesanan dan melakukan pembayaran jika COD.

6. Menggunakan Produk. 

Konsumen menggunakan produk. Pembeli produk bisa untuk digunakan sendiri dan atau diberikan untuk digunakan oleh orang lain. Pada pemasaran produk Jamu Cv. Rochman Jaya, misalanya anak konsumen membeli Jamu Naga Mas untuk diberikan kepada orang tuanya, saudaranya. Istrinya membeli Jamu Sari Dewa untuk diberikan kepada suaminya. Sebagian pembeli, membeli Jamu Produksi CV. Rochman Jaya untuk diberikan kepada orang lain, contoh untuk orang tua, suami, istri, 

7. Evaluasi Setelah Menggunakan.

Konsumen mengevaluasi produk yang digunakan.  

8. Tanggapan dan Testimoni.

Konsumen yang merasakan nilai manfaat, kegunaan produk, layanan, sikap pemasar dan penjual yang mendorong konsumen puas. Penjual sangat penting menghubungi konsumen maksimal 2 hari setelah menerima atau menggunakan produk, bertujuan untuk mengetahui apa yang dirasakan konsumen dan untuk memberikan layanan yang prima. 

9. Pembelian ulang (Retention).

Konsumen yang senang, puas cenderung loyal dan akan membeli kembali sesuai kebutuhan, keinginan, kemampuannya dari merek yang digunakan. Pada tahap ini pemasar sebaiknya membuat iklan penguat merek, pengingat pembelian ulang. 

10. Mereferensikan (advocacy).

Konsumen yang senang, puas cenderung akan bercerita, merekomendasikan, mereferensikan kepada orang lain. Konsumen menceritakan apa yang dialami tentang produk yang digunakan. Bila konsumen ikut membantu mereferensikan produk atau usaha akan membantu pertumbuhan penjualan produk.

 Proses di atas adalah pengalaman dari sebagian yang menjadi mitra pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya. Hal di atas salah satu faktor dan proses pembelian produk. 

Faktor External yang mempengaruhi konsumen mengambil keputusan pembelian suatu produk:

• Promosi dari pemasar.

• Referensi keluarga.

• Situasi.

• Referensi teman, kelompok.

• Budaya.

Dengan mengobservasi, menganalisis, menentukan segmentasi pasar, target pasar dari kategori; Demografi, Geografi, Perilaku, psikologi, kita pemasar lebih mudah merancang dan melakukan penerapan strategi pemasaran yang efektif, efisien, tepat sasaran.

Langkah keempat: 

POSITIONING.


FUNDAMENTAL MANAJEMEN PROSES STRATEGY MARKETING:

Manajemen Proses Strategi, Sistem, Teknik Pemasaran dengan
METODE KONSEP 12 T.
Penjelasan ke dua.

(2). TAMPIL, TAYANG, TUNJUKKAN. Positioning Bauran Pemasaran.

Melakukan promosi bertujuan menarik perhatian dari konsumen. 

Menampilkan, menayangkan, menunjukkan adalah proses penerapan teknik penawaran, promosi produk ke target pasar spesifik dan potensial.

Fokus dan konsentrasi, kepada siapa ditampilkan, ditunjukkan, ditayangkan nilai manfaat produk yang relevan, perbedaan keunggulan yang unik.

Apa model atau teknik strategi penawaran produk yang unggul untuk menjangkau, membangun kebutuhan akan kesadaran sasaran pasar (prospek), dan supaya memperhatikan, mengambil keputusan pembelian?

Teknik positioning Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa adalah proses penawaran dan promosi produk, menempatkan nilai perbedaan keunggulan yang bermanfaat positif pada sasaran pasar spesifik, dengan strategi branding, promosi, komunikasi, supaya diterima, diketahui, menarik perhatikan, berguna untuk memengaruhi persepsi, pikiran, emosional perasaan, rasional, dan membangun kesadaran akan kebutuhan sesuai manfaat produk, peluang usaha relevan, supaya mengambil tindakan keputusan.

Pada saat penawaran, bagaimana strategi komunikasi efektif supaya prospek spesifik tertarik mempelajari, melakukan tindakan pembelian, merasakan manfaat, bercerita, dan mereferensikan ke orang lain.

Pada saat penjual berjumpa langsung dengan prospek spesifik, salah satu teknik promosi yang efektif dengan cara, memberi sample produk untuk dicoba prospekmerasakan manfaat produk, dan mengambil tindakan keputusan pembelian.

Pemasar penting menampilkan, menayangkan, menunjukkan bukti (proof) yang relevan untuk membantu prospek mengambil keputusan.

Strategi dan Proses Teknik Penawaran.

A. Nilai Perbedaan keunggulan manfaat relevan

B. Specialization, Focus dan Concentration marketing strategy.

C. Manajemen komunikasi, Media Komunikasi Efektif 

D. Branding nilai keunggulan.

E. Call to action.

Penjelasan:

(A). Difference Value Of Relevant Advantages.

Apa nilai perbedaan keunggulan yang relevan yang akan ditampilkan?.

Pemasar penting menampilkan, menayangkan, menunjukkan pesan nilai perbedaan keunggulan relevan ke target pasar spesifik Jamu Naga Mas atau Jamu Sari Dewa supaya menerima, mengetahui untuk membangun kesadaran akan kebutuhan, menarik minat, melakukan tindakan bertanya, teliti, melakukan tindakan membeli, dan berguna untuk membangun tanggapan positif, kepuasan, loyalitas, mereferensikan dan potensi menjadi tim pemasaran.

Penjelasan NILAI KEUNGGULAN Produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa:

a. Legalitas Produk Jamu Naga Mas POM TR213655481, Jamu Sari Dewa POM TR226038711 Produksi CV. Rochman Jaya Banyuwangi Jawa Timur:

b. Tersedia dua kemasan sesuai kegunanan kepraktisan.

c Tersedia dua rasa untuk menyesuaikan selera konsumen.

d. Bahan produk halal dari tumbuh-tumbuhan sambiloto, kumis kucing, bidara laut dan lain-lain.

e. Manfaat dan khasiat ditulis pada label kemasan, untuk membantu meredakan pegal - pegal, linu - linu dan encok. Sebagian besar pelanggan cocok mengonsumsi Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa.

Perbedaan nilai sistem, tim pemasar, strategi dan sebagainya, silahkan mempelajari di topik DIFFERENTIATION Pemsaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa.

(B). Diferensiasi Produk.

Diferensiasi produk adalah nilai tambah yang menjadi pembeda, keunggulan, unik yang bermanfaat untuk kepuasan konsumen.

Diferensiasi produk berdasarkan fitur, bentuk dan ukuran kemasan, rasa (aroma) sesuai kebutuhan target pasar yang berbeda. Diferensiasi produk bertingkat sesuai kebutuhan dan kemampuan target pasarnya. Diferensiasi produk bertingkat berhubungan dengan harga bertingkat dan sistem pemasaran.

(C). Pemasaran Spesial dan Konsentrasi.

Memilih target pasar spesifik dengan strategi yang berbeda untuk memasarkan produk. Segmentasi pasar JAMU NAGA MAS, JAMU SARI DEWA, JAMU FATAH YASIN produksi CV. Rocman Jaya, silakan mempelajari di menu Pengelompokan Pasar Sasaran.

B. Specialization, Focus and Concentration marketing strategy.

Kita pemasar Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa, penting membangun strategi, teknik pemasaran spesifik, fokus dan konsentrasi untuk menarget pasar spesifik, sesuai yang telah ditentukan, mengembangkan pemasaran ke sasaran pasar berikutnya.

(C). Komunikasi.

Komunikasi pemasaran pengenalan produk kepada target pasar dengan tujuan membangun kesadaran konsumen. Pemasar memberikan sampel produk kepada konsumen, dan menanyakan apa manfaat, khasiat yang dialami.  

Komunikasi pemasaran pertumbuhan adalah strategi membangun kesadaran konsumen setelah menerima informasi produk dari saluran pemasaran, dan mengetahui, mendorong daya tarik, bertanya, teliti, keputusan tindakan membeli, menggunakan, dan tanggapan setelah mengunakan. 

Komunikasi pemasaran loyalitas adalah menekankan penawaran produk yang selaras dengan kebutuhan konsumen, memuaskan, menyenangkan, kenyamanan menggunakan, layanan kemudahan, dan menekankan nilai tambah yang menjadi pembeda yang unggul dan unik dengan strategi kreatif inovasi. Inovasi bertujuan menciptakan nilai tambah dari sebelumnya. Inovasi produk, strategi dan lan lain. 

Bagaimana strategi komunikasi dalam  menampilkan, menunjukkan, menayangkan nilai perbedaan kunggulan relevan, yang menjadi daya tarik pada prospek potensial? Apakah bentuk gambar, tulisan, video menyampaikan pesan penawaran, promosi?

Tips komunikasi: Bagaimana supaya pesan penawaran mudah dipahami penerima? Bukan yang mudah menjadi tidak bisa dipahami.

Komunikasi verbal bentuk kata - kata, kalimat.

Vokal: Intonasi suara, rendah, tinggi, cepat, lambat.

Strategi komunikasi produktif: Membangun emosional pada target pasar untuk mendorong, memotivasi, tertarik mempelajari, mengambil tindakan keputusan pembelian. Contoh, apa dampak jika konsumen berkelanjutan mengalami keluhan pegal pegal, linu linu atau encok? Apa dampak setelah lebih baik dari sebelumnya? Peduli, Sehat Beraktifitas. Bagaimana persepsi anda? 

Jika kita sebagai konsumen dari suatu produk, kemudian, merasakan manfaat, khasiat, berpengaruh baik terhadap diri, maka kita bisa bangga, gembira. Bangga punya produk yang berguna. Gembira sebab lebih baik dari sebelumnya. 

Komunikasi pemasaran ESTABLISHING NEEDS adalah membangun kesadaran kebutuhan pada prospek spesifik, menyadari manfaat produk yang ditawarkan, dengan terlebih dahulu mempelajari, mengevaluasi dari berbagai produk sejenis, dan apabila merk produk yang ditawarkan relevan sesuai kognitif, rasional, emosional, psikologi, maka konsumen akan menentukan sikap dan mengambil tindakan.

Pemasaran yang berhasil adalah ketika konsumen merasakan kepuasan, nyaman, senang, gembira, kebutuhan terpenuhi, dan terjadi pembelian ulang berkelanjutan. Kepuasan pikiran, perasaan, psikologi, sosial, motivasi. Motivasi puas tercapai tujuan.

Kita pemasar Jamu produksi cv. Rochman Jaya, penting membangun personal brand, integritas, keterampilan menyampaikan yang relevan, mengesankan, antusiasme, menyenangkan, meyakinkan yang realistis ke target prospek spesifik.

Penentuan Strategi KOMUNIKASI.

1. Komunikasi langsung.

a. Melalui pemasar, penjual berjumpa langsung kepada sasaran pasar, untuk mengomunikasikan penawaran nilai keunggulan yang berbeda, manfaat produk, harga, proses pembelian, pembayaran, distribusi, layanan setelah pembelian.

b. Strategi pemasaran dari mulut ke mulut, teman ke teman. Salah satu strategi pemasaran yang efektif. Pemasar sangat penting membangun citra merek positif agar hal ini terjadi. Pengaruh manfaat produk yang disampaikan, layanan sikap pemasar sangat membantu membangun citra brand positif dari konsumen.

2. Komunikasi pemasaran tidak langsung adalah melalui sarana iklan Media Sosial, Market Place, Radio dan lain lain.

 Pemasar tidak berjumpa langsung dengan sasaran pasar, konsumen.

Strategi komunikasi pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa adalah menyampilkan, menunjukkan menampilkan nilai PESAN keunggulan yang bermanfaat melalui sarana komunikasi pemasaran untuk membangun daya tarik, citra persepsi, memenangkan hati konsumen.

Teknik komunikasi pemasaran dengan 8 Model Strategi Pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa Produksi CV. Rochman Jaya.

Komunikasi berhubungan erat dengan FOLLOWING THRUGH (membangun hubungan kedekatan) dan Follow Up.

PERSIAPAN dan Memilih SARANA MEDIA Penawaran, Promosi, Penjualan, Branding. 

Dalam penerapan dari 8 model strategi pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa kita perlu memperhatikan dan mengidentifikasi target prospek potensial supaya efektif, efisien, kinerja produktif: 

1. Di mana sasaran pasar tepat sering untuk berbelanja?

2. Di mana mereka sering berkumpul?

3. Jam berapa waktu senggang konsumen untuk dapat mengakses iklan, dan dapat dijumpai pegecer, atau akan berkunjung ke toko tempat kebiasaan konsumen membeli produk kebutuhan sejenis?

4. Dan sebagainya.

Model Strategi Pemasaran Online.

Apa nama media yang sering digunakan target pasar spesifik untuk produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa?

1. Jika, konsumen sering menggunakan media sosial seperti, Facebook, Google, YouTube, google mup bisnis, maka sebaiknya beriklan di media tersebut.

2. Membuat Website, halaman Facebook, Blogspot, dan sebagainya. 

3. Memberi layanan kemudahan informasi kepada sasaran pasar yang tepat.

Model Strategi Pemasaran Retail Tradisional (Konvensional).

1. Memajang produk di toko, kios, dan tempat strategis, mudah dilihat oleh pengunjung.

2. Pemasaran khusus, seperti di kedai, kios jamu, pemilik toko menjual produk kepada konsumen dengan cara pergelas, @30 ml sekali konsumsi Jamu Sari Dewa.

3. Membuat poster, spanduk dipajang di toko, dengan desain berwarna, kalimat relevan dan mudah dibaca, dilihat, menarik perhatian target pasar.

4. Brosur, katalog dan sebagainya.

8 Model Strategi Pemasaran Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa Produksi Cv Rochman Jaya: 

1. Membangun, mengembangkan perwakilan pemasaran ke berbagai wilayah di Indonesia dalam memperluas jaringan pemasaran produk, dan layanan kemudahan kepada konsumen. 

Strategi ini, bagaimana mengembangkan jaringan pemasaran dengan cepat dengan cara membuka perwakilan pemasaran di berbagai daerah. Bagi teman-teman, jika ingin cepat bertumbuh, jangan hanya fokus menjual secara eceran, tetapi menerapkan business to business (BTB), membangun tim Pemasaran. Distributor membangun distributor baru di wilayah lain yang belum ada perwakilan pemasaran Jamu Sari Dewa, Jamu Naga Mas.

2. Strategi Digital Marketing: beriklan di Media Sosial Facebook, You Tube, Google, Blogspot, membuat toko online di Market Place, membangun Website, komunitas online dan lain - lain. 

Di era saat ini, kita sangat penting membangun pemasaran dengan model strategi pemasaran online, supaya bisnis kita semakin bertumbuh, pemasaran cepat meluas sesuai jangkauan dari iklan pemasaran.

Pemasar melakukan Iklan berbayar melalui sarana pemasaran media spesifik untuk menjangkau target prospek spesifik.

3. Penjualan Retail Konvensional melalui toko, kios, apotek.

Model strategi ini membantu penyebaran, distribusi produk ke berbagai daerah desa, kampung, menjangkau atau lebih dekat ke tempat tinggal pelanggan.

4. Personal Selling.

Penjualan dari teman ke teman, mulut ke mulut.

Model strategi personal selling salah satu strategi efektif, efisien untuk memasarkan, menjual produk.

Maka, kita Pemasar Jamu Produksi CV Rochman Jaya menerapkan model strategi komunitas pada nomor 7 dari 8 model strategi pemasaran. Apa dampaknya ke penjualan jika antar komunitas yang mereferensikan? 

5. Direct Selling. Memberdayakan Salesman Representative, Crew Marketing membangun Jaringan Mitra Pemasaran. (door to door). 

Mempresentasikan produk melalui salesman representative atau Crew Marketing, salah satu teknik sederhana, memberikan sample produk kepada konsumen untuk diuji coba.

Penjual sebaiknya memikirkan, bagaimana strategi yang mendatangkan penjualan dengan jumlah banyak dari presentasi yang dilakukan, dengan cara, contoh, presentasi di arisan, komunitas tertentu, teknik sales promotion meningkatkan jumlah penjualan dari setiap transaksi. Berpikir meningkatkan pembelian dari setiap konsumen, kalau konsumen mampu membeli 1 karton atau 6 botol mengapa menawarkan 1 botol? Strategi ini yang membedakan tingkat penjualan dan ratio penjualan sesama penjual. Salesman atau Crew Marketing  juga perlu memahami full effective time.

6. Branding, sales promotion, bazar, event.

7. Strategi pemasaran membangun komunitas offline dan online.

8. Following Through dan Follow Up.

Follow up salah satu strategi yang mendatangkan penjualan. Melakukan Follow up kepada prospek yang telah pernah dipresentasikan yang belum membeli, dan kepada konsumen untuk membangun hubungan kedekatan secara emosional dan berdampak ke pembelian ulang dan loyalitas.

Iklan:

Iklan establising needs, iklan menyarankan membeli, iklan mengingatkan pembelian ulang (loyalitas), iklan pengaruh mereferensikan.

Jangka waktu iklan: Iklan terus menerus, paroh waktu atau periode tertentu sesuai tujuan.

(D). Branding.

Brand adalah merek kombinasi nama, istilah, tanda, desain, simbol, label, kemasan sebagai pembeda produk dari lainnya untuk diingat oleh konsumen. 

Branding adalah upaya pemasar  mengenalkan citra merek secara positif kepada konsumen untuk diketahui, diingat.

Merek yang kuat di benak konsumen yang dipengaruhi oleh rasa puas, senang menggunakan.

Merek mempunyai arti , merek yang unik, menonjolberbeda akan mudah diingat oleh konsumen sesuai iklan informasi keasadaran, menyarankan pembelian, pengulangan dan penguatan.

Apakah Jamu Sari Dewa pilihan anda? Arti merek.

1. Apa itu Jamu Sari Dewa? Identifikasi.

2. Apakah Jamu Sari Dewa pilihan anda? Arti.

3. Bagaimana kalau Jamu Sari Dewa anda gunakan? Respon.

4 . Bagaimana kalau kita bersama menggunakan Jamu Sari Dewa? Menjalin hubungan.

Pemasar penting membangun sikap yang mengesankanmenyenangkan, empati kepada konsumen.

Konsumen membeli produk dipengaruhi oleh komunikasi dan sikap pemasar yang merangsang emosi perasaan, kognitif, gambaran, dan pengalaman, sikap, yakin atas merek produk, layanan.

a. Apa tujuan menampilkan, menayangkan, menunjukkan citra merek, brand positif produk, Pemasaran Jamu Sari Dewa.

 b. Apa saja jenis branding membangun Pemasaran Jamu Sari Dewa?

c. Bagaimana strategi dan teknik membangun branding?

d. Apa dampak branding Pemasaran Jamu Sari Dewa pada konsumen?

e. Apa dampak integritas produk dan Integritas tim pemasaran pada konsumen?

MEMBANGUN BRAND INTEGRITAS UNTUK MEMENANGKAN HATI KONSUMEN.

Tujuan Strategi Branding Pemasaran Jamu Produksi CV Rochman Jaya adalah untuk:

1. Membangun persepsi dan trust dari calon konsumen, konsumen. 

2. Supaya calon konsumen, konsumen mengenal, mengingat citra, dan perbedaan keunggulan bermanfaat dari merek.

3  Supaya calon pelanggan membeli produk.
4. Membantu pelanggan supaya aktif membeli, loyal, mereferensikan produk atau usaha pada orang lain.
5. Berdampak peluang usaha bagi orang yang membutuhkan.

Membangun CITRA POSITIF MEREK, NAMA PRODUK.: Jamu SARI DEWA, Jamu NAGA MAS.

Apa merek, nama Jamu yang anda ingat dan anda baca saat ini?  JAMU SARI DEWA, JAMU NAGA MAS Produksi Jamu CV. Rochman Jaya.

Strategi 8 MMenampilkanMenerima, Mengenal, Mengetahui, Mengingat, Membeli, Mengonsumsi, Mereferensikan.

Persepsi konsumen terbentuk dari pengalaman menggunakan produk, informasi dari berbagai sumber yang diketahui. 

Internal pemasar membangun citra brand positif kepada sasaran pasar spesifik untuk membangun persepesi positif yang memengaruhi tindakan pembelian.

Kita pemasar tidak bisa menghalangi apapun tanggapan konsumen yang bersifat positif atau negatif. Maka, kita pemasar penting membangun citra brand positif, integritas baik supaya membangun pengaruh tanggapan positif.

STRATEGI dan KONSEP yang terintegrasi Pemasaran (marketing mix 7P dan Produksi), supaya usaha maju dan bertumbuh, penting melakukan tindakan sebagai berikut:

1. Membangun citra merek positif.

2. Mengevaluasi, memperbaiki brand supaya terbangun citra merek positif.

3. Mempertahankan, mengembangkan citra merek positif kepada sasaran pasar, konsumen, lingkungan, masyarakat.


Apa Jenis BRANDING yang DITAMPILKAN, DITAYANGKAN, DITUNJUKKAN untuk membangun citra unggul di benak konsumen, memenangkan emosional? 

1. Branding Identitas.
Memposisikan brand identitas yang mudah diingat, dikenal oleh prospek, konsumen, seperti merek, logo, warna desain, kemasan, rasa.
Brand identitas bertujuan membangun loyalitas, konsistensi penggunaan, mengenal layanan bisnis, citra, trust.

2. Brand Integritas.
Membangun keseluruhan merek yang berhubungan dengan perusahaan, produk, tim pemasaran, staff dan manajamen perusahaan.

3. Brand Image.
Membangun perspesi merek produk pada benak konsumen, sesuai nilai, keunggulan relevan yang ada pada merek.

4. Brand Personal Pemasar.
Seorang pemasar membangun sikap, nilai-nilai integritas, jujur, tanggung jawab, dipercayai, layanan yang peduli, empati, ramah, loyalitas, konsistens bertujuan supaya konsumen yakin, puas, senang, berkesan, 

5. Brand Produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa.
Menampilkan, menayangkan, menunjukkan keunggulan produk, seperti, manfaat, izin edar, khasiat, bahan produk, bentuk dan ukuran kemasan, rasa produk.

6. Brand Positioning.
Bertujuan menyampaikan bauran pemasaran (produk, harga, tempat, promosi, proses, layanan, tim pemasaran) untuk memposisikan keunggulan pada benak konsumen untuk memenangkan hati, dan diingat.

7. Brand Tagline.
Kalimat yang mudah diingat prospek.
Contoh:
Pemasaran Jamu Produksi CV Rochman Jaya: 

Jamu Cv Rochman Jaya, Jamunya keluarga sehat!

Peduli Sehat dan Sejahtera!

Melakukan dengan sepenuh hati!

Jamu Sari Dewa Berkah!

Bisnis itu adalah ibadah.

8. Branding Visi, Misi, Tujuan.

Apa yang Perlu di Branding Untuk Mencapai Tujuan dan Strategi.


A. PERUSAHAAN:
Merek, logo, alamat perusahaan, visi, misi, budaya kerja, karakter, nilai.
Produk, izin edar, kemasan, label, khasiat, ukuran konsumsi, bahan, karakter.

B. Membangun Personal Branding:
Pribadi pemasar, nama usaha pemasar, membangun trust supaya dikenal dan dipercaya oleh calon pelanggan, pelanggan yang berdampak pada penjualan dan peluang usaha.

C. Membangun Power Team Pemasaran.

D. Process dan Physical Proof.
Penawaran, pembelian, pembayaran, distribusi produk dan lain - lain.
Lokasi fisik: dapat diakses di media sosial, alamat fisik yang dapat dijumpai oleh pelanggan, sesuai dengan alamat yang diinformasikan. Alamat pemasar, penjual, distributor, marketing, perusahaan.
3P: POWER Team, PROCESS, PHYSICAL PROOF.

Manajemen Proses Strategi, Sistem, Teknik Pemasaran dengan
METODE KONSEP 12 T.
Penjelasan ke dua.

(A). TAMPIL.

Menampilkan produk untuk membangun brand Integritas, dipercaya, merek, tagline yang mudah dingat prospek.

Pemasar lebih fokus menampilkan manfaat emosional dibanding manfaat fungsional. 

Pakai kalimat mari kita PERHATIKAN: Manfaat produk jamu Naga Mas, izin edar Produk Jamu CV. Rochman Jaya dan lainnya yang relevan.

Memperagakan produk kepada konsumen dengan kata, mari kita lihat, mari kita dengarkan, mari kita pelajari, mari kita rasakan, mari kita praktekkan, mari kita lakukan yang memengaruhi persepsi positif dari konsumen.
Contoh, manfaat produk, izin edar, barcode produk yang dicetak pada label. 

Praktekkan. Penjual mempraktekkan mengonsumsi produk dihadapan konsumen, dan memberi kepada konsumen sampel untuk digunakan. Cara mengecek izin edar produk Jamu produksi CV Rochman Jaya di website BPOM RI. ("Metode konsep DAPAT system,: P. Proof (bukti))

Gunakan kata RASA:
Contoh, sebagian konsumen merasakan manfaat Jamu Sari Dewa, Jamu Naga Mas. Tersedia dua rasa produk, rasa manis dan pahit Produksi Jamu CV. Rochman Jaya.

Sebagian konsumen Jamu CV. Rochman Jaya: 

• Berawal dari penawaran produk yang ditampilkan pada konsumen, yang menarik perhatian dan berminat, tertarik, kemudian, mempelajari dan melakukan pembelian, kemudian, mengkonsumsi dan merasakan manfaat khasiat.

• Berawal dari pemasar/penjual memberikan sampel produk pada konsumen, kemudian, mengonsumsi, merasakan khasiat produk, kemudian, melakukan pembelian, kemudian, mempelajari produk. 

• Berawal dari kesadaran konsumen sendiri atas suatu masalah yang dialami, kemudian, mencari informasi produk dan mempelajari, kemudian, tertarik, berminat, kemudian, yakin secara emosional dan logika, kemudian, melakukan pembelian, kemudian, menggunakan dan merasakan manfaat khasiat.

(B). TAYANG: Menayangkan promosi, penawaran, membangun branding nilai perbedaan keunggulan bermanfaat positif.

Contoh: Menayangkan video promosi, branding, penawaran, video iklan pembelian ulang, dan sebagainya.

(C). TUNJUKKAN: 

Contoh, Mari MELIHATMENDENGARKAN cerita dari konsumen yang mengkonsumsi Jamu Sari Dewa Produksi CV. Rochman Jaya. Perlihatkan alamat pabrik, izin edar produk, tempat membeli, tim dan distributor pemasaran di satu wilayah, layanan, dan lain - lain sesuai kondisi dan waktu prospek.

Tunjukkan

1. Manfaat Produk, legalitas Produk, ukuran dan aturan konsumsi, dan lainya yang relevan.

2. Komunitas Pengguna Produk.

3. Harga relevan dan terjangkau, sesuai target pasar, kemampuan daya beli.

4. Proses pembelian, pembayaran dan distribusi produk.

5. Cara mengonsumsi produk.

(5). Call To Action:
Contoh kalimat Promosi Jamu Produksi Cv. Rochman Jaya:
• MENGAPA Jamu Naga Mas perlu anda gunakan?
• Sebelum anda membeli Jamu Naga Mas PASTIKAN izin edarnya dulu!
• Membeli hari ini 12 botol gratis 1 botol!
• Hanya UNTUK ANDA yang mengambil keputusan saat ini yang akan menjadi distributor pemasaran di wilayah A.
• Keunggulan produk ini dikemas pakai botol plastik baru untuk Jamu Fatah Yasin untuk membantu tingkat kebersihan produk!
• Ayo beli Jamu Naga Mas SEKARANG karena......sehingga......!
• Pelanggan membeli produk jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa, bukan hanya untuk sendiri tetapi untuk orang lain yang benar-benar membutuhkan.
Sebagian pelanggan membeli Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa karena melihat teman merasakan manfaatnya.

•Apakah anda berminat mencoba mengkonsumsi Jamu Sari Dewa?

• Saya menghargai apapun keputusan anda, produk ini telah digunakan oleh banyak konsumennya!
• Ada konsumen, awalnya sama sekali tidak percaya dengan produk ini, sekarang menjadi distributor pemasaran!
• Awalnya beberapa pelanggan ragu pada produk kami, kemudian, membuktikan Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa, SEKARANG mereka bercerita ke orang lain.
• Saya merasakan apa yang anda rasakan? Sebab konsumen lain sebagian merasakan seperti yang anda rasakan, sebelum mengkonsumsi jamu CV. Rochman Jaya, pada suatu waktu, mereka menemukan produk, usaha Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa Produksi Cv. Rochman Jaya, dan mereka menjadi pelanggan setia.
• Jika tertarik hendak merasakan produk Jamu Naga Mas, silakan menghubungi kami sekarang! Pesanan segera kami kirim!
• Ternyata ada pelanggan Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa mereferensikan karena MERASAKAN khasiat.
Jangan sampai ketinggalan PROMO segera berakhir!
Peluang bisnis Jamu Tradisional untuk anda yang membutuhkan!
• Dan lain - lain.

Setelah melakukan promosi melalui sarana KOMUNIKASI pemasaran dan penjualan maka selanjutnya sebagai berikut:

(3). TERIMA.
Prospek menerima penjelasan melalui sarana komunikasi pemasaran dan penjualan. Melalui salah satu dari 8 Model Strategi Pemasaran Jamu Produksi Cv Rochman Jaya.

(4)TAHU. (Mempelajari)
Prospek potensial mengetahui manfaat produk, ijin edar yang relevan, dan lain - lain sesuai yang ditampilkan, ditayangkan, ditunjukkan oleh pemasar pada promosi, dan membangun kesadaran kebutuhan (establishing needs).

Kesadaran kebutuhan, setelah prospek menerima informasi dari saluran pemasaran yang sebelumnya, belum mengenal ada masalah tertentu atau sudah mengenal, dan kemudian, prospek mengetahui ada solusi untuk mengatasi keluhan yang dialami.

(5). TARIK.
a. Prospek tertarik dan membutuhkan produk untuk membantu mengatasi keluhan yang dialami.

b. Sebagian konsumen tertarik pengaruh dorongan teman (external) untuk menggunakan produk.

c. Pemasaran tidak langsung. Konsumen tertarik pengaruh dari iklan promosi dari pemasar, penjual.

d. Pemasaran langsung. Konsumen tertarik, pengaruh produk tersedia di toko, kios, kedai atau tempat kebiasaan mereka berkumpul.

f. Konsumen tertarik pada produk dan membutuhkan.

g. Sebagian konsumen tertarik pada produk dengan melihat dan mengecek legalitas produk melalui barcode pada label kemasan atau langsung mengecek di Website BPOM RI.

h. Konsumen tertarik melihat produk pengaruh dari iklan media.

i. Konsumen tertarik melihat manfaat khasiat produk, kemasan, fitur, rasa produk, dan lainnya.

j. Dan sebagainya.

(6)TANYA.

Disebabkan prospek tertarik, berminat, membutuhkan produk, kemudian, prospek mencari informasi yang lebih detail, dan bertanya kepada penjual, pemasar untuk mengetahui tentang manfaat, izin edar, aturan konsumsi, proses pembayaran, pengiriman dan lain - lain.

(7)TELITI.
Evaluasi sebelum melakukan tindakan pembelian produk. Mari kita teliti sebelum membeli produk Jamu. Seperti mengecek ijin edar produk yang relevan, layanan kemudahan, khasiat, kadaluarsa, dan lain-lain.

Di era online, digital saat ini; konsumen mencari penjelasan lain melalui Media Sosial seperti, di Google, You tube, Facebook, WhatsApp, dan melalui teman, saudara, komunitas untuk membantu kognitif, emosional prospek mengambil keputusan.

Mengapa kita sebagai konsumen penting TELITI sebelum melakukan TINDAKAN pembelian? Adalah untuk mengurangi, menghindari risiko yang mungkin akan terjadi:

a. Risiko Keuangan. (Nilai uang dan Produk).

Misalnya:

• Konsumen membeli produk dari seseorang atau sumber tidak terpercaya, dan melakukan pembayaran terlebih dahulu kemudian produk tidak diterima dari penjual dan kehilangan kontak.

• Kesalahan dalam pembelian produk yang tidak dibutuhkan.

b. Risikio Fungsional.

Dari segi manfaat produk. Setelah konsumen melakukan tindakan pembelian produk dan menggunakannya, tidak sesuai dengan harapan untuk membantu tujuan dalam pembelian. Hal ini terjadi mungkin akibat dari penyampaian manfaat fungsional produk dari pihak promosi yang kurang relevan kepada konsumen, dan konsumen kurang/tidak bertanya dari orang yang menggunakan atau dari sumber lainnya yang terpercaya.

c. Risiko pada Tubuh.

Produk yang dibeli dan digunakan oleh konsumen mempunyai dampak tidak baik bagi tubuh, fisik. Seperti kenyamanan menggunakan, produk tidak memenuhi standar untuk kesehatan, tidak mempunyai standar menggunakan, tidak mendapatkan ijin edar produk atau kelayakan untuk digunakan.

d. Risiko Sosial.

Suatu nama produk jamu yang digunakan oleh seseorang yang dilarang oleh instansi tertentu atau pemerintah, dapat mengakibatkan penggunanya kehilangan sosial dari orang lain, memungkinkan kurang dihargai orang lain. Dampak sosial akibat kesalahan membeli suatu produk dan digunakan yang membuat kehilangan apresiasi dari orang sekitar atau dari orang lain, bahkan memungkinkan kehilangan dari komunitas tertent. Bagaimana tanggapan anda tentang hal ini?

e. Risiko Psikologis.

• Dampak psikologis yang disebabkan misalnya, produk yang dibeli tidak sesuai harapan supaya lebih baik dari sebelumnya, memungkinkan mengakibatkan kekecewaan pada diri penggunanya.

f. Risiko Emosional.

Dampak emosional yang diakibatkan kesalahan melakukan tindakan pembelian suatu produk, dapat menurunkan sikap rendah diri, dan dampak lainnya sesuai emosional. Untuk mengurangi, meniadakan hal-hal seperti ini, supaya kita sebagai konsumen untuk teliti, mempelajari, mencari informasi untuk keakuratan, setelah yakin dengan logika, fakta, emosional, dan kategori lainnya sesuai suatu produk yang akan dibeli, kemudian melakukan tindakan pembelian.

Untuk pemasaran supaya membangun sikap layanan yang membangun konsumen Senang, Puas dan Berkesan, menyampaikan dan mempromosikan manfaat Fungsional yang relevan. Kita penting mempromosikan yang relevan untuk membantu membangun pengalaman positif dari konsumen.

Tidak relevan pada promosi produk, layanan, dan sikap pemasar yang negatif dapat membuat konsumen kecewa.

Salam teliti untuk mendengarkan, melihat, mempelajari, mengamati, menanyakan, mengetahui, mengambil tindakan keputusan, melakukan tindakan pembelian, menggunakan, tanggapan dan mengevaluasi setelah menggunakan, bercerita kepada orang lain yang membutuhkan sesuai yang relevan.

(8). TINDAKAN.
Setelah prospek yakin secara emosional, logika, kognitif terhadap produk, merek, layanan, sikap pemasar, kemudian, melakukan TINDAKAN pembelian produk Jamu Naga Mas atau Jamu Sari Dewa, atau Jamu Sarang Tawon Produksi CV. Rochman Jaya.

(9). TANGGAPAN.
Tanggapan konsumen setelah mengonsumsi produk Jamu Naga Mas atau Jamu Sari Dewa.

Evaluasi setelah menggunakan.

Kita pemasar, penjual Jamu NAGA MAS, Jamu SARI DEWA, penting manyampaikan manfaat produk yang relevan, membangun layanan terpercaya, sikap empati pada konsumen untuk membangun tanggapan positif.

Mari mempromosikan manfaat produk dan/atau usaha yang relevan untuk membangun kepuasan, menyenangkan pada pelanggan. Pemasar membangun hubungan pendekatan emosional positif pada konsumen, mitra pemasaran untuk hubungan keberlanjutan. Pemasar dan penjual menangani keberatan pelanggan dengan peduli, simpati, dan mengetahui apa jenis atau alasan utama mengapa keberatan.

Konsumen puas mendorong perasaan senang. Layanan yang menyenangkan konsumen membangun loyalitas.

Konsumen yang senang memungkinkan bercerita kepada keluarga serumah, kepada orang lain. Konsumen yang kecewa pun kemungkinan akan bercerita pada orang lain.

Kita penjual Jamu Produksi Cv Rochman Jaya, penting menghubungi konsumen setelah dua hari, bertujuan menanyakan, apa yang dirasakan setelah mengonsumsi, mengingatkan penggunaan produk sesuai yang dicetak pada label kemasan.

Penggunaan produk dengan rutin  memengaruhi kebiasaan membeli, dan loyalitas konsumen.

(10). TESTIMONI. (Bercerita)
Setelah konsumen merasakan khasiat produk kemudian mengevaluasi. Konsumen yang puas, senang cenderung akan menceritakan yang dialami pada orang lain, mereferensikan produk, usaha Jamu NAGA MAS, JAMU SARI DEWA kepada orang lain. Sebagian distributor Jamu Cv. Rochman Jaya, berawal dari mengalami khasiat produk, kemudian mencoba menawarkan produk ke pada teman-temannya. 

(11). TIM PEMASARAN.
Konsumen mempunyai kesempatan menjadi tim pemasaran, penjualan, distributor pemasaran, pengecer, reseller, supervisor pemasaran, kepala cabang pemasaran, mitra bisnis.

(12). TREN PEMASARAN POSITIF.

Tujuan: Membangun tren positif untuk kemajuan. 

TREN layanan yang membangun nilai-nilai integritas, hubungan pendekatan positif pada konsumen.

a. Pertumbuhan pemasaran suatu produk sangat ditentukan oleh pengalaman konsumen yang positif, seperti nyaman menggunakan, senang, puas, berkesan. Pengalaman konsumen yang positif berharga untuk mendorong kemajuan perusahaan dan pemasaran. Pengalaman dan saran positif dari konsumen menjadi evaluasi bagi pemasar untuk menemukan solusi ide kreatif inovatif memberikan kepuasan.

b. Inovasi produk yang memenuhi permintaan konsumen untuk membangun sustainable.

c. Inovasi strategi, sistem pemasaran supaya sustainable, dan mengikuti tren pertumbuhan dan untuk kepuasan pelanggan.

d. Membangun citra persepsi keunggulan brand bernilai positif.

e. Teknik pemasaran pendekatan hubungan emosional positif pada konsumen

f. Tim pemasaran membangun hubungan horizontal (menghargai konsumen) senang, empati, peduli, berintegritas kepada konsumen.

Penjelasan Sederhana "12 Langkah Konsep Pemasaran" Jamu Cv. Rochman Jaya yaitu:

1. Menentukan target pasar yang spesifik, potensial sesuai manfaat jamu yang diproduksi dan dipasarkan. (Tentukan).

2. Menampilkan brand dan promosi produk secara menarik pada target pasar yang spesifik (Tampilkan).

3. Prospek menerima promosi, dan pemasar menanggapi pertanyaan prospek (Terima).

4. Memastikan prospek mengetahui manfaat produk (Tahu).

5. Membuat prospek tertarik dan membutuhkan produk (Tarik).

6. Prospek bertanya, dan pemasar menjawab pertanyaan prospek tentang produk, harga, layanan, distribusi (Tanya).

7. Mendorong prospek untuk mencari informasi tambahan (Teliti).

8. Mendorong prospek untuk membeli produk. (Tindakan)

9. Mendapatkan tanggapan konsumen setelah menggunakan produk. (Tanggapan).

10. Mendorong konsumen untuk memberikan testimoni (Testimoni).

11. Memotivasi konsumen menjadi tim bisnis. (Tim Bisnis/Pemasaran)

12. Membangun hubungan baik dengan konsumen untuk loyalitas. (Tren Positif)

Konsep ini bertujuan memaksimalkan keuntungan dengan memenuhi kebutuhan, keinginan pelanggan, dan membangun keunggulan pemasaran yang efektif.

Membangun Tim Pemasaran dan Loyalitas Pelanggan.

Tingkat kepuasan pelanggan berpengaruh loyalitas, mereferensikan produk dan/atau usaha kepada teman, relasinya. 

Dalam hal ini, kita mengetahui tingkat kepuasan konsumen. Sebagian konsumen yang membeli produk untuk menggunakan sendiri, mereferensikan kepada orang lain. Semakin besar tingkat kepuasan konsumen terhadap layanan dan produk akan memengaruhi peningkatan jumlah konsumen baru, penjualan, omset, pendapatan. 

Tanggal 3 Juni 2022.
Rissan Panjaitan, Marketing Produsen Jamu CV Rochman Jaya.

STRATEGI PEMASARAN JAMU CV. ROCHMAN JAYA UNTUK MEMBANGUN KONSUMEN LOYAL. 

Faktor-Faktor yang Perlu Kita Lakukan yang Membantu Mendorong Konsumen Loyal pada Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya sebagai berikut:

1. Kualitas Produk. 

Memproduksi produk yang berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan konsumen untuk meningkatkan pengalaman positif, dan berkelanjutan. Memasarkan Produk yang mendapat izin edar dari dari BPOM RI. Mengapa kita penting memasarkan Jamu yang mendapat legalitas dari BPOM RI adalah membantu keamanan, kenyamanan dalam menggunakan dan memasarkan produk tersebut. 

2. Distribusi dan Layanan.

• Meningkatkan kelancaran distribusi produk ke perwakilan penjualan untuk persediaan stok untuk memberi kemudahan, memenuhi permintaan dari konsumen.

• Meningkatkan layanan yang terpercaya, dan memuaskan konsumen.

3. SDM Pemasar. Soft Skill dan Hard Skill. Meningkatkan kemampuan, keterampilan tim Pemasar dengan melakukan Training berkelanjutan.

• Meningkatkan kemampuan layanan yang memuaskan, dan pengalaman positif kepada konsumen.

• Membangun kemampuan pemasar menyelesaikan permintaan konsumen dengan cepat.

• Meningkatkan kemampuan pemasar untuk mengatasi keluhan dari konsumen dengan empati, ramah, cepat, responsif yang memuaskan.

• Membangun kemampuan pemasar memberikan apresiasi, penghargaan pada konsumen. 

• Melakukan strategi komunikasi yang efektif kepada konsumen, seperti ramah.

• Meningkatkan kemampuan pemasar melakukan Following Through, Follow Up.

• Membangun kemampuan pemasar, penjual untuk memahami motivasi konsumen dalam pembelian produk.

• Membangun kemampuan pemasar dengan relationship, hubungan emosional untuk pendekatan dan hubungan yang berkelanjutan.

Strategi pemasaran yang membangun konsumen loyal memerlukan strategi, teknik yang berfokus membangun pengalaman konsumen dengan positif, kepuasan, kepercayaan, dan membangun konsumen loyal yang mendorong merekomendasikan produk (brand advocate) ke orang lain.

Dengan strategi ini, bisnis pemasaran Jamu Cv. Rochman Jaya bisa menciptakan pelanggan yang puas, loyal, dan lebih mungkin merekomendasikan produk kepada orang lain.

STRATEGI PEMASARAN BERKESAN MEMBANGUN LOYALITAS KONSUMEN JAMU CV. ROCHMAN JAYA:

Strategi pemasaran yang berkesan adalah promosi brand, produk yang mampu menarik perhatian, membangun kesadaran kebutuhan, layanan terpercaya, pendekatan emosional positif, menciptakan pengalaman positif berharga pada konsumen yang memengaruhi loyalitas.

Pengertian Berkesan dan Mengesankan

Mari kita membangun kesan positif kepada konsumen dan calon konsumen. Berkesan positif adalah sesuatu yang paling berharga yang dirasakan seseorang melalui panca indra, mengalami yang berharga setelah dan mengalami oleh faktor lain. Mengalami melalui panca indra, seperti merasakan. 

Pengalaman berkesan positif adalah sesuatu kejadian yang menarik yang mendorong diri terus mengingat, tidak terlupakan, unik, mempunyai keunggulan khusus. Pengalaman berkesan pada saat mengunakan suatu produk. Berkesan dari seseorang, contoh nasehatnya, sikapnya, keramahan, layanan. Pengalaman menyenangkan adalah gembira, senang.

Sinonim dari kata kesan: Berbekas, berjejak, bertanda, bernama, bermerek, berlambang, berlogo, bersimbol, bercap, bertanda.  

Ciri- Ciri Kesan:

Sulit dilupakan oleh pikiran, terus diingat, dikenang. 

• Menimbulkan bekas di hati, pikiran.

• Kesan bisa berupa bahagia, senang, memuaskan, gembira, bisa juga karena takut, sedih. 

• Kesan bisa berupa gambaran pikiran seseorang terhadap orang lain.

• Kesan bisa berupa gambaran pengalaman seseorang menggunakan suatu produk.

• Kesan bisa dipengaruhi oleh komunitas, nada suara seseorang.

• Kesan dari kesopanan, keramahan, perilaku seseorang, penampilan seseorang.

• Kesan bisa dipengaruhi pertemuan, pertemanan.

MENGESANKAN.

Mengesankan pikiran adalah suatu kejadian yang mengagumkan, memuaskan, mengharukan. Pengalaman mengesankan adalah suatu kejadian yang di alami seseorang dan tersimpan di relung hati seseorang.

Iklan berkesan positif adalah promosi produk yang relevan yang menarik minat, membangun kesadaran kebutuhan, perhatian dari orang lain yang ditargetkan, dan dengan tidak menjatuhkan produk perusahaan lain, mereka lain.

Perjumpaan, komunikasi, promosi pada tahap awal bisa menciptakan kesan positif yang mempengaruhi hubungan terus berlanjut, terjadi pembelian produk dari konsumen. Membangun Following Through, follow Up, Emosional bisa membangun hubungan yang berkesan positif.

PEMASARAN BERKESAN.

1. Kenali, ketahui, pahami kebutuhan konsumen sesuai target pasar yang tepat sesuai produk yang dipasarkan.

2. Kenali motivasi, motif konsumen untuk membeli produk yang dipasarkan. 

3. Penuhi motivasi, permintaan, kebutuhan konsumen.

4. Memastikan Tim Marketing mampu berkomunikasi baik dan bersikap baik. Terlebih dahulu membangun sikap tim marketing yang bahagia, menyukai pekerjaan yang dikerjakan, memahami apa dilakukan, mampu memberikan layanan yang prima yang memuaskan, mengesankan.

5. Meminta testimoni dari pelanggan, membagikan ke pelanggan lainnya dengan terlebih dahulu seijin dari pelanggan yang memberikan testimoni.

6. Memberikan produk yang berkualitas.

7. Membangun layangan yang cepat, sistem pengiriman, pembayaran, penanganan komplain, penyelesaian komplain.

"Pengalaman pelanggan yang puas, senang dan berkesan adalah kunci kesuksesan pertumbuhan suatu bisnis pemasaran".

Beberapa Strategi yang Bisa Diterapkan Dalam Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya: 

1. Tentukan Sasaran Pasar yang Tepat Sesuai Manfaat Produk. 

Lakukan riset untuk mengetahui kebutuhan, preferensi, dan kebiasaan konsumen.

• Lakukan analisis konsumen (target pasar) untuk menyesuaikan produk dan layanan.

• Lakukan segmentasi pasar untuk menentukan dan menyusun strategi pemasaran yang efektif, efisien, tepat sasaran untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas yang maksimal.

• Tentukan target pasar yang tepat sesuai manfaat produk.

• Berikan sampel produk kepada calon konsumen sesuai target pasar, khususnya pada tahap promosi.

• Ketahui, pahami dan tanggapi, saran dari calon konsumen, konsumen untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan.

2. Promosikan, Tawarkan, Berikan Produk dengan nilai yang lebih dan Layanan Berkualitas.

Berikan produk sesuai dengan kebutuhan, permintaan konsumen.

• Berikan produk memiliki kualitas yang sesuai, relevan, lebih baik jika mampu  melebihi ekspektasi konsumen.

• Berikan layanan yang cepat, responsif, ramah dan profesional kepada pelanggan.

• Berikan layanan tambahan, seperti bonus rekomendasi, hadiah khusus dalam pembelian jumlah lebih banyak, hadiah pembelian ulang dalam jumlah dan waktu yang ditentukan.

3. Brand yang Kuat dan Unik.

Bangun dan lakukan strategi pemasaran produk Jamu CV. Rochman Jaya lebih menarik, menonjol, mudah diingat, membangun loyalitas pelanggan.

• Bangun brand dengan melakukan promosi berkelanjutan, membangun pendekatan emosional dengan konsumen.

• Melakukan promosi pengenalan, penguatan merek, logo, desain produk untuk dikenal, diingat konsumen.

• Bangun keunikan, keunggulan brand yang berkesan yang memengaruhi emosi konsumen.

• Promosikan produk dengan relevan, positif, transparansi, tepat sasaran.

• Tampilkan, tunjukkan, tayangkan testimoni dan ulasan pelanggan yang relevan untuk membangun kredibilitas.

4. Membangun Relationship.  

Bangun hubungan yang baik kepada konsumen.

• Konsisten membangun pengalaman konsumen secara Positif.

• Melakukan Following Through, Follow Up. 

• Gunakan komunikasi personal, seperti pesan khusus melalui WhatsApp, berjumpa secara berkala.

• Tanggapi keluhan konsumen dengan cepat, responsif, profesional, dan memuaskan.

• Tunjukkan legalitas produk yang relevan.

• Berikan penawaran, pembelian produk Jamu Cv. Rochman Jaya yang relevan kepada konsumen.

5. Terapkan Strategi Pemasaran Emosional.

• Gunakan cerita atau promosi yang membangkitkan emosi positif, perasaan dari konsumen.

• Promosikan dan berikan Jamu Cv. Rochman Jaya dengan nilai yang bermanfaat bagi pelanggan.

• Layanan dari pemasar cepat respon, tanggap, cepat melayani, sikap ramah.

• Proses pembelian, pembayaran, pengiriman yang mudah dan nyaman.

6. Membuat Program Loyalitas dan Harga yang Kompetitif.

• Berikan harga yang sepadan dengan kualitas produk, sistem layanan dan nilai yang diterima pelanggan.

• Buat program khusus membership dengan keuntungan ekslusif.

7. Manfaatkan Digital Marketing, Media Sosial, Media Online.

• Ciptakan konten promosi dan pemasaran yang kreatif, edukatif yang menarik, relevan, menghibur.

• Gunakan video, story telling untuk  meningkatkan daya tarik dari calon konsumen, konsumen.

• Bangun komunitas pelanggan melalui Media Sosial, seperti Halaman Facebook, Grup WhatsApp, dan meningkatkan engagement dan brand advocacy.

• Undang dan libatkan pelanggan melalui Media Sosial dengan konten menarik perhatian yang positif.

• Gunakan platform Media Sosial, seperti Facebook, Instagram, YouTube untuk berinteraksi, menjangkau lebih banyak calon konsumen, konsumen.

• External: Bekerja sama dengan influencer untuk meningkatkan kepercayaan dari konsumen terhadap produk yang dipasarkan.

8. Gunakan Strategi Pemasaran membangun Komunitas.

• Bangun komunitas konsumen loyal dengan memanfaatkan Grup Media Sosial, seperti Grup WhatsApp.

• Ajak konsumen berbagi pengalaman menggunakan produk dan manfaat yang dirasakan. 

9. Berikan Apresiasi.

Kirimkan ucapan terima kasih, hadiah, atau penawaran khusus untuk pelanggan loyal. Seperti, rayakan hari pertama menjadi pelanggan, ulang tahun, dan lainnya yang berkesan untuk pelanggan 

10. Berinovasi Secara Berkelanjutan.

• Perbarui sistem kerja, sistem layanan agar tetap relevan.

• Mengamati tren pasar, kebutuhan, kebiasaan, perilaku pembelian dari konsumen dan menyesuaikan sistem layanan dan inovasi produk supaya terus berkembang.

Jamu CV. Rochman Jaya, Jamu Keluarga Sehat!



8 STEP BY STEP SELLING JAMU SARI DEWA, JAMU NAGA MAS Produksi CV. Rochman Jaya. 

1. Product Knowledge.
2. Prospecting.
3. The Aproach.
4. Establishing Needs.
5. The Presentation.
6. Closing The Sales
7. Following Through.
8. Online Marketing.

Penjelasan Ringkas dan Rinci dari Setiap Langkah. 
Langkah-langkah efektif menjual Jamu CV. Rochman Jaya.
Berikut penjelasan rinci setiap langkah:

1. Product Knowledge (Pengetahuan Produk):
Pemahaman mendalam tentang Jamu  yang dijual, termasuk fitur, manfaat, legalitas/ijin edar, keunggulan, dan kelemahan. Pemasar dan penjual terlebih dahulu mempelajari, mengetahui, memahami Jamu CV. Rochman Jaya. 

2. Prospecting (Pencarian Prospek):
Pemasar, penjual mengidentifikasi dan mengkualifikasi calon pembeli potensial. Hal ini termasuk menentukan siapa yang berpotensi tertarik dengan Jamu Cv. Rochman Jaya, dan bagaimana menghubungi mereka. 

3. The Approach (Pendekatan):
Penjual melakukan pendekatan pertama dengan calon pelanggan. Ini bisa melalui telepon, pertemuan langsung, membuat konten kreatif tentang jamu di media sosial.

4. Establishing Needs (Mengidentifikasi Kebutuhan):
Penjual memahami kebutuhan dan keinginan prospek potensial. Mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan prospek, dilakukan melalui pertanyaan, diskusi, dan observasi. 

5. The Presentation (Presentasi):
Penjual mempresentasikan produk Jamu Cv. Rochman Jaya secara jelas dan menarik, menginformasikan manfaat yang relevan dengan kebutuhan calon pelanggan (prospek). 

6. Closing The Sales and Handling Objection. (Penutupan Penjualan dan Penanganan Keberatan):
Penjual mengarahkan calon pelanggan pada keputusan pembelian. Bisa dilakukan dengan berbagai teknik, seperti tawaran khusus, penawaran terbatas, promo khusus hari ini.

7. Following Through (Tindak Lanjut):
Setelah penjualan selesai, penjual menjaga hubungan dengan pelanggan untuk memastikan kepuasan dan membangun loyalitas.

8. Online Marketing (Pemasaran Online):
Menggunakan berbagai platform online untuk menjangkau calon pelanggan. Online Marketing melalui media sosial, iklan online, seperti di Facebook, Instagram, dan digital Marketing dengan membuat website, membuat informasi produk dan usaha di blogspot, termasuk di marketplace.

Penjelasan.

Step 1. Product Knowledge.

Pemasar/Penjual Jamu Naga Mas, Jamu Jawa Asli Sari Dewa, terlebih dahulu mempelajari dan memahami produk, supaya dapat menjelaskan ada calon pelanggan (prospek potensial)

Pemasar/penjual yakin pada produk yang dijual untuk meyakinkan prospek potensial.

Pastikan yakin terhadap produk, usaha yang dilakukan sebelum menawarkan kepada orang lain supaya efektif dan efisien. 

Pahami tentang fitur, manfaat, ijin edar produk. Konsumsi produk yang dijual sebelum menawarkan kepada orang lain untuk mengetahui rasa, manfaatnya. Ketahui manfaat produk secara relevan, ijin edar, keunggulan dan kelemahan produk yang dijual.

Step 2. Prospecting.

Setelah memahami penjelasan produk, langkah ke dua adalah Prospecting bertujuan supaya berhasil pada langkah berikutnya.

Prospecting adalah kunci utama untuk menemukan prospek potensial. Pemasar mengidentifikasi, mengkualifikasi calon prospek potensial (pelanggan potensial).

Prospek adalah hasil dari prospecting, orang yang memiliki: perhatian, ketertarikan, kebutuhan, keinginan dan kemampuan membeli pada produk yang dijual oleh penjual. Perlu memperhatikan karakteristik, segmen geografis, demografi, perilaku, budaya, psikologis.

SUSPEK adalah orang yang berniat membeli tetapi belum mempunyai kemampuan saat ini, dan belum membutuhkan produk.

Prospecting bertujuan untuk menemukan kelompok prospek potensial, dan strategi secara efektif dan efesien.

Tips:
• Lakukan prospecting secara tepat untuk menemukan prospek potensial, dan tepat sasaran.

• Terapkan strategi untuk mendatangkan prospek potensial sesuai manfaat produk.

• Tingkatkan jumlah prospecting untuk meningkatkan jumlah prospek potensial.

• Jumlah prospek potensial meningkat akan meningkatkan jumlah pelanggan, dalam hal ini penjual meningkatkan kemampuan mengkonversi prospek potensial menjadi pelanggan. 

• Jumlah pelanggan meningkat akan berdampak pada jumlah pelanggan aktif dan loyal. Dalam hal ini, pemasar dan penjual perlu mengelola hubungan yang positif pada pelanggan.

• Jumlah pelanggan loyal meningkat akan berdampak peningkatan jumlah penjualan dan omset. Dalam hal ini, pemasar dan penjual perlu melakukan penambahan pelanggan baru, dan berusaha mempertahankan pelanggan lama dengan layanan yang ramah, memuaskan, terpercaya.

• Jumlah Penjualan dan Omset meningkat akan berdampak kepada pendapatan dan profit. Dalam hal ini perlu mengevaluasi efisiensi dan efektifitas.

• Jumlah pendapatan dan profit meningkat akan berdampak pada kesejahteraan pendapatan, kemajuan usaha pemasaran, perusahaan, dan tentu pengaruh pada impian penjual/pemasar. 

Catatan: Pemasar dan penjual fokus membangun nilai manfaat positif pada konsumen, pengalaman positif dari konsumen mendorong kemajuan pemasaran.


RAHASIA PROSPECTING.
Untuk Menemukan Prospek Potensial yang Spesifik.

1. Membangun DAFTAR NAMA (pada pemasaran langsung):
Daftar nama adalah nama-nama orang yang dikenal disimpan di buku, telepon, dan juga teman di media sosial.
Memilih dan mengelompokkan orang yang memiliki minat, ketertarikan, karakteristik, kebutuhan, keinginan, kemampuan, segmen umur, pekerjaan, dan sesuai dengan manfaat produk dan/atau usaha yang ditawarkan.
Hubungi prospek potensial, prioritas lebih dahulu.
2. Membangun REFERENSI, Relationship. 
Dari referensi sendiri, pelanggan, calon pemasar, pemasar, reseller, distributor pemasaran.


Pesan: 

• Layani pelanggan dengan empati, ramah, sikap baik, tepat janji.

• Komunikasi manfaat produk yang relevan, akurat pada prospek, pelanggan.

• Tangani keluhan pelanggan dengan empati, cepat, dan tepat.

3. Prospecting melalui telepon.
4. Membuat janji bertemu.
Contoh: Penawaran dari teman ke teman.
5. Lakukan pendekatan emosional untuk membamgun prospek potensial.
6. Lakukan dengan cara door to door, direct selling (penjualan langsung)
7. Lakukan pameran, promosi penjualan secara indor maupun outdoor, penawaran atau saluran distribusi melalui kios, toko jamu, warung tradisional.
Contoh, Penjualan melalui kios, toko mitra, dilakukan di Sumatera. Penjualan melalui Kios Jamu di lakukan di Jawa Timur, Penjualan metode door to door dilakukan di Sulawesi. 

8. Membangun Grup Komunitas di media sosial dan di luar media sosial.

9. Pemasaran melalui media Sosial. Seperti di Facebook, Instagram. Digital Marketing seperti membuat website. E-commerce membuat promosi di Marketplace. 

Di era sekarang untuk menemukan prospek sangat efektif, efisien melalui media sosial, marketplace dengan cara beriklan dan postingan reguler, membuat konten kreatif sesuai produk yang dijual.

10. Membuat brosur, katalog, spanduk, poster, banner, kartu nama dan lainnya.

Mendatangkan, meningkatkan prospek potensial, spesifik menjadi membantu mempercepat mencapai tujuan dan target.

LANGKAH KE 3
Dari 8 STEP BY STEP SMART SELLING Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa adalah:

THE APPROACH (Pendekatan awal).
THE APPROACH berpengaruh terhadap kesuksesan untuk langkah berikutnya dalam penjualan.

Pendekatan awal adalah moment yang sangat penting dalam penjualan dan berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan suatu usaha.

Perusahaan dan pemasaran menjadi bertumbuh, berkembang apabila menjaga hubungan baik, dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

PENDEKATAN KEPADA CALON KONSUMEN.

"60 sampai dengan 90% gagal dalam berbisnis disebabkan gagal dalam menjalin hubungan dan komunikasi dengan calon konsumen, konsumen, pemasar dan tim bisnis"

Kesan pertama dapat menentukan berhasil atau tidak penjualan.

PEMASAR, PENJUAL PENTING UNTUK MENJAGA POLA PIKIR, SIKAP DAN PERILAKU.

1. Membangun KESAN POSITIF.
Melakukan kesan pertama positif.
Pada saat bertemu calon customer, customer akan memperhatikan penjual. Lakukan saat mulai berjumpa dengan prospek: senyum, sapa, salam, ramah, sopan, santun.

a. Wajah  meyakinkan, menyenangkan, mengesankan.
Perlihatkan wajah meyakinkan, menyenangkan, ceria, ramah, senyum tulus, bersalaman pada saat bertemu calon konsumen untuk membantu supaya akrab mulai tahap awal.

b. Menjaga mata, dan pendengar yang baik:
Berbicara dengan calon konsumen, perlihatkan bahwa anda adalah seorang profesional, dilihat dari cara anda melihat calon konsumen. Pada saat berbicara, berjabat tangan, lihatlah wajah dan mata calon konsumen, dalam hal ini bukan berarti setiap waktu anda melihat mata dan wajah pelanggan. Sesuaikan dengan waktu, situasi dan kondisi. Jadilah yang pendengar yang baik, mengamati dengan baik, berempati pada prospek, konsumen.

c. Membangun senyum tulus:
Memperlihatkan senyum yang tulus dan wajah yang ceria. Hindari senyum yang terpaksa.

d. Merapikan rambut:
Merapikan, menyisir rambut sebelum berjumpa calon konsumen, anda adalah penjual profesional.

2. Membangun penampilan diri.
Pada saat memulai berbicara dengan Calon konsumen akan memperhatikan:

a. Membangun vocal.
Berbicaralah dengan jujur, fakta, sesuaikan intonasi suara dengan keadaan, materi yang disampaikan dapat dipahami calon konsumen, jangan berbicara bertele-tele yang dapat membingungkan calon konsumen anda.

Apabila calon konsumen menanyakan sesuatu, dengarkan dengan baik, jawab sesuai pertanyaan yang disampaikan calon konsumen.
Beri waktu untuk calon pelanggan untuk berbicara.

Hindari perdebatan yang menimbulkan ketegangan bisa membuat hubungan tidak baik. Mengalah untuk menang dalam penjualan. Win-win solution. Hindari perdebatan.

Perlihatkan bahwa anda dalam bisnis ini adalah seorang yang penting, sehingga calon konsumen dapat merespon dengan baik.

MEMBANGUN kekuatan DISIPLIN.
Pada saat anda akan berjumpa dengan calon konsumen, sebaiknya terlebih dahulu untuk membuat janji bertemu, dan hadir tepat waktu. Anda akan diperhatikan calon konsumen, apakah anda mengatur waktu dengan baik.

Setiap berjumpa dengan calon konsumen janganlah tergesa - gesa atau terburu -buru, selesaikan sesuai dengan situasi dan keadaan dari calon konsumen.

Beri pujian yang wajar pada situasi yang tepat, dimulai dari saat berjumpa.

2. Membangun kekuatan sikap, pola pikir positif, attitude, antusias yang membuat anda mempunyai perbedaan, keunggulan.
Penting mengelola sikap baik, pola pikir positif, prilaku sopan, berbicara yang efektif pada calon konsumen.

Berpikir positif, menghindari pembicaraan negatif atau perdebatan.
Calon konsumen dan atau calon pemasar akan melihat keseriusan, kesungguhana and melakukan usaha ini, dari sikap anda pada saat berbicara. Sikap anda terlihat sebagian dari ucapakan, tindakan.

Jika penjual, pemasar tidak serius, tidak yakin melakukan usaha tersebut, akan sulit terjadi penjualan dan penambahan pemasar, penjual.

Perlihatkan dengan baik, bahwa anda antusias, yakin, memiliki pola pikir maju dan berpikir positif di usaha yang dilakukan.

3. Cara membawa diri:
Bahasa tubuh dan cara duduk.
Sesuaikan gerakan tubuh pada saat berbicara.
Duduk dengan sopan, termasuk gerakan tangan.

Hal Yang Dilakukan Pada Saat Memulai Berjumpa Dengan Calon Pelanggan.

Langkah - langkah yang dilakukan adalah:
Perkenalkan nama, tunjukkan Id Card, dan berikan kartu nama anda.
Pada saat berjumpa dengan prospek, sebutkan langsung nama calon konsumen tersebut, jika anda telah mengetahui. Dengan menyebutkan nama akan menjadi akrab.
Secara umum kalau kita memanggil nama seseorang akan lebih senang.

Contoh:
Selamat pagi Pak bos B... Apa kabar?
Saya senang bertemu dengan Pak B....
Pak B...segar bugar, apa rahasianya?
Memuji calon konsumen jangan berlebihan. Sebutkan namanya.

Misalnya contoh:
Anda menjumpai pemilik atau penjaga di kios, warung tradisional, toko. 
Wah bapak B... hebat ya, usahanya semakin maju dan tempatnya strategis!

Contoh berjumpa di rumah:
Bapak B...hebat ya, pengusaha apa pak?
Bapak sehat dan bugar! Apa rahasianya?
Siapa yang membeli peralatan ini? sangat bagus!
Contoh pertanyaan di atas akan dapat mengetahui kebutuhan dari calon konsumen, dan juga mengetahui siapa pengambil keputusan untuk membeli.

(Pertanyaan dan bentuk pujian yang diucapkan dapat menggali kebutuhan calon konsumen dan menemukan apa yang dibutuhkan). Catatan: tidak selalu berlaku pada semua orang. 

Membuat, mengajukkan tiga pertanyaan kepada calon pelanggan dengan harapan jawaban yang diberikan kata ya tiga kali, terutama pada saat closing penjualan.

3. Jadilah pendengar yang baik pada calon konsumen, konsumen, calon mitra usaha, mitra usaha supaya dapat menjawab cerita, saran, pertanyaan yang disampaikan, hindari perdebatan.

4. Membuat diri merasa penting dan orang lain, menghargai calon konsumen, konsumen, calon mitra usaha, mitra usaha.

5 Jangan merendahkan calon konsumen, konsumen, calon mitra usaha, mitra usaha dan manajemen perusahaan.

6. Saling menghargai, dan bebas memberi saran positif, ide untuk dapat semakin maju dan bertumbuh.

7. Berempati pada calon pelanggan, pelanggan, calon mitra usaha, mitra usaha untuk membantu mengatasi keluhan, kebutuhan, keinginan, tujuan sesuai manfaat produk dan/atau peluang usaha.

Membangun DIRECT SELLING:
Memasarkan produk langsung ke calon konsumen.
Mengucapak salam, melakukan bersalaman, senyum tulus, mengenalkan nama dari perusahaan anda bekerja.

Menanyakan secara singkat dengan pola 5W + 1 H, untuk mengetahui minat dan kebutuhan, keinginan, kemudian menerangkan secara singkat keunggulan dan manfaat produk, kemudian membicarakan penawaran dan promo.

Untuk sistem pemasaran penjualan langsung, mulut ke mulut, Direct Selling, door to door cukup efektif, efisien menggunakan KONSEP 8 STEP BY STEP SMART SELLING.

Misalnya :
Penawaran dengan metode sistem direct selling: Bapak membeli 12 botol, ya Pak?.
Sebab khusus hari ini, kalau bapak membeli 12 botol dapat bonus 1 botol, atau ada diskon khusus. Tahap pertama: penawaran jangan menawarkan 1 botol!
Menawarkan paling kecil akan dapat membeli jumlah sedikit atau tidak terjadi penjualan.

"Jangan melakukan pemaksaan penjualan kepada calon pelanggan, buatlah calon pelanggan membeli karena membutuhkan produk dari hasil penjelasan dan sikap baik, empati anda".

Pendekatan Pemasaran Kepada Prospek (Calon Pelanggan dan Calon Pemasaran, Penjual).

Pemasar, penjual, agen, distributor dan  perusahaan sebaiknya bersama - sama melakukan pendekatan dengan positif, berkesan, empati, peduli, senang pada calon konsumen dan calon pemasar.

(PELANGGAN BARU + PELANGGAN LOYAL, AKTIF).

(MITRA USAHA BARU + MITRA USAHA LOYAL, AKTIF)

Bagaimana membangun konsumen dan Mitra Usaha supaya AKTIF, loyal untuk melakukan pembelian PRODUK dan/atau melakukan USAHA Jamu Produksi CV Rochman Jaya.

DENGAN CARA:
Untuk penjual dan pemasar: Memberi kenyamanan, peduli, empati, menangani keberatan/keluhan, menerima saran dari pelanggan, dan melakukan solusi efektif, tepat dan cepat'.

Pemasar: Mengomunikasikan tujuan, target, nilai bisnis, memberi daya tarik, menginspirasi, memotivasi, memberdayakan, melakukan strategi, sistem kinerja pemasaran.

Konsumen adalah raja dalam dunia usaha pemasaran produk.
Tanpa kehadiran pelanggan perusahaan menjadi tutup. Tim pemasar dan penjual sangat penting diberikan apresiasi dari pimpinan, perusahaan. Tanpa pemasaran konsumen tidak mengenal produk dari perusahaan.

Jamu Produksi CV Rochman Jaya Jamu Keluarga Sehat!

Peduli sehat dan sejahtera.

Bapak Rissan Panjaitan
Marketing produsen Jamu Cv. Rochman Jaya Banyuwangi, Jawa Timur - Indonesia.

LANGKAH KE 4
Dari 8 STEP BY STEP SELLING Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa adalah:
ESTABLISHING NEEDS dan DAPAT System

ESTABLISHING NEEDS adalah membangun, menentukan kebutuhan calon konsumen sesuai manfaat produk dan usaha.

KEGUNAAN dan PENERAPAN
ESTABLISHING NEEDS bertujuan supaya Pemasar, Agen, Distributor, Marketing, Perusahaan CV Rochman Jaya dapat mengetahui, menentukan, menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan calon konsumen, calon mitra usaha, dan berguna untuk membuat strategi, sistem.

Bagaimana cara mengetahui, membangun ,menentukan kebutuhan calon konsumen sesuai dengan perhatian, minat, ketertarikan, tindakan, karakteristik, umur, pekerjaan, waktu, kemampuan. (Pisikologis, Demografi, Geografis, Perilaku):
Metode DAPAT System.
Manfaat FUNGSI dan EMOSIONAL Produk dan Usaha. (Dapat mempelajari dipenjelasan Product Knowledge).
Srategi Branding, Membangun Nilai Untuk Pelanggan (dapat menpelajari dipenjelasan Product Knowledge)
1. METODE "DAPAT" SYSTEM.
Apa itu DAPAT System?
D: Defenition of the needs. 5W + 1 H.
A: Acknowledgement of the needs.
P: Proof
A: Acceptance of the proof
T: Trial close.

DAPAT system adalah proses untuk mengetahui, menentukan, membangun target pasar, kebutuhan calon pelanggan dan calon mitra usaha.

Tujuan DAPAT system adalah supaya calon pelanggan mengetahui, mengakui, membutuhkan, mengambil kesimpulan untuk membeli produk dan atau menjadi penjual, distributor Jamu Produksi CV Rochman Jaya.

Tujuan DAPAT System Pemasaran:
Mengidentifikasi, mengelompokkan, menentukan target pasar, calon konsumen spesifik berugna untuk strategi yang akan dilakukan supaya efesien, efektif dan produktif.

STRATEGI dan SISTEM PEMASARAN JAMU CV. ROCHMAN JAYA menggunakan dengan Metode: DAPAT SYSTEM
Penjelasan untuk
I. Produk Jamu SARI DEWA

D: DEFENITION OF THE NEEDS
(Defenisi Kebutuhan)

Strategi pemasaran Jamu Produksi CV. Rochman Jaya menerapkan: 5W + 1 H.

Strategi dan Teknik:
ESTABLISHING NEEDS, "DAPAT" SYATEM.
1. DEFENITION OF THE NEEDS:
5 W + 1 H
Who, Where, What, Why, When + How.

Untuk mengidentifikasi, menentukan kelompok, target pasar spesifik, Layanan, strategi pemasaran Produk JAMU SARI DEWA:

1. Who => Siapa target pasar spesifik Produk Jamu Sari Dewa?
Orang berumur 26 tahun keatas.
Pekerja keras, banyak beraktifitas.
Orang yang berminat, tertarik, membutuhkan produk Jamu.

2. Where.
Di mana target pasar, calon konsumen spesifik Produk Jamu Sari Dewa, Jamu Naga Mas, Jamu Fatah Yasn Produksi CV Rochman Jaya?
•Para petani di pedesaan.
•Karyawan di perkebunan.
•Pekerja keras di kota dan desa.
•Pekerja di area pembangunan.
•Pekerja bongkar muat barang di pelabuhan dan lain - lain.
•Orang tua lanjut usia di kota dan di desa.
Target tempat memasarkan di wilayah desa dan kota: toko jamu, kios, kedai, grosir, apotik, warung tradisional, rumah untuk melalui penjualan reseller, teman ke teman dan lain lain.

Target penjual, pemasar di wilayah desa dan kota: orang yang berminat berjualan jamu, membutuhkan usaha jamu, membutuhkan pendapatan tambahan dari berjualan jamu, pengembang bisnis pemasaran jamu/distributor jamu, herbal, produk kesehatan, berminat memasarkan produk melalui apotik, toko, kios, warung tradisional.

3. What.
Apa strategi yang dapat membuat Pelanggan dapat dilayani dengan baik?
•Menghubungi pelanggan secara berkala.
Tepat janji.
•Membuat layanan untuk kemudahan informasi kepada calon pelanggan, pelanggan.
•Menjelaskan produk, manfaat, izin edar, cara konsumsi dan lain - lain yang nyata, relevan.
•Pemasar empati, peduli, sikap baik, sopan, ramah untuk membantu mengatasi keluhan, keberatan dari pelanggan.
•Melakukan promosi, branding, positioning nilai manfaat produk, usaha, merek supaya calon pelanggan, pelanggan mengingat citra, nilai, karakter dan keunggulan.
Promo bonus.
• Dan strategi lainnya.

4. Why.
Kenapa Pelanggan membeli Produk Jamu NAGA MAS, Jamu SARI DEWA?
• Harga ekonomis dan berkhasiat.
• Mendapat izin edar produk.
• Distributor, pemasar mudah dihubungi, dapat diakses melalui media Sosial.
• Sebagian besar pelanggan merasakan manfaat, khasiat produk.
• Teman mereferensikan.
• Layanan dari pemasar, penjual.

5. When.
Kapan pelanggan membeli produk Jamu NAGA MAS dilihat dari kondisi pelanggan, pekerjaan, kesehatan?
Pelanggan membeli ketika merasa nyeri karena pegal pegal, linu linu, encok, karena beraktifitas berat.
Menjaga kebugaran tubuh, prima untuk bekerja.
Pelanggan telah pernah merasakan manfaat Jamu CV Rochman Jaya.

6. How:
Bagaimana cara pelanggan membeli produk Jamu NAGA MAS, Jamu Sari Dewa, Jamu Sarang Tawon Produksi CV. Rochman Jaya?
• Membeli melalui penawaran dari salesmen, reseller, pengecer, teman, komunitas.
• Membeli melalui Marketplace, media sosial, toko, kios, apotik, warung tradisional yang tersedia.
Bagaimana tanggapan dari Pelanggan setelah mengkonsumsi Produk Jamu NAGA MAS: sebagian besar pelanggan mengatakan cocok mengkonsumsi JAMU NAGA MAS, harga ekonomis dan berkhasiat.

Bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan? Strategi Pemasaran Jamu NAGA MAS secara umum: Perusahaan merekrut perwakilan pemasaran ditiap kota dengan cara beriklan, dari relasi, distributor membuka perwakilan pemasaran Jamu NAGA MAS di kota dan desa sesuai wilayah yang ditentukan, bekerja sama dengan para pemilik grosir, toko, warung tradisional, kios dan lain - lain.

Pelanggan membeli produk Jamu NAGA MAS setelah mengenal, mengetahui: melalui postingan dan beriklan di media sosial, toko online, warung tradisional, toko, kios, penawaran dari sales promotion, bazar, referensi teman, reseller, alat bantu brosur, banner, spanduk dan lain - lain.

Bagaimana memaksimalkan layanan kepada Pelanggan Jamu NAG MAS: Perusahaan melalui marketing, distributor pemasaran membentuk perwakilan di berbagai daerah bertujuan untuk pemerataan pemasaran, dekat melayani pelanggan, efisien, efektif dan hemat biaya pengiriman dari distributor, pemasar ke alamat pelanggan.
Membangun POLA BERTANYA untuk PELANGGAN dengan MENGGUNANAKAN:

DEFENITION OF THE NEEDS
(Defenisi Kebutuhan)
Pemasar, penjual melakukan wawancara singkat kepada calon konsumen, calon mitra usaha untuk menggali informasi apa yang dibutuhan, dengan POLA bertanya:
5W + 1 H: What, Who, When, Where, Why dan How.

Pertanyaan 5 W dan 1 H.
1. WHAT (apa)
Contoh Pertanyaan:
• Apakah bapak/ibu mengkonsumsi produk kesehatan? Produk apa?
• Apakah bapak/Ibu menyukai, memilih produk jamu yang mendapatkan izin edar dari Badan POM RI? Apakah sebelum membeli produk herbal, jamu melakukan cek izin edar di website BPOM RI?.
• Apakah baik menurut bapak/Ibu mengkonsumsi Produk Jamu Tradisional? • Apakah baik, Jamu warisan nenek moyang kita untuk dikonsumsi?
• Apa resiko menurut bapak/Ibu kalau mengkonsumsi produk herbal, jamu yang di produk oleh pabrik dan belum mendapatkan izin edar dari Badan POM?
• Apakah bapak/ibu telah pernah mendengar atau mengkonsumsi Produk Jamu Tradisional Produksi CV. Rochman Jaya? Kalau calon pelanggan menjawab YA. Bertanyalah kembali. 

• Apa manfaat yang dirasakan pelanggan setelah mengkonsumsi Jamu Produksi CV Rochman Jaya?
• Apakah untuk bapak/Ibu penting untuk memiliki bisnis?
• Apakah benar bahwa jamu asal Indonesia salah satu budaya bangsa kita, perlukah untuk dilestarikan?

TIPS dan Saran:
Bertanyalah tiga kali secara berurutan kepada calon pelanggan dengan potensi jawaban dari setiap pertanyaan adalah (YA).

2. WHO (siapa)
Contoh Pertanyaan:
• Siapa yang pernah mengkonsumsi produk jamu di keluarga bapak/ibu?
• Siapa di keluarga bapak/Ibu sebelum mengambil keputusan membeli produk herbal, jamu lebih dahulu untuk cek batas kadaluarsa dan izin edar produk dari Badan POM?
• Siapa yang sering membeli produk herbal, jamu di keluarga bapak/Ibu?
Siapa di keluarga bapak/Ibu yang rutin mengkonsumsi Produk herbal, jamu.
• Siapa yang lebih menyukai bisnis, ibu atau bapak?
• Siapa yang membeli hiasan dan peralatan yang bagus ini?

3. WHEN (kapan)
Contoh Pertanyaan:
• Kapan Ibu membeli produk kesehatan atau Jamu untuk dikonsumsi? seberapa perlu produk kesehatan untuk keluarga?

• Kapan Ibu/ibu pernah mengkonsumsi produk jamu atau herbal? Bertanya apa yang dirasakan setelah mengkonsumsi.

4. WHERE (dimana).
Contoh Pertanyaan:
Di mana bapak/ibu membeli produk herbal atau jamu? Dari Salesman, atau dari toko online atau membeli sendiri di toko tradisional?
Menurut bapak/ibu, Dimana wilayah pemasaran jamu yang baik?

5. WHY (kenapa).
Contoh Pertanyaan:
• Kenapa Ibu dan Keluaraga mengkonsumsi produk herbal seperti jamu?
• Kenapa Ibu menyukai produk jamu?
Kenapa bapak/ibu memilih produk yang memiliki izin edar dari Badan POM? Setelah di jawab calon konsumen? Jawablah dengan kalimat: bapak/ibu hebat, keluarga cerdas untuk memilih produk untuk dikonsumsi keluarga.

1H => HOW (bagaimana)
Contoh Pertanyaan:
•Bagaimana menurut bapak/ibu peluang usaha jamu di Indonesia?
,• Bagaimana menurut bapak/Ibu cara memilih produk jamu tradisional yang aman dan baik untuk dikonsumsi?
• Bagaimana menurut bapak/ibu tentang Produk Jamu dari Produksi Cv Rochman Jaya? Apakah telah pernah mendengarnya?

Catatan: Pilih atau tentukan pertanyaan yang efektif, ringkas. Catatan pertanyaan di atas tidak secara detail ditanyakan pada prospek. 

II. ACKNOWLEDGEMENT OF THE NEEDS
(Pengakuan akan kebutuhan)

Dari wawancara singkat dengan metode 5W + 1 H kepada calon konsumen, calon mitra usaha dari jawaban yang diberikan telah dapat simpulkan, apakah calon konsumen potensial atau tidak.

Pada tahap ACKNOWLEDGEMENT OF THE NEEDS dapat menerangkan keunggulan, keunikan Produk Jamu CV. Rochman Jaya.

Saran dari saya Rissan Panjaitan (Marketing Produsen Jamu Produksi CV. Rochman Jaya) Kepada semua pemasar, penjual Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa
"Mari kita untuk tidak menjelekkan produk, merek produk perusahaan orang lain" Kita cukup menjelaskan keunggulan produk yang kita pasarkan pada calon konsumen, tanpa membandingkan dengan produk, merek perusahaan orang lain.

Untuk produk dan usaha Jamu NAGA MAS
Yang dijelaskan adalah:
Profil singkat perusahaan, merek, alamat pabrik, perusahaan, manfaat produk, bahan, izin edar, cara dan ukuran konsumsi, cerita nyata dan tanggapan dari pelanggan yang mengkonsumsi, sistem pemasaran, layanan kemudahan dan lain -lain.

Mari berbisnis dengan cara profesional, saling mendukung satu sama lain untuk bertumbuh, berkembang berguna untuk memajukan wirausaha di Indonesia.

Mari melakukan bisnis Jamu NAGA MAS, Jamu Sari Dewa, Jamu Sarang Tawon  dengan sepenuh hati, empati, peduli, senang, passionate, dan membangun nilai -nilai integritas, karakter bernilai baik, positif.

III. PROOF (bukti)

Memberikan bukti kepada calon konsumen, misalnya mempraktikkan cek legalitas, ijin edar Produk Jamu NAGA MAS di situs Badan POM RI.
IZIN EDAR JAMU NAGA MAS dari Badan POM RI: TR. 213655481. Di Produksi oleh: Cv. Rochman Jaya, Banyuwangi, Jawa Timur - Indonesia.

Jika bapak/ibu mau cek izin edar Jamu Naga Mas klik link
Website Resmi Badan POM RI di bawah ini:
Nomor registrasi Produk Jamu Naga Mas 213655481
https://cekbpom.pom.go.id/

Untuk membantu meyakinkan calon konsumen, perlu juga untuk: Mengatehui Nomor telepon pemasaran dari pabrik, perlihatkan alamat perusahaan, pabrik,  dapat juga melihat di www.dwipaherbalindo.com. Bertujuan untuk membantu kenyamanan, layanan kepada pelanggan, calon pelanggan dan untuk pemasar.

Dan lain - lain yang dapat membantu calon pelanggan mengambil keputusan untuk membeli produk dan atau menjadi mitra usaha.

IV. ACCEPTANCE OF THE PROOF.
(Calon konsumen dapat menerima, mengakui bukti)
Setelah calon konsumen melihat, memperhatikan bukti izin edar produk benar terdaftar di Badan POM melalui website atau layanan resmi badan POM, calon konsumen akan mengakui bukti dan akan membantu pelanggan yakin terhadap produk, berpotensi mengambil keputusan membeli produk dan atau menjadi mitra usaha Jamu Produksi CV Rochman Jaya.

Setelah calon konsumen melihat, memperhatikan tanggapan dari pelanggan yang telah membuktikan khasiat produk, akan membantu calon pelanggan untuk yakin terhadap produk dan untuk mengambil keputusan.

Setelah calon konsumen melihat dan memperhatikan merek, kemasan, khasiat, alamat pabrik, perusahaan, layanan pelanggan, para pemasar dan lain lain akan dapat membantu pelanggan yakin terhadap produk dan usaha.
Sikap dari pemasar akan mempengaruhi calon konsumen untuk mengambil keputusan. Jika pemasar dan penjual melakukan dengan empati, peduli, sikap dan perilaku baik, berkesan, meyakinkan calon konsumen, akan membantu yakin terhadap produk dan usaha yang ditawarkan, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pelanggan.
Dan lain - lain yang dapat membantu pelanggan untuk yakin, percaya melalui bukti nyata yang diakui, diterima.

Catatan dan Perhatian:
Memberi bukti yang nyata dan relevan pada prospek untuk membangun image positif.

V. TRIAL CLOSE
(Mencoba menutup penjualan).
Tujuan: membantu calon konsumen mengambil keputusan untuk membeli produk dan/atau menjadi mitra usaha.

Bagian penjualan, pemasaran sangat perlu memperhatikan buying siqnal interest dari calon konsumen, dapat memperhatikan minat, kebutuhan, ketertarikan, kemampuan, pengambil keputusan dan lain - lain.

Tips:
Melakukan penawaran produk, peluang usaha pada saat calon konsumen memiliki minat, ketertarikan yang tinggi pada saat presentasi.
Jika calon konsumen telah setuju untuk mengambil keputusan untuk membeli produk dan atau menjadi mitra usaha, segera melakukan menutup penjualan, since order. Sebab pikiran dari calon konsumen dapat berubah sesuai waktu, kondisi dan situasi.

Contoh:

PENAWARAN JAMU NAGA MAS:
Wah, saya perhatikan bapak/ibu menyukai produk yang lebih aman dikonsumsi, Ibu benar, cerdas. Khusus hari ini, jika bapak/ibu membeli 12 botol akan mendapatkan gratis 1 botol. 

Bu...saya tulis pesanannya, dan kami kirim segera hari ini!
Sebaiknya bapak/ibu membeli sekaligus untuk orang tua atau saudara.
Jika bapak/ibu membeli satu karton (1) hari ini, telah membantu saya mendapatkan poin di kantor saya.
Peluang Usaha Promo. 

Jika bapak/ibu mengambil keputusan membeli 30 karton hari ini akan mendapatkan harga spesial dan akan menjadi distributor wilayah di satu kecamatan. Jika bapak/ibu belum memiliki cara, sistem memasarkan kami akan membantu.
Ibu, khusus hari ini, harga Rp. 50.000/botol, membeli 3 botol cukup membayar Rp.120.000 untuk 3 botol Saya kirim 3 botol ya Bu.(Sesuaikan harga sesuai wilayah pemasaran).

Perhatian:
Berlaku sopan, ramah pada calon konsumen, dan bijak mengambil keputusan untuk melakukan closing penjualan, jangan melakukan pemaksaan.

ESTABLISHING NEEDS
Membangun Kebutuhan dalam hal Usaha.
Dengan Metode
*D A P A T* SYSTEM.

Penerapan untuk Pengembangan Pemasaran dan Peluang Usaha Jamu Produksi CV. Rochman Jaya:

D. DEFENITION OF THE NEEDS
(Defenisi Kebutuhan)
Dengan METODE 5 W + 1 H.

A. What (apa)
Contoh: Pertanyaan.
Pak Budi. Apa usahanya saat ini?
•Apa menurut bapak/ibu, kelebihan melakukan, memiliki usaha dibanding bekerja?
•Apakah bapak/ibu pernah memiliki usaha berjualan Jamu Tradisional.
•Apa motivasi bapak/ibu melakuka usaha, bisnis jamu, herbal, obat tradisional?
•Apa manfaat untuk bapak/ibu, mengkonsumsi produk yang memiliki izin edar?
B. WHO (siapa)
Contoh Pertanyaan.
•Siapa di keluarga ibu menyukai berjualan dan berbisnis?

C. WHEN (Kapan)
Contoh:
Menurut bapak/ibu? Kapan memulai usaha waktu yang tepat dilihat dari umur Perusahaan, produk yang ditawarkan?.
Kapan rencana mau buka usaha jamu dan kapan akan dimulai?

D. WHERE (dimana)
Contoh Pertanyaan:
Di mana daerah pasar jamu yang tepat?

Di mana rencana mau buka usaha Jamu?
Dan contoh lain - lain.

E. WHY (kenapa)
Contoh Pertanyaan.
Kenapa bapak/ibu memilih usaha jamu?
Dan contoh lainnya.

HOW (Bagaimana)
Contoh Pertanyaan:
• Bagaimana menurut bapak, ibu cara memilih usaha jamu yang baik, menjadi Distributor, perlukah perizinan produk, usaha, strategi dan sistem melakukan?
• Bagaimana rencana CARA memasarkan produk Jamu CV. Rochman Jaya?

• Bagaimana rencana pengembangan usaha pemasaran, kalau bapak menjadi Distributor Produk Jamu Produksi CV. Rochman Jaya?
• Bagaimana menurut bapak, sistem, strategi pemasaran yang baik?
• Dan lain lain.
Tips:
Bertanyalah dengan sopan, ramah, sesuaikan dengan waktu, kondisi, situasi calon mitra usaha.

Untuk LANJUTAN
A. ACKNOWLEDGEMENT OF THE NEEDS,
P. PROOF.
A. ACCEPTANCE OF THE PROOF
T. TRIAL CLOSE.

Bapak Rissan Panjaitan.
Marketing produsen Jamu Cv. Rochman Jaya Banyuwangi - Jawa Timur.

Membangun IDENTIFIKASI KHUSUS untuk VERSI PROSPEK MITRA USAHA JAMU NAGA MAS

Dengan METODE:
DEFENITION OF THE NEEDS 5 W + 1 H
Kategori: Demografi, Geografi, Psikologi, Waktu dan Layanan, Perilaku.

A. Kategori DEMOGRAFI (Usia, pekerjaan, jenis kelamin dan lain - lain).

How: 

Siapa prospek mitra usaha Jamu NAGA MAS?. Prospek mitra usaha yang spesifik
Berumur 27 - 60 tahun.
Pria dan Wanita.
Pemilik grosir, toko, kios, distributor herbal/jamu, berminat jualan jamu, herbal, reseller.

Where: 

Dimana prospek mitra usaha Jamu NAGA MAS? Spesifik:
Di area Pasar Tradisional, kios, toko,
Di kota dan desa.
Di daerah perkebunan, pertanian,
Di tempat pengobatan tradisional,
Di pemukiman yang suka berjualan mulut ke mulut, dan lain - lain.

What:

Apa manfaat usaha Jamu NAGA MAS dari segi dampak manfaat fungsi, emosional, Internal dan eksternal? Spesifik:
Membantu membangun usaha dan pekerjaan untuk mendapatkan pendapatan.
Berbagi informasi usaha kepada orang lain.
Membantu orang lain memilki usaha dan sumber pendapatan.
Berbagi informasi pola sehat, dan lain - lain.

Why: 

Kenapa mitra usaha yakin dan melakukan usaha Jamu NAGA MAS Jamu SARI DEWA?
Perusahaan membangun dan mempunyai visi, misi, nilai, tujuan dan target.
Membangun power team untuk kebersamaan, kekompakan, keharmonisan, saling mendukung dan berbagi pengalaman untuk meningkatkan keterampilan melakukan usaha.

When: Kapan menjadi mitra usaha Jamu NAGA MAS?

Sejak berminat, tertarik, membutuhkan peluang usaha setelah menerima penawaran, promosi melalui media sosial, penawaran langsung, referensi teman dan lain - lain.

How: 

Bagaimana strategi membuka perwakilan, membangun pemasaran?
Melalui daftar nama relasi.
Media Sosial
Melakukan pelatihan membangun skill.
Mendorong pemasar membuka cabang baru dan mendupilkasikan sistem.
Dan lan - lain.

B. KATEGORI GEOGRAFI (Daerah).

How: 

Siapa prospek mitra usaha Jamu NAG MAS?. Kota dan desa

Where: 

Dimana prospek mitra usaha Jamu NAGA MAS? Spesifik:
Di area Pasar Tradisional, kios, toko,
Di kota dan desa.
Di daerah perkebunan, pertanian,
Di tempat pengobatan tradisional,
Di pemukiman yang suka berjualan.

What: 

Apa manfaat usaha Jamu NAGA MAS dari segi dampak manfaat fungsi, emosional, Internal dan eksternal? Spesifik:
Membantu membangun sumber pendapatan dan pekerjaan di desa dan kota, daerah pertanian dan lain - lain.
Membantu meningkatkan wirausaha di daerah pedesaan dan kota.
Berbagi informasi usaha kepada orang lain di pedesaan dan kota.
Membantu orang lain memilki usaha dan sumber pendapatan.

Why: 

Kenapa mitra usaha yakin dan melakukan usaha Jamu SARI DEWA?
SISTEM PEMASARAN menerapkan block System daerah pemasaran. Tidak berlaku untuk konsumen dan pengecer kecil.

When: Kapan menjadi mitra usaha Jamu Sari Dewa?
Setelah teman mereferensikan yang satu daerah.
Mendapatkan informasi dari spanduk, toko, penjual terdekat
Dan lain - lain.

How: 

Bagaimana strategi membuka perwakilan, membangun pemasaran?

Mengenalkan produk dan peluang usaha ke teman, sahabat, referensi di daerah yang sama dan didaerah lain yang membutuhkan.
Mendatangkan mitra usaha dengan cara beriklan di media sosial, membangun salesman, pengecer.
Memasarkan produk bekerja sama dengan pemilik toko, kios di daerah yang sama sesuai kemampuan supaya efisien dan efektif. Setelah disatu daerah berjalan dengan baik kemudian mengembangkan pemasaran ke daerah sekitar.

C. KATEGORI PSIKOLOGI. (berminat, tertarik, membutuhkan)

How: 

Siapa prospek mitra usaha Jamu SARI DEWA?
Membutuhkan usaha dan pekerjaan.
Where: Di mana daerah prospek potensial mitra usaha Jamu SARI DEWA?:
Di area Pasar Tradisional, kios, toko,
Di kota dan desa.
Di daerah perkebunan, pertanian,
Di tempat pengobatan tradisional,
Di pemukiman yang suka berjualan.

What: Apa manfaat usaha Jamu NAGA MAS dari segi dampak manfaat fungsi, emosional, Internal dan eksternal? Spesifik:
Berminat melakukan usaha jamu, herbal.
Membutuhkan sumber pendapatan.
Membutuhkan usaha Jamu
Tertarik memberi peluang usaha kepada orang lain.
Berminat mengembangkan wirausaha.
Tertarik membantu memberi sumber pendapatan bagi orang lain.
Dan lain - lain.

Why: 

Kenapa mitra usaha yakin dan melakukan usaha Jamu NAGA MAS?
spesifik.

SISTEM PEMASARAN JAMU SARI DEWA menerapkan blok wilayah daerah pemasaran.
Membangun power team untuk kebersamaan, kekompakan, keharmonisan, saling mendukung dan berbagi pengalaman untuk meningkatkan keterampilan melakukan usaha.
When: Kapan menjadi mitra usaha Jamu SARI DEWA?
Setelah mengonsumsi produk.
Melihat temannya ada yang berhasil dari usaha Jamu SARI DEWA
Melihat orang lain merasakan khasiat produk dan menjadi TERTARIK melakukan usaha.
Dan lain - lain.
How: Bagaimana strategi membuka perwakilan, membangun pemasaran?
Merekrut, melakukan penawaran, promosi, branding, membangun nilai usaha kepada prospek mitra usaha supaya TERTARIK, BERMINAT, MEMBUTUHKAN, mengambil TINDAKAN untuk memilih peluang usaha Jamu SARI DEWA
Dan lain - lain.

D. KATEGORI WAKTU dan LAYANAN.

How: Siapa prospek mitra usaha Jamu NAGA MAS?
Membutuhkan usaha dan pekerjaan.
Where: Dimana prospek mitra usaha Jamu NAGA MAS? Spesifik:
Di pedesaan dan kota yang memiliki waktu untuk melakukan usaha Jamu NAGA MAS.
What: Apa manfaat usaha Jamu NAGA MAS dari segi dampak manfaat fungsi, emosional, Internal dan eksternal? Spesifik:
Secara umum memberi dampak membantu memberi peluang usaha kepada orang yang tidak memiliki usaha dan atau pekerjaan. Membantu dari segi waktu untuk melakukan aktivitas.
Dan lain - lain.

Why: Kenapa mitra usaha yakin dan melakukan usaha Jamu NAGA MAS?
spesifik.

SISTEM PEMASARAN menerapkan blok daerah pemasaran/wilayah supaya MENGGUNAKAN WAKTU SECARA EFEKTIF.
Layanan sistem distribusi sesuai wilayah khusus untuk posisi distributor dan perwakilan wilayah lebih mudah dikendalikan dengan cara blok sistem pemasaran. Kecuali untuk pelanggan konsumsi, pelanggan konsumsi kategori pembelian eceran bebas membeli dari berbagai sumber yang terpercaya. Tips: harga akan lebih hemat membeli di daerah terdekat dipengaruhi biaya kirim.
When: Kapan menjadi mitra usaha Jamu Naga Mas?
Setelah menkonsumsi produk.
Melihat temannya ada yang berhasil dari usaha Jamu NAGA MAS atau JAMU SARI DEWA.
Melihat orang lain merasakan khasiat produk dan menjadi TERTARIK melakukan usaha.

Setelah melihat iklan pada waktu prospek memiliki waktu. Iklan atau penawaran, promosi sesuai waktu prospek.

How: 

Bagaimana strategi membuka perwakilan, membangun pemasaran?

Merekrut, melakukan penawaran, promosi menyesuaikan dengan WAKTU prospek.
Menggunakan teknik effisiensi waktu prioritas.
Membangun team dengan EFFISIENSI ENERGY TEAM 20 % dan alat bantu, pekerjaan prioritas 80 %.

E. KATEGORI HARGA dan MODAL USAHA.

How: Siapa prospek mitra usaha Jamu Naga Mas?
Pengecer untuk berjualan membeli stok produk dengan modal Rp. 300.000.
Distributor, perwakilan area kecamatan memulai dengan Rp. 7.000.000 untuk stok produk.
Perwakilan pemasaran wilayah kecamatan memulai usaha dengan modal membeli stok produk Rp. 15.000.000.
Distributor pemasaran wilayah kabupaten memulai usaha dengan modal untuk membeli stok produk Rp. 15.000.000.
Where: Di mana prospek mitra usaha Jamu NAGA MAS? Spesifik:
Di pedesaan dan kota.

What:

Apa manfaat usaha Jamu Naga Mas dari segi dampak manfaat fungsi, emosional, Internal dan eksternal? Spesifik: Potensi pendapatan

Why: 

Kenapa mitra usaha yakin dan melakukan usaha Jamu NAGA MAS?

When: 

Kapan menjadi mitra usaha Jamu NAGA MAS?

How: 

Bagaimana strategi membuka perwakilan, membangun pemasaran?
Mengalokasikan sebagian keuntungan untuk pengembangan usaha sesuai perkembangan.
Mengelola pembiayaan permodalan.
Dan lain - lain.
F. PERILAKU

How: Siapa prospek mitra usaha Jamu NAGA MAS?
Pemilik distributor jamu,
Pemilik distributor herbal,
Pemilik grosir jamu,
Suka berjualan,
Senang mengembangkan usaha Jamu Tradisional. Dan lainnya.

Where: 

Di mana prospek mitra usaha Jamu NAGA MAS atau Jamu Sari Dewa yang Spesifik?
Di pedesaan dan kota.

What: 

Apa manfaat usaha Jamu NAGA MAS dari segi dampak manfaat fungsi, emosional, Internal dan eksternal? Spesifik:
Respon positif dari mitra usaha.

Why: 

Kenapa mitra usaha yakin dan melakukan usaha Jamu NAGA MAS?
Layanan, potensi tujuan jangka panjang.

When:

Kapan menjadi mitra usaha Jamu NAGA MAS?
Memperhatikan potensi usaha.

How: 

Bagaimana strategi membuka perwakilan, membangun pemasaran?
Passion dan experience.
Mengembangkan bakat, potensi dan keterampilan.
Membangun motivasi wirausaha Jamu.
Hasrat tinggi membantu pengembangan usaha dan membantu tim supaya mencapai tujuan dan impiannya.
Membangun karakter bernilai positif
Membangun mental bisnis
Mencintai apa yang dilakukan yang bertujuan baik.
Dan lain - lain.

Langkah Ke 5 dari
8 STEP BY STEP SMART SELLING JAMU CV. ROCHMAN Jaya adalah:

THE PRESENTATION

Presentasi adalah sarana penting untuk menggerakkan perhatian, ketertarikan, minat dari calon konsumen, mitra usaha untuk mengambil keputusan membeli produk dan atau menerima peluang usaha Jamu NAGA MAS, Jamu Sari Dewa.

Apa yang di PRESENTASIKAN?
Yang dipresentasikan adalah menurut dan sesuai kebutuhan calon konsumen

Setiap calon konsumen mempunyai keinginan yang berbeda.
Supaya presentasi efektif, efisien sebaiknya menyesuaikan presentasi yang dilakukan.

MENGAPA MELAKUKAN PRESENTASI?
Presentasi dilakukan dengan maksud dan tujuan menginformasikan supaya calon konsumen, mitra usaha mengetahui, mengingat, berminat dan mengambil keputusan untuk membeli produk dan atau bermitra usaha Jamu NAGA MAS.

DENGAN CARA:
Menjelaskan profil singkat perusahaan, tim pemasar produsen dan para distributor diberbagai wilayah.

Menjelaskan manfaat, keunggulan, keunikan, izin edar, bahan, ukuran konsumsi, tanggapan pelanggan, harga produk Jamu Jawa Asli NAGA MAS.

Menjelaskan secara singkat strategi, sistem pemasaran, peluang usaha Jamu Jawa Asli Naga Mas, potensi pendapatan melakukan usaha, pendapatan dari penjualan eceran, agen, distributor pemasaran yang dikembangkan.

Peluang Usaha Jamu Naga Mas baik untuk dikembangkan dari sekarang dan berpotensi berhasil di masa depan. Saat ini tahap pengembangan pemasaran dan membutuhkan para pemasar, distributor di berbagai wilayah kecamatan, kabupaten, provinsi.

Menawarkan pembelian produk kepada calon konsumen untuk menggunakan Produk Jamu Jawa asli Naga Mas.
Menawarkan kepada calon mitra usaha menjadi reseller, pengecer, distributor, perwakilan wilayah pemasaran.
Apabila Pemasar Jamu NAGA MAS bersikap baik, empati, peduli, senang menjelaskan yang nyata, mengkomunikasi dengan baik, menarik perhatian, membujuk supaya berminat, tertarik pada saat presentasi kepada calon mitra usaha, pelanggan akan berpotensi mengambil keputusan untuk membeli produk dan atau menjadi mitra usaha.

Apabila pemasar melakukan komunikasi dan bertanya kepada calon konsumen akan mendapatkan informasi mengenai masalah, keluhan, tanggapan, saran, kebutuhan berguna untuk menemukan solusi berguna kepuasan pelanggan.

KOMUNIKASI DALAM PRESENTASI DIPENGARUHI OLEH:
Pengetahuan dan keterampilan. Mengetahui dan memahami profil singkat Perusahaan, produk knowledge, tujuan, strategi, sistem pemasaran Jamu NAGA MAS.

Sikap Pemasar: Apabila pemasar yakin terhadap diri, tujuan dan usaha, Perusahaan, merek, produk, sistem usaha yang dilakukan akan membangkitkan sikap pemasar positif akan berdampak baik ketika melakukan presentasi dan komunikasi kepada calon kosumen.

KOMUNIKASI DALAM PRESENTASI
ADALAH :
Proses pemindahan informasi kepada calon mitra usaha, calon pelanggan dan pelanggan, mitra usaha tentang tujuan, perusahaan, pemasaran, peluang usaha, produk, keunggulan, strategi, sistem untuk mencapai tujuan dengan harapan dapat memahami, mengambil keputusan dan melakukan sesuai dengan tujuan dari presentasi.

Membangun KOMUNIKASI Pemasaran
Jamu NAGA MAS, Jamu SARI DEWA. 

Komunikasi pemasaran Jamu NAGA MAS adalah daya ungkit yang digunakan oleh perusahaan, distributor, pemasar, penjual untuk menginformasikan, membangun minat, ketertarikan, hasrat, mengingatkan calon konsumen, konsumen untuk membeli produk, membangun loyalitas pada produk, merek, dan untuk pemasar supaya memiliki tujuan, target dan membuat, menerapkan sistem, strategi pemasaran bertujuan untuk keberhasilan perusahaan dan pemasaran.

Strategi komunikasi untuk mencapai tujuan, perlu membangun, mempelajari, memahami dan melakukan:

Membedakan kelompok pasar, sasaran pasar, memposisikan, diferensiasi, branding, dan Establishing needs, DAPAT system 5 W + 1 H.
Melakukan dan mengomunikasikan bauran pemasaran/marketing MIX 4P.
Mengetahui, memahami, melakukan SWOT.
Konsep 8 Step By Step SMART Selling Jamu NAGA MAS, Jamu Sari Dewa.
•Strategi promosi, branding, positioning, membangun manfaat fungsi dan emosional, membangun nilai.
•Strategi membangun layanan untuk kepuasan pelanggan.
•Strategi membangun konsumen, mitra usaha yang aktif, loyal.

Tips: Membangun Strategi dan Tektik MEMASARKAN Produk Jamu NAGA MAS:
• Beriklan di media sosial, toko online, digital marketing dan media lainnya.
• Membangun tim pemasaran, distributor wilayah, Salesman representative, pengecer offline, salesman toko, dan pengecer di media sosial.
• Direct selling dan Personal selling (penjualan langsung).
Public relation, komunitas.
• Pelanggan mereferensikan, pengalaman dan tanggapan dari pelanggan, sponsor.
• Promosi penjualan/Sales promotion.
Bazar, event.
• Direct marketing.
• Brosur, spanduk, katalog, poster, role banner.
• Following Through, Follow Up.
Branding, Value and Service.

Dari strategi di atas dapat memilih yang akan diimplementasikan, dan membuat strategi melakukan untuk mencapai tujuan.

Rissan Panjaitan
Marketing Produsen Jamu Produksi CV Rochman Jaya.

LANGKAH KE 6
dari 8 STEP BY STEP SELLING Jamu NAGA MAS adalah:
CLOSING THE SALES
(MENUTUP PENJUALAN)

TUJUAN DARI CLOSING THE SALES:
Membantu calon konsumen, calon pemasar, penjual untuk mengambil keputusan membeli produk dan atau mengambil peluang usaha Jamu Sari Dewa, Jamu Naga Mas.

SASARAN CLOSING THE SALES:
Mengarahkan konsumen untuk mengambil keputusan membeli produk dan/atau bermitra usaha pemasaran.

BUYING SIGNAL INTEREST.
Perhatikan tanda - tanda dari calon konsumen dengan cermat sesuai waktu, situasi, tindakan, ketertarikan, minat. Berikan waktu supaya calon konsumen mengajukkan pertanyaan, respon kemudian pemasar menjawab dan mencoba melakukan penawaran pada saat calon konsumen memiliki minat, ketertarikan yang tinggi terhadap produk dan atau peluang usaha Jamu NAGA MAS yang ditawarkan.

Memperhatikan TANDA - TANDA CALON KONSUMEN AKAN MEMBELI PRODUK DAN ATAU MENJADI MITRA USAHA.
• Serius dan tersenyum.
• Bertanya harga.
• Bertanya syarat menjadi agen, distributor.
• Bertanya modal usaha.
• Bertanya sistem dan strategi memasarkan Jamu NAGA MAS atau Jamu Sari Dewa.
• Bertanya pembayaran.
• Bertanya ijin edar dan manfaat produk.
• Bertanya proses pengiriman.
• Bertanya diskon atau bonus.
• Bertanya pendapatan bisnis Jamu NAGA MAS.
• Bertanya cara menkonsumsi produk.
• Bertanya jumlah kemasan dan isi perbotol, perkarton Jamu Sari Dewa.
• Bertanya agen terdekat
• Bertanya keamanan dikonsumsi.
• Bertanya alamat Pabrik, Perusahaan
• Bertanya rasa produk.
• Calon mitra usaha, pelanggan melakukan tindakan fisik membaca tulisan di label kemasan produk, memegang Produk Jamu NAGA MAS atau Jamu SARI DEWA.
• Bertanya testimoni, tanggapan pengguna produk Jamu NAGA MAS.
• Dan lain lain.

Catatan:
Mencoba MENUTUP PENJUALAN pada saat buying signal sudah mantap.
Jika PROSPEK sudah setuju membeli atau menjadi Mitra Usaha, segera menutup penjualan. Sebab 1 menit dapat berubah pikiran calon pelanggan, jika calon pelanggan sudah setuju segera menutup penjualan.
CLOSING THE SALES DENGAN CARA:

1. MENGARAHKAN 2 PILIHAN.
Contoh
Ibu mau membeli 6 botol atau membeli 12 botol, jika membeli 12 botol akan mendapatkan gratis 1 botol.
Keterangan:
Jangan menggunakan kalimat di bawah ini!
Bapak mau membeli 1 botol atau berapa? Jawaban kemungkinan memilih tidak membeli.
Pak, syarat distributor di satu area kabupaten melakukan pembelian 100 dus. Hari ini spesial promo dapat diawali dengan pembelian 50 dus, mendapatkan harga khusus.
Baik Pak, saya isi formulir menjadi distributor wilayah di satu kabupten sesuai dengan yang bapak ajukkan. Di wilayah tersebut masih dibutuhkan saat ini.
Selamat untuk bapak telah menjadi mitra usaha Jamu Produksi CV Rochman Jaya.
Saya, tim pemasaran, Perusahaan Jamu NAGA MAS CV. ROCHMAN JAYA bersedia membantu dari berbagai hal pemasaran untuk mencapai tujuan keberhasilan.
Pak, kita yakin, optimis, semangat untuk melakukan.
Pak, semoga berhasil dan usaha ini berguna kepada diri, keluarga dan banyak orang.
Terima kasih

2. Manfaat melakukan usaha secara emosional:
Berbagi cara sehat dan informasi peluang usaha kepada orang lain yang membutuhkan.
Menjelaskan: Dengan melakukan Usaha Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa kita dapat berbagi informasi cara sehat, informasi bisnis, menawarkan peluang usaha, potensi pendapatan dan kegunaan lainnya kepada teman, sahabat, orang lain.

3. Mengajak menjadi mitra usaha dan atau membeli Produk Jamu Naga Mas, Jamu Sari Dewa.

4. Pemasar, penjual mendengarkan dengan baik penjelasan dari calon mitra usaha, pelanggan, dan menjelaskan solusinya.

KUNCI BERHASLI DALAM PENJUALAN:
Pemasar, penjual mengetahui dan memenuhi kebutuhan pelanggan, konsumen mendapat pengalaman positif setelah menggunakan produk, layanan terpercaya, dan membangun hubungan kedekatan positif pada konsumen. 

Saya (Rissan. Panjaitan) menyarankan kepada bapak dan ibu pemasar Jamu CV. Rochman Jaya, supaya mempelajari, memahami Konsep 8 STEP BY STEP SMART SELLING Pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya. 

Semoga pelanggan - pelanggan Jamu Produksi CV. Rochman Jaya lebih baik kesehatannya dari sebelumnya setelah mengonsumsi produk.

Perusahaan dan pemasaran Jamu CV. Rochman Jaya mempunyai tujuan dan harapan supaya produk, merek, nilai usaha semakin dikenal oleh masyarakat luas, berkembang, bertumbuh, langgeng, dan  membantu meningkatkan kesehatan konsumen sesuai manfaat yang relevan, kemajuan wirausaha, kesejahteraan, lingkungan sosal dan Bangsa Indonesia tercinta.

TEKNIK CLOSING:

Pelanggan membeli produk karena membutuhkan.

• Membutuhkan setelah diresentasikan pemasar, penjual 

• Pemasar, penjual membangun sikap simpati, empati, peduli kepada target prospek, pelanggan.

• Pemasar, penjual membangun PAS: Peduli, Amati, Solusi. 

Teknik Closing:

1. Pemasar membangun 5 NILAI MANFAAT ke calon Pelanggan. a. Fungsi, b. Emosional, c. Sosial, d. Psikologi, e. Relevan.

2. Pemasar membangun HUBUNGAN PENDEKATAN EMOSIONAL kepada calon, pelanggan, pelanggan.

3. Pemasar memahami motif dan MOTIVASI CALON PELANGGAN, pelanggan, dorongan untuk membeli produk dan atau bermitra usaha. Terlebih dahulu bertanya ke calon pelanggan, calon mitra usaha dengan konsep 5W + 1 H.

4. Pemasar, penjual mengetahui orang yang tepat untuk mengambil keputusan untuk membeli produk dan atau bermitra usaha dengan produk Jamu Produksi CV. Rochman Jaya.

5. Pemasar melakukan teknik PRESENTASI " DAPAT" system' dan "AIDA"

6. Penjual, pemasar memahami buying siqnal interest calon pelanggan, pelanggan, calon mitra usaha.

7. Pemasar, penjual mencoba menutup penjualan TIDAK HARUS setelah selesai semua materi presentasi baru mencoba menutup penjualan, dan apabila belum tejadi closing penjualan LANJUTKAN presentasi anda. 

Pada PROSES "DAPAT" System' langkah ke 3: PROOF dapat mencoba menutup penjualan apabila buying signal interest tinggi.

8. Mekukan teknik PEDULI, SIMPATI, EMPATI, menjaga sikap dan layanan.

9. Melakukan follow up 3 EMAS PERTAMA.


FOLLOWING THROUGH
Langkah Ke 7 dari 8
STEP BY STEP SELLING Jamu CV. Rochman Jaya.
(Teknik mengelola hubungan dengan Pelanggan)

FOLLOWING THROUGH:
Melakukan tindak lanjut kepada calon konsumen, mitra usaha dan konsumen, mitra usaha dengan menjaga hubungan baik.

Maksud dan tujuan agar membeli produk dan atau menjadi mitra usaha, mengenalkan relasi untuk diajak membeli produk dan atau menjadi Mitra Usaha Perusahaan Jamu Cv. Rochman Jaya Banyuwangi - Jawa Timur

TUJUAN FOLLOWING THROUGH
Menghubungi, mengunjungi kembali
konsumen yang belum membeli produk atau belum menjadi mitra usaha yang sudah pernah di presentasikan. 

Pemasar, penjual menghubungi secara berkala kepada pelanggan lama untuk membangun komunikasi yang baik.

Melakukan pola bertanya kepada konsumen, mitra usaha tentang produk dan usaha untuk mengetahui saran, tanggapan, keluhan berguna untuk strategi, evaluasi, solusi, penyesuaian dan perubahan.

SASARAN FOLLOWING THROUGH
(Tindak lanjut):
Agar membeli produk dan atau menjadi mitra usaha (reseller, pengecer, sub distributor, distributor) produk Jamu NAGA MAS, Jamu SARI DEWA.
Supaya mereferensikan, memberikan referensi kepada penjual, untuk diajak membeli Produk dan atau menjadi mitra usaha.
Repeat order (pembelian ulang dari pelanggan lama).

FOLLOWING THROUGH (tindak lanjut)
DILAKUKAN DENGAN CARA :
• Bertemu kembali.
• Melalui telepon.
• Melalui media sosial, (WatshApp, Email dan lainnya)

FOLLOW UP:
(Menghubungi atau mengunjungi ulang) adalah merupakan jembatan penghubung antara customer dengan anda, Perusahaan Jamu CV. Rochman Jaya.

Tips:
Setiap melakukan presentasi kepada prospek berusaha membantu prospek supaya mengambil tindakan membeli dan atau menjadi mitra usaha Jamu NAGA MAS, Jamu Sari Dewa. Catatan: Tidak disarankan penjual memaksa prospek untuk melakukan pembelian saat itu juga. Bangunlah hubungan yang berkelanjutan!

Melakukan FOLLOW UP apabila Prospek berpotensi untuk membeli dan atau menjadi sub agen, agen, distributor.
Pada saat presentasi supaya memperhatikan, apakah prospek yang dipresentasikan pengambil keputusan untuk membeli.

Apabila prospek tidak mengambil keputusan membeli oleh karena kondisi tertentu, supaya menanyakan kembali dilain waktu dengan melakukan follow up.
Follow up sangat penting untuk mempertahankan, mengembangkan, meningkatkan penjualan, omset, pendapatan, pengembangan pemasaran, dan meningkatkan jumlah konsumen, penjual, pemasar, distributor wilayah Produk Jamu NAGA MAS, Jamu SARI DEWA.

FOLLOW UP SALAH SATU CARA UNTUK menciptakan penjualan, omet berguna untuk pendapatan.

FOLLOW UP membangun hubungan yang baik, berkesinambungan, menjalin hubungan kedekatan yang baik secara emosional, keakraban berguna untuk membantu pelanggan, mitra usaha menjadi loyal terhadap produk atau usaha Jamu NAGA MAS dan atau Jamu Sari Dewa.

Apabila tidak melakukan follow up, pemasar akan kehilangan pendapatan dari pelanggan, dub agen, agen, distributor yang tidak di follow up.
Apabila pemasar, penjual melakukan follow up dengan disiplin, rajin, tekun, dapat mengatasi keluhan dan keberatan dari prospek, konsumen akan membantu mempercepat target penjualan, omset dan menambah jumlah pelanggan dan penjual.

FOLLOW UP merupakan layanan kepada Pelanggan.
Buatlah Pelanggan, pengecer, reseller, Sub Agen, Agen, Distributor PUAS dan BERKESAN karena sifat baik anda, prilaku, empati, peduli, senang, melakukan dengan sepenuh hati dan melayani dengan baik.
Pemasar memahami. Mengapa Prospek menolak membeli Produk dan atau menjadi Mitra Usaha? Apa alasan mendasar mengapa menolak? Setelah mengetahui berusahalah untuk mencari solusi dan jawaban tepat yang akan diberikan kepada prospek. Perhatikan apakah prospek tersebut prospek potensial, spesifik menggunakan produk atau usaha Jamu NAGA MAS.

Bagaimana cara memahami keberatan dari Prospek, jadilah pendengar yang baik dan ajukkan pertanyaan kepada prospek anda, berusaha mencari, menemukan solusi, berkonsultasilah kepada mentor anda.

Mengajukkan pertanyaan tentang kebutuhan produk kesehatan, keuangan, kebutuhan, dan membahas usaha yang baik saat ini dan dimasa mendatang.
Bangunlah prospek, konsumen supaya yakin kepada Anda, Perusahaan dan membangun hubungan baik dan berkesan.

TIPS PENTING:
Apabila prospek sama sekali tidak mau membeli, cobalah untuk menggali relasi dari Prospek dengan menanyakan saudaranya, teman, sahabat, teman kantor, tetangga yang sedang membutuhkan usaha atau Produk Jamu.

Meminta relasi dari pelanggan, relasi yang menyukai mengkonsumsi Jamu, Penjual Jamu, Pemilik toko Jamu, kios, grosir, menyukai Produk Jamu, herbal, obat tradisional, komunitas pengguna jamu dan lain - lain.

Membangun Pelanggan konsumsi dengan layanan yang memuaskan, berkesan dan akan membantu menciptakan PEMBELIAN ULANG, rutin dari pelanggan.
Membangun pelaku bisnis Jamu NAGA MAS di grup anda, akan membantu meningkatkan jumlah pelanggan, omset, penjualan. Melakukan komunikasi, konsultasi dan memberi solusi kepada Mitra Usaha di tim anda.

Jika mengalami kesulitan untuk mengatasi strategi, sistem pemasaran, cara mengatasi keberatan dari prospek, konsumen supaya melakukan KONSULTASI kepada Agen atau Distributor Anda atau ke Marketing Produsen Jamu Cv. Rochman Jaya.

Catat kegagalan anda pada saat menawarkan produk, dan lakukan evaluasi MENGAPA TIDAK TERJADI PENJUALAN DARI PRESENTASI tersebut? Mengapa terjadi penolakan terhadap tujuan yang ditawarkan?

Penolakan dari prospek, kegagalan hari ini adalah kesempatan untuk belajar untuk MENGEVALUASI KINERJA, menemukan SOLUSI.

Langkah Ke 8 dari 8 STEP BY STEP SELLING Jamu CV. Rochman Jaya

Online Marketing.
Tujuan:
1. Membangun Layanan informasi dan kemudahan kepada target pasar, konsumen untuk mengetahui brand produk dan lain - lain.
2. Membangun kemudahan, kenyamanan kepada konsumen untuk berkonsultasi proses pembelian dan lainnya.
3. Untuk membangun pertumbuhan bisnis Jamu Produksi CV Rochman Jaya.

-----------------


THE APROACH.
Tujuan Sales Representative
1. Membangun pendekatan emosional ke prospek spesifik dan lainnya.
2. Menentukan waktu dan menghubungi prospek spesifik.
3. Mengetahui proses dan konsep penjualan.
Step 4. Establishing Neds.


THE PRESENTATION.
Tujuan: 
1. Sales Representative memberitahukan nilai manfaat, fitur, izi edar produk dan lain lain ke prospek spesifik.
2. Jangan terlalu fokus menjelaskan fitur. Jelaskan manfaat fungsi dan emosional.

Catatan: 
Keberhasilan suatu presentasi dipengaruhi oleh skill pembicara, pengetahuan, keterampilan, sikap dan tujuan.

Closing The Sales
Tujuan:
1. Mencoba menutup penjualan.
2. Strategi menangani keberatan prospek, mengetahui alasan keberatan dan solusi dengan sikap peduli dan empati.
3. Menanyakan jumlah pesanan, kesepakatan, menawarkan akan menulis pesanan, menawarkan jumlah a atau b, jenis kemasan, rasa produk.
3. Menjelaskan jika tidak memesan saat ini dan mengapa harus memesan saat ini.
4. Dan lain - lain.

Following Through
Tujuan:
1. Membangun hubungan kepada konsumen.
2. Supaya mengambil keputusan untuk membeli.
3. Mengetahui tingkat kepuasan konsumen.
4. Menjelaskan rencana pengiriman pesanan.
5. Menjadwalkan menghubungi kembali untuk menanyakan setelah menggunakan dan hal lainnya.

8 Step by Step Smart Selling Jamu Produksi CV Rochman Jaya, dapat juga mempelajari di www.dwipaherbalindo.com

7 PILAR STRATEGI KHUSUS untuk membangun Pemasaran Jamu Produksi CV Rochman Jaya.

Penjelasan keempat.

SALES STRATEGY.

Marketing strategi untuk fokus mendatangkan konsumen baru dan Sales Strategi fokus meningkatkan jumlah.

SALES STRATEGY adalah proses meningkatkan Jumlah Pemasar, Performance Pemasar, Pelanggan, Pendapatan, Omset dan Profit.


7 Kategori SALES STRATEGY Pemasaran Jamu Produksi Rochman Jaya:
1. Strategi meningkatkan CLOSING RATIO Pemasar, Penjual.

2. Strategi meningkatkan Jumlah MITRA USAHA.
3. Strategi meningkatkan Jumlah PELANGGAN.
4. Strategi meningkatkan Jumlah PENJUALAN.
5. Strategi meningkatkan Jumlah OMSET.
6. Strategi meningkatkan Jumlah PENDAPATAN.
7. Strategi meningkatkan Jumlah PROFIT.
8. Strategi meningkatkan Jumlah DANA CASH.

CARA MEMBANGUN STRATEGI untuk MENCAPAI TUJUAN STRATEGI.

1. SALES STRATEGI CLOSING RATIO PENJUAL.

Penjelasan: 

1. Leads > Prospek > Prospek Potensial > Customer > Customer loyal > Customer mereferensikan > Customer menjadi Pemasar > Menjadi Tim Bisnis/distributor.

(A). PROSPEK = PROSPECTING - SUSPEK.

(B). RATIO (%) Prospek, Presentasi =  Jumlah Presentasi di bagi Jumlah Target Leads perhari X 100 %.

(C). RATIO (%) Skill Pribadi Penjual = Jumlah terjual di bagi Jumlah Presentasi atau kunjungan X 100 %.

(D). Jumlah Pelanggan Baru = Jumlah Penawaran, kunjungan) X (RATIO % Skill Pribadi).

(E). Jumlah Penjualan = (pembelian dari pelanggan LOYAL/lama) + ( Pembelian dari Pelanggan Baru)

(F). OMSET = (Penjualan perkarton) X (Harga Jual).

(G). Revenew = Jumlah Omset) - (Modal Pembelian Produk perkarton)

(H). Gros Keuntungan = (Revenew) - (Operasional + pengeluaran lainnya)

CATATAN: Penting untuk mengetahui RATIO % CLOSING PRIBADI, bertujuan meningkatkan tehnik closing supaya efektif dan efisien.

Contoh:

Total presentasi atau kunjungan pribadi; 21 kali. Closing/terjadi transaksi penjualan dari 3 orang. 

RATIO % Pribadi; 3 : 21 X 100 % = 14, 3 %.

Average/rata - rata, contoh di atas; Melakukan Jumlah Presentasi kepada 7 orang, yang membeli 1 orang.

Cara meningkatkan Closing Rato pribadi, dengan cara:

a. HANDLING OBJECTION meningkatkan skill menjual dengan cara setiap hari menemukan alasan, kenapa konsumen membeli, dan mengapa tidak terjadi penjualan, temukan jawabannya.

b. Melakukan roley play, belajar dari mentor, distributor yang merekrut dan dari berbagai sumber yang baik. 

c. Membangun pendekatan emosional.

2. Strategi Meningkatkan Jumlah Mitra Usaha (Pengecer, Agen, Distributor) Jamu NAGA MAS 

Bagaimana teknik untuk meningkat Jumlah MITRA USAHA Jamu NAGA MAS?
a. Menambah perwakilan pemasaran di berbagai wilayah yang direncanakan.

b. Meningkatkan jumlah promosi, penawaran peluang usaha, volume iklan.

c. Menggali referensi, memotivasi pemasar, perwakilan untuk membuka cabang baru.

d. Membangun branding dan Layanan.

3. Strategi Meningkatkan Jumlah Konsumen.
Jumlah Konsumen = Konsumen baru + Konsumen lama aktif melakukan pembelian produk)

Bagaimana strategi meningkatkan Jumlah KONSUMEN?
Adalah dengan cara:
a. Meningkatkan skill tingkat RATIO CLOSING pemasar dan jumlah penawaran.

b. Meningkatkan jumlah FOLLOW UP untuk menjaga hubungan kepada pelanggan lama supaya loyal dan aktif menjadi pelanggan produk Jamu Produksi Cv Rochman Jaya.

c. Memaksimalkan tim pemasaran melakukan promosi, penawaran produk, meningkatkan jumlah pengecer melalui toko, kios, reseller, salesman, personal selling, event dan lainnya.

d. Meningkatkan iklan di media, membangun branding, nilai dan layanan.
e. Dan lain - lain.

4. STRATEGI MENINGKATKAN JUMLAH PENJUALAN Produk Jamu Naga Mas. Penjualan adalah pembelian produk dari konsumen. 

Bagaimana strategi dan teknik meningkatkan Jumlah PENJUALAN Jamu Naga Mas?
Meningkatkan skill tingkat RATIO CLOSING pemasar untuk membantu pelanggan membeli stok yang memadai. 

Contoh, meningkatkan pembelian pelanggan dari 1 botol menjadi 3 botol atau 12 botol/transaksi.

Meningkatkan JUMLAH pembelian/TRANSAKSI Jamu Naga Mas dari pelanggan lama dan baru, dengan cara membuat strategi perbedaan harga untuk pembelian jumlah tertentu, bonus promo, dan strategi lainnya.

Repeat order: Meningkatkan pembelian ulang dari pelanggan lama. Contoh: Jika sebelumnya pelanggan membeli sekali sebulan, supaya membeli dua kali sebulan.
Menjaga mutu, kualitas produk, ketersediaan produk untuk kepuasan pelanggan.

Membantu pelanggan supaya mereferensikan produk ke relasi, teman, tetangga dan lain - lain.

Meningkatkan branding, nilai dan layanan
dan lain - lain.

5. STRATEGI MENINGKATKAN JUMLAH OMSET.
Omset adalah hasil dari penjualan produk ke konsumen sesuai harga yang dibayar.

Bagaimana strategi dan teknik untuk meningkatkan jumlah OMSET?

Membeli stok produk jumlah banyak akan mendapatkan harga lebih baik. Dari perbedaan selisih harga dan pengaruhi biaya kirim akan membantu menaikkan omset.

Contoh: Membeli produk 5, 30, atau 50 karton dan selanjutnya, akan ada perbedaan harga dan dipengaruhi biaya kirim.

Omset penjualan meningkat sangat dipengaruhi jumlah pemasar, pelanggan dan jumlah pembelian produk pelanggan/transaksi, transaksi pembelian periode waktu.
Menjaga kesetabilan harga jual.
Dan lain - lain.

6. STRATEGI Meningkatkan PENDAPATAN.

Jumlah Pendapatan = (Jumlah Omset Rupiah - Jumlah Harga Modal Pembelian Produk)

Bagaimana strategi dan teknik meningkatkan PENDAPATAN?
Menganalisa tingkat resiko pembayaran dari penjualan tempo waktu ke mitra usaha untuk di evaluasi dan mengambil solusi sesuai penyebab yang mengurangi pendapatan.

Meningkatkan jumlah mitra usaha yang melakukan pembayaran cash.

Membeli Produk jumlah tertentu (1, 5, 30, 50, 100 karton akan berpotensi meningkatkan pendapatan dari perbedaan harga dan pengaruh biaya kirim.

Mengamati, mengontrol staf supaya bekerja dengan efektif, efisien dan produktif. Dan lain - lain.

7. STRATEGI meningkatkan PROFIT.
PROFIT adalah hasil dari dikurangi BIAYA OPERATIONAL.

Bagaimana strategi dan teknik meningkatkan PROFIT?
Adalah dengan cara:
a. Mengamati, mengontrol biaya operasional untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan biaya operasional untuk mencapai tujuan.

b. Menerapkan biaya operasional dengan maksimal untuk pengembangan yang terbukti produktif, dan mengurangi atau meniadakan biaya yang tidak efisien dan produktif.

STRATEGI meningkatkan DANA CASH
Bagaimana strategi dan teknik meningkatkan jumlah dana CASH (Persediaan uang cash dari pendapatan)
fengan cara:
a. Meningkatkan jumlah mitra usaha yang melakukan pembayaran cash.

b. Menganalisa tingkat resiko pembayaran dari penjualan tempo waktu ke mitra usaha untuk di evaluasi dan mengambil solusi sesuai penyebab yang mengurangi pendapatan.


SALES STRATEGY SPEED PROGRAM GOAL PEMASARAN JAMU NAGA MAS

(Proses: Leads > Prospek > Customer > Customer Loyal > Mereferensikan > Memasarkan > Menjadi Tim Bisnis/Pemasar/Distributor)

I. PLANNING, BUILD GOAL, TERGET.
Contoh: 
1. Tentukan jumlah target: 200 karton/bulan/sub fistributor.
Teknik strategi penerapan;
2. Membangun power team pemasaran yang qualified.
3. Penerapan sistem strategi yang benar, tepar supaya efektif dan efisien.

Untuk mencapai 200 karton/bulan supaya efektif dan efisien perlu MENGETAHUI CLOSING RATE %; 
a.  (TOTAL COSTUMER yang MEMBELI) di bagi (Total customer yang dipresentasikan) X 100 %.
b. Rate % produk disukai customer, pemasaran di toko = (Total customer yang membeli di bagi (total pengunjung) X 100 %.
C. Merencanakan dan membuat program strategi untuk mencapai 200 karton/bulan.
(Plan target total salesman, total toko, kios, total kunjungan, total waktu dan alat bantu/daya ungkit)

II. ACTION PLAN:
A. Sistem Kerja.
1. Merektrut Tim Salesman. 
2. Mengadakan pelatihan, role play berjadwal kepada salesman, pengecer  bermanfaat untuk meningkatkan TINGKAT % CLOSING RATE dan kemampuan menjual.
3. Merekrut perwakilan pemasaran di setiap daerah sesuai wilayah pemasarannya, fokus.
4. Mengadakan pembinaan strategi, sistem manajemen pemasaran dan lainnya.
5. Membangun dan bekerja sama dengan pemilik toko, kios dan lain lain sesuai model strategi pemasaran yang diterapkan.
6. Membangun, memasarkan, memilih model pemasaran dari 9 Cara Memasarkan Produk Jamu Produksi CV. Rochman Jaya.
7. Membangun kesamaan harga di daerah pemasarannya, dan nilai, budaya kerja, integritas bernilai baik.

B. Sistem control: 
1. Melakukan program strategi perencanaan yang telah dibuat, dimulai target perhari.
2. A. Total jam kerja, B. Total kunjungan, C. Jumlah target penawaran perhari.

C. Meningkatkan produktivitas.
1. Disiplin. Traning, waktu efektif dan membuat laporan kerja, belajar konsisten untuk meningkatkan closing tehnique, closing rate %, menerapkan alat bantu/daya ungkit.
2. Suasana PASTI; Peduli, Antusias, Senang, Termotivasi, Inspiratif.
3. FOKUS dan KONSENTRASI mewujudkan target penjualan perhari, dan konsisten melakukan.
4.Standarisasi pola kerja; melakukan sistem dan konsep yang telah terbukti oleh pemasar lainnya dan menginovasi dengan tepat.
5. Membangun keharmonisan dan KEKUATAN Tim sangat membantu untuk mewujudkan goal dan target.
6. Memahami, mengikuti, menerapkan sistem blok daerah pemasaran.
7. Meningkatkan kemampuan memimpin ATTITUDE, dan menerapkan POACM: PLANNING, ORGANIZING, ACTUATING, CONTROLLING, MONITORING.

III. RESULT dan ACTUAL.
ECOEIM: Edjust, Controlling, Observasi, Evaluation, Innovation, Monitoring)

CONTOH;
SPEC CONCEPT PROGRAM GOAL.
Strategi meraih target penjualan.

LEADS Prospek (target pasar > daftar calon customer; relasi, hasil iklan, referensi dan lain lain).

(Pelanggan baru = Leads prospek x closing rate %).
Pelanggan aktif = (Pelanggan lama + pelanggan lama aktif)
CLOSING RATE % = (JUMLAH PELANGGAN MEMBELI) : (JUMLAH PROSPEK DITAWARKAN) X 100 %. 
Contoh; (2 orang) : (10 orang)  X 100 % = 20 %.

PROSES DAN STRATEGI: 
Contoh JUMLAH LEADS 600 ORANG, CLOSING RATE 20 %).
(Leads Jumlah 600 orang) X (contoh CLOSING RATE 20 %) = (JUMLAH Pelanggan) = (120 orang) X (Jumlah Transaksi Pelanggan dan RO) X (2 kali Transaksi/orang/bulan) ( 1 karton) = 240 karton).
Perhatikan Tabel SPEC Concept Program Goal.

Contoh;
TARGET 200 KARTON di bagi 3 Minggu, Minggu ke empat adalah time extra.
1. Target Minggu Pertama 33%; (66 karton).
2. Target Minggu ke Dua 33 %; (66 karton)
3. Target Minggu Ke Tiga 33 %; (66 karton)
4. Minggu ke empat Extra Time.

Ilustrasi Result:
1. Minggu pertama; 60 karton.
2. Minggu ke dua; 52 karton.
3. Minggu ke tiga; 68 karton.
4. Minggu ke empat; 50 karton.
Jumlah; 240 karton.
240 - 200 Karton = di atas target 40 karton.

Catatan:
a. Sebaiknya membuat juga table harian untuk mempermudah penyesuaian, evaluasi, perbaikan.
Untuk mengetahui apakah sudah terlaksana sesuai program.
b. Membuat data laporan kerja harian berguna untuk mengevaluasi kinerja harian, mengetahui kendala harian untuk diatasi dan dikonsultasikan kepada orang yang merekrut atau kepada distributornya, mentor.

Closing rate % dipengaruhi kemampuan, keahlian pemasar tentang strategi, sistem, konsep dan teknik yang diterapkan.


SALES STRATEGY DAN FINANCIAL

(1). Jumlah PELANGGAN = (Pelanggan Baru dan Pelanggan aktif).

PELANGHAN BARU:
a. Prospek = (Prospecting - Suspek)
b. Conversion Rate % = (Total Customer membeli) : (Total Customer dihubungi) X 100 %.

PELANGGAN AKTIF.
Pelanggan Aktif = 
(Prospek x Conversion rate %).

(2). PENDAPATAN;
a. Omset - modal pembelian produk.
b. Pendapatan = Pelanggan Aktif X (revenue pertransaksi) X (repeat transaksi pertransksi)
c. Pendapatan = Mitra Usaha aktif X (Renenue/transaksi) X (Repeat transaksi/mitra)

(3). PENDAPATAN.
a. Gross Profit (Laba Kotor);
% Marjin Laba Kotor = (Pendapatan - (harga pokok) : (pendapatan) X 100 %.

b. Laba Kotor = Omset Pendapatan - Harga Pokok Produk.
Laba kotor = Pendapatan X % Marjin Laba Kotor.

C. Laba bersih;
Laba Bersih = (Laba Kotor) - (Biaya Operasional dan Pengeluaran lainnya)

SALES STRATEGI; PROCESS dan STRATEGY.

(LEADS, Prospek) X (Conversion Rate %) = (Jumlah Konsumen )X (Jumlah Transaksi dan pembelian ulang) X Omset Rata Rata/transaksi = (Omset Pendapatan) X % Marjin Laba Kotor = LABA KOTOR)

CONTOH; Conversiaon Rate 30 %.

(Total Prospek 100 orang) x (Conversion Rate 30 %) = (Jumlah konsumen 30 orang) X (2 Transaksi) X (Omset Rata Rata pertransaksi Rp. 200.000) = (omset Rp. 12.000.000) X (Contoh Marjin Laba Kotor 35 %) = LABA KOTOR Rp. 4.200.000.

Laba Bersih = (Laba Kotor - Biaya Operasional dan lain lain).


7 Pilar Strategi Khusus untuk membangun Tujuan Pemasaran Jamu PRODUKSI CV ROCHMAN JAYA.

Penjelasan KEENAM

6. FINANCIAL BUSINESS.

Strategi meraih keuangan bisnis sehat Pemasaran Jamu NAGA MAS, Jamu SARI DEWA:
1. Membuat data penjualan, omset, pembayaran dan lainnya: 

a. Balance sheet, 

b. Laba rugi, 

c. Cash flow, 

d. Owner eguity.

2. Analisis permodalan dan anggaran. sebelumnya, saat ini dan dimasa mendatang.

3. Alur dan Proses: Penjualan, Pendapatan, Profit dan Cash Flow.

4. Sistem dan Proses: Promosi, Selling, Branding, Penawaran, Penjualan, Pembayaran, Pengiriman, Konfirmasi dan Follow Up.

7. Operational: Efisiensi, Prioritas, Produktifitas, Alokasi biaya pengembangan.
8. Klasifikasi pemasar sesuai kategori.
Komitmen pembayaran, Pembelian Berkala dan Jumlah, Reward Prestasi, Funishment.

9. Proses, Result Goal dan Target.
Controlling, Monitoring, Evaluasi, Solusi, Edjut dan Inovasi.

7 Pilar Strategi Khusus Membangun Pemasaran Jamu CV. ROCHMAN JAYA.

Penjelasan KETUJUH.

7a. CONTROLLING, b. MONITORING.

a. Pengendalian (Controlling):

Pengendalian pelaksanaan strategi program dan menyesuaikan SDM, tim sesuai passion, bakat, kemampuan melakukan untuk mencapai tujuan akhir yang ditentukan .

4 LANGKAH dan SYARAT melakukan Controlling:
1. Ukuran nilai pencapaian orang yang melakukan dari hasil sebelumnya.
2. Ukuran nilai hasil dicapai pada saat melakukan controlling.
3. Mengetahui perbandingan antara hasil sebelumnya dan hasil dicapai.
4. Melakuakn perbaikan, penyesuaian apabila menemukan TIDAK SELARAS standard yang ditentukan.

Catatan:
Pengawasan dilakukan terhadap orang yang mengimplementasikan program perencanaan.
FUNGSI dan TUJUAN PENGAWASAN di Pemasaran Jamu NAGA MAS.
Supaya anggota tim melakukan sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh perusahaan dan aturan umum yang berlaku. 
Contoh: Cara menerangkan untuk manfaat, khasiat produk: wajib ada kata membantu....., izin edar, harga produk, wilayah pemasaran, cara beriklan dan lain lain.
Supaya anggota tim bagian pemasaran, organisasi, manajemen perusahaan Jamu NAGA MAS melakukan sesuai program perencanaan visi, misi, tujuan, target dan program strategi dan bertujuan mencapai hasil akhir yang ditentukan.

Untuk menghindari dari bagian tim melakukan perbuatan yang dapat merugikan kepentingan tim dan perusahaan.

b. MONITORING:

Monitoring adalah proses pengawasan supaya selaras melakukan elemen - elemen, komponen program perencanaan, strategi, sistem, konsep dan teknik yang direncanakan untuk mencapai tujuan yang ditentukan.

TUJUAN monitoring adalah untuk mengamati semua elemen elemen strategi program pada proses melakukan dan memerlukan data dan waktu.

Monitoring dilakukan dengan cara melihat, mendengar, mengamati elemen komponen PROGRAM yang dilakukan, apakah telah terlaksana sesuai perencanaan.

Monitoring perlu dilakukan untuk mengamati era perkembangan strategi pemasaran, perilaku, minat, cara konsumen melakukan pembelian produk dan lainya yang berhubungan dengan perkembangan pemasaran, teknologi bertujuan untuk menyesuaikan, perbaikan, menginovasi program strategi tanpa mengganti tujuan, target yang ditentukan.

---------------------------------------------------------

7 PILAR UTAMA PEMASARAN JAMU CV. ROCHMAN JAYA.

Penjelasan ke IV 

ACTION PROGRAM Dan PENGENDALIAN.

A. ACTION PROGRAM.

Tindakan untuk mencapai tujuan.

Action program atau implementasi adalah proses melakukan program perencanaan strategi supaya menjadi tindakan nyata untuk mencapai tujuan yang telah diprogramkan.

Perencanaan yang tepat, benar dan melakukan hal tepat, benar akan berpotensi efektif, kinerja produktif dan produktifitas.

Melakukan program perencanaan yang saling berhubungan sesuai fungsi untuk mencapai tujuan yang ditentukan.

Memilih tugas dan pekerjaan prioritas 20 %  yang dapat menghasilkan pencapaian target hasil 80 %.

TAKE ACTION FUNDAMENTAL TO RESULT.

1. Full Efficiency Power Energy and Skill Team.

2. Full Effective Time with priority and important abcd.

Melakukan program perencanaan pemasaran menjadi tindakan nyata berhubungan dengan waktu dan biaya. 

3. Memilih tugas dan pekerjaan prioritas 20 %  yang dapat menghasilkan pencapaian target hasil 80 %.

4. Menggunakan strategi 20 % energy team dan 80 % alat bantu/daya ungkit.

5. Build Education Full Effective Time and metode training, Full Qualified Team.

6. Melakukan sesuai visi, tujuan, budaya kerja dan integritas bernilai positif.

7. Membangun pondasi mental, pondasi bisnis, motivasi, talent, passion.

8 Membangun Jaringan bisnis, relasi pemasaran dan bidang lainnya sesuai tujuan.

9. Fokus dan konsentrasi, konsisten, komitmen.

10. Dan lain - lain yang prioritas untuk mencapai tujuan.

BPENGENDALIAN.

C. EVALUATION.

Evaluasi adalah proses observasi, survei, analisa data dari hasil PELAKSANAAN untuk menentukan nilai tingkat keberhasilan yang telah dicapai, menentukan perbedaan pencapaian dengan nilai standar visi, misi, tujuan dan target.

Tujuan melakukan EVALUASI adalah untuk menemukan SOLUSI perbaikan apabila ditemukan dibawah standar perencanaan dan atau perkembangan.

Mengevaluasi terhadap orang yang melakukan, produk, elemen, komponen program strategi, sistem, konsep, teknik untuk menemukan solusi apabila menemukan dibawah standar perencanaan program tujuan.

D. KREATIF DAN INOVASI.

Kreatif adalah ide terbaru, inovasi adalah melakukan yang terbaru yang lebih tepat, efisiens, efektif.

Inovasi adalah proses pembaharuan dari hasil evaluasi, ide, gagasan terbaru terhadap strategi, sistem, konsep dan teknik, layanan konsumen supaya sesuai era perkembangan bertujuan untuk lebih maju, berkembang, bertumbuh, bermanfaat. 

Tujuan Inovasi adalah memperbaharui produk, strategi, sistem, konsep, teknik, layanan supaya sesuai perkembangan jaman, teknologi, minat, perilaku pembelian konsumen untuk kepuasan konsumen, keberhasilan pemasaran, penjualan, perusahaan dan pengaruh manfaat lingkungan sosial.

----------------------------------------------------------

7 PILAR UTAMA PEMASARAN JAMU CV Rochman Jaya

Penjelasan ke V. ENDURANCE.

Membangun kemampuan daya tahan dalam pengembangan bisnis Jamu Cv. Rochman Jaya. 

1. Membangun daya tahan fisik. (Power Energy).

2. Membangun daya tahan bisnis, daya saing yang unggul.

3. Mengelola emosional, membangun pola pikir, sikap positif, perbuatan positif.

4.  Membangun knowledge, passion Business Foundation, leadership, manajerial, entrepreneurship.

5. Membangun soft skill. motivasi, yakin, semangat, optimis, percaya diri, antusiasme. 

6. Berfokus dan konsisten membangun kepuasan pelanggan dan tim bahagia.

7. Membangun brand personal, integritas.


7 PILAR UTAMA PEMASARAN JAMU CV Rochman Jaya.

Penjelasan ke VI. CONSISTENT.

Konsistensi adalah kunci membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Konsisten berpikir kreatif, konsisten melakukan dengan inovasi, konsisten melakukan pengukuran pertumbuhan bisnis untuk evaluasi dan tindakan perbaikan terus menerus.

Konsisten salah satu kunci  mencapai keberhasilan di bisnis Jamu Produksi CV Rochman Jaya. Konsisten adalah proses melakukan terus menerus dalam tindakan untuk meriah tujuan. Konsisten melakukan pengembangan bisnis Jamu Cv. Rochman Jaya untuk memberikan kemanfaatan usaha kepada banyak orang.

--------------------------------------------------------------

7 PILAR UTAMA PEMASARAN JAMU CV. ROCHMAN JAYA

Penjelasan ke VII. COMMITMENT.

Pengertian Komitmen.

KOMITMEN adalah bertekad, berjanji, berkewajiban melakukan dalam tindakan, apa yang telah tentukan untuk meraih tujuan. Komitmen juga dapat diartikan setia, loyal, bertanggung jawab melakukan sesuai dengan yang disepakati. Komitemen membentuk kebiasaan, konsistensi, ketekunan, fokus yang berdampak pada hasil tujuan. 

Jika tidak komitmen pada suatu tujuan, walau banyak memahami pengetahuan, maka bisa berdampak kegagalan pada tujuan tersebut. Tidak komitmen berarti  berhenti sebelum sampai pada tujuan, melakukan diluar kesepakatan.

Komitmen adalah tanggung jawab melakukan strategi, sisytem, konsep, teknik yang telah direncanakan sesuai era perubahan dan kemajuan untuk mencapai tujuan pengembangan bisnis dan target hasil yang dikehendaki. Komitmen menentukan hasil akhir. Komitmen untuk menang, berprestasi dan bermanfaat.

Komitmen tumbuh dari diri sendiri.

Komitmen bersifat individual yang merupakan sikap, perilaku yang dilakukan. Komitmen individual terhadap satu team, organisasi. Komitmen pribadi terhadap satu team adalah loyalitas, terlibat pada team, dan komitmen dipengaruhi oleh tujuan bersama untuk diwujudkan. Misalnya satu team mempunyai target menjadi team pemenang penjualan, satu team sepakbola mempunyai tujuan juara. 

Komitmen dalam team dipengaruhi emosional artinya terjalin hubungan perasaan dari setiap anggota untuk mewujudkan tujuan bersama yang bermanfaat. Dengan terjalin dan keterlibatan hubungan dalam team akan membangun sikap empati, kepedulian di antara sesama dalam mencapai tujuan.

Komitmen team atau organisasi dipengaruhi komitmen pribadi melakukan. Komitmen pribadi bersifat pribadi. Komitmen team atau organisasi adalah kebersamaan. 

Komitmen membutuhkan loyalitas. Kepuasan memengaruhi komitmen.

Visi, misi, tujuan organisasi yang jelas dan mempunyai harapan sangat memengaruhi komitmen anggota tim untuk tetap loyal, bertahan, selain itu organisasi atau perusahaan memberikan kesempatan pertumbuhan karir, pengembangan pengetahuan dan keterampilan, kenyamanan lingkungan bekerja, keadilan, keharmonisan, dipercaya dan terlibat aktif dengan inisiatif mengembangkan bisnis, kompensasi yang sepadan, apresiasi kepada anggota tim pemasaran dan tim manajemen lainnya. Anggota tim tidak hanya memerlukan tercapai kebutuhan akan uang, tetapi juga sangat dipengaruhi kepuasan lainnya, seperti yang disebutkan di atas. 

Kepuasan dan kemampuan seseorang melakukan pekerjaan atau pengembangan bisnis merupakan yang tidak terpisahkan, oleh karena itu pada suatu job pekerjaan, membutuhkan keselarasan kemampuan individu dengan tugas pekerjaan yang dilakukan yang memengaruhi kepuasan. Dalam hal ini kita pemasar Jamu CV. Rochman Jaya untuk terus belajar membangun pengetahuan, kemapuan, keterampilan dan membangun sikap berwirausaha, kemampuan manajerial. Berwirausaha atau berbisnis, kita bersama membangun tim, bertujuan supaya tidak melakukan sendiri segala sesuatu yang berhubungan dengan pengembangan usaha. Pengembangan usaha berarti memberikan kesempatan kepada orang lain mengembangkan dan melakukan usaha. Pengembangan usaha yang diwujudkan merupakan wujud dari komitmen. Saya harap teman teman pemasar Jamu CV. Rochman Jaya, yang hendak bertumbuh dalam pengembangan pemasaran supaya membentuk tim, reseller atau crew marketing dan tim manajemen lainnya sesuai kebutuhan. 

Mari kita membangun komitmen tinggi terhadap bisnis yang kita lakukan dengan tujuan jelas dan mengembangkan kemampuan, keterampilan dalam mengembangkan bisnis yang dilakukan. Komitmen tinggi terhadap pertumbuhan bisnis dengan membangun kemampuan sepadan yang mendorong kinerja yang tinggi yang mempengaruhi pencapaian tujuan pertumbuhan bisnis. 

Pribadi kita mencerminkan bisnis yang kita lakukan

Komitmen individual juga dipengaruhi, apakah berpikir mampu dan menyukai pekerjaan yang dilakukan? Apakah dengan sepenuh hati melakukan dan menyalurkan bakat, passion yang dimilikinya? Atau karena keterpaksaan melakukan? Dari pertanyaan di atas di mana posisinya, apakah sepenuh hati atau karena keterpaksaan?

Apakah anda bisa menggambarkan bisnis anda dengan jelas? Keyakinan berhasil, gambaran bisnis anda yang jelas, tergambar jelas sangat memengaruhi keberhasilan. Dengan gambaran bisnis yang jelas, kita bisa menggambarkan strategi, struktur organisasi bisnis, sistem kerja, gambaran pelanggan yang puas, gambaran tim bisnis sukses, manfaat bisnis pada masyarakat. Kita tidak mampu membuat strategi yang efektif jika kita belum bisa menggambarkan bisnis kita di masa depan. Gambaran visi, tujuan, nilai yang diwujudkan. Visi dan tujuan jelas memengaruhi komitmen.

Manfaat Komitmen diri: 

• Pegangan yang kuat dalam melakukan. 

• Melakukan dengan antusiasme.

• Bersungguh-sunguh dengan inisiatif menyelesaikan masalah, tantangan untuk kemajuan.

• Membangun loyalitas, setia, tanggung jawab melakukan dan mengembangkan usaha.

Ciri orang yang berkomitmen: Setia, loyalitas, tanggung jawab, sifat mengabdi, inisiatif, terlibat melakukan dengan konsisten dan mengembangkan bisnis perusahaan.

Strategi membangun komitmen diri, tim pemasaran untuk bertekad, berkewajiban, konsisten melakukan;

1. Menentukan dan menyampaikan visi dan tujuan jelas dengan jelas. 

2. Melakukan kesepakatan, aturan yang ditentukan kepada tim seperti kode etik, SOP, KPI, nilai, visi, tujuan, target, strategi, sistem kerja untuk mencapai tujuan. 

3. Membangun motivasi, inspirasi, memperdayakan, harapan jenjang karir, pertumbuhan kepada tim manajemen dan Tim Pemasaran. 

4. Membangun pengetahuan, keterampilan, pengalaman.

5. Dukungan perusahaan yang mendorong tim dalam mencapai tujuan tim dalam mencapai visi perusahaan dan untuk kesuksesan bersama.

6. Membangun kebersamaan, kolaborasi, bersinergi, peduli, empati, mengapresiasi distributor, reseller, crew pemasaran dan manajemen lainnya.

7. Membangun kesadaran melakukan dengan passion bisnis dan membangun sifat pengabdian bekerjasama pengembangan bisnis Jamu CV. Rochman Jaya untuk mencapai tujuan kesuksesan yang bernilai holistik.

Penutup

Mari kita pemasar Jamu Produksi Cv. Rochman Jaya menggambarkan dan merencanakan tujuan jelas, target, nilai, menentukan strategi mencapai, menggambarkan struktur tim yang dibangun, merancang sistem kerja, sistem kontrol, monitoring, gambaran bisnis pemasaran yang sukses, gambaran tim pemasaran yang sukses, gambaran pelanggan yang puas dan loyal, konsisten melakukan pengembangan bisnis dan komitmen pada tujuan jelas.

Mari kita mengembangkan bisnis dengan yakin, motivasi, semangat, antusiasme, optimis, kegigihan, konsistensi, komitmen, dan berkelanjutan membangun pengetahuan, kemampuan, keterampilan, pola pikir positif, sikap mental, integritas.

Berpikir kreatif, bertindak dengan inovasi membangun kemajuan, pertumbuhan bisnis kita untuk kesuksesan, kesejahteraan yang bermakna.

Kita yakin manfaat, khasiat produk Jamu CV. Rochman Jaya semakin membantu kesehatan para konsumen, dan sehat selalu beraktivitas.

Kami mengucapkan terima kasih banyak  kepada calon konsumen, konsumen, mitra usaha, mitra pemasaran dan semua pihak.

Salam hormat, sehat, bahagia dan sukses selalu. 

Marketing Produsen Jamu CV. Rochman Jaya.

Ditulis tanggal, 3 November 2022.

Diedit tanggal, 12 Mei 2025.

Jadilah yang lebih baik dan bermanfaat!

Rissan Panjaitan.

Marketing Produsen Jamu CV. Rochman Jaya Banyuwangi Jawa Timur - Indonesia.

Daftar Buku Referensi Bacaan:

1. Yohanes G. Pauly. Business is FUN! 7 Strategi Praktis Lengkap dan Sudah Terbukti Berhasil. Jakarta: Rejofe Global Universal Indonesia. 

2. Sutisna, Marcelia Susan. 2022. Perilaku Konsumen Sebagai Dasar Untuk Merancang Strategi Pemasaran. Yogjakarta: Andi.

3. Seth Godin2018. This Is Marketing. Pendekatan yang power full dalam melihat pemasaran, penjualan, dan periklanan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

4. Kotler Keller. 2021. Intisari Manajemen Pemasaran. Yogjakarta: Andi 

5. Philip Kotler, Hermawan Kertajaya, Iwan Setiawan. 2022. Marketing 5.0. Teknologi untuk Kemanusiaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

6. Hermawan Kertajaya. 2019. Citizen 4.0 Menjenjakkan prinsip-prinsip pemasaran humanis di era digital. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

7. Pilip Kotler, Hermawan Kertajaya, Hooi Den Huan, Jacky Mussry. 2024. Entrepreneurial Marketing Dari Profesional Ke Kreativitas, Kepemimpinan, Dan Keberlanjutan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

8. John Jessup dan Joel Jessup. 2024. Segala Sesuatu Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Pemasaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 

9. Yanto Ramli, Dwi Kartini. 2022. Manajemen Strategik dan Bisnis. Jakarta: Bumi Aksara.

10. Nurindah Fitria. 2024. Panduan Lengkap Analisis SWOT. Yogjakarta: Anak Hebat Indonesia.

11. Richard Koch. 2022. Living The 80/20 Way Prinsip Pareto untuk mendapatkan hasil luar biasa tanpa usaha yang luar biasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

12. Brian Tracy. 2021. The Psychology of Selling. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

13. Ryan Martian. 2021. HRM 4.0 Grow Your People Get Your Great Business. Malang: Literia Media Tama.

14. Fahmi. 2017. Membangun Kepemimpinan Tangguh. Malang: Intimedia.

15. Fahmi. 2017. Sukses Membangun Bisnis dengan Ground Strategy. Malang. 

16. Afrig Wasiso, Rindi Allorerung. 2014. Semua Bisa Diatur. Sleman: Aksoro Sabda Nusantara. 

17. Ary Ginanjar Agustian. 2024. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi Dan Spiritual. Jakarta: Pustaka Abdi Bangsa.

18. Wibowo. 2017. Manajemen Kinerja. Depok: Rajagrafindo Persada.

19. Rhenald, Kasali. 2022. Disruption. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

20. Fajar Nuraini. 2019. Panduan Lengkap Menyusun SOP dan KPI. Yogyakarta: Quandrant.

21. Jasson Barron. 2024.  The Visual MBA. Semua yang dipelajari dalam dua tahun di Sekolah Bisnis diringkas secara Visual. Jakarta: Renebook.

22. Brian Tracy. 2018. Get Smart. Berpikir dan Bertindak Seperti Orang Paling Sukses Dan Bergaji Paling Tinggi. Jakarta: Elex Media Komputindo. 

23. Brian Tracy. 2021. Master Your Time Master Your Life. Jakarta: Elex Media Komputindo. 

24. Robert T. Kiyosaki. 2021. Cashflow Quadrant. Panduan Mencapai Kebebasan Keuangan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

25. Jhon C. Maxwell. 2015. The Difference Maker. Ketika Sikap Menjadi Aset Terbesar Anda. Surabaya: Menuju Insan Cemerlang.

26. Jeff Keller. 2024. Attitude Is Everything. Sikap Mental adalah segalanya, hidupmu bakal sukses, kalau mentalmu beres. Jakarta: Renebook.

27. John C. Maxwell. 2019. The 5 Levels Of Leadership. Surabaya: Menuju Insan Cemerlang.

28. John C. Maxwell. 2019. Leader shift. 11 Transformasi penting yang harus dilakukan pemimpin. Surabaya: Menuju Insan Cemerlang.

29. Dale Carnegie.2022. The 5 Essential People Skill. Menjadi pribadi yang tegas, mudah memahami orang lain, dan cakap menyelesaikan konflik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

30. Dale Carnegie. 2024. Public Speaking For Success. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

31. David J. Schwartz. 2022. The Magic Of Thinking. Surabaya: Menuju Insan Cemerlang.

32. Norman Vincent Peale. 2019. The Power of Positive Thinking. Surabaya: Menuju Insan Cemerlang.

33. Napoleon Hill. 2020. Think & Grow Rich -The Original Edition- 13 Langkah Menjadi Kaya. Surabaya: Menuju Insan Cemerlang. 

34. John C. Maxwell. 2021. Self Improvement 101. Hal-hal yang harus diketahui pemimpin. Surabaya. Menuju Insan Cemerlang.

35. Firman Khristian, Alfan Rabbani. Kami Siap Tempur. Panduan santai Tim Customer Service dan Tim Dealmaker untuk Scale Up. Sleman: Aksoro Sabda Nusantara.

Saya menyarankan kepada teman-teman yang bergerak dibidang pemasaran untuk membeli, membaca buku di atas, jika diperlukan. Dapat mencari di toko buku Gramedia atau di toko buku yang menyediakan. 

Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada pengarang, penulis dan penerbit buku di atas. 

Salam sehat dan Sejahtera!

Rissan Panjaitan.